Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Zio cemburu



Seiring perjalanan waktu, hubungan Zio dan Cerri akhirnya semakin dekat. keduanya sering menghabiskan waktu bersama bahkan Ken pun kadang juga ikut bersama mereka. Sekarang bisa di lihat dimana ada Zio maka di situ akan ada Cerri juga. Kehadiran Cerri yang selalu ada untuk zio dan bisa menghibur zio lambat laun mampu mengeser posisi Kenzie di hati zio.


Sebenarnya Ken lebih suka jika Zio bersama Zie....., entah mengapa Ken tidak begitu menyukai Cerri dari awal bertemu. sikap cerri yang dulu bersekongkol dengan Marvin ingin membodohi Zio saat turnamen basket waktu SMA dan sikap buruk Cerri kepada Zie menjadi nilai tersenidiri bagi Ken. Tapi melihat Zio bisa kembali tertawa, ceria dan bahagia seperti dulu karena kehadiran Ceri, maka Ken pun membiarkan keduanya dekat, Ken tidak tega melihat Zio sedih dan frustasi karena jauh dari Zie. toh memang akhir akhir ini selama mereka dekat sikap cerri memang baik.


Kenzo dan Kenzie masih tetap saling berhubungan baik dan saling menanyakan kabar satu sama lain mesti tidak setiap hari. berbeda dengan Zio.., hubungannya dengan Zie bisa di bilang cukup renggang. beberapa kali pesan singkat zie, zio abaikan. mereka bahkan tidak berkomunikasi hingga berminggu minggu lamanya. entah lah.... mungkin Zio mulai lelah dan Zie memangklumi hal itu karena sedari awal kenzie memang tak mau memberi harapan kepada Zio. biarlah semua mengalir sesuai arus, zie tetap meyakini jika memang zio jodohnya maka zio akan kembali dengan Zie.


"Yo......lo tau nggak semalam gue vidio call dengan Kenzie." ucap Ken kepada Zio.pagi ini keduanya memiliki jadwal kuliah pagi hari.


"oooya......, gimana kabar Kenzie??" tanya Zie balik.


"Baik....emang lo nggak pernah kontak sama Zie lagi ya Yo?" tanya Ken kepo.


"Hm....sudah seminggu ini gue loss kontak sama dia."jawab Zio.


"Kenapa?? apa Zie juga nggak pernah hubungi lo??" tanya Ken.


"ada ko beberapa kali dia kirim pesan tapi belum gue bales. gue sibuk." ucap zio.


"(sibuk apa yo?? cuma tinggal balas chat aja mah nggak butuh banyak waktu. lo bahkan punya lebih banyak waktu buat jalan bareng sama cerri)". gumam Ken dalam hati.


Ken sedikit kecewa dengan Zio. bagaimanapun juga Kenzo, Kenzie & Kenzio adalah sahabat baik. tidak seharusnya Zio mengabaikan zie. kalau memang dia sudah tidak menyukai Zie, harusnya Zio tetap menganggap Zie adalah sahabatnya. Ken sendiri jadi bingung tentang perasaan zio, sebenarnya perasaan Zio itu bagaimana?? ia menyukai Zie apa Cerri??.


"Eh...tau nggak yo......, semalam pas gue vidio call sama zie ternyata dia lagi di kampus. lo tau nggak siapa yang sedang bareng sama zie di sana??" tanya Ken.


"Siapa emang??". tanya Zio penasaran.


"Marvin yo.......ternyata dia kuliah disana bahkan satu fakultas sama zie."ucap Ken penuh semangat.


"Deggg". tiba tiba jantung zio berdetak lebih capat dati biasanya.


Ken sengaja ingin mencoba memanas manasi Zio dengan mengatakan itu semua tanpa memberitahu yang sebenarnya apa hubungan Marvin dan Kenzie.


memang benar semalam Ken menghubungi Zie karena ia merindukan sabahatnya itu. awalnya Ken sangat kaget melihat zie bersama Marvin disana. Zie lalu memberitahu pada Ken bahwa Marvin adalah anak angkat Papinya dan sekarang mereka terikat hubungan persaudaraan. Zie menceritakan semuanya kepada Ken dari awal Papinya mengangkat Marvin menjadi anaknya.


"MARVIN??". kaget Zio "cerri bilang Marvin di London??? kenapa dia sekarang malah ada di Amrik??" tanya Zio. Ken hanya mengendikkn kedua bahunya bersamaan menandakan bahwa ia tak tahu menahu soal itu.


"(*zie...kenapa lo nggak ngasih tau gue kalau lo kuliah bareng marvin?? apa gue nggak berarti buat lo?? apa lo udah lupain gue?? gue bahkan masih disini nunggu lo)".gumam zio dalam hati. ia kecewa degan sikap zie.


"(ck....cemburu kan lo?? gue tau lo masih sayang sama zie,?? baru denger Marvin ada di sana aja lo udah kaya orag kebakaran jenggot. padahal mereka sekarang saudara. lalu apa kabar dengan perasaan zie jika tau lo selalu jalan bareng sama Cerri Yo??,)" ucap Ken dalam hati*.


tanpa bicara apa apa lagi zio pergi meninggalkan Ken begitu saja. dadanya bergemuruh..., rasa cemburu, marah dan kecewa kini menghantam dirinya.


"Gue harap dengan begini lo akan sadar sebenarnya perasaan lo untuk siapa Yo......," Lirih Ken sambil melihat zio yang semakin menjauh.


,______,______,_____,_____,


Zio berjalan mencari keberadaan Cerri karena pagi ini mereka memiliki jadwal kuliah yang sama. tapi zio tidak menemukan cerri di kelasnya jadi zio memutar arah kembali kekelasnya sendiri karena mata kuliah Zio hari ini akan segera di mulai. ia lalu mengirim pesan kepada cerri untuk menemuinya diparkiran sepulang kuliah. Zio berjalan sambil menggengam jam tangan pemberian dari zie yang melingkar di pergelangan tangannya. ia memang selalu memakainya kemana pun zio pergi.


Zio mencoba mendengarkan materi yang di sampai kan oleh dosennya meski pikirannya tidak bisa fokus. setelah mata kuliahnya selesai, zio langsung pergi keparkiran untuk bertemu dengan cerri.


"Yo....mau kemana??" tanya Ken yang melihat zie buru buru pergi.


"ada urusan bentar".seru Zio karena ia sudah berada di ambang pintu kelasnya.


Zio sampai di area parkir kampus tapi ia belum melihat keberadaan Cerri di sana.


"Mungkin kelasnya belum selesai". pikir zio lalu dia duduk di cup mobil sport nya menunggu kedatangan cerri.


"hay yo.........."sapa Cerri yang membuyarkan lamunan Zio.


"kelas lo baru selesai??"tanya Zio yang dijawab dengan anggukkan kepala Cerri.


"Lo bawa mobil nggak......?? ngafe yuk...." ajak Zio.


"gue nggak bawa mobil...., gue nebeng lo ya?? "jawab cerri tersenyum manis.


"Ya udah yuk......" ajak Zio lagi


Keduanya lalu masuk kedalam mobil sport putih milik zio untuk pergi ke AK cafe. tak lama berkendara mereka pun sampai di sana, keduanya turun dari mobil. Cerri membenahi dandannan rambutnya yang sedikit berantakan dengan becermin di kaca mobil zio. merasa tak sabar, zio menarik tangan ceri dan berjalan bersama masuk kedalam cafe lalu duduk di salah satu kursi pengunjung yang dekat dengan jendela. setelah memesan makan dan minum zio pin memulai obrolan mereka.


"Cer..... kata lo Marvin kuliah di london?" tanya zio


"iya....., sebelum kita putus martin sempet bilang gitu sama gue." jawab Cerri.


"lo yakin??" tanya Zio lagi.


"selama ini sih dia nggak pernah bohongin gie yo., kenapa lo tiba tiba nanyain Marvin?". tanya Cerri karwna tumben tumbenan Zio membahas soal Marvin.


"Nggak papa......., kata Ken ternyata Marvin kuliah bareng sama Zie di Amrik.bahkan mereka satu fakultas..." ucap Zio.


"Ooooyaa........??, gue nggak tau soal itu karena selama ini gue nggak pernah kontak lagi sama dia. " jawab Cerri santai.


"ko ekspresi lo biasa aja sih Cer?? lo nggak cemburu gitu Marvin bareng sama Zie disana??" tanya Zio heran yang melihat reaksi Cerri biasa biasa saja.


"Terus gue harus apa yo?? gue udah putus sama Marvin, gue udah nggak ada hak buat cemburu. lagian mereka deket belum tentu pacaran kan?? siapa tau mereka cuma temen atau sahabatan aja." jawab Cerri.


"(iya juga sih.....,mereka belum tentu pacaran jadi ngapain gue harus cemburu.)" gumam zio dalam hati memikirkan ucapan Cerri barusan.


Mereka akhirnya makan siang bersama karena pesanan mereka sudah datang. Zio bersyukur selalu ada cerri yang bisa menenangkan hatinya saat perasaannya gelisah tak mementu seperti tadi.


setelah selesai makan, Zio pun mengantar Cerri untuk pulang kerumah.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya ya......... 😉



TERIMAKASIH.........