
2 Tahun Kemudian.........
Kenzio dan Cerri akhirnya menjadi sepasang kekasih, setelah dua tahun kedekatan mereka. Zio memang sayang Kenzie tapi, Zio juga tidak memungkiri bahwa ia juga sayang dengan cerri. jadi Zio memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Cerri yang saat ini selalu ada di sampingnya dari pada menunggu Zie yang belum jelas kapan ia akan kembali. mungkin Zio dan Zie hanya akan menjadi sahabat selamanya. Zio juga meminta maaf kepada Zie karena ia tidak bisa menepati janjinya sendiri dan Zie bisa memahami keadaan ini. ia justru malah mendo'a kan zio agar selalu bahagia.
Kenzo tau bagaimana perasaan Zie saat itu. karena Ken tau bagaimana Zie sangat menyayangi Zio. Zie hanya berpura pura tegar dan biasa saja di depan zio tapi tidak dengan hatinya. Kenzo ikut merasa sedih ketika melakukan vidio call dengan zie. ia bisa melihat betapa kacaunya Zie saat itu. Ken bisa melihat mata zie yang bengkak dan sembab meski zie memakai kacamata bening untuk menutupinya dan berusaha terus tersenyum di hadapan Ken.
ken bingung harus berbuat apa, zio dan zie sahabat baiknya. Ken mau zio bahagia tapi Ken juga tak mau melihat zie yang sedih seperti itu. satu satunya yang bisa ken lakukan hanya lah menghibur zie agar suasana hati zie menjadi lebih baik.
zie memang sangat sedih dan kecewa saat itu, akhirnya zie merasakan sakitnya patah hati yang sebenarnya. hubungan asmaranya dengan Zio kandas sebelum mereka merasakan kebahagiaan dalam hubungan itu. Zie berusaha menerima kenyataan itu meski harus melawan semua rasa sakit di hatinya. Zie senang, saat ia terpuruk masih Ken dan Marvin yang selalu ada untuknya. Marvin juga merasakan hal yang sama seperti Zie, bahkan Marvin sempat mabuk mabukan dan jarang pulang untuk memelampiaskan rasa sakit hatinya. hingga pada suatu hari saat Zio berada di Basecamp nya bersama teman teman berandalnya, Kenzie mendatanginya dan menghajar marvin. saat itu kondisi marvin masih sadar meski sudah meminum dua gelas minuman beralkhol.
"kalau lo ingin mengakhiri hidup lo..., sini biar gue aja yang ngabisin lo." ucap Zie di sela sela aksinya memukuli marvin. "lo pikir hanya lo yang ngrasain sakit hati?? kita itu sama!!! apa karena sakit hati lo ngelupain keberadaan gue dan juga papi?? gue kecewa sama lo!! apa lo mau papi juga kecewa sama lo hah !?!" ucap Zie yang masih terus memukuli Marvin. Zie meluapkan semua emosi yang ia tahan beberapa hari ini atas sikap Marvin.
Marvin hanya diam tanpa melawan zie sedikitpun. otaknya mencerna semua ucapan ucapan yang zie lontarkan. Marvin tertegun melihat Zie yang saat ini menangis di hadapannya. benar...., bukan ia saja yang merasakan sakit hati tapi Zie juga. kenapa ia lebih lemah di banding zie yang seorang perempuan.
Marvin melotot marah ketika salah satu teman marvin tiba tiba menendang perut zie dengan keras membuat kenzie terpental kebelakang dan jatuh terduduk.. teman marvin tidak terima melihat temannya di pukuli oleh seseorang. mereka semua tidak ada yang tau siapa kenzie.
"Don't hit my sister!!!". teriak marvin marah dan langsung menerjang temannya itu dan menghajarnya secara brutal. ia tidak trima temannya mendang kenzie.
melihat temannya berkelahi, teman teman yang lainnya pun berusaha untuk melerai keduanya. Marvin terus memberontak ketika beberapa teman memegangi dirinya dan menjauhkannya dari temannya itu.ia belum puas menghajar temannya yang sudah merani menendang zie.
"Marvin stop.!!" teriak zie sambil bangun dari duduknya.
Marvin langsung berhenti bergarak mendengar teriakan zie. ia lalu melepaskan pegangan tangan teman temannya yang memegangi dirinya. Marvin berjalan mendekat kearah zie dan memeluknya dengan sayang.
"Maafin gue.......,gue janji tidak akan seperti ini lagi." ucap Marvin. zie membalas pelukan marvin dan mengangguk.
Zie mengajak marvin untuk pulang bersamanya. zie juga meminta maaf kepada semua teman teman Marvin atas keributan yang ia buat hari ini. sejak saat itu keduanya jadi lebih dekat dan selalu berbagi dalam suka dan duka. mereka saling menyayangi layaknya adek dan kakak.
suatu hari, Zie mendengar Papinya berbicara kepada Marvin yang berencana untu menjodohkan mereka. papi ingin Zie dan Marvin untuk segera bertunangan karena Nanti setelah keduanya lulus kuliah, Papinya ingin keduanya menikah.
Zie sangat kaget mendengar hal itu, bagaimana bisa papinya berkeinginan mejodohkan mereka. bahkan Marvin tak sedikitpun menolak keinginan papinya. Zie lalu menemui Marvin ketika Papinya sudah pergi bersama asisten zaki.
" sejak kapan kau tau bahwa papi ingin menjodohkan kita??" tanya Zie yang langsung masuk kedalam kamar Marvin tanpa mengetuk pintu kamarnya terlebih dahulu. Marvin kaget mendengar pertanyaan zie barusan. dari mana zie tau soal itu, bahkan ia dan papinya tidak pernah membahas soal ini dengan zie.
"Kau mengetahuinya??" tanya Marvin.
"ya....gue denger lo sama papi membicarakan hal itu!!" jawab Zie. Marvin menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya. kalau sudah begini, tidak ada lagi yang harus di sebunyilan lagi pada zie.
"Sejak awal..., sebelum lo di temukan, Papi sudah merencanakan perjodohan ini dan Maaf gue nggak bisa menolak kemauan papi." ucap Marvin. ya... kenzie tau posisi marvin. Marvin bahkan akan melakukan apa saja asal membuat papinya bahagia.
"gue ingin tau gimana perasaan lo??, apa lo cinta sama gue??" tanya zie memandang dalam kedua bola mata Marvin.
"kalau itu bisa bikin lo dan papi bahagia, gue dengan senang hati akan belajar mencintai lo." jawab Marvin.
"Tapi gue nggak bisa...., gue sayang sama lo sebagai kakak gue, sebagai saudara gue yang sama sama anak papi. nggak lebih. lo berhak bahagia tanpa ngorbanin perasaan lo sendiri demi gue dan papi vin." ucap Kenzie.
"Gue nggak bisa nolak keinginan Papi, gue nggak mau Papi kecewa. dan gue mau lo dan papi juga bahagia." ucap Marvin.
"Lo memang nggak bisa nolak kemauan Papi tapi gue bisa. Gue bisa menggagalkan niat papi untuk menjodohkan kita. apa lo keberatan jika hal itu batal??" tanya zie kepada Marvin.
"selama itu tidak membuat Papi sedih, gue nggak keberatan. karena gue juga sayang sama lo karena lo adek gue.". jawab Marvin jujur.
Zie tersenyum cantik dan memeluk Marvin dengan sayang dan Marvin pun membalas pelukan zie.
" iya gue janji......." jawab Marvin mencium puncak kepala zie penuh kelembutan.
Zie dan Marvin menemui Papinya untuk membahas tentang perjodohan mereka ketika papinya sudah pulang kerumah.
"No zie..... papi sudah menjodohkan kalian jauh sebelum papi menemukanmu. papi tidak menerima penolakan." ucap Papi menolak keinginan Zie yang tidak mau di jodohkan.
"Apa papi menyayangiku?? papi bilang papi akan memenuhi semua kemauanku?? apa papi melupakan hal itu.??" tanya zie yang masih terlihat tenang. ia tidak mau hal ini membuat ia dan papinya bertengkar.
"Papi sangat menyayangimu, makannya papi menjodohkan kalian karena papi tau Marvin adalah orang yang tepat untuk kamu begitu juga sebaliknya. papi tidak mau kalian salah pilih dan menyesal nantinya. Papi mau kalian menjadi pasangan yang nantinya akan meneruskan bisnis papi." jawab Papi zie.
"Tapi kami tidak saling mencintai pih....., Marvin dan Zie akan tetap menjadi penerus bisnis papi karena kami adalah anak papi. kami bisa menjadi pasangan sebagai adik dan kakak untuk meneruskan bisnis papi. jadi tidak harus ada pernikahan di antara kami pih." jawab Zie berusaha keras menolak perjodohan itu.
"Papi yakin, dengan kalian menikah seiring perjalannya waktu cinta itu akan tumbuh di antara kalian. Papi hanya ingin yang terbaik untuk kamu dan juga Marvin. pokonya kalian berdua harus menerima perjodohan ini." ucap Papi tak mau di bantah.
"Sudah lah zie...., jangan di teruskan.kita turuti saja kemauan Papi. ya......??" ucap Marvin yang sedari tadi diam tak bersuara. ia tak mau Kenzie dan Papinya bertengkar karena masalah ini.
"Baiklah..... lakukan saja apa yang Papi mau." ucap Zie sambil mengontrol emosinya. Tuan Prabu tersenyum mendengar jawaban Zie yang mau menerima perjodohan itu.
Zie beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya untuk menaiki anak tangga. tapi sebelum zie pergi ia berkata sesuatu yang membuat Papinya tercengang.
"aku tidak menyangka Papiku sendiri bisa memaksakan kehendak kepada anaknya sendiri. Jika aku tau hidupku akan seperti ini....., lebih baik aku dulu ikut Mami pergi selamanya saja. silahkan papi teruskan kemauan papi itu kalau papi mau aku merasa menyesal telah bertemu papi." ucap Zie lalu pergi meninggalkan Papi dan Marvin di ruang keluarga begitu saja.
kata kata yang di keluarkan oleh putrinya barusan bagaikan pukulan keras bagi Tuan Prabu. dadanya terasa sesak mendengarnya, ucapan Zie memang lemah tanpa emosi di dalamnya tapi kata kata itu mengandung ancaman yang sangat menakutkan bagi tuan prabu. pikiran Tuan Prabu langsung travelling kemana mana membayangkan hal hal buruk yang mungkin akan terjadi jika ia melanjutkan perjodohan itu.
Tidak tidak....., Tuan Prabu tidak akan sanggup jika harus kehilangan putrinya. Tuan Prabu tidak akan sanggup melihat putrinya manatap dirinya dengan penuh kekecewaan. Taun Prabu tidak akan sanggup jika putrinya membencinya. Tuan Prabu tidak akan sanggup jika zie merasa menyesal telah bertemu dengan ayah kandungnya. sejak saat itu, zie selalu menghindar dari Papinya dan hal itu sukses membuat Tuan Prabu sangat ketakutan. akhirnya Tuan Prabu mengalah dan membatalkan rencana perjodohan itu.
"Zie......Papi akan membatalkan perjodohan itu tapi tolong jangan menghindar dari Papi. Papi tidak sanggup jika putri papi membenci papinya sendiri.Maafkan Papi......" ucap tuan Prabu sambil menitihkan air matanya di hadapan Kenzie begitu kenzie keluar dari kamarnya.
hari ini tuan prabu sengaja tidak pergi ke kantor agar bisa menui putrinya. ia akan menuruti semua kemauan putrinya apapun itu asalkan zie tidak mengacuhkannya lagi.
"maaf kan zie juga yang tidak mau menuruti kemauan papi. perasaan itu tidak bisa dipaksakan pih. apa papi tega meihat Marvin dan Juga Zie tidak bahagia jika harus menikah tanpa adanya cinta?? biar lah Marvin menemukan cintanya sendiri tanpa adanya paksaan dari papi. begitu juga dengan Zie. maaf kalau Zie sedikit kecewa dengan papi yang tidak bisa mengerti perasaan Zie." ucap Zie yang juga meneteskan air matanya.
Tuan Prabu langsung memeluk putrinya dengan sayang. berkali kali ia mencium puncak kepala zie.
"(ayu...maafkan aku yang telah membuat putri kita kecewa dan menangis. aku akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk putri kita. aku akan mengutamakan kebahagiaan putri kita diatas segalanya. maafkan aku ayu....)" ucap tuan prabu dalam hati.
.
.
.
bersambung......
.
.
.