
Malam ini, Zie pergi sendirian dengan mengendarai motor sportnya. tidak ada tempat yang menjadi tujuan Zie malam ini. ia hanya ingin menikmati suasana malam hari di kota itu dengan motor sportnya. cukup lama Zie berkeliling memutari kota J hingga ia menghentikan motor sportnya tepat di depan sebuah pedagang kecil yang ada di pinggir jalan untuk membeli minum.
"Pak....air mineral satu." ucap Zie yang menyodorkan selembar uang 50 ribuan san mengambil satu botol air mineral.
"loh.....ternyata perempuan to?? bapak kira laki laki soalnya neng pake motor gede." ucap bapak itu seraya menerima uang dari Zie.
Zie hanya tersenyum manis mendengar ucapan bapak penjualnya. ia duduk di kursi panjang yang terbuat dari kayu yang terletak di depan warung kecil itu sambil membuka dan meminum air mineral yang ia beli.
"ini kembaliannya Neng, Neng mau kemana atau dari mana??". ucap Bapak penjual sambil menyodorkan uang kembalian kepada Zie.
"Makasih pak...., saya dari rumah mau keliling keliling aja sih nggak ada tempat tujuan." jawab Zie tersenyum. Bapak itu lalu duduk di kursi yang sama dengan yang Zie duduki.
"Hati hati Neng..... ini sudah malam, apa lagi Neng perempuan. bahaya keluar sendirian malam malam seperti ini." Bapak penjual itu menasehati Zie.
"iya Pak....., ko disini sepi ya pak." tanya Zie.
"iya Neng disini kalau malam memang sepi. ini bapak saja sudah mau tutup. disini kalau malam suka ada preman yang resek Neng. suka ngambil dan ngancurin barang dagangan." ucap Bapak itu.
"oh gitu...., ya udah Bapak tutup aja warungnya nanti keburu preman itu datang." ucap Zie.
Benar saja, belum juga bapak itu beranjak dari duduknya datang segerombolan anak anak muda yang Zie yakini dua di antaranya usianya di bawah Zie, dan tiga orang lainnya lebih tua dari Zie. mereka berpakai serba hitam kumal, celana sobek sobek, ada dua orang yang tangan dan wajah bertato serta telinga yang bertindik dan terpasang banyak anting. mereka semua langsung mengambil makanan ringan serta minuman yang ada di warung bapak itu tanpa permisi. sedangkan Bapak penjualnya diam saja melihat dagangannya di ambil begitu saja. dari pada nanti ia di pukuli dan warungnya di hancurin lebih baik ia merelakan barang dagangan di ambil.
"Heh.... bagi duit!!". godong salah satu preman yang berambut gondrong kepada Zie.
"lo mau duit??". tanya Zie dengan tenang. orang itu langsung mengangguk. "makannya kerja yang bener biar dapat duit." ucap Zie lagi.
"Hahahahaaa..........." semua preman itu tertawa bersama.
"ini kita juga lagi kerja, cepet bagi duit kalau lo nggak mau kita apa apain." ucap Preman itu yang Zie yakini sebagai ketuanya.
"kalian ambil saja dagangan saya tapi tolong jangan apa apain Neng ini." ucap Bapak penjual itu takut.
"kalian ini kerjanya cuma minta minta.!! kalian itu preman apa pengemis??," Ucap sarkas Zie.
"Hay Nona..., jaga ucapan lo." ucap Ketua Preman geram, ia mengangkat sebelah tangannya untuk menatap Zie.
dengan gerakan Cepat Zie menangkap tangan preman itu dan memelintirnya hingga tubuh preman itu berbalik membelakangi Zie dengan posisi sebelah tanganny di tekuk kebelakang Oleh Zie.
Preman itu mengaduh kesakitan, Zie langsung menendang dada preman yang lain yang mencoba mendekat untuk menolong ketua mereka.
Zie mendorong ketua preman hingga menubruk preman yang lain yang berusaha menyerang Zie.
perkelahian pun terjadi antara Zie dan preman itu. Zie bisa merasakan bahwa kekuatan dari preman itu hanya di miliki oleh tiga orang yang usianya lebih tua. tiga preman yang lainnya belum memiliki ilmu bela diri yang mempuni sehingga Zie dengan mudah mampu mengalahkan mereka semua.
preman itu terkapar di atas aspal dengan wajah yang lumayan bonyok karena di hajar oleh Zie.
"Harusnya kalian menjaga keamanan lingkungan bukannya malah membuat resah warga sekitar.!! kalian nggak malu, bapak itu saja yang sudah tua masih mau berusaha menjari rejeki yang halal. sedangkan kalian yang masih muda, kerjaannya malah minta minta. malu sama badan!!". nasehat Zie yang cukup menohok kepada preman itu.
"Maaf Neng....., Kami terpaksa jadi preman karena kami butuh uang. butuh makan sedangkan kami tidak memiliki pekerjaan. jaman sekarang susah untuk cari kerja yang halal. mau usaha juga butuh modal. hanya ini yang bisa kami lalukan untuk menyambung hidup kami." ucap ketua Preman mewakili semuanya.
ia memeganggi pipi dan perutnya yang terasa sangat sakit dan nyari. mereka tidak menyangka perempuan cantik berbadan kecil si hadapannya mampu mengalahkan mereka dalam sekejap.
Zie menghela nafasnya. ia bisa melihat kejujuran dari kedua mata preman itu.
memang susah mendapatkan pekerjaan yang layak jika tidak memiliki ijasah, modal dan kemampuan. Zie lalu duduk di atas aspal sama seperti para preman itu.
"Siapa nama abang??" tanya Zie kepada ketua Preman.
" Semua orang mengenal saya dengan nama Jek Non. tapi nama asli saya joko." jawab Preman itu yang membuat preman lain menahan tawanya.
"Apa lo....?? jangan ngetawain gue!! awas lo semua." ancam ketua preman kepada anak buahnya.
"iya bang... Maaf...." jawab Anak buahnya takut.
"Ok, kenalin nama saya Kenzie, Bang Jek tolong besok temui saya di sini tepat jam 7 pagi. ajak yang lainnya juga. ini ada sedikit uang buat bang Jek dan yang lainnya beli obat di apotik buat ngobatin luka luka kalian. Maaf karena saya sudah bikin kalian babak belur seperti ini." ucap Zie tersenyum manis sambil mengaluarkan 10 lembar uang berwarna merah.
"Bak...., ini buat bayar makananan dan minuman yang mereka ambil. cukup nggak??" ucap Zie menyodorkan uang 2 lembar berwarna merah.
"Ini kebanyakan Neng...." jawab bapak penjual tadi.
"Nggak papa...., kalau begitu saya pamit pulang dulu ya pak." pamit Zie. "Bang jangan lupa besok jam 7 tepat." pesan Zie pak Bang jek.
"Makasih banyak Neng, hati hati Di jalan." ucap Bapak begadang
" Baik Non...." jawab Jek.
Zie naik keatas motor sportnya lalu memakai helm fullface nya sebelum tancap gas.
Brummm.....Brummmm......., Pim......
Zie menyalakan mesin motornya yang membuktikan tlakson sekali lalu perlu pergi.
"Ya tuhan...., orang kaya mana itu yang nyasar kemari.?? kalau dapat duit segini banyaknya gue mau dah di gebukin lagi." ucap bang Jek.
"Wah..... rejeki nomplok Bang...., Baik bener dia ya...??" sahut Anak buah Jek senang karena mendapat duit.
"Pak dia siapa??". tanya Jek kepada penjual warung
"sa saya nggak tau.....,ba baru kali ini bapak liat neng itu kemari." jawab Penjual tadi takut takut.
" nggak usah takut sama kita pak, kita sudah dapat duit banyak nih. kita bantuin tutup warungnya ya pak." ucap Bang jek.
tanpa menunggu jawaban dari bapak penjual itu, jek dan anak buahnya langsung membantu membenahi barang barang dagangan dan menutup warung.
setelah selesai mereka pun pergi dari sana untuk pulang ketempat tinggal masing masing.
"Jangan lupa besok jm 7 kita kumpul disini". perintah bang jek kepada anak buahnya.
"Siap bang....." jawab Mereka serempak.
Di dalam sebuah mobil, Tuan Prabu masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat barusan. ya... tuan Prabu melihat bagaimana putri kesayangan berkelahi dengan lincahnya dan mengalahkan semua preman itu. Tuan Prabu yang kebetulan lewat di jalan itu dan tidak sengaja melihat Seorang perempuan berkelahi dengan lima preman. Tuan prabu sangat syok melihat perempuan itu adalah Zie. ia segera meminta Asisten Zaki untuk menghentikan mobilnya.
Tuan Prabu terkejut ternyata Zie berhasil menumbangkan semua preman itu dengan mudah sehingga ia mengurungkan niatnya yang ingin turun dari mobil untuk menolong Zie saat itu. ia membiarkan Zie menyelesaikan masalahnya sendiri.
Tuan Prabu ikut pergi setelah melihat putrinya sudah benar benar pergi dari sana dan sekarang Tuan Prabu berada di dalam mobil untuk pulang kerumah.
"Zak...., apa benar tadi itu putri ku?? sajak kapan dia bisa berkelahi seperti itu?? aku sampai berkeringat dingin melihat putriku berkelahi melawan preman itu. ".tanya Tuan prabu kepada asistennya.
"Benar tuan, saya juga tidak menyangka ternyata Nona muda jago bela diri. tadi itu Nona Muda sangat keren." puji Asisten Zaki melihat gaya berkelahi Zie.
selama ini Zie memang tidak pernah menunjukkan kemampuannya kepada sang Papi, yang tuan prabu tau anaknya itu seorang putri yang lemah lembut dan juga baik hati. ia tidak menyangka bahwa Zie menguasai ilmu beladiri yang sangat baik. mungkin nanti Tuan prabu akan menanyakan hal itu kepada Marvin, karena Marvin pasti tau banyak soal kenzie.
.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.