
Zie masih melihat balapan motor bersama dev hingga selesai, begitu salah satu motor melewati garis finis semua penonton langsung ramai riuh ricuh bersorak den bertepuk tangan. balapan motor kali ini di menangkan oleh perwakilan dari geng motor nya Dev.
"Zie...kita kesana yuk....". ajak Dev kepada Zie. zie mengangguk kepalanya dan berjalan mengikuti Dev.
Dev membawa Zie bergabung bersama anak anak geng motornya untuk merayakan kemenangan mereka.
"Selamat atas kemenangan lo hari ini., lo emang hebat, kita semua bangga sama lo." Dev memberikan ucapan selamat sambil bertos ria ala ala geng motornya.
"Thanks Bos....." jawab anak buah Dev yang memenangkan balapan motor.
"Siapa nih Bos?? tumben tumbenan kesini bawa cewek. cantik pula." tanya anak buah Dev.
"Dona...., lo ada saingan nih disini." seru anak buah Dev memanggil satu satunya cewek yang menjadi anak buah Dev yang bernama Dona.
Dona menjadi pengagum Dev dalam diam. ia berusaha keras agar bisa masuk kedalam geng motor yang di ketuai oleh Dev hanya demi bisa dekat dengan Dev. sudah cukup lama Dona menyukai sang ketua geng motornya tapi sikap Dev yang dingin, datar dan cukup garang membuat Dona tidak berani mengutarakan perasaannya kepada Dev. jadilah Dona sebagai pengagum Dev dalam Diam.
"jaga mata kalian..., jangan macem macem sama dia.!!!" ucap Dev garang.
"ih si Bos.... galak amat..ceweknya ya bos. kenalin dong sama kita. "sahut anak buah Dev lagi.
mendengar teman temannya cukup ramai yang sepertinya sedang menggoda ketua mereka pun akhirnya Dona mendekat karena ia juga mendengar namanya di sebut sebut. Dona tersenyum senang melihat keberadaan Dev disana tapi senyumannya langsung menghilang begitu melihat gadis cantik yang berdiri di samping Dev
"Siapa dia?". tanya Dona kepada salah satu temannya.
"Sepertinya dia pacarnya si Bos karena baru kali ini Bos datang kemari bawa cewek. pasti cewek itu cukup dekat kan sama Bos?." jawab temennya yang membuat Dona merasa panas terbakar api cemburu.
Dona mengepalkan tangannya kuat menahan rasa cemburu yang bergemuruh didadanya. ia tidak rela dev memiliki kekasih, ia yang sudah lama menyukai Dev tapi Dev malah dekat dengan wanita lain. sungguh Dona tidak rela dengan hal itu. setau Dona, selama ini Dev tidak pernah dekat dengan wanita manapun. tapi kenapa sekarang Dev bisa bersama seorang wanita.
"Bos...apa benar dia cewek bos??". tanya Dona langsung kepada Dev.
"Kenapa?". tanya Dev datar.
"kalau dia memang ceweknya Bos, gue mau tantang dia buat balapan motor. kita semua pasti ingin tau kan gimana kemampuan cewek dari ketua geng motor kita. ya nggak temen temen??" ucap Dona sambil meminta dukungan dari teman temannya.
"iya betul..., Dia pantes jadi cewek bos kalau dia bisa ngalahin Dona. Betul nggak guys" sahut teman Dona yang lain.
"iya betul itu...." jawab teman teman yang lainnya.
Bukannya takut mendapat tantangan untuk balapan motor, Zie malah tersenyum senang karena akhirnya Zie dapat kesempatan untuk mencoba sirkuit balapan motor.
"Tidak.....!!". jawab Dev tegas. "Dia bukan anak motor jadi mana bisa dia ikut balapan kaya gini." ucap Dev lagi.
Zie langsung mencubit pelan pinggang Dev untuk membuat Dev menoleh kearahnya. Dev yang lebih tinggi dari Zie harus membungkukkan sedikit badannya agar bisa mendengar ucapan Zie.
"Lo ngeremehin kemampuan gue kak!?!". Bisik Zie sambil mengeratkan giginya kesal.
"Bukan gitu Zie...., lo kan belum pernah ikut balapan kaya gini.".jawab Dev
"justru itu kak..., biarin gue terima tantangan dia, wajar kalau gue kalah karena gue kan emang bukan anak motor. gue cuma pengen nyoba aja kak gimana rasanya balapan motor kaya gitu. please kak..., boleh ya??". ucap Zie sambil memohon. ia memasang wajah seimut mungkin agar Dev mau memperbolehkan ia ikut balapan motor.
"Bukan masalah menang atau kalahnya Zie..., gue cuma nggak mau lo kenapa kenapa. gimana kalau lo nanti jatuh dan terluka. lagian lo kan bukan cewek gue jadi lo nggak perlu terima tantangan itu. pokoknya gue nggak kasih ijin!!." ucap Dev dengan lembut memberi pengertian kepada Zie.
Dona jelas saja semakin panas melihat interaksi keduanya di depan matanya meskipun ia tidak mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.
"Kenapa....??, takut...?? masa ceweknya ketua geng motor nggak ada nyali buat terima tantangan kaya gitu doang. lo nggak mau kan di sebut LOSER!!." seru Dona sengaja mematik kemarahan.
"Dona.....lo apa apaan sih. gue nggak ngijinin dia ikut balapan.!!". bentak Dev emosi.
"Ya udah kalau Kak Dev nggak ngijinin, gue mau pulang aja." ucap Zie cemberut. ia berbalik dan berjalan meninggalkan Dev.
"Tunggu.....!!". Dev langsung menarik satu tangan Zie dan menahannya untuk pergi. "biar gua anter." ucap Dev
"Nggak perlu..., gue nggak mau kenal sama kak Dev lagi. Kak Dev jahat nggak mau nurutin mau gue." ucap Zie dalam mode ngambek. tapi bo'ong.......hihihiii.....
ini hanyalah salah satu trik ampuh yang sering Zie gunakan untuk meluluhkan hati pemuda tampan berwajah datar ini.
"Bukan gitu Zie..., gue cuma nggak mau......." kalimat Dev menggantung di udara karena Zie langsung memotong ucapannya.
"gue mau pulang sama Kak Levin aja..., cuma dia yang bisa ngertiin gue dan mau menuruti semua mau gue.!! nggak kaya Kak Dev yang jahat sama gue." ucap Zie lalu berusaha melepas tangannya dari cekalan Dev.
Dev tidak terima di banding bandingkan dengan Levin sang musuh bebuyutannya apalagi di sini Zie bilang Levin lebih baik dari dia. tidak....!!! Dev tidak terima Zie lebih membangga banggakan Levin dari pada dirinya.
"Ok... Ok....., gue ijinin." ucap Dev mengalah.
Yes.... dalam hati zie bersorak senang.
"Yakin???". tanya Zie menatap tajam kearah Dev mamastikan.
"iya...., asal kamu harus janji nggak akan terluka sedikitpun." ucap Dev. Zie tersenyum senang sambil mengangguk cepat.
Dev membawa Zie kembali bergabung dengan teman teman geng motornya ia mempersiapkan motor yang akan di gunakan Zie untuk balapan melawan Dona. setelah semua persiapan selesai, Dona dan Zie bersiap di garis Start dengan motornya masing masing.
Bruummm.....Bruummmmm........
Bunyi suara motor Zie dan Dona berderu saling bersahutan. Para penonton kembali memenuhi pinggiran lintasan untuk melihat siapa yang akan balapan motor. begitu juga dengan geng motor milik Marvin yang juga ikut menonton di pinggir lintasan. Dona memandang remeh kearah Zie sambil tersenyum devil. sedangkan Zie bersikap biasa saja. ia hanya berkonsentrasi untuk menikmati pengalaman pertamanya ikut balapan motor seperti ini.
"Keren...gue udah mirip kaya pembalap moto Gp yang ada di tv tv nih." gumam Zie dalam hati senang.
Dev merasa cemas melihat Zie akan balapan motor. bukan kekalahan Zie yang ia takutkan tapi lebih ke keselamatan Zie. kalau sampai Zie lecet sedikit saja, pasti tamat riwayatnya malam ini juga mengingat siapa Zie beserta keluarganya.
"Eh..eh...itu Zie bukan sih??" tanya anak buat Marvin yang sepertinya mengenal salah satu pembalap yang berada di sirkuit saat ini.
"iya bener itu kaya Zie, ternyata dia bisa balap motor juga??". tanya Anak buah Marvin lainnya.
"Entah lah, gue juga nggak tau. kita lihat saja sekarng." jawab anak buah Marvin.
mereka semua menonton pertandingan balap motor antara Zie dan Dona. para penonton sudah sedikit banyak tau tentang Dona yang memang sering mengikuti balapan motor walaupun sering kalah karena Dona satu satunya cewek yang menjadi anggota geng motor milik Dev yang mana nama geng itu cukup terkenal.
Dalam hitungan ketiga, Zie dan Dona langsung tancap gas. tidak ada keraguan bagi Zie dalam balapan ini. ia tadi sudah melihat jelas bagaimana cara para pembalap melintasi sirkuit dan mengamati dengan jeli cara berbelok ketika di jalan menikung. tidak sulit bagi Zie untuk meniru para pembalap tadi, dengan lihainya ia mamacu motornya dengan kecepatan tinggi dan meliuk membelokkan motornya ketika di jalan menikung dengan mudah. Zie terlihat seperti seorang pembalap profesional saat ini. ia sangat menikmati pengalaman pertamanya ini hingga tanpa ia sadari bahwa ia berhasil mengalahkan Dona begitu saja. semua sorak sorai riuh tepuk tangan menyambut kemenangan Zie yang berhasil menggapai garis finis lebih dulu dari Dona.
"Gilaaa......., ternyata Cewek lo jago balapan Bos...., Dona saja di kalahin dengan mudah oleh dia. Hebat......, cocok lah jadi ceweknya ketua geng kita." Seru anak buah Dev bersmangat mengagumi Zie.
"iya benar..., Keren lah ceweknya si bos." ucap anak buah Dev lagi dengan bangganya.
tidak ada yang peduli dengan kekalahan Dona. Nama Zie langsung di elu elukan di geng motor Dev karena mampu mengalahkan Dona dengan mudah. Dona tentu saja merasa kesal sekaligus malu di buatnya. kesal karena semua teman temannya mendukung Zie menjadi cewek ketua geng yang merupakan incaran Dona sedari dulu. malu karena ia yang nantangin tapi ia pula yang di kalahin. Dona semakin tidak suka kepada Zie.
tidak hanya di geng motor Dev, Zie juga menjadi bahan perbincangan di geng motor Marvin. mereka cukup kagum dengan kemampuan Zie dan membanggakannya. nama Zie langsung di kenal di arena balap yang mana seorang gadis cantik pembalap baru yang langsung bisa mengalahkan Dona dengan mudah.
"Siapa Zie??". Tanya Gerry yang merasa asing dengan nama itu,
saat Marvin memperkenalkan Zie kepada anak anak geng Motornya, Gerry memang tidak ada disana karena ia sedang berada di garis start bersiap untuk mengikuti balapan yang mana membuat Gerry kesal karena mengalami kekalahan.
"Zie itu adiknya si Bos." jawab teman Gerry memberi tau.
"Adik?? si Bos?? apa tadi bos Marvin datang kesini?? lalu sejak kapan Bos punya adik??". Gerry di buat kebingungan dengan ucapan teman temannya. ia benar benar tidak mengerti dengan apa yang sedang mereka bicarakan.
"Ya....tadi Bos datang kemari bersama seorang gadis cantik bernama Zie yang Bos akui bahwa gadis itu adalah adiknya. Bos bahkan menitipkan Zie kepada kita semua untuk mejaganya selama Zie disini karena Bos ada urusan dan harus segera pergi. dan itu Zie, cewek yang mengalahkan Dona di balapan motor barusan." jawab Anak buah Marvin menjelaskan kepada Gerry panjang lebar. Gerry mengangguk mengerti sekarang.
"Gue penasaran, apa benar gadis secantik Zie jago berkelahi dan bisa mengalahkan Bos kita??". tiba tiba salah satu Anak buah Marvin berkata seperti itu.
ia masih tidak percaya bahwa beberapa dari temannya pernah di buat babak belur oleh Zie.
"kalau lo nggak percaya lo bisa buktikan sendiri dengan melawannya untuk berkelahi. tapi gue nggak mau ikut ikutan selain gue takut di buat babak belur lagi. gue juga takut kena amuk Bos Marvin jika membuat adiknya lecet." ucap anak buah Marvin yang dulu pernah di hajar Zie.
"Kita akan menyerang mereka karena telah mengalahkan gua!". ucap Gerry tiba tiba.
Gerry masih tidak terima dengan kekalahannya dalam balapan tadi. ia mempunyai rencana jahat untuk membalas kekalahannya dengan menyerang geng motor Dev, terutama orang yang memenangkan balapan tadi.
"Apa...??, lo cari mati?? lo bisa di amuk Bos Marvin kalau Zie kenapa napa. bukan cuma lo, kita semua juga pasti kena amukannya karena Bos sudah menginterupsi kita semua untuk menjaganya ". ucap Anak buat Marvin yang tidak setuju dengan rencana Gerry.
"kalian tenang saja...., kita akan bermain cantik. kita bayar saja preman yang biasa nongkrong disini untuk menyerang mereka." jawab Gerry tidak mau mendengar nasehat temannya.
"tapi sudah beberapa lama preman preman itu sepertinya tidak kelihatan lagi disini." jawab teman Gerry yang lainnya.
"Tenang saja, gue punya nomer mereka." ucap Gerry yang sudah bulat dengan tekatnya.
Gerry mengeluarkan Hpnya dari dalam saku jaketnya untuk menghubungi preman preman itu. setelah beberapa lama berbicara ia pun mengakhiri panggilan itu.
"Beres...." ucap Gerry menyeringai.
.
.
.
.
Bersambung.......
.
.
.
.