
Darren menghentikan mobil mewahnya di tempat yang terdapat deretan pedagang kaki lima. disana terdapat banyak pegadang yang menjual bermacam macam makanan. entah kenapa Darren ingin menikmati makanan di pinggir jalan bersama dengan Zie.
"Kita makan di sini dulu ya Zie, nggak papa kan??". tanya Darren.
sebanrnya Darren sedikit ragu mengajak Zie makan di tempat itu. siapa tau orang kaya seperti Zie akan menolak jika di ajak makan dipinggir jalan seperti ini.
"Nggak papa kak...., aku malah suka ." jawab Zie tersenyum senang.
Darren cukup kaget mendengar jawaban dari Zie, Zie itu gadis cantik yang kaya Raya, bahkan Zie memiliki restoran Mewah dan Cafe terkenal di kota itu. biasanya gadis gadis lain yang kekayaannya jauh di bawah Zie saja tidak akan mau jika di ajak makan di pinggir jalan tapi Zie berbeda, dia tidak menolak sama sekali malah terlihat sangat senang.
Zie dan Darren turun dari dalam mobil dan berjalan mencari penjual makanan yang mereka ingin kan.
"kamu mau makan apa hm.....??". tanya Darren.
mereka lalu duduk lesehan di sebuah tikar yang memang di sediakan untuk para pembeli.
"emm..... makan apa ya....??". Zie sedikit berfikir untuk membeli makanan apa yang akan ia makan sambil melihat deretan pedagang kaki lima yang berjajar di pinggir jalan.
Karena merasa lapar Zie jadi ingin membeli semuanya tapi hal itu ia urungkan mengingat mereka hanya berdua saja jadi tidak akan habis jika membeli banyak makanan.
Darren tersenyum melihat Zie yang sepertinya bingung untuk memilih makanan. ia sendiri lalu malaikat satu penjual makanan yang ingin ia makan. Darren berdiri dari duduknya untuk memesan makanan di pedagang itu tapi hal yang sama juga di lakukan Zie, Zie juga bangun dari duduk untuk memesan makanan.
"loh...Kakak mau kemana??". tanya Zie yang melihat Darren juga bangun dari duduknya bersamaan dengan dirinya.
"Mau pesen makanan di sana...." jawab Darren sambil menunjuk kearah pedagang sate ayam.
"Nah kok sama, Zie juga mau pesen sate ayam." jawab Zie.
keduanya lalu terkekeh bersama, bisa bisanya mereka menginginkan satu makanan yang sama. apakah ini yang di namakan sehati..??
"Kakak tunggu disini aja, biar Zie yang pesenin." ucap Zie.
"nggak.....!! kamu aja yang tunggu disini. biar kakak yang pesenin."jawab Darren.
"udah Zie aja..., kakak tunggu disini." ucap Zie seraya berjalan meninggalkan Darren menuju pedagang sate ayam.
Darren akhirnya mengalah dan kembali duduk lesehan menunggu kedatangan Zie.
Zie memesan dua porsi sate ayam beserta nasi putih tidak lupa ia juga memesan dua gelas teh manis panas.
"kalau udah jadi tolong di antar kesana ya Pak....". pesan Zie sambil menunjuk kearah Darren duduk. tak lupa Zie membayar terlebih dahulu pesanannnya.
"Siap Neng...., tunggu sebentar lagi ya. mamang bakarin dulu satenya." jawab Penjual itu.
Zie mengangguk dan pergi menuju ketempat Darren duduk.
"tunggu bentar lagi ya kak...., lagi di bikinin...." ucap Zie lalu duduk bersama Darren. Darren menjawab ucapan Zie dengan menganggukkan kepalanya.
tiba tiba datang dua orang pengamen menghampiri Zie dan Darren, mereka menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Cinta karena Cinta dengan di iringi petikan gitar.
meskipun permainan pengamen itu ala kadarnya tapi suara dari mereka cukup bagus dan enak di dengar. sungguh sangat menghibur, Zie dan Darren sampai terbawa suasana mendengar lirik lagu itu di nyanyikan. bahkan Zie juga ikut menyanyikan lagu itu saat di Reff nya.
Aku hanyalah manusia biasa
Bisa merasakan sakit dan bahagia
Izinkan ku bicara
Agar kau juga dapat mengerti
Kamu yang buat hatiku bergetar
Rasa yang telah kulupa kurasakan
Tanpa tahu mengapa
Yang kutau inilah cinta
Cinta karna cinta
Tak perlu kau tanyakan
Tanpa alasan cinta datang dan bertahta
cinta karena cinta
Tak bisa jelaskan kerena hati ini telah bicara
Zie bertepuk tangan begitu lagu itu selesai di nyanyikan, ia sengaja tidak memberi tips sebelum lagu itu selesai di nyanyikan. Darren tersenyum tipis melihat Zie yang sudah kembali ceria, setidaknya Zie sedikit terhibur di tengah tengah masalah yang sedang ia hadapi.
"Nih Mas...., lagunya bagus....." ucap Zie memuji. ia juga tersenyum manis sambil memberikan selembar uang kertas berwarna merah kepada pengamen yang bernyanyi. hal yang sama juga di lakukan Darren yang memberikan selembar uang berwarna merah kepada pengamen yang bermain gitar. jadi mereka berdua mendapat dua lembar uang kertas berwarna merah. lagi lagi Zie dan Darren melakukan hal yang sama tanpa di sengaja.
"Makasih Mbak, Mas....." jawab Pengamen itu juga tersenyum.
Pengen itu menerima uang yang Zie dan Darren berikan lalu mereka saling pandang satu sama lain seperti orang kebingungan.
"Kenapa Mas....??". tanya Zie bingung.
"ini..., ini uangnya kebanyakkan mbak, kami nggak punya kembaliannya." jawab pengamen itu.
"Nggak usah kembalian Mas..., buat mas semua karena mas sudah menghibur saya." jawab Zie tersenyum manis.
"Beneran mbak?? ini buat kami semua??". tanya pengamennya lagi untuk memastikan.
"iya..." jawab Zie singkat sambil tersenyum lagi.
"makasih banyak ya mbak...., Mas..., makasih....." ucap Pengamen itu kepada Zie dan Darren. mereka terlihat sangat senang mendapat uang tips dari Zie.
"Sama sama....." jawab Zie. Sedangkan Darren hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.
"Semoga Mas dan Mbaknya selalu di lancarkan rejekinya, Aamiin" pengamen itu mendo'a kan Zie dan Darren.
"Aamiin..." Zie dan Darren ikut meng aamiini Do'a nya.
"dan semoga Mas dan Mbaknya cepet di karuniai momongan. aamiin" sahut pengamen satunya lagi.
"Aamiin...,"Zie dan Darren kembali meng aamiini lagi do'a itu.
Begitu kedua pengamen itu pergi, Zie dan Darren baru tersadar dengan do'a yang baru saja mereka Aamiini. keduanya saling pandang satu sama lain lalu setelahnya mereka berdua tertawa bersama.
"Hahahaa..... cepet di karuniai momongan, nikah aja belum." ucap Zie sambil tertawa.
"mereka kira kita pasangan suami istri hahahaha........" ucap Darren yang juga tertawa lepas.
mereka tidak habis pikir dengan pemangen itu yang mengira mereka berdua adalah pasangan suami istri.
apa iya, mereka berdua terlihat seperti pasangan yang serasi sampai sampai orang mengira mereka suami istri.
"(semoga saja kita berjodoh ya Zie, jadi do'a pengamen itu yang sudah kita aamiini bersama bisa segera terwujud.)". gumam Darren dalam hati.
tidak di pungkiri bahwa Darren memang sejak awal tertarik kepada Zie, semakin hari mengenal Zie dan menghabiskan waktu bersama membuat Darren merasa bahagia dan nyaman. Darren yakin apa yang ia rasakan kepada Zie adalah benih benih cinta yang muncul di hatinya untuk Zie. hanya saja Darren tidak tau bagaimana perasaan Zie kepadanya. ia hanya berharap Zie juga memiliki rasa yang sama sepertinya.
Penjual sate ayam pun datang menghampiri Zie sambil membawa pesanannya.
"Maaf ya Neng..., lama. " ucap Penjual sate ayam itu sambil menyajikan dua porsi sate ayam, nasi, minum beserta sangkuk sambel cabe siapa tau pemesannya ingin rasa yang lebih pedas lagi.
"Nggak Papa Pak..., makasih ya..." jawab Zie.
"iya Neng sama sama..., ini pasti suaminya ya?? serasih banget.Mas nya ganteng Neng nya Cantik. selamat menikmati ya Mas..., Neng. " ucap Penjual sate ayam itu sambil tersenyum dan langsung berlalu pergi.
Zie dan Darren kembali tercengang mendengar ucapan penjual sate ayam barusan. bisa bisanya mereka lagi lagi dikira pasangan suami istri. keduanya terkekeh bersama lalu mulai menikmati makan malam mereka.
.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.
.