
Setelah sarapan bersama dan mengobrol membahas tentang kepulangan Daren ke Negaranya, kini Zie berada di dalam kamarnya. hari ini Marvin melarang Zie keluar rumah dengan alasan luka di lengan Zie yang masih baru padahal Zie sendiri merasa baik baik saja.
Zie akhirnya meminjam Hp Marvin untuk menghubungi Mif, sang asisten pribadinya.
tuuut.....tuuut.......
"Hallo tuan Muda, ada yang bisa saya bantu......." jawab Mif di seberang telepon dengan sopan. ia tidak tau yang menelpon adalah Nona Mudanya karena yang tertera adalah nomer milik Tuan Muda.
"iya mita....., tolong kamu datang ke perusahaan Pahlevi group. temui C.E.O yang bernama Kenzio Pahlevi untuk mengambil Dompet dan Hp saya yang tertinggal di mobilnya semalam." Perintah Zie.
"eh..... baik Nona..., saya akan segera pergi ke perusahaan Pahlevi Group. maaf tadi saya tidak tau kalau Nona yang menelpon." jawab Mif.
"Hm.......Nanti saya kirim alamat lengkapnya., bilang saja kau Asisten Kenzie ala." ucap Zie.
" Baik Nona....." jawab Mif patuh.
Zie pun mengakhiri panggilan teleponnya dan mengembalikan HP milik Marvin.
"Zie......." panggil Daren yang melihat Zie baru keluar dari kamar Marvin.
saat ini daren sedang duduk di sofa sambil memangku Laptop. selama ini, meskipun Daren ada di rumah Zie tetapi ia tetap memantau pekerjaannya melalui laptop.
"ya kak......" jawab Zie lalu berjalan mendekat kearah Daren dan duduk di sebelahnya.
"Kakak sudah menghubungi Asisten pribadi kakak untuk menjemput kakak besok pagi di bandara."ucap Daren lalu menutup laptopnya dan meletakkannya di atas meja.
"besok Zie sendiri yang akan mengantar kakak kebandara." ucap zie.
"No....., lengan mu masih sakit Zie. kakak bisa pergi sendiri besok." jawab Daren.
"Kakak...,ini hanya luka kecil..., lagi pula Zie ingin mengantarmu saja kak. kita kan tidak tau kapan lagi bisa berjumpa kembali." ucap Zie merengek yang membuat Daren terkekeh gemas.
beberapa hari tinggal bersama Daren Zie bisa merasakan bahwa Daren orang baik, dewasa, penyabar dan juga penyayang. Zie merasa nyaman berada di dekatnya. begitu juga sebaliknya. Daren sudah menganggap Zie sebagai adiknya sendiri. bahkan lebih karena Zie lah yang menyelamatkan hidup Daren. Daren berjanji pada dirinya sendiri akan selalu melindungi Zie meskipun jarak memisahkan mereka.
"Baiklah..... terserah mau mu, tapi Marvin juga harus ikut karena kakak tidak mau terjadi sesuatu kalau kau pulang kerumah sendirian."_jawab Daren mengacak puncak kepala Zie.
"Kenapa Kakak perginya tidak menunggu Papi Zie pulang dulu aja si?? kan kakak bisa sekalian ketemu dan berkenlan dengan Papi." tanya Zie.
"Maaf ya..., Bukannya Kakak tidak mau bertemu dengan Papimu tapi memang sudah ada banyak kerjaan Kakak yang sudah menumpuk yang harus segera kakak selesaikan. sekali lagi maaf, sampaikan salam kakak untuk Papimu ya??." ucap Daren penuh kelembutan.
"(tidak mungkin kan kalau aku bilang pada Zie kalau aku ketua Mavia ternama di Dunia,)" ucap Daren dalam hati.
ada Pergerakan dari geng Mavia lain yang mulai menyerang kelompok Mavianya karena mengetahui sudah seminggu lebih dirinya menghilang dan tidak ada kabar sama sekali. sehingga ia harus secepatnya kembali sebelum terjadi peperangan memperebutkan kekuasaan di dunia bawah.
"Baik lah......, nanti Zie sampaikan sama Papi."jawab Zie tersenyum cantik.
sebagai Ketua Mavia, Daren tau bahwa gadis manis yang ada di hadapannya ini sebenarnya tidak seperti apa yang terlihat saat ini. Daren juga tau di sekeliling rumah Zie terdapat penjagaan yang cukup ketat meskipun tidak terlalu terlihat. Daren berfikir ini hanya untuk melindungi mereka jika orang yang mengincar Daren mengetahui keberadaan. di balik sikap Zie yang terlihat lemah lembut, baik hati dan ceria terdapat sisi lain yang bisa Daren liat di diri Zie. Daren bisa melihat Aura kepemimpinan Zie yang lebih kuat jika di bandingkan dengan Marvin. tapi Daren juga dapat melihat ada kesedihan mendalam yang tersirat dalam kedua bola mata indahnya.
"Zie..., kakak punya sesuatu untukmu." ucap Daren lalu merogoh saku kemeja yang ia pakai saat ini.
Daren memberi sebuah anting berbentuk ular yang sangat cantik dan juga unik ketangan Zie.
"wah....... ini sangat cantik kak, apa ini hadiah untukku??". tanya Zie dengan mata yang berbinar.
"iya..., itu untuk mu. anggap saja itu hadiah dari kakak.semoga suka ya??". jawab Daren tersenyum tampan.
"terimakasih...., Zie suka. ini sangat cantik. tapi kenapa hanya sebelah kak??". tanya Zie sambil mengamati anting itu dengan seksama.
"iya....karena pasangan anting ini ada sama kakak. jadi kita akan memakai sebalah anting yang sama. ini bisa juga di pakai buat pin yang di tempel di baju, jas atau apa saja yang kamu mau.". jelas Daren. "pakailah.....". perintah Daren.
Zie tersenyum dan memakai anting itu di salah satu telinganya.
" ini terlihat sangat keren kak....., Terimakasih." ucap Zie tersenyum cantik.
"iya kak....." jawab Zie.
"Janji ya......??". ucap Daren mengarahkan jari kelingkingnya kehadapan Zie.
"Zie janji akan selalu memakai anting ini". ucap Zie sambil menautkan jari kelingkingnya di kari Daren yang ukurannya lebih besar dari jari Zie.
keduanya tersenyum melihat kedua jari kelingking mereka saling bertautan. seperti anak kecil tapi lucu.
"(Dengan begitu, kakak bisa tau kemanapun kamu berada Zie. bukan maksud kakak untuk menguntitmu tapi hanya ini yang bisa kakak lakukan untuk melindungi mu dari jauh.) ucap Daren dalam hati.
"Zie tau Anting ini sudah kakak pasang alat semacam GPS tapi lebih canggih dari GPS biasa, iya kan??" ucap Zie tiba tiba.
"Darimana kau tau??" tanya Daren kaget ketika Zie menyadari alat canggih itu.
"bahkan Zie juga sudah tau bahwa kakak adalah ketua Mavia terbesar di dunia." ucap zie dengan santainya yang membuat Daren lagi lagi terkejut.
"kau tau??". tanya Daren memastikan dan Zie pun mengangguk."sejak kapan??". tanya Daren penasaran.
"sejak kakak sadar dari pasca oprasi waktu itu, Zie tau kejadian saat itu tidak sesederhana yang kakak ceritakan kepada Marvin jadi Zie sedikit mencari tau tentang kakak." jawab Zie.
Benar tebakan Daren, Gadis ini tidak selemah yang terlihat saat ini. bisa di bilang Zie cukup cerdas karena bisa mendapatkan informasi tentang dirinya dengan begitu cepat. tidak semua orang bisa mencari informasi tentang data dirinya karena semua data pribadi Daren sangat di privasi dan di lindungi dengan sistem keamanan IT yang berlapis.
"Apa kau takut dengan setatus kakak sebagai ketua mavia??". tanya Daren. ia cukup penasaran dengan kemampuan yang di miliki oleh Zie.
"tidak sama sekali...., kakak sangat baik jadi untuk apa Zie takut dengan kakak." jawab Zie begitu tenang.
"bagus...., kakak tidak akan pernah berbuat jahat kepadamu. justru sebaliknya, kakak akan berusaha melindungi kamu selama kakak mampu." ucap Daren."Boleh kakak tau darimana kau bisa mengetahui identitas kakak??". tanya Daren penasaran.
"itu rahasia....dan kakak tidak perlu tau......" jawab Zie tersenyum manis.
"Dasar Gadis Nakal......"ucap duren mengusap puncak kepala Zie dengan sayang.
keduanya terus berbincang bersama di ruang itu. banyak hal yang zie tanya kan kepada Daren yang berhubungan dengan Dunia mavia. ke ingin tauan Zie soal dunia Mavia memang sangat tinggi, tapi Daren selalu mengingatkan kepadanya agar jangan berhubungan dengan dunia Mavia karena itu sangat berbahaya.
.
.
.
.
Bersambung.... .... ......
.
.
.
.
Hallo hay semua pembaca setia Kenzo, Kenzie & Kenzio. terimakasih untuk kelian sumua yang terus mendukung karyaku.
seneng dapat banyak komentar positif dari kalian karena komentar kalian adalah semangatku...... 😘😘
.
.
.
.