
Saat ini Zie berada di ruangan Bu Widi..., disana juga sudah ada kepala bagian HRD yang tidak lain adalah Pak Adi. mereka duduk bersama di sofa yang ada di ruangan Bu Widi.
sengaja Zie di bawa ke tempat tertutup untuk di introgasi agar berita ini tidak terdengar keluar karena bisa mencoreng nama baik perusahaan.
Bu Widi merasa heran melihat Pak Adi yang terus menyangkal bahwa Zie telah mencuri, bahkan sangat terlihat jelas bahwa Pak Adi malah membela Zie yang jelas jelas sudah terbukti bersalah.
"Bu...sudah saya bilang, saya tidak melakukan itu. saya juga tidak tau kenapa bisa dompet dan Hp itu ada di loker saya." ucap Zie menyangkal keras.
ia terus saja di cecar pertanyaan yang menyudutkannya untuk mengakui kesalahan yang tidak ia perbuat.
"Tapi semua barang bukti itu nyatanya ada di loker kamu. tidak mungkin kan kalau barang itu bisa masuk sendiri kesana tanpa ada yang mengambilnya. sudah lah Zie, akui saja agar kamu mendapat keringanan hukuman. jangan berbelit belit". ucap Bu widi tegas. sejak tadi Zie terus saja tidak mau mengakui perbuatannya.
"Bu Widi....., jangan asal nuduh. Tidak mungkin Nona Zie melakukan hal itu. bu Widi tidak bisa memaksa seseorang untuk mengakui kesalahan yang tidak ia perbuat." ucap Pak Adi membela Zie.
Tidak mungkin pemimpin utama mencuri benda yang tidak berharga di perusahaannya sendiri. begitu pemikiran pak Adi. ia yakin ada kesalahan di sini, pasti ada seseorang yang tidak menyukainya Nona Kei dan dengan sengaja menfitnahnya dengan cara seperti ini.
"Maaf Pak Adi, saya tidak asal nuduh karena sudah ada barang bukti yang jelas. kenapa Bapak malah membela Zie yang jelas jelas bersalah!! jawab Bu Widi sedikit kesal.
"(Bu Widi...,jika kau tau bahwa Zie itu adalah Nona Kei yang tidak lain adalah pemimpin utama perusahaan tempat kita bekerja, kau pasti akan melakukan hal yang sama seperti ku.)" ucap Pak Adi dalam hati.
"karena saya yakin Nona Zie tidak bersalah Bu Widi, jangan memojokannya terus seperti itu.!!lebih baik kita cari bukti yang lain. coba periksa CCTV.!!. Perintah Pak Adi yang tetap membela Nona Kei.
"Masalahnya di ruang itu tidak terpasang CCTV Pak, CCTV hanya ada di Pantry yang menyorot kearah pintu ruangan itu. jadi di dalam ruangan itu tidak bisa terlihat melalui CCTV yang ada di Pantry." ucap Hu Widi menerangkan.
"Kita bisa lihat dari CCTV Pantry siapa saja yang keluar masuk ruangan itu, minta keterangan dari Sisi jam berapa ia menyadari HP dan dompetnya hilang. dengan begitu kita bisa lihat sekitar jam tersebut siapa saja yang masuk keruangan itu." ucap Zie dengan tenang.
"Betul saya setuju dengan Nona Zie." sahut Pak Adi.
Bu Widi merasa ucapan Zie ada benarnya juga. ia lalu menyuruh satpam untuk memanggil Sisi keruangan itu.
tidak lama satpam itu kembali lagi bersama Sisi.
"Permisi Bu....., ibu manggil saya" ucap Sisi dengan sopan begitu masuk kedalam Ruangan itu.
"iya Sisi...., silahkan duduk." Bu Widi mempersilahkan Sisi untuk duduk di sofa yang ada di ruangan Bu Widi. Sisi mengangguk dan duduk di samping Zie.
"Sisi.... jam berapa kamu mulai menyadari Hp dan Dompet kamu itu hilang??". Tanya Pak Adi to the poin.
Pak adi ingin pelakunya segera di temukan agar masalah ini cepat selesai apalagi kejadian ini membawa bawa Nona Kei sang Pemimpin utama Perusahaan. bisa fatal akibatnya jika masala kecil seperti ini saja tidak bisa di selesaikan dengan cepat.
"sebelum istirahat tadi saya keloker dulu untuk meletakan Hp saya disana dan mengambil uang di dompet saya dan meletakkan kembali dompet itu kedalam loker. tapi setelah saya selesai istirahat Hp dan dompet saya sudah tidak ada." ucap Sisi jujur.
sebenarnya Sisi tidak mau mempermasalahkan hal ini lebih panjang lagi. toh HP dan dompetnya sudah kembali. begitu pikir Sisi.
"Biak lah kalau begitu kita langsung keruang keamanan saja.,, kita lihat CCTV yang ada di pantry di jam itu siapa saja yang masuk kedalam ruangan itu." ucap Pak Adi dan bergegas bangun dari duduknya. Pak Adi berjalan lebih dulu keluar dari ruangan Bu Widi dan di ikuti yang lainnya yang berjalan di belakang pak Adi.
Mereka semua sudah berada di sebuah ruangan besar yang terdapat banyak sekali monitor yang menampilkan seluruh sudut perusahaan MK group.
setelah berbicara dengan kepala bagian keamana perusahaan, akhirnya mereka semua di ijinkan untuk melihat rekaman CCTV yang ada di bagian Pantry tepat sebelum jam istirahat. terlebih lagi yang datang ke ruangan itu adalah pemimpin utama perusahaan. tentu saja Kepala bagian keamanan mengijinkannya. kepala bagian keamanan sangat mengenal baik Nona Kei, tapi ia sedikit merasa heran karena Nona Kei memakai baju Cleaning service. saat kepala bagian menatap pak Adi, pak Adi langsung memberi kode untuk diam dengan meletakkan jari telunjuknya di depan mulutnya sendiri seolah tau apa yang kepala bagian keamanan ingin tanyakan. kepala bagian keamanan melirik kearah Nona Kei uang hanya memberi kode dengan anggukkan kepala saja.
mereka semua mengamati tayangan dari hasil rekaman CCTV dengan seksama. terlihat Sisi berjalan bersama Dona masuk keruangan itu dan alangkah beruntungnya saat itu Sisi membuka pintunya dengan lebar tanpa meutupnya kembali sehingga mereka semua bisa melihat apa yang terjadi didalam sana.
"apa saya bilang, Nona Zie tidak bersalah. !!" ucap Pak Adi setelah melihat hasil rekaman CCTV.
"Ternyata bukan Zie pelakunya." ucap Sisi kaget melihat kenyataan di depan matanya.
ya... mereka bisa melihat dengan jelas ketika gambar rekaman itu di perbesar. di sana terlihat sisi membuka lokernya sendiri lalu meletakkan hp dan dompetnya di sana. Sisi lalu berjongkok untuk mengikat tali sepatunya tanpa menutup lokernya terlebih dahulu, ketika Sisi lengah dengan cepat Dona mengambil Hp dan Dompetnya sisi dan memasukkannya didalam loker milik Zie. Sisi langsung menutup dan mengunci lokernya tanpa mengecek HP dan dompetnya kembali. setelah Sisi dan Dona pergi dari sana tidak ada seorang pun yang datang lagi keruangan itu. dari sini sudah jelas bahwa Zie tidak bersalah, ia hanya di fitnah oleh Dona.
semua bernafas lega karena masalah ini sudah terselesaikan tinggal membereskan Dona saja karena ia sudah membuat kerusuhan dengan membuat kejadian seperti ini, memfitnah dan juga mencoreng nama baik orang lain.
"gue udah menduganya kalau ini adalah ulah Dona. ck...ck...ck....., ok... gue akan ikut bermain dalam permainanmu kali ini." gumam Zie dalam hati.
Bukan maksud Zie membesar besar masalah, tapi ia hanya ingin memberi hukuman dan efek jera pada Dona.
lagi pula perusahaannya tidak butuh karyawan yang bersifat picik seperti Dona.
Bagaimana jika orang lain yang mendapat fitnahan seperti itu Zie yakin pihak perusahaan akan langsung memecatnya dengan tidak hormat dan menyandang gelar sebagai pencuri.
"Saya juga minta maaf ya Zie...., Maafin saya karena ikut menuduh kamu." ucap Sisi tidak enak hati.
"iya nggak papa....." jawab Zie tersenyum tipis.
Mereka semua akhirnya keluar dari ruang keamanan, kini giliran menindak lanjuti perbuatan Dona yang telah merugikan orang lain.
"Pak Adi...., apa yang harus kita lakukan kepada Dona??." tanya Bu Widi kepada Pak Adi. mereka sedang berjalan kembali keruangan Bu widi.
sebelum menjawab pertanyaan Bu Widi, Pak Adi melirik kearah Nona Kei terlebih dahulu seolah menanyakan hal yang sama kepada Nona Kei. Zi memberi isyarat kepada Pak Adi dengan menganggukkan kepalanya.
"Biar saya yang mengurus Dona Bu Widi..., silahkan Bu Widi dan Sisi kembali bekerja. saya akan berbicara dengan Nona Zie terlebih dahulu dan tolong jangan beri tau apapun kepada Dona"ucap Pak Adi.
"Baik Pak....., saya serahkan urusan Dona sama Pak Adi. kalau begitu kami permisi dulu. ayo Sisi, kembali bekerja" ucap Bu widi pamit lalu mengajak Sisi untuk kebali bekerja.
sepeninggalannya Bu Widi dan Sisi, Zie pun mulai mengutarakan keinginannya untuk menghukum Dona.
"Pak Adi, tolong laporkan Dona kepolisi sekarang juga atas tuduhan pencurian dan pencemaran nama baik. beri dia hukuman penjara tiga bulan agar dia jera dan tidak melakukan hal yang sama lagi." Perintah Zie.
"Tapi Nona, Bukankah hal ini akan mencoreng nama baik perusahaan jika di ketahui oleh karyawan lainnya??" jawab pak Adi takut takut.
"Justru hal ini bisa menjadi pelajaran untuk semua karyawan agar tidak melakukan sesuatu yang merugikan orang lain seperti yang di lakukan oleh Dona. pihak perusahaan akan menindak tegas perbuatan seperti tanpa pandang bulu. jadi jangan pernah main main di perusahaan MK group." ucap Zoe tegas.
"Baik Nona....." jawab Pak Adi.
"hm.... kalau begitu, saya pamit pulang dulu. tolong pak Adi lakukan perintah saya hari ini juga.!!" ucap Zie lalu pergi begitu saja.
Pak Adi membungkukkan badannya dan segera melakukan apa yang di perintah oleh Nona Bos nya.
...,_____,_____,______,...
Sikap Sisi menjadi lebih pendiam setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya bahwa Dona lah yang mengambil Hp dan Dompetnya tapi Dona malah menfitnah Zie. Sisi cukup kecewa dengan sikap Dona kali ini. Karena fitnahan Dona, Hampir saja Sisi membenci orang sama sekali tidak bersalah.
"Kenzie mana Si.....??". tanya Arion. Sisi sampai terhenyak kaget mendengar pertanyaan Arion.
Orang yang selama ini tidak pernah berbicara kepadanya sedikitpun tiba tiba menyannyakan keberadaan Zie padanya.
"tadi saat saya kemari, Zie masih bersama Pak Adi." jawab sisi jujur.
"Terus bagaimana kelanjutan kasus Zie barusan?? Zie tidak bersalah kan?? Zie baik baik aja kan sekarang?? saya yakin Zie tidak melakukan itu semua." tanya Arion. baru kali ini Arion berkata panjang kepada seorang Cewek selain Zie.
sedari tadi ia menahan diri untuk menanyakan soal Zie kepada Sisi. Tapi pertahanannya runtuh juga karena hatinya cukup terusik dan ingin segera tau bagaimana keadaan Zie sekarang.
sayangnya Sisi memilih untuk bungkam dan malah pergi meninggalkan Arion tanpa memberi tau sedikitpun tentang Zie yang membuat Arion semakin gelisah.
"(Zie.... lo dimana?? gue khawatir sama lo. semoga lo baik baik saja Zie)." ucap Arion dalam hati
Semangat kerja Arion hilang begitu saja, ia terus memikirkan bagaimana nasib Zie saat ini. ingin rasanya ia segera pergi dan mencari Zie sekarang juga. sayangnya jam pulang kerjanya masih cukup lama, sehingga Arion harus bersabar menunggu sampai jam pulang kerja.
.
.
.
.
Bersambung......
.
.
.
.