
Kenzie, Andre dan juga Mif kini tiba di Perusahaan Abraham. Zie berjalan lebih dulu di depan di ikuti Andre dan Mif yang berjalan di belakang mengikutinya. kedatangan mereka di sambut oleh Tanti, sekertaris Ken. ketiga tamu penting perusahaan Abraham ini tentu menjadi pusat perhatian semua para karyawan di kesana. mereka merasa asing dengan wajah ketiga tamu itu karena belum pernah melihatnya sama sekali sebelumnya. mereka semua bertanya tanya siapa gerangan tamu penting yang datang hari ini di perusahaan Abraham.
*Kenzie
*Andre
*Mif
"selamat siang...., selamat datang di Perusahan kami Nona Kei, Nona Mifta dan Tuan Andre." sapa Tanti menyambut kedatangan mereka lalu membungkukkan badannya memberi hormat kepada tamu penting hari ini.
Tanti tentu masih ingat benar dengan wajah Kenzie karena Ken pernah mengenalkan Kenzie kepadanya saat bertemu di AK Cafe. waktu itu Ken mengenalkan Kenzie sebagai pemilik Ak Cafe dan Kenangan Resto tapi saat ini Tanti cukup terkejut dengan kedatangan Kenzie, ia sebelumnya sudah di beri tahu bahwa tamu penting yang akan datang ke perusahaan adalah Pemimpin utama perusahaan MK Group yang bernama Nona Kei beserta sekertaris Andre dan Asisten Mifta. ia tidak menyangka bahwa Nona Kei yang namanya sudah cukup terkenal di dunia Bisnis adalah Kenzie.
Zie berusaha menahan tawa nya begitu mendengar Tanti menyebutkan nama mereka satu persatu. ia melirik kearah Andre dan juga Mif yang kini wajahnya terlihat kaget. Bagaimana bisa Sekertaris di Perusahaan Abraham salah menyebutkan nama mereka.
"ehm......., " Mif berdehem untuk menetralkan rasa kagetnya. ia lalu membenarkan ucapan Tanti yang salah menyebutkan dirinya dan juga Andre. "Maaf Nona...., Perkenalkan ini Nona Kei Pemimpin utama perusahaan MK Group, ini sekertarisnya Nona Andre, dan saya Asisten pribadinya, anda bisa memanggil saya Mif." ucap Mif memperkenalkan siapa mereka kepada Tanti.
Tanti pun merasa kaget, malu dan gugup saat menyadari bahwa tadi ia salah menyentuh nama. harusnya Nona Andre dan Tuan Mifta, tapi Tanti membaliknya menjadi Tuan Andre dan Nona Mifta karena menurut Tanti Andre itu nama untuk laki laki dan Mifta kebanyakan nama Perempuan. tapi. ternyata Tanti salah.
"Ma...maaf tu tuan. maaf Nona.... saya salah mengucap nama." jawab Tanti terbata sambil menundukkan kepalanya. ia takut kesalahannya akan membuat tamu penting itu marah dan membatalkan niat mereka yang akan menjalin kerja sama itu.
"Tidak papa Nona Tanti...., sekarang bisa anda mengantar kami keruangan Tuan Kenzo Abraham." jawab Mif dengan tenang.
"iya.., bisa..., Mari silahkan ikut saya." ucap Tanti yang masih terlihat gugup.
Tanti membawa ketiga tamu penting perusahaan untuk menaiki Lift khusus C.E.O. untuk naik ke lantai atas.
Tanti berkali kali mengatur nafasnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.
ia sedikit lega karna kesalahannya tadi tidak di permasalahan. padahal ia sudah sangat takut di marahi dan di maki habis habisan di depan umum yang berujung di depak dari perusahaan secara tidak terhormat seperti di novel novel yang pernah ia baca karena kesalahan kecil yang ia lakukan. semoga kesalahannya tadi tidak berpengaruh terhadap kerjasama yang akan mereka jalin. batin Tanti.
*Tanti
"Selamat datang di perusahaan kami Nona Kei, Asisten Mif dan Sekertaris Andre." Ken langsung menyambut kedatangan tamunya.
Ken lalu mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa yang ada di ruangan Ken setelah saling berjabat tangan satu sama lain. Ken menyuruh Sekertarisnya membuatkan minum untuk tamunya. setelah berbincang santai, akhirnya mereka membicarakan apa tujuan mereka datang keperusahaan Abraham. Mereka mulai membahas poin poin penting yang aja di surat kerja sama yang Ken ajukan ke perusahaan Zie. cukup lama mereka membahasnya hingga mencapai kesepakatan bersama. Ken meminta sekertarisnya untuk membuat ulang surat kontrak kerja sama mereka karena memang ada beberapa poin yang mereka rubah. Ken akan datang ke kantor Zie setelah surat kontrak kerja sama mereka selesai di buat untuk di tanda tangan bersama.
"Baiklah..., kalau begitu kami pamit undur diri Tuan Ken. " Pamit Sekertaris Andre menyudahi pertemuan itu.
"ya silahkan.... saya mengucapkan terimakasih atas kedatangan Pemimpin utama perusahaan MK group. ini merupakan kesempatan yang sangat langka bisa bertemu langsung dengan Nona Kei." ucap Ken sedikit menyindir sambil tersenyum.
selama berdirinya perusahaan MK group, Zie belum pernah terlihat turun langsung menangani perusahaan. semuanya di wakilkan oleh Marvin, baru pertama ini pemimpin utama MK Group mendatangi sebuah perusahaan.
"heheeee.........., ini karena Marvin sibuk aja Ken. makannya gue yang mewakili dia kemari. kalau bukan karena perusahaan lo sih gue ogah buat datang langsung kaya gini." jawab Zie dengan bahasa Non formal.
"Wah...berati perusahaan gue spesial dong." ucap Ken.
"iya.... spesial pake telor." sahut Zie dengan candaannya yang membuat Ken tertawa.
"lo pikir Perusahaan gue nasi goreng apa segala pake telor.".jawab Ken sambil tertawa.
"Enak tuh Nasi goreng??? gue jadi pingin mie ayam." celetuk Zie yang tidak nyambung.
"Jauh amat lagi ngomongin Nasi goreng kenapa pinginnya mie ayam??". sahut Andre bingung.
"kita itu tadi lagi bahas kerja sama, kenapa jadi bahas Nasi goreng sama Mie ayam sih??". ucap Tanti yang juga ikut bingung.
Ken dan Zie hanya tertawa melihat wajah kebingungan para sekertarisnya itu. sedangkan Mif hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bos nya ketika bertemu sahabatnya. Bertahun tahun mengikuti Zie, Mif sudah tau betul bagaimana sifat Bos cantiknya ini yang selalu humoris dan ceria ketika bersama orang terdekatnya.
Zie, Andre dan juga Mif berjalan keluar dari ruang Ken di antar langsung oleh Ken dan sekertarisnya.
"Om...... " sapa Zie tersenyum ceria sambil menyalami Tuan Malik.
"eh....Menantu idaman ada disini juga." ucap Tuan Malik tersenyum senang seraya mengusap puncak kepala Zie dengan sayang.
ya...sejak saat Makan malam bersama dari hasil masakan Zie sendiri, Tuan Malik selalu menyebut Zie Manantu idaman. tidak hanya Tuan Malik, semua orang tua pasti menginginkan Manantu seperti Zie yang baik hati, sopan, penyayang, pinter masak juga. paket komplit lah pokoknya, makannya Tuan Malik menyebut Zie menantu idaman.
"iya om...., ada perlu sedikit." jawab Zie.
"perlu banyak juga nggak papa." ucap Tuan Malik sambil tersenyum.
Tuan Malik sudah menganggap Zie seperti anaknya sendiri...., selain Zie gadis baik sahabat putranya, Tuan Malik sebenarnya juga sangat ingin mempunyai anak perempuan.
"(Menantu idaman?? jadi bener Kenzie ini kekasih Tuan Kenzo. ah....apalah aku jika di bandingkan dengan Kenzie yang jauh lebih baik dari segala hal.)"gumam Tanti dalam hati.
sejak bekerja menjadi sekertaris Ken, Tanti memang memendam perasaan kepadanya. Tanti tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya karena ia tau siapa Tanti dan siapa Ken. Tanti hanya bisa berharap akan indah pada waktunya. tapi sekarang harapannya pupus dengan kehadiran Kenzie.
Zie melirik kearah Tanti ketika mendengar ucapan Papanya Ken. melihat ekspresi Tanti, Zie jadi lebih yakin dengan apa yang ia pikirkan. sedari awal Zie mengenal Tanti, ia bisa melihat kalau Tanti menyukai Ken tapi sepertinya Ken tidak menyadari hal itu.
Zie lalu memberi kode kepada Tuan Malik melalui matanya untuk melihat kearah Tanti.
"Apa kamu mengetahuinya.?". bisik Tuan Malik kepada Zie. Zie mengangguk.
"Tapi sepertinya anak om itu nggak peka." jawab Zie juga berbisik. Tuan Malik langsung tertawa mendengar jawaban Zie.
memang benar putranya ini sekarang sikapnya lebih dingin ketika berhadapan dengan wanita. entah lah, Tuan Malik juga tidak tau kenapa.
"sepertinya dia gadis yang baik, bagaimana menurutmu??". tanya Tuan Malik berbisik kembali.
"Zie setuju sama om....., tapi semua keputusan ada di tangan Ken. " jawab Zie.
"apa kamu tidak cemburu?? om masih berharap kalau kamu yang jadi menantu om." jawab Tuan Malik sambil terkekeh.
Tuan Malik memang hanya menggoda Zie tapi kalau ternyata Zie mau menjadi menantunya beneran maka Tuan Malik akan menerimanya dengan sangat senang.
"Ih...si om mah gitu.....!! bercanda mulu." jawab Zie sambil mengerucutkan bibirnya lucu. Tuan Malik kembali tertawa melihat wajah Zie yang terlihat sangat menggemaskan.
"Ehm........" dehem Ken. "sepertinya kita semua sudah tidak dianggap keberadaannya oleh anak dan orang tua ini." ucap Ken yang sebenarnya penasaran melihat Papanya bisik bisik dengan Zie lalu tertawa bersama.
ada rasa bahagia di hati Ken meihat Papanya bisa tertawa seperti itu.
"hehee..... ya udah deh, Zie pamit pulang ya om. kayanya ada yang cemburu Zie deket deket sama om." ucap Zie terkekeh lalu melirik kearah Ken. Zie lalu kembali bersalaman dengan Tuan Malik.
"iya..., kamu hati hati di jalan ya?? salam buat Papi kamu." jawab Tuan Malik tersenyum.
"Siap om..., Nanti Zie sampaikan." jawab Zie. " Ken, Tanti gue pulang dulu ya." pamit Zie. Zie sudah tidak menggunakan bahasa formal lagi.
"iya...., hati hati dijalan ya". ucap ken.
setelah menyalami semuanya Zie dan Asisten pribadi serta sekertarisnya pun pergi meninggalkan Perusahaan Abraham.
keakraban Mereka menjadi pusat perhatian semua karyawan yang melihatnya. mereka semakin bertanya tanya siapa sebenarnya tamu yang datang kekantor mereka.
.
.
.
bersambung.....
.
.
.