
Sore ini Zie bersiap akan pergi ke AK cafe seperti biasa, tapi kali ini ia meminta ijin kepada Kakak dan juga Papinya untuk tidak ikut makan malam di rumah, ia akan makan malam diluar bersama teman temannya. Zie sebelumnya sudah mengajak Ken dan Zio untuk berkumpul bersama Di AK cafe jam setengah tujuh malam. Zie datang lebih dulu karena harus memeriksa beberapa laporan Cafe seperti biasa. Zie pergi kesana dengan menggunakan motor sport kesayangannya.
setelah berkendara beberapan menit, akhirnya Zie sampai di AK cafe. ia menghentikan motornya tepat di halaman depan pintu masuk Cafe dan turun dari atas motornya setelah melepas helm full face nya. Zie memberikan kunci motor nya kepada Bang jek untuk memarkirkan motornya di parkiran khusus kendaraan roda dua. Zie berjalan dengan santai masuk kedalam Cafe dan duduk di salah satu kursi pengunjung lalu memanggil salah satu pelayan di sana.
"ida tolong panggilkan Kak Dev, suruh dia bawakan semua berkas yang harus saya periksa kemari." perintah Zie pada pelayan yang Zie ketahui bernama ida.
"Baik Nona...." Jawab ida.
"satu lagi ida.....," ucap Zie yang menganggil ida kembali sebelum benar benar pergi untuk memanggil Dev. "tolong kamu buatkan Coffe yang seperti biasa ya?." Perintah Zie lagi.
"Siap Nona, mohon di tunggu sebentar." jawab Ida dengan ramah. zie pun mengangguk.
Zie lalu mengeluarkan laptop yang ia bawa dan meletakkannya di atas meja untuk memeriksa beberapa e mail yang masuk dari Asisten Mif. tidak lupa Zie memakai kacamata anti radiasi untuk menjaga matanya agar tetap sehat. Zie sedang tidak ingin berada di dalam ruang pribadinya saat ini sehingga ia memilih untuk duduk di salah satu kursi pengunjung.
tak lama pelayan yang bernama ida datang kembali membawa coffe pesanan Zie. disusul Dev yang juga datang sembawa berkas yang di minta oleh Nona Bos nya.
"Silahkan Coffe nya Nona." ucap Pelayan itu sambil meletakkannya secangkir kopi diatas meja yang ada di hadapan Zie.
"Ini berkas yang anda minta Nona." ucap Dev menyodorkan berkas itu kepada Zie.
"hm...terimakasih......." tawab Zie sekali tapi di untuk dua orang.
Zie menerima berkas dari Dev dan mulai membukanya. sedangkan Dev langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Zie sambil memandang wajah Zie secara intens. Zie mengerutan keningnya heran dengan tingkah Managernya itu..., ia lalu melepas kacamatanya dan menatap balik sang manager dengan satu alis naik keatas seolah menanyakan kepadanya "Ada apa??". Dev tersenyum tampan lalu menggelengkan kepalanya seolah tau dengan kode yang di berikan oleh Nona Bosnya.
"Katakan ada apa??". akhirnya Zie bertanya kepada Dev.
"tidak ada.....". jawab Dev datar tapi tetap memandang Zie dengan seksama.
Zie berdecak kesal karena sang manager tidak mau memberitahunya.
"Pergi dari hadapanku dan kembali bekerja!!". perintah Zie dengan Nada garangnya.
"Ish....galaknya...." sahut Dev dengan tetap tersenyum.
"gue sedang tidak ingin di ganggu kak, jika sudah tidak ada hal penting yang ingin di sampaikan lagi sebaiknya kak Dev kembali bekerja." ucap Zie kembali.
"iya gue tau lo sedang tidak ingin di ganggu, makannya gue cuma diem dan hanya liatin lo doang." jawab Dev dengan santainya.
"kenapa liatin gue?? naksir lo ya??". ledek Zie dengan mode candanya yang membuat Dev tertawa.
"gue itu cuma sedang menganggumi lo aja Zie. bagaimana bisa gadis kecil berwajah polos kaya lo bisa berantem ngalahin lima preman??." ucap Dev yang akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang ada di pikirannya beberapa hari ini.
Zie tertawa mendengar pertanyaan Dev barusan, ternyata managernya ini sangat penasaran dengan kejadian malam itu.
"lo pasti nggak bisa tidur ya kak mikirin gue mulu yang ternyata jago bela diri??. gue kan cuma bantuin lo ngelawan mereka doang kak, gue nggak mau aja muka lo bonyok terus para fans lo pada kabur."ucap Zie dengan tawa mengejeknya.
"ya nggak lebay gitu juga kali sampai nggak bisa tidur segala. yang bener aja.!! gue malah bersyukur kalau fans gue pada pergi menjauh, gue cuma nggak nyangka aja lo bisa bela diri lebih jago dari gue." jawab Dev
"ini nih....., karyawan yang nggak perhatian sama Bosnya. gue itu udah megang sabuk hitam dalam ilmu bela diri, Ken Zio sama Marvin aja kalah sama gue." jawab Zie membanggakan diri.
"hmmmm..... kumat..., sombongnya.....!!" ejek Dev mendengus sebal sedangkan Zie tertawa renyah.
"iya percaya gue mah...., gue udah liat sendiri gimana kemampuan lo." jawab Dev.
"eh... ngomong ngomong soal fans, kayanya lo harus jengguk Dona deh kak." ucap Zie yang teringat bahwa Dona sangat terobsesi dengan manager tampannya ini.
"emang kenapa dia?? sakit??". tanya Dev sedikit ingin tau.
"iya dia sakit....., sakit jiwa.!! lo tau nggak kak ternyata dia itu benci banget sama gue sampai menfitnah gue,............, " Zie akhirnya menceritakan kejadian tentang Dona dan dirinya di perusahaan kepada Dev.
Dev tidak menyangka Dona akan berbuat jahat seperti itu kepada Zie. Dev mendukung Zie untuk memberi pelajaran kepada Dona dengan menjebloskannya kedalam penjara agar dia jera dan tidak berbuat seperti itu lagi. sebenarnya hukuman dengan tuduhan pencemaran nama baik adalah penjara selama sembilan bulan tapi Zie berbaik hati meminta pihak polisi untuk menghukum Dona hanya dua bulan saja.
"Gue minta maaf ya Zie, karena secara tidak langsung gue yang udah jadi penyebab Dona berbuat jahat sama lo seperti itu." ucap Dev merasa bersalah.
"nggak papa kok kak..., itu bukan salah lo. Dona nya aja yang sakit jiwa." jawab Zie tersenyum manis. " kak nanti tolong siapin meja buat makan malam ya ? lo juga harus ikut makan malam bareng sama yang lain juga. gue udah undang temen temen gue buat datang kemari." ajak Zie kepada Dev. ia sengaja mengalihkan pembicaraannya agar Dev tidak merasa bersalah lagi.
"siap Nona Bos...., mau dimana?? dan berapa kursi?". tanya Dev dengan detail.
"Di balkon lantai dua aja kak. kayanya di sana lebih asyik. nanti akan ada gue, lo, Ken, Zio, Nico dan tambah tiga kursi lagi" jawab Zie.
"tiga kursi pasti buat Marvin, Mif sama Andre ya??." jawab Dev menebak.
"Bukan..., mereka sibuk jadi nggak bisa ikut.!!, siapa tau kan yang datang nanti pada bawa pasangan jadi kursinya di tambahin aja. jawab Zie.
"Ya udah. kalau gitu gue siapain sekarang ya."ucap Dev dan Zie pun mengangguk.
Dev pergi dari hadapan Zie menuju lantai atas untuk mempersiapkan meja yang akan di gunakan untuk makan malam bersama.
sedangkan Zie, ia menyelesaikan pekerjaannya sebelum teman temannya datang. sudah cukup lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama meskipun hanya sekedar makan malam. semoga saja teman temannya tidak sibuk dan bisa datang memenuhi permintaan Zie.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.... ....
.
.
.
.
.