
Malam harinya...., Zie dan Andre sudah bersiap untuk pergi ke sebuah Bar yang cukup terkenal di kota itu. kedua gadis cantik itu memakai pakaian yang cukup sopan berhubung pertemuan mereka akan membahas sebuah kerja sama. tidak ada pakaian terbuka ataupun kekurangan bahan sebagaimana para wanita yang pergi ketempat seperti itu.
"ingat Zie...., jangan sembarangan meminum atau memakan apa saja yang mereka suguhkan kepada kita. bukannya berburuk sangka tapi lebih ke waspada aja karena kita tidak tau apa yang akan mereka perbuat. apalagi kita ini sedang berada di negara orang, kalau ada apa apa siapa yang akan menolong kita" ucap Andre mengingatkan. keduanya kini tengah berada di dalam sebuah taksi yang akan mengantar mereka ke tempat yang sudah di janjikan untuk bertemu.
"iya..., gue tau. lo tenang aja..., meskipun kita berada di negara orang tapi kita ini tidak hanya berdua saja. emang lo nggak ngerasa banyak pengawalan di sekeliling kita?? ". tanya Zie kepada Andre.
" Serius lo banyak pengawal di sekeliling kita.....,??. ko gue nggak sadar ya?? ". ucap Andre sambil clingak clinguk bahkan ia juga berkali kali menoleh kebelakang untuk mencari keberadaan pengawal yang Zie bilang tadi.
Benar saja..., Andre bisa melihat ada satu mobil berwarna hitam yang terus mengikuti taksi yang sedang mereka tumpangi.
"serius lah...., lo lupa gue anak siapa??. bukan hanya satu mobil di belakang, tapi di depan juga ada. itu baru pengawalan dari Papi, belum lagi dari Kak Darren" jawab Zie membanggakan diri.
memang benar Darren juga diam diam memberikan pengawalan kepada Zie untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. bukan hanya di negara K, di negara Zie sendiripun Darren juga memberikan pengawalan kepada Zie secara diam diam. meski tanpa di beri tahu, tapi Zie bisa mengetahuinya. selagi pengawalan itu sendiri tidak mencolok bagi orang orang sekitarnya, maka Zie akan membiarkannya dan bersikap biasa saja seolah ia tidak tau apa apa.
"gila......, pantes lo tenang tenang aja walaupun cuma berdua aja sama gue di negara yang baru pertama kalinya kita datangi. " ucap Andre geleng geleng kepala.
kedua gadis cantik itu akhirnya sampai di tempat tujuan. keduanya turun dari dalam taksi setelah membayarnya dan berjalan masuk kedalam Bar itu. begitu masuk, mereka langsung di suguhi suasana hingar bingar suara dentuman musik dengan sorotan lampu yang berubah ubah warnanya. disana juga sudah ada banyak pengunjung yang menghabiskan waktu malamnya di dunia gemerlap itu.
"Kita datangnya terlalu awal tau Zie....., janjiannya kan jam 9 malam sedangkan sekarang masih jam 8 lebih dikit. " ucap Andre sambil melihat jam yang meningkat di pergelangan tangannya. sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk membawa tas yang cukup besar berisi laptop, dan berkas berkas yang nantinya akan di gunakan untuk presentasi.
"Sengaja... gue pengen tau seperti apa situasi di Bar ini dulu. " jawab Zie.
Keduanya lalu duduk di salah satu meja di sudut ruangan yang tidak bisa di lihat oleh banyak. Zie mengeluarkan laptopnya dari dalam tas lalu duduk sambil meletakkan laptop itu di pangkuannya. jari tangannya dengan lihai mengetik sesuatu yang terlihat seperti menari nari di atas keyboard. Andre sendiri juga tidak tau apa yang sedang Zie lakukan saat ini, ia lebih memilih pergi memesan soft drink untuk dirinya dan juga Zie.
ternyata Zie sedang berusaha meretas keamanan CCTV yang ada di Bar itu hanya untuk berjaga jaga saja. setelah berhasil, Zie lalu menyambungkan hasil retasannya kedalam HPnya sendiri agar lebih mudah mengawasi situasi di Bar itu. entah lah...... perasaan Zie sedari tadi tidak enak. seperti akan ada hal buruk yang akan terjadi. ia hanya bisa berdo'a dalam hati semoga semuanya baik baik saja.
"Sudah......? " tanya Andre yang melihat Zie sudah menutup Laptopnya dan memasukkannya kedalam tas. ia datang kembali dengan membawa dua soft drink untuk mereka berdua lalu duduk di sebelah Zie.
Zie hanya mengangguk lalu memasang headset bluetooth di sebelah telinganya dan memainkan Hp nya sambil sesekali meminum minuman yang Andre bawa. Zie mengamati bagian pintu masuk melalui HP nya. ia tersenyum ketika mendapati Darren yang ternyata juga datang ke tempat itu dan duduk di sudut ruangan yang bersebrangan dengan keberadaan Zie. setelah itu, ia juga melihat kedatangan Asisten Chen dan satu orang temannya lagi yang Zie tidak tau siapa dia.
"(mana Arion?? kenapa ia tidak datang bersama asistennya?)" batin Zie
Zie terus mengamati semua gerak gerik Asisten Chen yang berjalan menuju lantai atas dan masuk kedalam sebuah ruangan privat yang cukup besar. Bar itu ternyata menyediakan tempat untuk pertemuan pertemuan seperti itu karena di negara ini membicarakan bisnis di tempat seperti ini sudah menjadi hal yang biasa.
sayangnya Zie tidak bisa mendengar apa yang kedua orang itu bicarakan karena suasana di sana terlalu bising. ia hanya bisa melihat Chen dan temannya yang saling berbicara lalu tertawa bersama.
"Zie....., kita harus segera keruang atas karena Klien kita sudah menunggu di sana." ucap Andre memberi tahu karena ia baru saja mendapat kiriman pesan dari Asisten Chen.
"Tapi yang datang baru Asistennya An...., CEO nya belum." jawab Zie masih dengan posisi duduk santai sambil memainkan HP nya.
"Darimana lo tau??. " tanya Andre menatap Zie bingung. "biar gue tanya dulu apakah CEO nya sudah datang atau belum." ucap Andre lagi lalu mengetik pesan yang akan ia kirim ke Asisten Chen.
tak lama sekertaris Andre pun langsung mendapat balasan pesan dari Asisten Chen yang memberi tahu jika CEO AW Company berhalangan hadir.
"CEO nya nggak bisa hadir katanya. " ucap Andre memberi tahu.
Zie mengernyitkan keningnya mendengar bahwa Arion tidak bisa datang untuk menemuinya. bukankah kedatangannya ke negara ini atas permintaan pemimpin AW Company?? lalu bagaimana bisa malah Arion yang tidak bisa menemuinya.
"Sebentar....., gue mau telpon seseorang dulu. " ucap Zie lalu mencari kontak nomer milik Arion untuk melakukan panggilan.
tak butuh menunggu lama panggilan dari Zie pun langsung di terima oleh Arion.
"Hallo Zie..... " jawab Arion tersenyum tampan. ia senang Zie tiba tiba menghubunginya.
"Rion....., apa lo sibuk?? lo dimana sekarang?? " tanya Zie to the point.
"Ck..... dasar tidak profesional. " decak Zie lalu mematikan sambungan teleponnya.
setelah itu Zie mengajak Andre untuk masuk kedalam ruangan dimana Asisten Chen menunggu kedatangan mereka.
"Lah... ko dimatiin??" ucap Arion yang melihat HP nya sudah gelap yang tandanya telepon mereka terputus. "sepertinya Zie ada di Bar?? ada apa dengannya?? tidak biasanya Zie pergi ketempat seperti itu. terus tadi dia bilang tidak profesional? apa maksudnya?" Arion bermonolog sendiri.
Arion mulai gelisah memikirkan Zie yang saat ini berada di tempat hiburan malam. ia takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Zie karena tempat itu tidak aman untuknya.
Arion menghentikan mobilnya tepat di depan Bar yang Chen katakan.
"Zie....., lo sama siapa datang ketempat seperti itu. andai gue ada di negara N, gue nggak akan ngebiarin lo pergi ketempat seperti itu. " gumam Arion sebelum turun dari dalam mobilnya.
Arion menghela nafasnya lalu turun dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam Bar. ia duduk di depan meja Bartender dan memesan minuman sebelum ia masuk kedalam ruangan dimana Chen sedang mengadakan pertemuan dengan perwakilan dari MK Group. sebenarnya ia malas tapi entah mengapa hatinya berkata untuk datang juga ke Bar itu.
sementara itu, Zie dan Andre kini sudah berada di dalam ruangan tempat mereka mengadakan pertemuan. tentu saja kedatangan dua gadis cantik itu di sambut dengan senang hati oleh Asisten Chen dan juga temannya.
"Selamat datang Nona Kei dan Nona Andre, senang bisa bertemu secara langsung dengan anda. " ucap Asisten Chen sambil mengulurkan tangannya kepada Sekertaris Andre dan juga Nona Kei.
ia memandangi kedua gadis cantik yang ada di hadapannya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Zie dan Andre sendiri sampai merasa risih dengan tatapan itu.
"( ternyata benar kabar yang beredar tentang Nona Kei selama ini. Cantik ...,) " Batin Asisten Chen.
"Kami juga senang bisa bertemu secara langsung dengan Anda Tuan Chen. " ucap Andre dengan sedikit tersenyum sambil menyambut uluran tangan Asisten Chen. begitu juga dengan Zie yang juga berjabat tangan dengan Asisten Chen.
"Mari silahkan duduk Nona, kita bisa bersantai sambil minum minum dulu sebelum membahas soal kesepakatan kerjasama kita. " ucap Chen mempersilahkan Zie dan juga Andre untuk duduk. dihadapan mereka tengah terhidang beberapa botol minuman beralkohol yang tertata di atas meja. Asisten Chen langsung menuangkan minuman tersebut kedalam dua gelas untuk Asisten Andre dan Nona Kei.
" Terimakasih Tuan Chen, tapi sebaiknya kita langsung saja membahas rencana kerjasama kita untuk mempersingkat waktu. " jawab Andre yang kini berwajah serius.
sedangkan Zie masih diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun sambil memperhatikan gerak gerik Asisten Chen. tatapan mata Zie yang tajam dan aura kepemimpinan yang ia miliki mampu membuat Asisten Chen merasa bahwa Nona Kei bukan lah orang sembarangan. Chen cukup segan dengan wibawa yang di miliki oleh Nona Kei.
mereka pun mulai membahas rencana kerja sama dalam pembangunan sebuah resort mewah bertaraf internasional yang akan mereka bangun di sekitar destinasi wisata yang ada di kota itu. mereka juga membahas keuntungan yang akan di peroleh kedua belah pihak jika kerja sama itu mencapai keberhasilan serta membahas poin poin penting yang ada di dalam surat kontrak kerja sama yang nantinya akan di tanda tangani bersama.
.
.
.
.
.
Bersambung....
.
.
.
.
.