Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Amarah Kenzo



Ken mencengkram kuat setir mobilnya memahan amarahnya setelah mendengarkan cerita Zie barusan. Ken merasa sangat Marah dan kecewa dengan sikap Zio. bisa bisanya Zio meninggalkan Zie sendirian di tengah bahaya seperti tadi. padahal Zie berniat membantu Zio tapi Zio malah pergi begitu saja tanpa memikirkan keselamatan Zie. beruntung Ken datang tepat waktu, jika tidak entah apa yang akan terjadi dengan Zie.


Ken membawa Zie ke rumah sakit terdekat agar luka di lengan Zie segera mendapat penanganan. begitu sampai di rumah sakit, Zie langsung di bawa ke ruang UGD.


cukup lama Zie berada diruangan itu karena lukanya yang cukup dalam sehingga harus mendapat beberapa jahitan. dengan setia Ken duduk menunggu Zie di depan ruangan UGD.


begitu pintu itu di buka, dokter keluar bersama perawat dan juga Zie di belakangnya.


"gimana luka Zie dokter ? dia baik baik saja kan??." tanya Ken khawatir.


" Nona Kenzie baik baik saja Tuan, tapi Nona Kenzie menolak untuk dirawat inap dan memilih rawat jalan saja. Nanti obat yang sudah saya resepkan tolong di tebus di apotik dan untuk lukanya jangan sampai terkena air dulu agar cepat kering." jawab dokter itu.


"apa tidak papa dokter jika hanya rawat jalan??.,"tanya Ken lagi.


"tidak papa tuan, Nona Kenzie masih tetap sehat karena hanya lengannya saja yang terluka." jawab dokter itu


"baik dokter." jawab Ken.


"kalau begitu saya pamit dulu Tuan, Nona....".pamit Dokter itu lalu pergi bersama perawat meninggalkan ken dan Zie.


"Terimakasih...... " jawab Ken dan Zie secara bersama.


Ken lalu mengajak Zie ke apotik rumah sakit untuk menebus obat yang dokter resepkan. Ken dengan hti hati menggandeng lengan tangan Zie yang tidak terluka untuk membantunya berjalan.


"ish.... Ken...,!! yang sakit itu lengan gue bukan kakinya. jadi gue masih bisa jaln sendiri." tolak Zie. ken terkekeh mendengarnya.


benar yang di katakan Zie..., yang terluka itu lengannya sedangkan kakinya baik baik saja. Ken melepas jas yang ia kenakan dan meletakkannya di pundak Zie lalu mengaja Zie berjalan menuju apotik rumah sakit. setelah mendapat obat, keduanya berjalan keluar dari rumah sakit menuju parkiran.


"Ken......, Zie...... kalian di sini juga??". sapa Zio yang juga berada di parkiran bersama cerry. Zio baru saja membantu Cerry masuk kedalam mobil milik nya.


melihat Zio ada disana saat ini tentu saja membuat amarah Ken kembali muncul. bayangan Zio yang meninggalkan Zie begitu saja di tengah bahaya sendirian membuat darah Ken mendidih. apa lagi Zie mendapat luka sayatan di lengannya karena berniat membantu Zio dan Cerry.


tapi apa balasannya?? mereka bahkan tega meninggalkan Zie tanpa memikirkan keselamatannya. kalau mau pergi dari sana, kenapa tidak sekalian membawa Zie pergi bersama mereka juga??


"eh.. iya yo...lo disini ternyata?? gimana keadaan Cerry??." tanya Zie, begitulah Zie yang selalu peduli dengan orang lain padahal dirinya sendiri sedang tidak baik baik saja.


Ken sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan dari Zio. ia hanya diam dengan wajah menahan amarahnya dan berusaha jangan sampai memukul wajah Zio saat ini juga untuk melampiaskan kekecewaannya. bagaimanapun juga Zio adalah sahabat baiknya.


"Cerry Baik baik saja ko Zie. makasih ya udah khawatir sama cerry sampai sampai kalian nyariin kesini."ucap Zio tulus. Zio pikir Kenzo dan Kenzie berada dirumah sakit itu karena mencari mereka berdua.


"Zie....., Masuk kedalam mobil dan tunggu gue di sana sekarang." Perintah Ken kepada Zie sambil menyerahkan kunci mobil miliknya." gue ada perlu berdua aja sama Zio, nggak papa kan??". ucap Ken tersenyum tipis kepada Zie.


"Eh Ken...., kalau ada perlu sama gue, kita bahas nanti saja lah, gue harus nganter Cerry pulang nih. udah malan banget." tolak Zio secara halus. Tapi ken tidak menggubris ucapan Zio sama sekali.


"oh iya Zie....., nih obat lo..., harus di minum tepat waktu ya biar cepat sembuh." ucap Ken membiarkan kantung plastik berwarna putih kepada Zie.


"ok......, gue masuk dlkedalam mobil dulu ya" jawab Zie lalu pergi kearah mobil Ken yang terparkir.


sepeninggalannya Zie.,, Ken memandang sengit kearah Zio. ia tidak bisa lagi menahan amarahnya dan kekecewaannya terhadap Zio yang tidak peduli dengan Zie sedikit pun.


"Apa lo punya otak!??!". tanya Ken sarkas kepada Zio.


"hah....??". Zio tidak mengerti kemana arah bicara Ken.


"kenapa lo ninggalin Zie tadi yo!?!". tanya Ken dengan suara meninggi.


"Cerry pingsan Ken??, gue harus buru buru nolongin dia dan bawa dia ke rumah sakit. gue takut dia kenapa kenapa Ken," jawab Zio. Ken tersenyum getir mendengar jawaban Zio.


"Kenapa lo nggak bawa Kenzie juga pergi dari sana??kenapa lo malah ninggalin dia hah..!!?!!". tanya Ken mulai emosi.


"Hay Ken..... santai dong!!. lo lupa siapa Kenzie?? dia jago bela diri, gue sama lo aja bahkan nggak pernah menang ngelawan dia. jadi lo nggak usah khawatir, toh buktinya dia baik baik aja kan sekarang??." jawab Zio yang tidak terima di bentak oleh Ken.


Bugh.....Bugh......


tanpa aba aba Ken memukul perut dan wajah Zio. ia sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.


"Denger ya yo......,!!! mau bagaimanapun Kenzie, dia itu tetap perempuan!!!. dia berniat baik dengan nolong lo dan Cerry dari keroyokan preman tapi apa balasan kalian?? kalian malah ninggalin dia sendirian di tengah bahaya seperti tadi tanpa mempedulikan keselamatan Zie.!!! Dimana otak lo!!! kanapa nggak lo ajak Zie sekalian pergi dari sana?? lo malah membiarkan Zie seorang diri di kepung enam preman yang badannya lebih besar dua kali lipat dengan Zie. lo mikir nggak? hah......!!! betapa Zie kesusahan melawan semua preman itu sendirian dengan gaun yang ia kenakan.!! asal lo tau, Zie bahkan terkena sayatan pisau dari preman itu di lengannya. untung gue datang tepat waktu! kalau enggak..., gue nggak tau apa yang terjadi dengan Zie.!!! gue kecewa sama lo yo..... sangat sangat kecewa!!!. bugh......!!" ucap Ken panjang lebar meluapkan kekesalannya kepada Zio. ia bahkan masih sempat memukul Zio kembali di akhir ucapannya.


Mendengar semua ucapan Ken membuat hati Zio mencolos seketika. kenapa ia jadi sebodoh itu meninggalkan Zie di tengah bahaya seperti tadi tanpa memikirkan keselamatan Zie. ia terlalu panik melihat Cerry pingsan hingga melupakan Kenzie.


"Gue di sini bukan untuk nyari lo sama Cerry!! tapi gue bawa Kenzie untuk mengobati luka di lengannya yang cukup dalam. ia bahkan harus mendapat beberapa jahitan agar luka menganga itu menutup kembali.!!". ucap Ken lalu pergi meninggalkan Zio yang masih terkapar di tempat parkir rumah sakit.


dimana Cerry dan Zie???


keduanya sudah terlelap di dalam mobil masing masing karena efek obat yang mereka minum sebelum keluar dari rumah sakit.


Ken masuk kedalam mobilnya puas menghajar Zio. sudut bibir Ken tersenyum tipis melihat Zie yang sudah tertidur di dalam mobil. bahkan suara pintu mobil yang menutup pun tidak mengganggu Zie dalam tidurnya.


"Gue akan selalu jagain lo Zie...., Gue janji." ucap Ken dalam hati sambil mengusap puncak kepala Zie dengan sayang dan memandang wajah damai Zie yang terlelap di kursi sampingnya. Ken lalu memakaikan sabuk pengaman sebelum melajukan mobilnya.


dalam perjalanan Ken bingung akan membawa Zie pulang kemana??. akhirnya ia menghubungi Marvin untuk menanyakan alamat rumah baru Zie, beruntung Ken sempat meminta nomer Marvin waktu itu.


Ken memasang Haedset bluethoot di telinganya dan mencari nomer Marvin lalu memanggilnya.


tuut.......tuut.....tuut.....


"Ya hallo........" jawab Marvin di seberang telepon.


"Vin..., ini gue Kenzo. Zie ada sama gue tapi dia tertidur di dalam mobil. kemana gue harus anter dia pulang?? gue nggak tau alamat rumah barunya." ucap Ken panjang lebar.


"syukurlah kalau Zie ada bareng lo.... ,gue dari tadi hubungi dia tapi nggak di angkat. gue khawatir dia kenapa kenapa. ya sudah....gue serlok ya.....?? lo anterin aja kesini.".jawab Marvin.


"ok Vin......." jawab Ken singkat lalu mematikan panggilan.


Marvin segera serlok alamat rumah barunya kepada Kenzo. ia lega karena Zie bersama Ken saat ini. tadi ia sempat panik ketika menghubungi Zie tapi tidak diangkat. Marvin bahkan menghubungi Andre yang pergi bersamanya tapi Andre bilang Zie pulang bersama Zio.


Marvin bahkan menyuruh Andre yang belum sampai apartemennya untuk kembali mecari keberadaan Zie.


Andre yang di temani oleh Nico berhasil menemukan mobil Zio di pinggir jalan tetapi keduanya tidak ada di dalam mobil. andre hanya melihat tas milik Zie dan Hp milik Zio yang tergletak di jok dalam mobil.


begitu mendapat laporan dari Andre, Marvin pun panik, ia sedang berfikir kemana perginya Zie. beruntung Ken menghubunginya dan mengatakan bahwa Zie ada bersamanya jadi Marvin bisa bernafas dengan lega.


Begitu mobil ken masuk ke dalam gerbang, Marvin langsung membuka pintu rumahnya lebar lebar untuk keduanya.


Marvin mengeryitkan dahinya ketika Ken mengangkat tubuh Zie kedalam gendongannya. matanya melotot melihat ada noda darah di gaun yang Zie kenakan.


" Apa yang terjadi.....??". tanya Marvin panik.


"Nanti gue jelasin..., sekarang biarkan Zie istirahat dulu." jawab Ken sambil membopong Zie masuk kedalam rumah.


Marvin mengangguk dan berjalan di depan mereka untuk menunjukan letak kamar Zie yang ada di lantai dua. Marvin juga membatu mebukakan pintu kamar Zie untuk mempermudah Ken masuk kedalam bersama Zie.


dengan hati hati aken merebahkan Zie diatas ranjang king size nya dengan model klasik modern itu secara berlahan. ia lalu menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuh Zie yang masih terlelap. Ken dan Marvin keluar dari dalam kamar meninggalkan Zie. keduanya duduk bersama di ruang tamu untuk membicarakan apa yang terjadi kepada Zie.


.


.


.


.


.


bersambung........


.


.


.


.