
Pertengkaran sengit antara Zio dan Marvin masih terus berlanjut. keduanya dari dulu memang sudah terlibat perseteruan, tapi mereka sempat akur karena ada Zie yang menjadi penengah diantara keduanya.
" ck.....cuma tunangan kan?? belum menikah?? asal lo tau..., gue masih sayang sama cerry sampai sekarang". ucap Marvin dengan santainya sambil mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya yang robek akibat pukulan dari zio.
Marvin sengaja menyulut emosi Zio untuk meluapkan rasa kekesalanya karena cerry memilih untuk bersama Zio dari pada dirinya. tapi Marvin tidak ada niatan sama sekali untuk merebut Ceri dari Zio.
"Brengs*k.........!!" uca Zio emosi dan langsung melayangkan tinju nya keperut Marvin.
kali ini Marvin tidak tinggal diam, ia membalas pukulan Zio dengan memukul perutnya zio. perkelahian keduanya berlanjut hingga membuat meja dan kursi berantakan bahkan ada beberapa pengunjung yang berteriak ketakutan.
"Hentikan....!!!". Teriak Dev melerai perkalahian keduanya.
Di belakang Dev ada Kenzie yang berdiri bersama Andre., sedangkan Mif di minta oleh Zie untuk membantu para pelayan mengamankan para pengunjung Cafe.
"Jangan membuat keributan disini!!". Seru Dev penuh penekanan.
Marvin dan Zio menghentikan perkelahiannya begitu mendengar ucapan Dev. keduanya terkapar dilantai karena saling menendang dan terkena tendangan.
Deg.........
Jantung Zio bergetar melihat Zie ada disana. ingin rasanya ia berlari kearah Zie dan memeluknya. beberapa tahun tidak berjumpa tentu saja membuat dirinya sangat merindukan sosok kenzie.
"Zie....lo disini....." sapa Ken langsung berjalan medekat kearah Zie begitu juga dengan Nico.
"Hallo Zie....apa kabar?? masih inget sama gue kan??" tanya Nico sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"(Gila ini Zie gadis tomboy itu??, ternyata bisa berubah jadi cantik gini ya??,)" batin Nico.
"baik.....lo Nico kan?? apa jabar??".jawab Zie tersenyum sambil menjabat tangan Nico.
"syukur lah lo masih kenal gue.heheee......., kabar gue baik juga. lo makin cantik aja zie. gue sampe nggak ngenalin lo tadi." ucap Nico cengengesan.
"Heh.......nggak usah ngegombalin Zie!!! gue gibeng juga lo.!!". semprot Ken.
"elah Ken galak banget sih...., gue nggak gombal kali, gue ngomong jujur kalo dia makin cantik." elak Nico.
"Bodo.......!! sana sana...... jaga jarak lo sama Kenzie. jangan deket deket!!." ucap Ken lagi yang membuat Nico mendengus sebal.
Zie tersenyum Manis melihat sikap Ken yang tidak berubah sama sekali terhadapnya.
Marvin dan Zio bangun dari posisinya dan berdiri berhadapan saling melempar tatapan tajam. zie berjalan mendekat dan berdiri diantara keduanya.
"Kalian berdua kalau masih mau berlanjut silahkan keluar!!.jangan disini!! kalian mengganggu kenyamanan pengunjung lain!!" tegas Zie memandang kedua belah pihak secara bergantian.
"Kak Dev....., bereskan kekacauan ini!!. pastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi." perintah Zie kepada Dev.
"Baik Bos......" jawab Dev patuh.
Zie pergi meninggalkan Marvin dan Zio yang masih berdiri sambil menundukkan kepalanya. mereka lupa bahwa cafe ini adalah milik Kenzie dan mereka berdua telah membuat keributan disana yang mengganggu kenyamanan pengunjung lain. sudah di pastikan reputasi nama baik cafe milik Zielah yang terkena imbasnya.
"Zie tunggu........!!".ucap Marvin lalu mengejar Zie dengan langkah cepat.
Zio berjalan di bantu Cerry mengikuti Ken dan Nico yang duduk di kursi yang bersebelahan dengan Marvin dan dua orang temannya. Marvin cemburu melihat Cerry yang begitu perhatian mengobati luka yang ada di sudut bibir Zio. cerri tadi sempat mengambil kotak p3k yang ada di dalam mobilnya untuk mengobati Zio.
"Eh Ken ...., gue baru tau kalau Zie itu Bos disini." ucap Nico yangvtdi sempat kaget mendengar manager cafe memanggil Zie dengan sebutan Bos.
" iya...., ini memang salah satu cafe milik Zie. sudah dari SMA dia yang mengelolanya sendiri." jawab Ken.
"Zie punya tiga cafe dan tiga restoran. lo tau kenangan restoran yang mewah itu??" tanya Ken yang di jawab anggukan kepala oleh Nico. " itu juga salah satu resto punya Kenzie.".ucap Ken lagi.....
"Apaaaa.......??, gila..... ternyata Kenzie tajir juga ya ken. padahal dia dulu di sekolah biasa aja. nggak kaya cewek cewek yang sok kaya itu." jawab Nico.
"itu lah Zie..., nggak sombong dan baik hati. dia itu lain dari pada yang lain." jawab Ken membanggakan Zie. Nico hanya manggut manggut membenarkan ucapan Ken karena memang benar selama Nico kenal dengannya, Kenzie itu baik hati dan tidak sombong.
"(Lo pasti juga bakalan syok kalau tau siapa orang tua kenzie Nic)" batin Ken sambil tersenyum tipis.
Tak lama zie datang membawa kotak P3K ditangannya dan langsung duduk di sebelah Marvin. Marvin tersenyum manis ternyata adiknya ini cukup perhatian padanya.
"nih...obatin sendiri......!!" ucap Zie mengambil satu tangan Marvin dan meletakkan kotak obat itu di tangannya. Zie beranjak dari duduknya ingin pergi untuk mengecek pekerjaan dev.
"eh....lo mau kemana.....,?" ucap Marvin yang langsung memeluk sebelah tangan Zie yang sudah berdiri agar tidak pergi.
Marvin pikir zie akan membantunya untuk mengobati lukanya seperti Cerry yang perhatian keadaan Zio. tapi nyatanya Zie malah menyuruhnya untuk mengobati dirinya sendiri.
"gue banyak kerjaan vin....., Lihat kekacauan yang lo dan Zio perbuat di cafe gue.? gue sampe harus menutup lebih awal cafe ini". ucap Zie.
"iya..,maaf....," ucap Marvin dengan wajah penuh penyesalan. "tapi tolong obati gue dulu ya.......,?? please....?? lo nggak kasihan apa kakak lo bonyok gini. sakit tau...., .".rengek Marvin seperti anak kecil.
zie melihat wajah Marvin yang memang terdapat beberapa memar disana, bahkan sudut bibirnya juga robek dan ada sedikit darah yang sudah hampir mengering disana. Zie pun merasa kasihan dan mengurungkan niatnya lalu kembali duduk di samping Marvin.
Marvin tersenyum manis melihat Zie mulai membuka kotak obat mengambil kapas dan menuangkan Alkohol di atasnya. dengan telaten Zie membersihkan luka di wajah Marvin satu persatu.
"Aw....ssttt..... pelan pelan Zie....perih." ucap Marvin sambil meringis ketika Zie membersihkan luka yang ada disudut bibir Marvin.
"iya maaf......., manja banget sih. tadi sok sokan berantem, tonjok tonjokkan sampe bonyok tapi nggak ada tuh lo ngelu perih atau sakit. ini cuma perih dikit aja protes." ucap Zie dengan kesal. Marvin terkekeh sambil mencubit pipi Zie karena gemas.
Bagaimanapun juga, Marvin adalah saudaranya. Zie tetap merasa tidak tega melihat saudaranya babak belur seperti sekarang meskipun itu hasil dari kesalahan yang ia perbuat sendiri.
sebenarnya Zie juga kasihan melihat Zio yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan Marvin tapi di samping Zio sudah ada cerry yang membantu mengobatinya.
setelah membersihkan luka dengan alkohol, Zie pun mengolesi obat penghilang bengkak dan memar. zie merapikan kembali kotak obat itu setelah selesai Mengobati Marvin.
ternyata ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan kegiatan Marvin dan Zie dengan tatapan yang sulit di artikan.
ya..... Zio mandang tidak suka melihat kedekatan Zie dan Marvin. ingi rasanya ia marah dan kembali memukuli Marvin.
"(Kenapa lo sedekat itu sama Marvin Zie?? gue nggak suka liatnya. apa lo beneran ada hubungan khusus dengan dia???
marvin!!! lo bilang masih sayang sama cerry, tapi sekarang lo ngedeketin Zie. maksud lo apa?? apa lo mau mempermainkan kenzie.?? apa lo mau balas dendam sama gue melalui kenzie. gue nggak akan biarkan lo nyakitin hati kenzie)". batin Zio.
Zio tidak sadar bahwa selama ini ia lah yang mempermain dan menyakiti hati Zie secara tidak langsung. justru Marvin lah yang selama ini menjadi obat rasa sakit hati zie begitu juga sebaliknya. kakak beradik itu saling mendukung dan saling menguatkan hati mereka yang tersakiti.
..
.
.
.
.
bersambung........