
Acara makan malam selesai, Darren meminta ijin kepada Om Prabu untuk mengajak Zie untuk jalan jalan dan Om Prabu pun mengijinkannya. Papi Zie yang pernah muda ini tentu tau bagaimana perasaan sepasang kekasih yang baru bertemu setelah LDR'n.
"Jaga putri Om baik baik dan jangan pulang terlalu malam. " Pesan Om Prabu kepada Darren.
Darren tentu saja merasa sangat senang, tanpa di minta pun ia akan selalu menjaga Zie dengan sangat baik.
"Lo mau ikut gue nggak An.....?? ". tanya Zie kepada Andre.
" No...., gue mau istirahat aja di kamar. gue nggak mau jadi obat nyamuk." tolak Andre sambil menunjukkan cengirannya.
Setelah berpamitan, Zie dan Darren akhirnya pergi berdua menikmati suasana malam di kota itu.
"Kak...., kita jalan kaki di sekitar sini aja yuk..., nggak usah naik mobil." ajak Zie. ia cukup tertarik dengan banyaknya orang yang berlalu lalang dengan berjalan kaki melewati berbagai penjual makanan di sisi kanan kiri jalan.
Makanan makanan itu terlihat sangat menggiurkan apalagi dengan udara malam yang cukup dingin. sayangnya Zie baru saja makan malam jadi ia tidak bisa ikut menikmati berbagai macam makanan yang di jual di sepanjang jalan.
"Baik lah....., ayo kita jalan kesana. " ajak Darren lalu menggandeng tangan Zie untuk berjalan bersama.
mereka terus berjalan menikmati suasana malam sambil bergandengan tangan dan saling melempar senyum. meskipun hanya dengan hal sederhana seperti itu tapi hal itu mampu membuat hati keduanya merasa bahagia. mereka berjalan dengan santai hingga berhenti di sebuah taman yang di hiasi dengan lampu warna warni yang cukup indah dan terdapat air mancur juga di sana.
"Kita duduk di sini saja Kak.... " ajak Zie sambil menunjuk ke sebuah kursi panjang yang ada di taman itu.
"Kenapa tidak mengabari Kakak kalau kamu akan kemari hm.....?? ". tanya Darren dengan senyum tampan yang terus menghiasi sudut bibirnya. " kau tau...., Kakak sampai gelisah sendiri karena seharian kamu mengabaikan pesan dan telepon dari Kakak. " ucap Darren lagi tanpa melepas genggaman tangannya.
keduanya kini duduk bersama di kursi panjang itu. Zie tersenyum mendengar perkataan Darren, mungkin jika Darren tidak ada kabar seharian ia juga pasti akan merasakan hal yang sama seperti itu.
"Tapi Kakak senang kan aku ada di sini saat ini?? ". tanya Zie tersenyum manis.
" sangat....., " jawab Darren yang langsung menarik Zie masuk kedalam pelukan nya. " aku sangat merindukanmu." ucap Darren mendekap Zie dengan erat untuk menumpahkan segala rasa rindunya.
hal yang sedari tadi ingin ia lakukan saat pertama kali bertemu dengan Zie. tapi Darren harus menahannya karena tidak mungkin ia meluk Zie didepan Ayahnya. sesekali Darren mendaratkan ciuman sayang di puncak kepala Zie. sungguh Darren merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan Zie, begitu pula dengan Zie yang tidak kalah bahagianya. ia membalas pelukkan Darren dengan erat sambil memejamkan matanya meresapi harum tubuh Darren yang memberi ketenangan, kenyamanan dan kehangatan.
"aku juga merindukanmu kak.... " jawab Zie yang senyumnya terus mengembang.
mendengar penuturan dari gadis kecilnya membuat perasaan Darren semakin membuncah. Cukup lama keduanya berada dalam posisi nyaman seperti ini. mereka sama sama tidak ingin saling melepas.
"Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. " ucap Darren setelah mengurai pelukkannya.
Kini Darren beralih dengan menatap wajah ayu kekasihnya dengan lekat.
"pertanyaan yang mana?? ". tanya Zie. ia cukup salah tingkah di pandang seperti itu oleh Darren.
" kenapa kamu tidak memberi tahu ku kalau kamu akan kesini? ". Darren kembali mengulang pertanyaannya tadi.
tangannya terulur mengambil anak rambut yang menutupi wajah Zie lalu menyibakkannya ke belakang telinga Zie.
" aku ada sedikit kerjaan di sini Kak, sebenarnya besok pagi aku baru berangkat dari sana tapi Papi tiba tiba mengajak otw saat itu juga agar bisa menikmati waktu libur beberapa hari disini. keberangkatan kami memang mendadak makannya aku belum bisa memberi kabar kepada kakak. maaf ya.... " ucap Zie sedikit menjelaskan.
"hm...., begitu...,? " jawab Darren tanpa mengalihkan pandangannya. "nggak papa, aku malah merasa sangat senang kamu ada disini." ucap Darren lagi sambil tersenyum. senyum menawan yang mampu membuat hati Zie berdebar.
"(ya Tuhan..., beberapa hari tidak bertemu dengan kak Darren kenapa dia berubah jadi setampan ini.?)" batin Zie mengagumi Darren
Zie menunduk merasa malu dan salah tingkah karena Darren terus saja menatapnya. tapi Darren justru malah tersenyum melihat tingkah Zie yang menurutnya sangat menggemaskan. Darren lalu merangkul bahu Zie untuk merapatkan tubuh mereka dan meletakkan kepala Zie agar bersandar di dada bidangnya.
Zie memang bisa mendengar dengan jelas detak jantung Darren yang terdengar seperti habis berlari.
"Kakak.... sepertinya sekarang kamu mulai terbiasa menggombal ya.....??. " jawab Zie terkekeh sambil mendongakkan wajahnya keatas agar bisa memandang wajah Darren.
"Aku tidak sedang menggombal dan tidak bisa menggombal Zie. " jawab Darren tersenyum lalu mencubit hidung Zie gemas.
Darren memang tipe Pria dengan wajah datar dan dingin, ia tidak bisa merayu, menggombal ataupun berkata kata manis. ia bahkan tidak tau bagaimana bersikap romantis kepada seorang wanita.
"Ini sudah malam Zie...., sebaiknya kakak mengantarmu kembali ke hotel. " ucap Darren kepada Zie meski sebenarnya ia masih sangat ingin menghabiskan waktu berdua dengan Zie.
selain Darren sudah berjanji kepada Om Prabu untuk tidak pulang terlalu malam, udara di sana juga terasa sakin dingin dan itu tidak baik untuk kesehatan jika berlama lama berada di luar.
Zie hanya mengangguk lalu menerima uluran tangan Darren yang sudah lebih dulu berdiri dari posisi duduknya. mereka kembali berjalan kaki tanpa melepas genggaman tangan keduanya menuju hotel yang Zie tempati.
"Masuklah Zie...., besok Kakak akan ikut kalian jalan jalan menikmati destinasi wisata yang ada di negara ini dan kakak yang akan menjadi guide untuk kalian semua. " ucap Darren sambil mengusap puncak kepala Zie dengan sayang.
keduanya kini sudah berdiri di depan pintu kamar milik Zie dan Andre.
" Benarkah?? ". tanya Zie senang dan Darren menganggukkan kepalanya. " ya sudah..., kalau begitu aku masuk dulu ya kak. kakak pulangnya hati hati ya??. ucap Zie lagi.
tidak di pungkiri saat ini Zie merasa cukup lelah dan ingin segera beristirahat.
" hm....., selamat beristirahat ya" ucap Darren lalu meninggalkan jejak sayang di kening Zie. " i love you..... " ucap Darren lagi.
"iya....., i love you too kak....... " balas Zie lalu masuk kedalam kamarnya dengan senyum yang terus mengembang.
Begitu juga dengan Darren yang wajahnya terlihat berseri seri karena tidak menyangka hari ini bisa bertemu kembali dengan sang pujaan hati. benar benar seperti mimpi.
Darren bahkan ikut Cek in di hotel itu dan segera beristirahat agar malam cepat berlalu karena ia sudah tidak sabar menunggu hari esok untuk bertemu kembali dengan gadis kecilnya.
ah.... jatuh cinta ternyata rasanya sangat membahagiakan.
.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.
.