Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Kenapa selalu ada penganggu



Setelah pembicaraannya bersama Marvin dan juga Papinya, Zie keluar dari kamarnya dengan menggunakan celana Jeans berwarna hitam yang terdapat robekkan di lutut di padu dengan Kaos berwarna putih serta jaket hitam mengkilat. ia juga menggunakan sepatu berwarna putih lalu menuruni anak tangga. malam ini ia ingin pergi berkunjung ke AK Cafe. Zie berjalan melewati Lexa dan Axel yang sedang menonton TV.


"mau kemana Zie....?? ". Tanya Axel melihat Zie yang sepertinya ingin pergi.


" mau ke cafe..... " jawab Zie jujur.


Tetapi baik Axel maupun Lexa tidak ada yang tau bahwa cafe itu milik Zie sendiri, mereka pikir Zie pergi ke Cafe hanya untuk sekedar nongkrong bersama teman temannya seperti yang biasa mereka lakukan di kota Y.


"kita ikut boleh??." tanya Lexa.


Ia sebenarnya merasa bosan hanya diam dirumah semenjak kedatangannya di kota ini.


"Ayo...... " jawaban Zie yang tidak di sangka oleh Lexa dan Axel. mereka tidak menyangka Zie dengan mudahnya mengajak mereka untuk keluar bersama.


"Tunggu sebentar....., gue ganti baju dulu. " ucap Lexa


"gue juga.... " sahur Axel.


"Baik lah....., " jawab Zie lalu duduk di sofa yang ada di depan TV.


Lexa dan Axel pergi menuju kamarnya masing masing untuk berganti pakaian. tak lama mereka pun datang dengan pakaian yang sudah rapi.


"kami sudah siap.... " ucap Lexa dengan ceria.


"Ayo...... " ajak Zie lalu beranjak dari duduknya.


mereka berjalan bersama menuju garasi khusu motor karena Zie akan pergi dengan menggunakan motor sport. Lexa dan Axel di buat takjub dengan motor sport yang berjajar rapi di garasi itu. Axel yang tau banyak tentang motor pasti tahu berapa harga motor motor keren itu.


"gila....., ini garasi apa dealer ?? motornya banyak banget. keren keren lagi. ini semua punya lo Zie....?? " tanya Axel dengan takjub.


salah satu pelayan penjaga motor milik Zie datang menghampiri lalu membungkukkan badannya memberi hormat.


penjaga itu bertugas menyiapkan kendaraan yang akan majikannya pakai.


"Bukan punya gue semua sih, sebagian punya Marvin sama juga Papi. kebetulan kami semua menyukai motor sport seperti ini" jawab Zie. "kalian mau pakai mobil apa motor?? " tanya Zie.


ia menaiki motor sport D*cati warna merah yang biasa ia pakai kemana mana. lalu memakai helm fullface.


"asyik ya....., sekeluarga penggemar motor sport semua. gue boleh kan bawa motor juga, biar Lexa bonceng gue aja. " ucap Axel.


"Boleh...., lo pilih aja motor yang sebelah sini." ucap Zie menunjukkan deretan motor sport miliknya.


dengan senangnya Axel memilih motor yang akan ia pakai malam ini. dan pilihannya jatuh pada motor sport berwarna putih.


Zie lalu memerintahkan penjaga tadi untuk mengambilkan kunci motor yang di inginkan Axel beserta dua buah helm untuk mereka kenakan.


"(ya ampun...,, keren banget ni motor. disini motor banyak dan bagus bagus pula. la gue minta di beliin motor kaya gini yang baru aja nyampe sekarang belum keturutan. andai aja gue jadi anaknya om Prabu, pasti seneng banget bisa beli apa aja yang gue mau) " batin Axel.


Axel tidak tau saja bahwa Zie memiliki semuanya karena hasil dari kerja kerasnya sendiri. ia tidak pernah meminta sesuatu kepada orang tuanya.


harusnya Axel bersyukur dengan apa yang sudah ia miliki sekarang karena masih banyak orang orang yang hidupnya jauh lebih susah dan kekurangan yang tidak seberuntung dirinya.


Zie melajukan motornya lebih dulu baru Axel dan Lexa mengikuti di belakangnya. setelah sampai di Cafe, Zie langsung di sambut Bang Jeck untuk membantu memarkirkan motornya seperti biasa.


"Zie...., apa aman mempercayakan mereka untuk memarkirkan motor kita??. " Tanya Axel yang melihat Zie memberikan kunci motornya kepada Bang Jeck.


"Aman ko.... lo tenang saja. kasih tuh kunci biar sekalian diparkirin." Perintah Zie pada Axel.


Axel hanya menurut saja perintah dari Zie, toh itu bukan motor miliknya. jadi kalau pun hilang ya Zie sendiri yang tanggung, kan dia yang nyuruh ngasih kunci pada orang lain. begitu pikir Axel.


"Zie.... Cafe nya bagus banget ya? mewah dan juga bersih. furniture nya juga bagus, sangat kekinian." ucap Lexa mengagumi cafe yang dia datangi saat ini.


"ini tuh namanya AK Cafe, Cafe terbagus dan terkenal di kota ini." jawab Zie membanggakan Cafe miliknya sendiri. memang patut di banggakan karena Zie berhasil mengembangkan Cafe dan Restoran miliknya dengan kampuannya sendiri.


Ketiganya lalu masuk kedalam Cafe dan langsung di sambut ramah oleh para pelayan di sana. Zie, Axel dan Lexa duduk di meja yang ada di sudut ruangan dekat dengan jendela. sebenarnya meja itu pilihan Lexa, Zie dan Axel hanya mengikutinya saja.


mereka lalu memesan minuman dan makanan ringan yang mereka inginkan.


"Cafe nya tidak terlalu ramai ya....? ". tanya Axel


" Biasanya lebih ramai dari ini, tumben sekali padahal belum terlalu malam. " jawab Zie sambil melihat jam tangan merk terkenal yang melingkat di pergelangan nya.


waktu masih menunjukkan pukul 20.30 tapi suasana cafe tidak seramai seperti biasanya.


"Gue tinggal kebelakang dulu ya..... " pamit Zie kepada Axel dan Lexa.


keduanya menganggukkan kepala secara bersamaan. begitu Zie pergi ke ruang pribadinya yang ada di lantai dua, Arion terlihat berjalan masuk kedalam Cafe. ia memang sengaja datang untuk bertemu dengan Zie. Wajahnya yang tampan langsung menjadi pusat perhatian pengunjung disana begitu pula Lexa yang langsung terpesona dengan ketampanan Arion.


"Waow...... gans banget Xel...., sendirian lagi. " ucap Lexa kepada Axel tanpa mengalihkan pandangannya dari Arion.


Arion lalu duduk di meja yang biasa Zie tempati jika datang ke cafe itu. setelah memesan minum dan makanan Arion langsung mengeluarkan HPnya dari saku dan memainkannya tanpa peduli dengan tatapan memuja dari para pengunjung.


"Tumben sekali hari ini Cafe sepi seperti ini kak....??." ucap Zie kepada Dev.


"apa lo tau di lapangan tak jauh dari sini ada pasar malam selama seminggu kedepan dan malam ini pembukaannya.mungkin orang orang lebih tertarik pergi berkunjung kesana dari pada kesini. " jawab Dev menerangkan.


"oh.... iya. tadi gue lihat di sana memang sangat ramai. " jawab Zie yang baru ingat bahwa ia tadi melewati lapangan yang memang di padati pengunjung. "Kalau begitu jam 9 tutup saja Cafe nya, kita tutup lebih awal sedikit agar para karyawan di sini juga bisa berkunjung ke acara pembukaan pasar malam itu. " Perintah Zie.


"Kau yakin bos?? ". tanya Dev memastikan.


" tentu saja....., selamat bersenang senang. " jawab Zie lalu keluar dari ruang pribadinya.


"Terimakasih bos..., kau baik sekali. " ucap Dev tersenyum tampan lalu mengikuti langkah Zie keluar dari dalam ruangan itu.


Zie berjalan menuruni anak tangga dan langsung melihat keberadaan Arion yang duduk sendirian di meja tak jauh dari tangga.


Arion langsung menoleh kearah tangga karena menyadari keberadaan Zie di sana. senyum tampan Arion langsung mengembang begitu melihat Zie di cafe itu.


"Hay Zie...... " sapa Arion penuh semangat.


"(aku sangat merindukanmu) " batin Arion


ingin rasanya ia berkata seperti itu kepada Zie dan langsung memeluknya. tapi ia tidak bisa melakukan itu, karena ia sadar bahwa ia bukan siapa siapanya Zie.


"hay Rion..., kau disini?? sajak kapan??. " tanya Zie yang langsung menghampiri meja Arion.


tentu saja hal itu tidak lepas dari penglihatan Lexa yang sedari tadi memperhatikan pemuda tampan yang duduk sendirian di sana.


"belum lama......, aku sengaja kesini hanya untuk bertemu dengan mu. " jawab Arion tersenyum tampan.


"Hey... sejak kapan kau pandai menggombal seperti ini?? wajahmu tidak cocok kalau kau pandai menggombal. " jawab Zie terkekeh.


"memangnya kenapa dengan wajahku?? tetap tampan seperti biasa kan??. " jawab Arion narsis yang membuat Zie tertawa.


"ya... ya..., terserah kau saja. " jawab Zie mengalah.


Zie masih asyik mengobrol dan bercanda bersama Arion sampai ia melupakan kedua sepupunya yang datang bersamanya tadi.


"Ehm....., Permisi...., kita boleh gabung nggak?? ". tanya Lexa yang sudah berdiri di dekat meja Zie dan Arion. ada Axel juga yang berdiri di belakang Lexa.


Arion yang tadi tersenyum tampan saat berbicara dengan Zie langsung mengubah ekspresi wajahnya kembali ke mode datar. sedari tadi ia sudah merasa tak nyaman dengan gadis ini yang terus saja memperhatikannya.


"ah iya Lexa..., axel..., silahkan duduk. " jawab Zie mempersilahkan keduanya duduk bersama Zie dan Arion.


"Hallo...., gue Lexa sepupunya Zie. " ucap Lexa sambil mengulurkan tangannya kepada Arion. ia memperkenalkan dirinya sendiri tanpa menunggu Zie untuk memperkenalkan mereka.


Sebenarnya Arion malas untuk meladeni gadis yang mencoba berkenalan denganya ini tapi mendengar bahwa dia adalah sepupu dari Zie, Arion pun merasa tidak enak dan mau tak mau ia menyambut uluran tangannya.


"Arion.... " jawabnya Datar tanpa senyum sedikitpun. ia hanya menjabat tangan Lexa sebentar dan langsung melepaskannya.


"Oh iya.... ini saudara kembarku namanya Axel. " ucap Lexa memperkenalkan saudaranya.


keduanya berjabat tangan dan saling menyebutkan namanya masing masing. tak ada kata kata yang keluar lagi dari mulut Arion. ia benar benar bersikap dingin, datar dan terkesan jutek di hadapan orang yang menurutnya asing. sangat berbeda jauh ketika ia hanya bersama Zie.


"oiya...., ada pasar malam tidak jauh dari sini bagaimana kalau kita pergi kesana. " ajak Zie membuka percakapan di antara mereka.


"baik lah.... ayo kita pergi kesana..... " jawab Lexa antusias.


Arion masih saja diam dengan wajah datarnya. sebenarnya ia malas jika harus bersama Lexa, terlihat sangat jelas bahwa Lexa mencoba mencari perhatiannya. tapi Arion juga ingin menghabiskan waktu bersama dengan Zie.


"(kenapa selalu ada pengganggu diantara gue dan Zie sih) " batin Arion mengerutu.


"lo gimana...?? mau ikut kita kepasar malam juga nggak?? " tanya Zie pada Arion.


Zie tau bahwa Arion pasti merasa tidak nyaman dengan keberadaan Axel dan Lexa. tapi mau bagaimana lagi, mereka datang kesini bersama Zie. tidak mungkin Zie pergi sendiri dengan Arion dan meninggalkan Axel dan Lexa.


Arion hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Zie. itu artinya ia akan ikut bersama mereka untuk pergi kepasar malam dan hal itu membuat Lexa tersenyum senang. Lexa akan berusaha keras untuk merebut perhatian Arion nanti.


.


.


.


. Bersambung...


.


.


.