
Belum hilang rasa takut yang ada di diri mellisa,tiba tiba Papanya berjalan mendekat kearahnya.
"Plaaaakkk........"Tuan Suseno menampar mellisa dengan sangat keras membuat wajah mellisa menoleh kesamping dengan pipi yang memerah bekas telapak tangan Papanya.
"Apa yang sudah kamu lakukan mellisa???bisa bisanya kau menghina dan merendahkan anaknya Tuan Prabu seperti itu.Papa tidak pernah mengajarimu bersikap kasar seperti ini.!!"bentar Tuan Suseno penuh amarah.
"Papa....maafin mell pah.mell nggak sengaja."jawab mell sambil memegangi pipinya yang terasa sangat panas dengan bulir air mata yang sudah menggenang membasahi kedua pipinya.
"nggak sengaja kamu bilang??Papa tau gimana sikap kamu.!!!minta maaflah kepada Tuan Prabu dan Putrinya.jika kau tak berhasil maka bersiap siap lah kita semua untuk menjadi gelandangan!!!.seru Tuan Suseno lalu pergi meninggalkan mellisa.
Pikiran Tuan Suseno Kalut karena Putrinya telah menyinggung orang yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis.
jika kerja sama dengan Al azhar batal,bisa di pastikan dalam sekejap perusahaannya akan gulung tikar.
Levin langsung meminta maaf kepada seluruh pengunjung atas keributan dan ketidak nyamanan yang terjadi barusan.
levin sebenarnya sangat geram kepada mellisa karena apa yang mellisa lakukan hampir sama seperti yang cerri lakukan kepada zie dulu. ingin rasanya Levin ikut memarahi dan memaki mellisa saat itu juga.bisa bisanya orang sebaik zie di hina dan di rendahin seperti itu.
,_____,_____,______,________,
"Papi nggak papa kan?".tanya Zie kepada papinya ketika mereka baru keluar dari resto.
"nggak papa sayang....,Papi cuma nggak trima dan sakit hati melihat kamu di perlakukan seperti itu.seharusnya papi yang nanya,kamu nggak papa kan??"jawab Tuan Prabu dengan lembut.emosi yang tadi sempat meledak sekarang sudah mulai mereda kembali.
"zie nggak papa ko pih."jawab Zie tersenyum manis.
"Lain kali....,kamu lawan orang yang seperti itu selagi kamu nggak salah sayang.jangan biarkan mereka menindasmu seperti ini.papi sakit hati mendengar kata kata kasar yang anak itu lontarkan untuk putri papi."ucap Tuan Prabu.
"iya Pih.....,"jawab Zie."sekarang kita mampir ke mall dulu ya,zie mau beli sesuatu buat zio.besok dia ulang tahun soalnya."ucap zie dengan senyum cerianya.
"Baik lah sayang.....,ayo naik."jawab Tuan Prabu yang sudah duduk di atas motor sport milik zie.dengan hati hati zie pun naik dan duduk di boncengan motor itu.
Taun Prabu mengendarai motor sport bersama putrinya membelah keramaian jalan raya.ia sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama putrinya seperti sekarang ini.hal yang belum pernah ia lakukan selama ini.
tak terasa, mereka pun sampai di sebuah mall besar yang ada di kota itu.
setelah memarkirkan motor, Tuan Prabu dan zie masuk kedalam untuk berkeliling mencari sesuatu yang zie ingin kan.
tidak hanya kado yang zie beli, tapi ia juga membeli banyak pakaian, tas, sepatu dari brand ternama yang harganya tidak main main.semua itu zie beli atas kemauan Papinya yang memaksa untuk berbelanja.tak lupa zie juga membelikannya untuk Rizky, Mang Diman dan juga Mbok Nah.puas berbelanja, mereka pun akhirnya pulang.beruntung tadi Tuan Prabu sudah memerintahkan asisten zaki untuk menyusulnya di mall sehingga Zie tidak kesusahan membawa semau belanjaan yang sangat banyak itu.
setelah sampai di rumah dan membagi bagikan belanjaannya,zie lalu masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri.sore ini zie akan mengajak zio pergi jalan jalan hanya berdua.tentu saja zio sangat senang dengan ajakan zie.
bahkan ia buru buru mandi ketika mendapat pesan dari zie dan berpakaian rapi lalu segera pergi menjemput zie.sasa tertawa senang melihat kakaknya sudah berlalu pergi...,ia dan mamanya lalu mulai menjalankan rencana mereka.
setelah mendapat ijin dari papinya, zie pun pergi bersama zio.sedangkan Rizky...,ia sedang pergi bersama mang Diman sehingga ia tak ikut bahkan tak tahu jika zie pergi.
"Kita mau kemana zie...?."tanya zio ketika sudah melajukan mobil putihnya.
zio merasa sangat senang sekaligus sedih mendengar jawaban dari zie.senang karena akan menghabiskan waktu berdua hanya dengan zie.sedih karena mereka akan segera berpisah.
tak mau menyia nyiakan waktu kebersamaannya dengan zie.,zio pun mengajak zie ke sebuah pantai yang ada di kota J.ya...pantai adalah tempat favorit ken, zie & zio untuk menenangkan pikiran mereka masing masing.
setelah memarkirkan mobilnya, Zio dan Zie berjalan bersama kearah pantai dengan bergandengan tangan.pandangan mata keduanya langsung di suguhi hamparan pasir putih yang mengelilingi air laut yang berwarna biru.suara desiran ombak, burung berkicau dan hembusan angin yang menerpa benar benar mendamaikan hati.Zio dan zie terus berjalan menyusuri bibir pantai tanpa ada pembicaraan diantara keduanya.
sore ini cukup sepi pengunjung...,hanya ada beberapa orang yang ada disana.Zie melepas sepatunya dan mulai bermain dengan ombak yang seolah mengejar dirinya begitu pun dengan zio yang juga melepas sepatunya.keduanya asyik bermain air yang sesekali saling menciprati air satu sama lain lalu tertawa bersama.Zio berjalan mengambil sebatang kayu lalu membuat gambar diatas pasir.zie hanya memperhatikan apa yang zio gambar.hanya ada sebuah gambar lengkungan disana.
zie tersenyum lalu mengambil sebuah batang kayu dan meneruskan gambaran yang di buat zio hingga terbentuk sebuah hati yang cukup besar.zio tersenyum lalu mengajak zie untuk berdiri di tengah tengah gambar hati itu.
"Zie......, bolehkah gue berkata jujur???"ucap Zio memandang dalam kedua bola mata zie.
setelah mempertimbangkan semuanya, akhirnya zio memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya kepada zie.
zio sudah tah sanggup menahan segala rasa yang ada di hatinya.
zie masih terdiam menunggu kata jujur apa yang akan zio ucapkan.tiba tiba jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.ada rasa yang belum pernah zie rasakan sebelumnya.
Zio meraih kedua tangan zie dan menggenggamnya dengan lembut. ia juga masih terdiam tanpa mengatakan apapun.entahlah tiba tiba ia merasa gugup ketika zie juga memandang dirinya.
zio berusaha mengumpulkan keberanian dengan menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskannya secara berlahan.
"Zie.....,gue mau jujur sama lo.entah sejak kapan gue ngerasain ini tapi gue nggak bisa bohongin perasaan gue sendiri kalau gue sayang sama lo melebihi rasa sayang gue kepada seorang sahabat.gue selalu merasa cemburu ketika lo deket dengan cowok lain.gue cinta sama lo zie.lo mau nggak jadi cewek gue??".akhirnya Zio berhasil mengungkapkan perasaannya kepada zie di saksikan oleh Sunset yang terlihat begitu indah dengan langit yang warna jingga.
ada sedikit rasa lega di hati zio ketika bisa mengucapkan isi hatinya kepada zie.tapi rasa lega itu berganti rasa deg deg kan menanti jawaban apa yang akan zie berikan kepadanya.
zie kaget mendengar kejujuran yang zio ungkapkan padanya.ia masih tak percaya bahwa saat ini dirinya telah di tembak oleh seorang cowok tampan dan juga baik yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.
zie bingung apa yang harus ia katakan kepada zio.kini giliran zie yang merasa sangat gugup.lidahnya terasa kelu hanya untuk mengucapkan sebuah kata ya atau tidak rasanya zie tak mampu melakukannya. haruskah Zie menerima zio sebagai kekasihnya atau malah sebaliknya??
.
.
.
.
.
.
bersambung.......