
Ke esokan harinya setelah sarapan bersama mbok Nah, Mang diman dan si kecil Ara. Zie pamit untuk pergi melihat Perusahaan dan rumah barunya bersama Marvin dan juga Mif. tak lupa Zie mengajak Andre untuk ikut bersama mereka karena mulai hari ini Andre sudah tidak bekerja di restoran dan resmi menjadi sekertaris Kenzie. mereka pergi ke perusahaan dengan menggunakan dua mobil sport milik Zie dan Marvin dengan Andre sebagai supir Zie sedangkan Mif sebagai supir Marvin. mereka semua turun dari dalam mobil begitu sampai di sebuah gedung kokoh nan megah yang menjulang tinggi hingga 25 Lantai. Gedung itu sudah selesai di bangun dan siap di gunakan. bahkan security dan Cleaning service juga sudah aktif di pekerjakan untuk menjaga dan membersihkan gedung dari sisa sisa proses pembangunan.
"Wuaaah Zie...., Gedungnya sangat bagus..., " ucap Marvin jujur.
"Benar kah......, ini gue sendiri yang mau model seperti ini. tidak terlalu mewah tapi sangat elegan dan enak di lihat. gue juga membuat taman dengan pohon dan rerumputan hijau di selingi sedikit tanaman bunga untuk mempercantik warna saja di samping gedung." jawab Zie antusias.
ia cukup puas dengan hasil bangunan gedung yang sangat sesuai dengan kemauannya.
"Apa tamannya sudah jadi??, gue nggak sabar pengen liat temannya seperti apa." jawab Marvin senang.
"Sepertinya sudah...., nanti kita kesana, sekarang kita masuk dulu saja kedalam untuk melihat lihat. ayoo......" ajak Zie.
Mereka masuk melalui pintu utama yang dijaga oleh empat security yang berdiri di sisi kana dan kiri di dalam dan di luar gedung. ke empat security itu membungkukkan sedikit badannya memberi hormat kedatangan Kenzie, Marvin, Andre dan Mif setelah membuka lebar lebar pintu utama gedung. Security itu tau bahwa yang datang adalah orang penting karena sudah beberapa kali mereka melihat kedatangan Mif untuk mengecek proses pembangunan.
"permisi pak saya Mif asisten pribadi Nona Muda Kei pemilik perusahaan ini, yang berdiri di sebelahnya adalah Tuan Muda Ma kakaknya Nona Muda dan Yang di belakangnya adalah Nona Andre Sekertaris Nona Muda Kei. kami datang ingin melihat keseluruhan bangunan kantor ini bisa kalian antar kami untuk berkeliling??". ucap Mif dengan sopan lalu mengenalkan semuanya kepada security disana.
"Bisa Tuan..., kami akan mengantar Nona dan Tuan berkeliling untuk melihat lihat isi bangunan.mari silahkan......" jawab salah satu Security itu lalu mempersilahkan pemilik perusahaan tempat ia bekerja untuk mengikutinya berkeliling.
hanya satu security yang mengantar berkeliling sisanya masih tetap berjaga di depan pintu utama.
interior yang ada di dalam bangunan itu sungguh sangat mengagumkan. semua sudah tertata rapi, mewah dan elegan.
semua lampu, pendingin ruangan, komputer dan juga Lift sudah bisa beroprasi dengan baik. bangunan itu benar benar sudah siap seratus persen.
"Kerja bagus Mita......, sangat memuaskan." ucap Zie memuji kinerja Asisten pribadinya.
"Terimakasih Nona...., saya hanya menjalankan sesuai permintaan Nona." jawab Mif dengan rendah hati.
itulah salah satu sifat yang Zie suka dari Mif. selalu rendah hati...., meskipun Zie sering memuji terang terangan hasil kinerja Mif yanh selalu memiaskan tapi Mif tidak pernah besar kepala.
,____,____,_____,______,
Di tempat lain, Ken yang hari ini hanya memiliki sedikit pekerjaan pun berniat mendatangi Zio di perusahaan Pahlevi Group. Ken datang sendiri tanpa di dampingi Tanti selaku sekertarisnya karena ini bukan urusan pekerjaan.
"Apa kau sibuk??". ucap Ken begitu masuk kedalam ruangan Zio. di sana sudah ada Nico teman sekolah SMA nya dulu yang berangkat sebagai Asisten Pribadi Zio.
"Tidak......., Duduk lah Ken...." jawab Zio menutup berkas yang baru saja ia tandatangani.
"Hay Nic....apa kabar??". sapa Ken lalu bersalaman ala ala anak muda lalu duduk. di kursi single sebelah nic yang ada di sepan kursi kebesaran Zio.
"Baik Tentunya Ken......, "jawab Nico tersenyum tipis.
"Ada apa Ken...?, sepertinya hari ini kau terlihat lebih ceria dari biasanya."Tanya Zio penasaran.
"Tentu.... apa lo tau, semalam gue ketemu seseorang yang membaut gue sangat bahagia."ucap Ken tersenyum manis
"Benarkah??. apa dia kekasihmu?? sudah lama sekali kau tidak memiliki pacar sejak SMA dulu." ucap Zio menebak dan semakin di buat penasaran.
"ini lebih dari kekasih yo........" jawab Ken.
"ayolah......, kasih tau gue siapa yang lo temuin semalam.jangan bikin gue penasaran."tanya Zio yang sudah tidak sabar ingin tau. sedangkan Nico hanya diam memperhatikan keduanya berbicara.
"hahahaaa......, baiklah baiklah........ gue kasih tau...., semalam gue tidak sengaja ketemu Kenzie di kenangan resto. Kenzie kembali Yo......sahabat kita ada di kota ini lagi. ia baru sampai kemarin." ucap Ken tersenyum tampan.
Deg........
"Benarkah??. lalu bagaimana kabarnya?? gue memang memintanya untuk datang di hari pertuangan gue tapi kenapa dia tidak mengabariku kalau dia sudah kembali??apa dia pulang bersama Marvin??". sederet pertanyaan Zio lontatkan kepada Ken wajah yang terlihat bahagia.
"Kenzie siapa yang kalian bicarakan?? apakah Kenzie ala teman sekolah kita dulu??" tanya Nico ikut penasaran.
"bener banget Nic...., kabarnya sangat Baik....., Zie kita yang dulu tomboy sekarang berubah jadi sangat cantik dan Anggun. tapi sikapnya masih tetap asyik sama seperti dulu, mungkin dia ingin memberi kejutan kepada kita makanya tidak memberi tahu sama sekali tentang kepulangannya".jawab Ken bersemangat menceritakan tentang Zie. "Darimana kau tau Zie pulang bersama Marvin??".tanya ken
"gue hanya menebak saja."jawab Zio tersenyum kecut.
"(apa ini, kenapa gue ngerasa nggak suka denger Zie dekat dengan Marvin?? apa gue cemburu?? gue memang masih sayang sama Zie tapi gue lebih sayang Ceri dari pada Zie. nggak nggak.....gue harus buang jauh jauh rasa itu. sebentar lagi gue tunangan dengan ceri, hanya ceri yang gue cinta saat ini. gue sayang Zie hanya sebatas sahabat. iya bener...., gue sayang Zie hanya sebatas sahabat)". batin Zio meyakinkan dirinya sendiri.
sampai sekarang Zio memang tidak tau bahwa Marvin dan Zie adalah Kakak beradik. hanya Ken yang tau hubungan keduanya di tambah dev yang baru kemarin Zie beri tau.
"ya...mereka memang pulang bersama dan semalam gue juga liat Marvin disana duduk berama Kak Levin dan seseorang entah siapa. gue nggak sabar buat ketemu dia lagi yo....banyak hal yang ingin gue bagi dengan nya. gue rindu saat kita menghabiskan waktu bersama dulu."jawab Ken tersenyum bahagia.
"gue juga Ken......., gimana kalau kita makan siang di Kenangan resto siapa tau zie juga ada disana." ajak Zio.
"Gue ikut ya Bos...., gue kan juga penasaran pengen liat seperti apa Kenzie ala sekarang." ucap Nico....
"ok....., lo kan juga temennya Nic." jawab Zio.
"menurut gue, mending kita ke AK cafe deh...dari dulu kan Zie lebih suka nongkrong disana." usul Ken.
"Bener juga lo....., yuk cabut sekarang." ajak Zio
"eh....belom jam makan siang kali yo..." Protes Ken.
"Hey tuan Ken...,lo lupa gue bos nya disini ....,?? terserah gue lah mau ngapain, perusahaan gue ini." jawab Zio dengan tampang songongnya lalu berjalan keluar raungan di ikuti Nico di belakangnya.
" ya ya...... sultan mah bebas..." sahut Ken mengikuti zio keluar ruangan.
"iya lah...lo nggak ngaca?? lo sendiri dari tadi udah disini aja. nganggur ya...??". jawab zio tertawa. "perusahaan nggak ilang tuh di tinggal pergi dari tadi." ucap Zio nyindir.
Ken hanya terkekeh mendengar sindiran Zio. memang iya, dia malah sudah meninggalkan perusahaannya sedari tadi.
ken mengendarai mobilnya sendiri menuju AK cafe sedangkan Zio satu mobil dengan Nico menyusul ken yang sudah lebih dulu jalan didepan.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
* Nico