Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Jujur tapi bohong



Arion dan Zie masih berada di taman mini..., mereka menaiki sepedanya berkeliling Area taman yang sangat luas sekedar menikmati salah satu objek wisata yang cukup terkenal di kota itu.


"Arion....., gue laper nih. makan dulu yuk...." ajak Zie.


tadi pagi Zie sudah sarapan dua lapis roti tawar dengan selai coklat dan segelas susu hangat sama seperti Arion., sekarang waktu menunjukan jam delapan pagi tapi Zie sudah merasa lapar kembali karena energinya cukup terkuras banyak.


"Boleh...., mau makan apa?". tanya Arion.


mereka berdua mengayuh sepedanya keluar dari area taman mini.


"Gue lagi pengen makan makanan khas kota P." jawab Zie....


"Apa itu?? apakah itu enak??" tanya Arion ingin tau.


"Nasi megono anget, pake sambel dan tempe mendoan minumnya teh manis panas. gue udah pernah makan, dan menurut gue rasanya enak." jawab Zie.


"hm.....kalau gitu ayo kita makan itu saja, gue penasaran sama rasa makanan khas kita P itu." jawab Arion.


"Di sini susah nyari nasi megono tapi gue tau ko tempat penjualnya. masih agak jauh dari sini." ucap Zie.


"nggak papa...., ayo kita kesana sekarang." ajak Arion.


Keduanya mengayuh sepedanya dengan lebih semangat lagi agar cepat sampai ujuan. Kondisi jalan raya sudah semakin ramai karena hari semakin siang. matahari juga sudah mulai terasa panas tapi hal itu tidak masalah bagi mereka karena panasnya matahari pagi itu menyehatkan karena banyak mengandung Vitamin D. akhirnya mereka sampai di sebuah warung lesehan nasi megono, makanan khas kota P yang Zie maksud tadi.


Zie duduk bersilah diatas tikar berhadapan dengan Arion dengan sebuah meja yang menjadi penghalang di depan mereka. diatas meja sudah tersaji makanan yang di inginkan oleh Zie yaitu Nasi megono hangat yang di bungkus dengan daun pisang di lengkapi sambal dan juga tempe mendoan yang baru matang serta teh manis panas.


"Zie... apakah itu tidak papa??". tanya Arion bingung melihat Zie makan dengan menggunakan tangannya langsung setelah mencucinya dengan bersih.


"tidak papa Rion...., lo coba saja. ini terasa lebih nikmat dan sedap. tidak papa kan kalau gue manggil nama lo dengn sebutan Rion??". jawab Zie..., ia mulai memasukkan satu suap nasi kedalam mulutnya.


"nggak papa Zie..., kakak gue juga memanggil gue Rion." jawab Arion dengan senyum tangannya, ia lalu meniru gaya makan Zie setelah mencuci bersih tangannya juga.


"Bagaimana rasanya??".tanya Zie begitu Arion memasukkan satu suapan kedalam mulutnya.


"ini pertama kalinya gue makan makanan ini, rasanya tidak buruk." jawab Arion lalu memasukkan satu suap lagi kedalam mulutnya.


Zie hanya tersenyum menanggapi ucapan Arion, ia lalu memakan makanannya hingga habis tak tersisa.


"sepertinya lo sangat lapar ya?? " sindir Arion sambil melihat nasi di depan Zie yang hanya tersisa daun pisang pembungkus nasinya saja


"Heheee..... ini sangat nikmat dan sedap, gue suka." jawab Zie tersenyum malu.


"gue juga suka". jawab Arion sambil memasukkan suapan terakhir kedalam mulutnya.


Setelah mencuci tangan dan membayar makanan mereka, Zie dan Arion pun kembali mengayuh sepedanya untuk pulang.


"sekarang giliran lo cerita sama gue!!, gue juga tau kalau lo itu bukan orang sembarangan, karena orang suruhan gue mengalami kesulitan untuk mencari identitas lo. baru kali ini mereka mengalami kegagalan dalam misi yang gue kasi.". tanya Arion kepada Zie.


mereka mengayuh sepeda dengan santai sambil berbicara.


"oh.....jadi kemarin itu lo yang nyoba meretas dan membobol keamanan identitas pribadi gue? dasar penjahat.!!". ketus Zie tapi setelahnya ia tertawa karena sang penjahat telah mengakui kejahatannya sendiri.


"hahahaaa........ sorry, itu emang ulah gue. tapi makasih udah khawatir sama gue" jawab Zie mengakui.


"sekarang katakan, siapa lo sebenarnya? lo bahkan ahli dalam bidang IT...? lalu apa hubungan lo dengan Dev?". tanya Arion semakin penasaran.


"Dev....?? kok lo kenal sama Dev??". tanya Zie. sepertinya sudah menjadi kebiasaan Zie menjawab pertanyaan dengan pertanyaan juga.


"Gue liat lo sama Dev saat di Arena balap, gue juga liat lo balasan sama Dona." jawab Arion. "ayo sekarang lo jawab pertanyaan gue tadi." perintah Arion yang sepertinya sudah tidak sabaran. Arion yang irit bicara hari ini malah terlihat sangat cerewet.


"oh....begitu, jadi malam itu lo juga ada disana rupanya.."tanya Zie dan Arion mengangguk. "Dev adalah Manager gue dicafe." jawab Zie singkat.


"Manager lo?? jadi lo punya Cafe??". tanya Arion dan Zie mengangguk. "cafe apa?? terus kenapa lo kerja jadi Cleaning Servis kalau lo punya Cafe??".tanya Arion lagi.


"AK Cafe punya gue, sama seperti lo gue juga ingin mencari kebebasan dengan bekerja di tempat lain. anggap saja gue sedang mencari suasana baru dalam bekerja." jawab Zie jujur tapi bohong. Zie memang sedikit berbohong karena menurutnya, Arion belum saatnya mengetahui semua tentang dirinya yang sebenarnya. nanti akan ada saatnya semua orang tau siapa Kenzie


"apa?? AK Cafe punya lo?? itu kan Cafe paling terkenal dan diminati banyak pemuda pemudi?? tempatnya asyik, menu makanannya juga enak. gue udah pernah kesana dua kali.". ucap Arion sedikit kaget.


"Benarkah...., kapan kapan kasih tau gue kalau lo datang kesana lagi. biar gue tlaktir."ucap Zie tersenyum.


"boleh banget tuh...,bagaimana kalau nanti malam??". ucap Arion yang langsung bersemangat ia tidak akan menyia nyiakan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama Zie.


"ok....., nanti gue kenalin sama sahabat sahabat gue." ucap Zie yang teringat degan Ken yang ingin kenal dengan Arion.


"siap......" jawab Arion singkat.


Zie menambah kecepatan mengayuh sepeda hingga meluncur mendahului Arion. begitu juga dengan Arion yang menambah kecepatan mengayuhnya untuk mengejar Zie. Arion lebih dulu sampai di Apartemenya karena rumah Zie melewati Apartemen Arion tapi masih satu arah.


sebenarnya Arion ingin mengatar Zie sampai rumah tapi Zie menolaknya kembali dengan alasan nggak mau merepotkan Arion.


olah raga pagi hari ini cukup melelahkan tapi juga menyenangkan. apalagi bagi Arion, ini pengalaman pertamanya bersepeda keliling kota bersama cewek pula.


.


.


.


.


Bersambung....


.


.


.


.


.