Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Good Nigh



Malam minggu Arion hanya tiduran saja di apartemennya, ia tidak ada acara seperti biasanya. Arion menggulingkan badannya kesana kemari dan sesekali melihat Hp nya yang ia letakkan di tempat tidur juga.


sejak sore tadi Arion mengirim pesan singkat kepada Zie tapi sampai sekarang tidak ada satupun balasan pesan darinya yang membuta Arion sangat gelisah saat ini.


"kemana sih.....,!!". ucap Arion setelah membuka hp nya lagi. semua pesannya terkirim tapi ceklis double itu sedari tadi berwarna abu abu belum berubah menjadi warna biru.


Arion lalu bangkit dari tidurnya, ia berjalan kearah balkon apartemennya dan duduk di sana dengan Hp yang masih setia berada di genggaman tangannya.


"Gue coba telpon lagi aja deh". ucap Arion pada dirinya sendiri.


ia lalu melakukan panggilan ke nomer Zie yang entah sudah keberapa kali tapi hasilnya tetap nihil, tersambung tapi tidak diangkat yang mana membuat Arion semakin kesal. ingin rasanya ia membanting Hpnya sendiri yang tidak becus dalam menghubungi Zie.


Arion bangkit dari duduknya dan berjalan kearah dapur untuk membuat Coffe Chapucino kesukaannya. setelah selesai, Arion kembali lagi ke balkon sambil membawa secangkir kopi yang masih megepulkan asap putih di atasnya. jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam tapi belum ada tanda tanda pesan dari Zie.


"Gue itu kenapa sih sebenarnya.? kenapa gue uring uringan gini hanya karena pesan gue nggak di balas sama Zie.!! bisa aja kan Zie itu lagi sibuk, ini kan malam minggu bisa aja kan Zie lagi jalan sama............pacar". ucap Arion semakin lirih saat mengucapkan kata pacar.


Arion semakin gelisah memikirkan hal itu. Apa iya Zie punya pacar dan sekarang lagi jalan sama pacarnya.??. pikiran Arion semakin kemana mana memikirkan Zie dan hal itu semakin membuatnya kesal. Arion mengacak rambutnya sendiri dengan kasar. setelah menghabiskan kopinya, Arion meletakkan kembali cangkir kosongnya kedapur dan ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.


Arion naik keatas tempat tidurnya setelah berganti baju dengan kaos berwarna hitam tanpa lengan dengan celana trening tiga perempat. Arion duduk bersandar di atas ranjang dan mengecek sekali lagi Hpnya.


"Haaah....ngapain sih gue masih nungguin dia."ucap Arion menghela nafasnya panjang karena sampai sekarang belum ada balasan pesan dari zie sama sekali.


Baru saja Arion merebahkan tubuhnya di ranjang dan bersiap untuk tidur tiba tiba Hp nya berdering. dengan senang ia cepat cepat mengambil Hpnya dan membaca nama yang tertera di layar Hp. senyum yang tadi sempat mengembang langsung hilang begitu tau bahwa kakaknya yang menelpon. dengan malas Arion menerima panggilan itu


"Hallo kak......" jawab Arion


"Rion....!! Kapan kamu mau pulang?? kamu sudah terlalu lama bermain main di luar sana. Ingat Rion, kamu itu punya tanggung jawab sendiri!! jangan melimpahkan semuanya sama Kakak karena kakak juga memiliki tanggung jawab sendiri.!!". ucap tegas seorang laki laki di seberang telepon.


"Nanti kak...kalau sudah waktunya, Rion Pasti akan pulang dengan sendirinya." jawab Arion lalu langsung mematikan sambungan teleponnya.


Arion menghela nafasnya panjang. ini sudah kedua kalinya sang kakak memintanya untuk pulang. tapi Arion belum mau karena ia masih ingin menikmati kebebasannya. Hp Arion kembali berdering, tertera nama Kakaknya lagi di layar hpnya.


"Dimana sopan santunmu!!! kakak belum selesai bicara tapi kamu sudah menutup teleponnya.!!" Bentak suara tegas itu yang tidak lain adalah kakaknya Arion.


"Maaf kak...., kakak jangan khawatir. nanti kalau Rion sudah bosen Main, Rion pasti pulang kak, jangan paksa Rion. ya udah ya....., Rion ngantuk mau tidur dulu. kaka juga istirahat dan jaga kesehatan. bye kak......" ucap Arion langsung menutup teleponnya kembali. akan semakin panjang ceramah dari kakaknya jika Arion tidak cepat cepat menutup teleponnya.


Hp Arion berdering kembali ketika tangan Arion terulur untuk menyimpan Hp nya diatas nakas samping tempat tidur.


"Ada apa lagi sih......!!". ucap Arion kesal.


"Maaf Arion... gue ganggu ya?? Maaf banget ya......." terdengar suara seorang cewek di seberang sana.


Arion melihat kembali layar Hpnya untuk memastikan siapa yang menelponnya kali ini. tadi ia mengangkat telepon tanpa melihatnya terlebih dahulu karena ia pikir Kakaknya lagi yang menempolnya.


"Kenzie......, ini lo??". tanya Arion senang. rasa kantung yang tadi melanda sekarang hilang begitu saja.


"iya..., ini gue. kenapa?? gue ganggu lo ya?? ya udah deh...,gue tutup aja ya telponnya." ucap zie.


"Eh jangan!! jangan di tutup dulu Zie." pinta Arion dengan cepat. sudah sedari sore ia menunggu balasan pesan dari Zie, masa iya giliran yang di tunggu tunggu akhirnya menghubunginya mau di tutup gitu aja.


"Kenapa...?? tadi kaya nya suara lo kesel banget ngangkat telpon dari gue?". tanya Zie bingung.


"iya tadi ada orang iseng telponin gue mulu, aku pikir tadi yang telpon gue dia lagi makanya gue kesel."jelas Arion." eh...lo kemana aja sih.... dari sore pesan gue nggak lo baca. sibuk ya??".tanya Arion.


"oh gitu....., kirain gue ganggu lo. dari sore gue ada acara keluarga, ini aja baru pulang. hp gue silent terus aku masukin ke dalam tas jadi nggak tau kalau lo ngubungin gue. sorry ya......?".jawab Zie menjelaskan.


"iya nggak papa....., kalau boleh tau ada acara apa Zie??". tanya Arion Kepo.


"Acara Lamaran." jawab Zie singkat


"Acara lamaran?? ucap Arion seperti orang kaget.


"iya...., kenapa??" tanya Zie bingung.


"Lamaran??? jadi... jadi lo udah di lamar Zie??". tanya Arion lagi. tapi malah terdengar suara tawa dari seberang telepon.


" Astaga Arion.......bukan gue yang di lamar!!, tapi kakak gue ngelamar pacarnya. kan tadi gue bilang gue baru pulang karena acaranya di rumah cewek kakak gue! kalau gue yang di lamar baru acaranya di rumah gue. lagian siapa juga yang mau ngelamar gue?? pacar aja nggak punya!!" jawab Zie sambil tertawa terbahak ia tidak sadar bahwa ia sudah curcol dengan Arion.


"Benar kah?? gue pikir lo yang dilamar".tanya Arion memastikan ia senang bahkan sangat sangat sangat senang mendengar ucapan Zie barusan tapi Arion berusaha untuk tetap tenang menyembunyikan rasa senangnya.


"iya..... oh iya, besok pagi lo mau nggak ikut gue?". tanya Zie


"Mau kemana??". tanya Arion. sebenarnya ia ingin langsung berkata mau, tapi ia harus jaim dengan bertanya terlebih dahulu dan pura pura untuk mempertimbangkannya.


"main sepeda...., olah raga dengan menaiki sepeda keliling kota pasti seru.!!"jawab Zie.


"Hm...gimana ya?". tanya Arion pura pura berpikir padahal dalam hatinya sedang sangat senang karena bisa jalan bareng dengan Zie.


"kalau lo nggak bisa nggak papa ko, jangan di paksa. nanti gue bisa ajak Mif atau sahabat gue." ucap Zie


"Ok gue ikut....,"jawab Arion cepat, tentu saja ia tidak akan melewatkan kesempatan ini begitu saja. "mau jam berapa??". tanya Arion yang terus mengembangkan senyum tampannya. sayang Zie tidak bisa melihatnya.


"Jam eman pagi kita ketemu di taman dekat apartemen lo. jangan lupa pakai sepeda!!jangan pakai motor!!". ucap Zie mengingatkan.


"Ok siap....." jawab Arion.


"ya sudah kalau gitu, gue tutup dulu teleponnya ya...... good Night Arion sampai ketemu besok pagi." ucap Zie yang entah mengapa terdengar begitu sangat indah di telinga Arion.


"Good Night juga Zie...., semoga mimpi indah". ucap Arion dengan senyum yang semakin lebar.


keduanya lalu menutup sambungan teleponnya. Arion mendekap HPnya dengan erat didadanya dan memindah posisi tidurnya dengan terlentang. ia mengingat kembali ucapan Zie tadi dan senyum tampan Arion kembali terbit, ia merasa lega dan juga bahagia mendengar bahwa Zie belum memiliki pacar. Artinya Arion masih punya banyak kesempatan untuk mendekati Zie.


"yess....yess... yess.....!!" sorak senang Arion.


Arion senyum senyum sendiri sambil berguling kesana kemari dan sesekali memejamkan matanya lalu mengigit gigit ujung selimut. tersenyum kembali lalu menutup wajahnya dengan selimut, berguling lagi dan membuka selimutnya kembali hal seperti itu terjadi berulang ulang sebagai pelampiasan rasa bahagia yang tengah Arion rasakan hingga bantal pada jatuh berserakan di lantai. sungguh ini jauh dari tingkah laku Arion yang biasanya. jika saja Zie melihat tingkah Arion saat ini ia pasti akan tertawa tanpa mau henti.


.


.


.


.


Bersambung.......


.


.


.


.


Hallo Hay manteman......, aku up 2 kali untuk hari ini sesuai permintaan kalian.hihiii....... semoga suka ya.......


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUA......... 😘