
Setelah pulang dari rumah zie, zio langsung masuk kedalam kamarnya dan langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri..di rumahnya sangat sepi karena Papanya blum pulang dari kanor,sedangkan Mamanya Pergi keluar kota untuk mendampingi adik perempuannya mengikuti lomba balap sepeda. Kansa Pahlevi yang sering di panggil dengan sebutan sasa adalah adik perempuan satu satunya kenzio.sasa mempunyai hoby bersepeda sehingga membawanya untuk mengikuti berbagai lomba balap sepeda sesuai hoby nya.sudah banyak piala yang sasa peroleh atas kemenangannya mengikuti lomba balap sepeda.
Selesai mandi dan berpakaian, Zio langsung merebahkan dirinya di atas ranjang king size nya.hari ini ia merasa cukup lelah sehingga membuat zio langsung terlelap begitu bertemu bantal yang empuk dan nyaman.
zio terbangun ketika menjelang magrib.ia lalu mencari Hp nya yang tadi sempat ia letakan di atas meja.sedari pagi zio sama sekali tidak memegang hp bahannya sempat men silent hp nya agar tidak mengganggu proses pemakaman nenek bella.dan lihatlah sekarang,ternyata hp nya mati karena kehabisan batre.
setelah mencarger HP nya, Zio masuk kedalam kamar mandi lagi untuk mencuci wajahnya lalu turun kebawah untuk makan karena ia sudah merasa lapar.setelah ini zio akan menjemput Ken untuk pergi bersama kerumah Zie.
,____,____,____,____,____,
Begitu sampai di rumah zie, Marvin langsung menyanyakan keberadaan Zie kepada pembantu yang membukakan pintu rumah.
setelah tersadar dari pingsannya dan menghabiskan makan serta meminum obat, Zie kini merasa lebih baik.
meskipun masih merasa sedih tapi zie sudah bisa menerima dengan iklas atas kepergian neneknya.dan di sinilah zie sekarang, duduk di kursi taman belang di temani oleh Rizky, pak Hadi dan Mang Diman.
Rizky sudah meminta kepada ayahnya untuk memundurkan hari kepulangannya.
tadi pagi bagitu Rizky memberitahu tentang kematian nenek bella,Pak Hadi langsung meluncur ke kota J.sayangnya di perjalanan mobilnya mengalami mogok dan pecah ban secara bergantian sehingga sore tadi pak Hadi baru sampai di rumah zie.
"Assalamu'alaikum......."sapa Marvin ketika berada di taman belakang.
"Wa alaikum salam.....,"jawab semuanya secara bersamaan.mereka semua menengok kearah suara orang yang memberikan salam.
Marvin berjalan mendekat dan tersenyum lalu menyalami satu persatu orang yang ada di taman.
"maaf zie,gue baru datang sekarang.soalnya gue baru tau kabar soal nenek lo barusan.lo yang sabar ya....,gue turut berduka.semoga amal ibadah almarhumah di terima allah....."ucap Marvin dengan tulus.
"aamiin.....,".semua meng Aamiini do'a dari marvin secara bersama.
"makasih ya Vin......,lo udah mau datang kesini.ayo duduk......"ucap Kenzie lalu mempersilahkan Marvin duduk bergabung bersama mereka.
"Siapa neng?,beberapa hari disini saya sepertinya baru liat teman neng zie yang ini."tanya Rizky ingin tau.
"ah iya..... ini temen zie namanya Marvin."ucap Zie memperkenalkan mereka.
"Kenalin....,saya Rizky."ucap Rizky mengulurkan tangannya kearah Marvin.marvin menyambut tangan rizky sambil mengangguk dan tersenyum.
"Marvin."ucap Marvin.ia terlihat sangat sopan sekali,berbeda jika sedang berada di luar bersama geng nya.
Tak lama....,kenzo dan kenzio pun datang ke rumah Zie. sudah pasti mereka tak akan melewatkan acara penting sahabat baiknya.zio langsung melempar tatapan sengit melihat Marvin ada di rumah zie.berbeda dengan ken yang masih tetap tenang dan ikut duduk bergabung dengan yang lain setelah keduanya mengucapkan salam secara bersamaan.
"ngapain lo disini??".tanya Zio tak suka.
"gue."marvin menunjuk dirinya sendiri dan zio mengangguk."gue mau ikut tahlil disini lah."jawab Marvin santai.baru zio akan menjawab ucapan marvin tapi Ken lebih dulu berkata.
"Zio udah......,jangan di terusin.zie masih dalam suasana berduka jadi jangan membuat keributan.lagian lebih banyak yang ikut mendo'a kan almarhumah akan lebih baik."ucap Ken menengahi.ia tau ada rasa tak suka dari zio dengan adanya kehadiran marvin di rumah zie.
keduanya terdiam mendengar ucapan ken yang memang benar.zie sedang berduka, tak seharusnya mereka membuat keributan karena bukan itu tujuan keduanya berada disana sekarang.
tak lama pak ustad yang akan memimpin dahlil datang beserta para tetangga terdekat di rumah zie.
acara seperti ini akan berlangsung selama tujuh hari.
semua orang pamit untuk pulang kerumah masing masing ketika acara telah selesai.
tapi keluarga zie masih setia duduk bersama di sana bagitu juga Marvin.
zio lalu membuka hp nya yang memang seharian ini tak sempat ia buka.
alisnya mengeryit ketika ada nomer baru menghubunginya beberapa kali dalam waktu yang berbeda.
merasa penasaran, Zio pun menjauh dari yang lainnya untuk menelpon balik nomer baru tersebut.takutnya memang ada sesuatu yang sangat penting mengingat nomer itu terlihat menghubunginya berkali kali.
"Hallo tuan muda kenzio."ucap Orang di seberang telepon.zio sampai kaget mendengar sapa an itu.
"Hallo....ini siapa??ada apa menghubungi saya??"tanya Zio dengan nada datar.
"maaf mengganggu waktu anda Tuan Muda, saya Zaki asisten pribadi Tuan Prabu al azhar.saya ingin bertanya tentang teman anda yang bernama Nona Kenzie.bisa kah Tuan muda Zio membantu saya??"ucap orang itu memperkenalkan diri.asisten zaki langsung menyampaikan tujuannya menghibungi zio.zio membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dia dengar sekarang.
"Darimana Tuan mendapatkan nomer saya??lalu apa yang bisa saya bantu??"tanya zio.
"saya mendapat nomer anda dari ayah anda sendiri, Tuan Jaya."jawab Asisten zaki."bagini Tuan Muda, Tuan Prabu ingin bertemu dengan Nona Kenzie...bisa kah Tuan memberi alamat rumah dan nomer telepon Nona kenzie.?ini sangat penting tuan muda,tolong bantu saya."ucap asisten zaki.zio terdiam sesaat.
""(ternyata Tuan Prabu juga mencari keberadaan zie,mungkin ini saatnya Zie bertemu dengan papinya.)""pikir zio.
"Baik lah....saya akan kirim alamat dan nomer hp Kenzie kepada anda."jawab zio
"Terimakasih tuan muda"jawab asisten zaki.lalu telpon pun berakhir.
setelah mengirim pesan apa yang di minta oleh asisten zaki,zio kembali bergabung dengan yang lainnya.
tak lama Marvin pun pamit untuk pulang karena papinya berpesan agar segera pulang begitu acara selesai.ia kembali melajukan motor sportnya membelah keramaian jalan raya malam itu.setelah sampai di Apartemennya, Marvin di buang bingung karena papinya ternyata tidak ada di dalam.
"Tadi pesannya di suruh cepet pulang begitu acara selesai.tapi ternyata malah papi sendiri yang pergi entah kemana."ucap Marvin pada dirinya sendiri sambil terkekeh.
Marvin mengambil Hp nya yang ada di saku celana intuk memeriksa siapa tau papinya memberitahu kemana perginya.tapi ternyata tak ada pesan dari sang papi.Marvin lalu masuk kedalam kamarnya sendiri untuk beristirahat.
.
.
.
.
.
.