Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Main Barbie



Seharian ini Zie benar benar menghabiskan waktu hanya di rumah saja dengan bermain dengan si kecil Ara. Gadis kecil berusia tiga tahun itu sudah pintar berbicara dengan jelas. ia terus berceloteh dan bertanya tentang apa saja yang ingin ia ketahui kepada zie. ini adalah pertemuan mereka yang pertama tapi keduanya sudah terlihat sangat akrab, Ara bahkan terus menempel dan mengikuti kemanapun Zie pergi.


Zie tentu saja sangat senang bermain dengan Ara, ia sudah memiliki Kakak laki laki dan sekarang ia juga memiliki seorang adik kecil perempuan yang sangat lucu.


"Kak Zie Liat.....,". pekik Ara kegirangan sambil berlari menerobos masuk kedalam kamar Zie dengan membawa Boneka di tangannya. Ara Lalu naik keatas ranjang dan duduk di sebelah zie yang sedang berkutat dengan laptop di atas ranjang juga. "Lihat kak....,boneka barbie Ara cantik sekali ada musiknya juga. kata ibu, boneka ini di belikan Kak zie. makasih ya kak...., Ara sangat suka sekali." ucapnya panjang lebar tersenyum bahagia kearah Zie.



Zie yang sehabis makan siang langsung masuk ke kamar untuk mengecek kerjaannya hanya tersenyum melihat kedayangan gadis kecil itu. Zie lalu menyingkirkan laptop yang ada di hadapannya dan meletakannya di meja samping ranjangnya dengan kondisi tetap terbuka dan masih menyala. Zie lalu mengakat tubuh kecil Ara dan mendudukannya di atas pangkuan Zie.


"Benar kah kau menyukainya??" tanya Zie sambil mencium gemas pipi gembul Ara.


"iya Kak........Ara suka sekali....., makasih ya kak...." jawab Ara tersenyum senang.


"kalau begitu beri ciuman untuk Kakak." ucap Zie menundukkan kepalanya dan menunjukkan pipinya agar dicium gadis kecil itu. Ara dengan senang hati mencium pipi kiri zie.


"Nanti kalau Ara pengen Mainan baru, Ara bilang aja sama kakak ya??" ucap Zie lagi dan Ara mengangguk


" Apa kakak mau membelikannya untuk Ara??" tanya Ara wajah polosnya.


"Tentu saja........" jawab Zie


"asyyiiikkkkk.........., makasih ya kak." ucap Ara kegirangan lalu melingkarkan kedua tangan kecilnya keleher zie lalu mecium pipi zie kembali.


Zie tersenyum dan memeluk Ara dengan sayang....., ia sangat bahagia sekali karena bisa merasakan menjadi seorang kakak.


tanpa sepengetahuan keduanya ternyata Mbok Nah sudah berdiri di depan pintu kamar zie yang terbuka lebat, Mbok Nah tersenyum menyaksikan interaksi kedua gadis yang berbeda usia itu. ia bahagia karena zie sangat menyayangi putrinya.


"Sayang...., kau disini rupanya. padahal ibu sudah mencarimu kemana mana tapi tidak menemukanmu. " ucap Mbok Nah berjalan masuk kedalam kamar Zie dan mendekati keduanya.


Kenzie dan Ara menoleh kearah sumber suara lalu tersenyum melihat siapa yang barusan berbicara.


"Ara bobok siang dulu yuk......, Kak Zie sedang banyak kerjaan jadi Ara tidak boleh mengganggu Kak Zie." ucap Mbok Nah dengan lembut. ia melihat laptop Zie yang masih menyala di atas meja.


"Ara hanya mengucapkan terimakasih bu..., Ara tidak mengganggu Kak Zie kok....,iya kan Kak....??" jawab Ara.


"Benar sekali....."jawab Zie tersenyum.


"iya sayang....,ini sudah waktunya Ara buat bobok siang..., jadi Ara harus kembali ke kamar Ara." Ucap Mbok Nah lagi.


"Tapi Ara masih mau main sama ka Zie." jawab Ara dengan wajah cemberut.


"Ara....., Anak yang baik itu harus nurut sama apa kata orang tua. ok.....?? Nanti kalau Ara sudah bangun, kita akan bermain bersama lagi. bagaimana??" ucap Zie dengan lembut.


"Bener ya kak.....??".jawab Ara


"iya....,sekarang Ara bobok siang dulu ya..." Perintah Zie.


"Iya kak......, ibu....gendong Ara." ucap Ara yang merengek sambil merentangkan tangannya kepada ibunya.


Mbok Nah tersenyum lalu mengangkat tubuh kecil Ara dari pangkuan kenzie.


"Ara bobok dulu ya kak....." pamit Ara kepada zie.


"ok......" jawab Zie singkat.


Mbok Nah menggendong Ara dan membawanya keluar dari dalam kamar zie. tak lupa mbok Nah menutup kembali pintu kamar Zie. Wajah Zie berubah sendu kala mengingat masa kecilnya. ia tak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tua kandungannya. Tak mau berlarut dalam kesedihannya, Zie lalu mengambil laptopnya kembali dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


setelah selesai berkutat dengan laptopnya, ia pun keluar kamar untuk bersantai di taman belakang rumah dekat dengan kolam renang. tak lupa Zie mampir kedapur untuk membuat orange juice dingin untuk dirinya sendiri.


"waah.... udah pada disini aja...." ucap Zie yang melihat Marvin dan juga Mif yang sedang duduk bersama di taman.


"Cukup Mita....., kita ini sedang tidak bekerja dikantor jadi tidak perlu seformal itu."tegur Zie lalu duduk di dekat marvin.


"Maaf Nona.....," jawab Mif singkat.


"duduk...." perintah zie. mif pun menurut dan duduk di tempat semula.


"seger nih kayanya......" ucap Marvin yang langsung meminun juice milik zie tanpa permisi.


"ih itu.....punya gue........!! protes Zie tidak terima juice nya di minum Marvin.


"dikit doang....., pelit banget sih sama kakak sendiri. kalau nggak terima, bikin lagi sono.!! yang ini buat gue. " perintah Marvin se enaknya.


"Biar saya buatkan yang baru Nona...." ucap Mif langsung berdiri dari duduknya.


"Stop!!!" cegah Zie cepat. " mita duduk, biar gue bikin sendiri." ucap Zie lagi lalu pergi meninggalkan keduanya.


Zie tidak mau merepotkan mita hanya karena hal hal kecil. sudah banyak kerjaan dan tanggung jawab yang Zie berikan kepadanya jadi Zie ingin saat ini mita bisa bersantai sedikit menikmati waktu luang untuk dirinya sendiri sebelum nanti akan di sibukkan kembali dengan pekerjaan. Zie kembali ke taman belakang sambil membawa nampan berisi dua gelas orange juice beserta sepiring kue dan cemilan kering di dalam toples lalu meletakkannya di atas meja.


"Nah gitu dong....., jadi ada teman ngemil buat ngobrol." ucap Marvin langsung mengambil sepotong kue yang ada di piring.


"di minum ya mita.....," ucap Zie menodorkan satu gelas juice ke hadapi Mif.


"terimakasih Nona...., anda seharusnya tidak perlu repot repot." jawab Mif yang merasa tidak enak hati.


"jangan bersikap formal seperti itu jika kita sedang tidak bekerja. anggap saja aku ini temanmu.bisa.....??". protes Zie lagi.


"Maaf Nona....., saya tidak bisa. bagaimanapun juga anda adalah atasan saya. dan saya harus menghormati anda kapan saja dan dimana saja." jawab Mif tegas.


Zie hanya bisa menghela nafasnya. susah memang menggoyahkan pendirian mita tapi Zie bangga dengan itu semua.


"kakak.......," seru Ara yang datang bersama Mbok Nah.


sore ini Ara sudah mandi dan wangi dengan bedak bayi yang meriasi wajah lucunya secara tidak merata dan rambut yang di kuncir dua kanan dan kiri. ia langsung berlari kearah Zie yang sedang duduk bersama Marvin. dengan sigap Zie langsung mengangkat tubuh kecil Ara dan mendudukkannya dia atas pangkuan Zie.


"Ara wangi banget....udah mandi ya....??"tanya zie sambil menciumi gemas pipi gembul gadis kecil itu.


"udah dong kak.....,"jawab Ara sambil tersenyum lucu.


"Ara main sama Kak Marvin yuk......" ajak Marvin.


"ayuk....,kita main boneka aja ya kak?,ara punya banyak boneka barbie." jawab Ara dengan senangnya karena akan di temani bermain.


Marvin terdiam mendengar jawaban Ara. ia baru ingat kalu Ara adalah gadis kecil yang suka bermain boneka. tidak seperti dirinya waktu kecil yang lebih suka bermain bola, mobil mobilan, robot robotan dan perang perangan.


"(gue cowok tulen masa iya mainnya boneka barbie? apa kata dunia jika ada yang melihatnya. Astagaaaa.......)".batin marvin.


"Gimana kalau kita main bola saja??".tanya Marvin memberi usul.


"Tidak mau.....pokonya kita Main Barbie aja.ayo kak....kita keruang bermain Ara." ajak Ara lalu turun dari pangkuan zie dan menarik tangan Marvin untuk ikut dengannya pergi ke ruang bermain.


Mang Diman dan Mbok Nah memang membuat sebuah ruangan khusus untuk bermain Ara dengan design lucu khas anak anak. semua mainan Ara di letakkan di ruangan itu bahkan disana juga terdapat prosotan, ayunan dan juga kolam mini untuk mandi bola.


" Ara...... ini Kak Mif kenapa nggak di ajak juga??kasihan kan Kak mif nggak ada temannya."ucap Zie sambil menahan tawanya membayangkan dua cowok tampan bermain boneka barbie.


mendengar itu, Ara Lalu berbalik dan menarik tangan Mif juga agar ikut beain bersama mereka. Mif pasrah saja menuruti kemauan gadis kecil itu dari pada nanti menangis karena ia menolak kemauannya. setelah hampir 15 menit Zie ngobrol dengan Mbok Nah, keduanya lalu berjalan masuk kedalam ruang bermain untuk melihat Ara dan kedua kakak tampan yang sedang bermain bersamanya.


Zie tertawa ngakak melihat Marvin dan Mif bermain Barbie bersama Ara.


Marvin dan Mif bahkan membuat dua kuncir di atas kepalanya dan memakai bedak bayi diwajahnya agar sama dengan Ara. benar benar pemandangan yang sangat langka.