Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Kegelisahan Marvin



Zie berjalan bersama semuanya meninggalkan TPU.baru beberapa langkah berjalan zie merasa kepalanya berdenyut dan semuanya terasa berputar lalu menggelap.


"Zie........"ucap zio langsung menangkap tubuh zie yang tiba tiba tak sadarkan diri.Zio memang berjalan di belakang Zie sehingga dengan sigap langsung menangkap tubuh zie sebelum jatuh ketanah.


semuanya panik melihat Zie yang jatuh pingsan.Zio membawa Zie masuk kedalam mobil milik Dev di susul ken yang masuk dan duduk di depan bersama Dev dan mbok yang masuk dan duduk bersama zie dan zio.sedangkan sisanya ikut masuk kedalam mobil levin.


beruntung tadi Dev dan Levin membawa mobil jadi mereka semua masuk kedalam mobil dev dan Levin untuk pulang ke kediaman Zie.


tak lama mobil merekapun sampai di rumah Zie. ,Zio kembali membopong Zie yang masih pingsan dan membawanya masuk ke dalam Rumah.


"lagsung bawa ke kamar zie saja." Perintah mang Diman.tak lupa mang Diman juga menelpon dokter agar segera datang kerumah untuk memeriksa zie.


Zio membawa zie naik kelantai dua dimana kamar Zie berada.Zio masuk keadaan kamar zie setelah Mang Diman membantu membukakan pintu kamarnya, secara perlahan Zio merebahkan tubuh zie dengan hati hati lalu menyelimutinya.


tak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa Zie.


"Bagaimana kondisi Zie dokter??"tanya Zio khawatir.


"Nona Zie tidak apa apa....,dia hanya kelelahan dan belum makan sehingga bisa pingsan seperti ini."jawab dokter itu sambil merapikan alat medisnya.


Zio baru ingat tadi pagi zie hanya sarapan beberapa sendok saja sebelum nenek bella sadar dan zie menolak untuk makan siang hingga sekarang zie belum makan dan minum sedikitpun.


"Biarkan Nona zie beristirahat, nanti setelah bangun beri dia makan sebelum minum obat."ucap dokter itu lagi.setelah memberikan resep obat dan Vitamin untuk zie, dokter itu pun pamit undur diri.


semua yang menunggu di ruang tamu akhirnya pamit untuk pulang kerumah masing masing setelah mengetahui zie baik baik saja.begitu juga Ken dan Zie, mereka pamit pulang terlebih dulu tatapi nanti malam akan datang kembali untuk ikut acara tahlil dan do'a bersama.


,_____,______,_______,


Di sebuah apartemen yang elit, Marvin sedang duduk bersama orang tuanya di ruang tamu.Papi nya tiba tiba datang berkunjung tanpa memberitahunya terlebih dahulu.beruntung hari ini ia berada didalam apartemennya.


"Marvin....,Papi sudah jauh jauh hari memberitahumu bahwa papi sudah mempersiapkan jodoh untukmu.jika papi belum menemukan orang yang akan papi jodohkan kepadamu hingga kamu berusia 25 tahun baru Papi akan membiarkan kamu memilih jodohmu sendiri.apa kamu masih ingat???".tanya Papi Marvin.


"ingat Pi....."jawab Marvin dengan sopan.


"bagus......sepertinya dalam waktu dekat ini Papi akan menemukannya.jadi Papi harap kamu tidak mengecewakan Papi.jika tiba saatnya nanti, papi harap kamu siap meninggalkan pacar kamu dan mulai untuk mendekatinya."uca Papi Marvin.


"Iya pi..... Marvin tidak akan pernah mengecewakan Papi dan akan selalu mematuhi perintah Papi."jawab Marvin yakin.


Demi papinya, Marvin akan melakukan apa saja asalkan membuat Papinya bahagia.ia sangat menyayangi Papinya karena hanya Papinya lah satu satunya orang tua yang Marvin miliki saat ini.Marvin tau Papinya melakukan ini semua demi ke baikannya sendiri. meskipun Papinya selalu bersikap tegas, tapi Papi sangat perhatian dan sangat menyayanginya.


"Papi pegang ucapan kamu."ucap Papi Marvin."Lalu bagaimana dengan sekolah kamu??bukankah kamu sudah ujian akhir sekolah??apa sudah ada pengumuman kelulusan??"tanya Papi Marvin.


"ya Pi.....,tapi pengumuman belum keluar,mungkin minggu depan."jawab Marvin tersenyum tipis.


"Hm.....siapkan dirimu.begitu ijazah keluar, Papi akan langsung mengirimu belajar managemen bisnis di luar negeri.Papi harap kamu tidak keberatan dengan keputusan Papi karena nantinya kamu yang akan membantu Papi mengelola perusahaan."jelas Papi Marvin.


"Siap Pi........, Papi tenang saja. Papi bisa mengandalkan Marvin. jadi Papi tidak perlu khawatir."jawab Marvin membanggakan diri.


Memang Marvin selama ini tidak pernah mengecewakan Papinya.ia selalu Patuh dengan apa yang Papinya perintahkan. meskipun sifat Marvin dan Papinya bertolak belakang tapi selama ini mereka tidak pernah berselisih sama sekali.mereka justru saling melengkapi satu sama lain.


setelah tifak ada lagi pembahasan dengan Papinya...,Marvin pun masuk ke dalam kamarnya.ia merebahkan dirinya di atas ranjang king size miliknya.


Marvin lalu bangun dari posisi rebahannya,dan mangembil Hp nya yang ada diatas meja.ia duduk di sofa lalu mengetik sesuatu di sana.ia menanyakan kabar melalui pesan singkat yang ia kirimkan ke pada zie.


dahinya sedikit mengeryit ketika melihat pesannya hanya ceklis satu.itu tandanya Hp zie sedang tidak aktif.


Marvin meletakkan kembali Hpnya di atas meja yang ada hadapannya.


Marvin duduk bersandar di di sofa, pikirannya kembali melayang memikirkan tentang zie hingga ia dikagetkan dengan suara Hpnya sendiri.Marvin menraih Hpnya kembali dan melihat dilayar hp nya ada sebuah panggillan masuk dari cerry.


"Hallo......Assalamualaikum......"ucap Marvin ketika menerima telepon dari dari Cerry.


"wa alaikum salam sayang......,"jawab cerry dengan suara lembutnya."kamu lagi ngapain??"tanya cerry.


"Aku lagi di kamar aja nih.kamu sendiri lagi ngapain.??"tanya Marvin balik.


"aku baru pulang dari rumah kenzie.tadi aku diajak kakak aku kesana.kasihan tau dia....,Neneknya tadi pagi meninggal.dia sangat sedih gitu, tadi aja sampai pingsan saat mau pulang dari pemakaman."ucap Cerry menceritakan tentang zie.Marvin terdiam mendengar kabar dari cerry bahwa nenek zie meninggal.


"Hallo......,"ucap Cerita karena tak ada jawaban dari Marvin."Hallo Marvin.....,kamu dengar aku kan??".ucap Cerry lagi yang bingung karena marvin diam saja.


"ah...iya....aku denger.emmm......cer...,perut aku sakit.mau ke toilet dulu.telponnya udah dulu ya....byeee........"jawab Marvin langsung mematikan sambungan teleponnya.terjawah sudah semua kegelisahan yang Marvin rasakan sedari tadi.pantas Marvin seharian ini terus kepikiran zie.ternyata ia sedang terkena musibah.


"(ya allah......neneknya Zie meninggal.Pantas Hp nya tidak aktif.kasihan zie.....,pasti dia sedih banget sekarang.gue harus kesana.)".ucap Marvin dalam hati.


marvin langsung masuk keadaan kamar mandi untuk membersihkan diri.


setelah selesai, ia langsung bersiap memakai celana jeans hitam dan kaos putih lengan panjang,sepati berwarna putih tak lupa pula mambawa peci yang di selipkan di dalam jaket yang ia kenakan.


ia berniat akan ikut tahlil dan berdoa'a bersama nanti dirumah zie.


"Pi......., Marvin ijin pergi dulu ya mau kerumah temen.dia lagi kena musibah, neneknya meninggal.sekalian Nanti mau ikut tahlil juga"Pamit Marvin kepada Papinya.


"ya....sudah.kamu hati hati dijalan.salam buat temen kamu,Papi turut berduka.tapi ingat...setelah acara selesai,kamu langsung pulang."Perintah Papi Marvin.


"Siap Pi....,ya udah.Marvin jalan dulu ya."Marvin pun meraih dan mencium punggung tangan Papinya sebelum pergi keluar dari apartemennya.


Papi Marvin sangat bangga dengan putranya.meskipun terkesan anak yang bandel diluar sana tetapi marvin sebenarnya anak yang sangat baik,cerdas dan sangat menghormati orang tua.bahkan tak pernah sedikitpun marvin membantah kata kata Papinya.


.


.


.


.


.


Bersambung.....