
Setelah membagi kan oleh oleh yang di berikan oleh Zie, Dev pun mengenalkan kepada semua karyawan bahwa Zie adalah pemilik Cafe ini karena banyak karyawan baru yang tidak mengenali zie. ia tidak mau terjadi kesalahan antara karyawan dengan pemilik cafe nantinya.
"kak....gue cabut dulu ya....?."pamit Zie kepada Dev setelah sesi pengenalan ulang dengan karyawannya.
"masih sore kali..., buru buru amat mau kemana sih??".tanya Dev.
"mau ke resto......., gue kan mau bikin kejutan juga sama kak Levin."jawab Zie.
"padahal gue masih mau ngobrol banyak tau."ucap Dev.
"tenang aja kak....,waktu gue masih banyak buat datang ke cafe lagi karena gue udah pindah dan tinggal lagi di kota ini." jawab Zie tersenyum ceria.
"Seriusan lo....!?!"tanya Dev tak percaya.
""Serius gue...,ya udah ya.....,gue cabut dulu. takut kemalaman nanti.bye kak......."jawab Zie lalu pergi di ikuti Marvin dan juga mif.
ketiganya masuk kedalam mobil masing masing dan langsung tancap gas menuju kenangan Resto.
begitu sampai, ketiganya turun dari dalam mobil dan masuk kedalam resto. kali ini Marvin yang lebih dulu masuk kedalam resto sedangkan Mif membantu Zie mengambil oleh oleh yang ada di bagasi mobil yang di naiki Marvin tadi.
"Marvin..., kau disini..? apa kabar?? kapan kau pulang?".tanya Levin yang kebetulan ada di sana ketika Marvin masuk kedalam restoran. Levin lalu berjabat tangan dengan Marvin, Levin tau bahwa Marvin melanjutkan pendidikannya keluar negeri. Cerri memang sudah menceritakan semuanya kepada Levin sebelumnya.
"iya bang...., kabar saya baik..., saya baru pulang tadi pagi. bang levin sendiri apa kabar??" tanya Marvin balik.
"gue juga baik. oiya.. .., cerri sebentar lagi mau tunangan dengan Zio, apa kau sudah tau??". Levin memberi tahu Marvin tentang adik iparnya yang tidak lain adalah mantan kekasih Marvin.
"iya bang saya tau." jawab Marvin singkat.
"(dan itu sangat menyakitkan bagi gue dan juga kenzie)".ucap Marvin dalam hati.
"Permisi....tolong jangan menghalangi jalan.!!! kalau mau mengobrol carilah tempat duduk yang nyaman menurut kalian.". ucap gadis cantik dengan Rambut hitam panjang di gerai serta poni yang menutup dahinya. entah sejak kapan gadis itu berdiri dibelakang Marvin.
Levin dan Marvin menoleh kearah sumber suara dan betapa terkejutnya levin melihat siapa gadis yang berdiri di belakang Marvin.
"Zie........" ucap Levin membulatkan matanya. "lo kenzie kan??". tanya Levin setengah tak percaya melihat kedatangan Zie.
"Kejutaaaaann. ........." ucap Zie tersenyum manis.
tanpa bertanya lagi levin dengan reflek menyingkirkan Marvin yang ada depannya dan langsung memeluk Zie.
"Ya ampun pak manager......segitu rindunya ya lo sama gue.?? gue sampe susah nafas woy........" ucap Zie yang masih berada di dalam pelukan Levin yang sangat erat.
Levin tersenyum dan langsung melepas pelukannya begitu mendengar kenzie susah nafas.
"hehee.....sorry...,gue terlalu bahagia melihat lo ada di depan mata. tapi ini beneran lo kan zie?? gue lagi nggak mimpi kan??" ucap Levin masih tak percaya.
"hahaa....lo nggak mimpi kak...., mungkin abis ketemu gue lo baru akan mimpi indah nanti." jawab Zie dengan candaannya.
"Hahaaa........bisa jadi. tapi lo kapan pulang zie?? kenapa nggak ngabarin gue?? ya ampun...gue seneng banget bisa ketemu lo lagi." ucap Levin sambil ngacak ngacak poni zie gemas.
"lo nggak kira kira ya kak.....?? masa iya lo biarin gue berdiri terus disini.?? ajak gue duduk kek..., bikinin minum kek...., lo nggak lupa kan kalau gue bos lo hah....??" ucap Zie dengan tersenyum manis.
"Astaga.....,gue sampai lupa."jawab Levin sambil menepuk jidat kenzie."sorry ya...., yuk duduk.....".ucap levin lalu menggandeng zie ketempat duduk yang biasa zie gunakan ketika ia datang bersama sahabatnya ken dan Zio. tentu saja Mif mengekori kemanapun Nona nya pergi.
"kak Levin ih....., orang mah lupa itu nepuk jidatnya sendiri bukannya malah nepuk jidat orang yang ingetin.." gerutu Zie kesal sambil mengerucutkan bibirnya dan mengembungkan kedua pipinya. Levin terkekeh melihat wajah lucu zie saat sedang kesal.
"heheheee........ adek gue tambah cantik, tambah lucu juga sih....." ucap Levin sambil necubit pipi Zie dengan gemas.
merasa sangat bahagia melihat kedatangan Kenzie, Levin sampai melupakan keberadaan Marvin yang saat itu sedang berbicara dengannya.
setelah duduk bersama kenzie, Levin mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Marvin yang tiba tiba menghilang dari hadapannya. ia tersenyum tipis melihat Marvin datang dari arah toilet dan berjalan menuju mejanya dan duduk bergabung bersama Levin dan Kenzie.
"Sorry Vin...., terlalu seneng liat Zie, gue jadi lupain lo tadi." ucap Levin merasa tak enak hati.
"Santai aja bang......."jawab Levin.
mereka semua hanya memesan minuman sesuai dengan keinginan masing masing.
"ko cuma mesen minum doang?? nggak pada pesan makanan ??". Tanya Levin.
"Masih kenyang Bang...." jawab Marvin.
"wah....makasih bos....."jawab Levin sambil menerima dua paperbag tadi. zie hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"oiya kak Levin...kenalin ini Mif Asisten gue." zie mengenalkan keduanya.
"oh.....Asisten?? kirain cowok lo Zie." goda Levin sambil tersenyum. Mif dan Levin lalu berjabat tangan dan menyebutkan nama masing masing.
mereka terus mengobrol dan bersanda gurau bersama hingga pandangan Zie fokus pada seseorang yang baru saja masuk kedalam restoran itu.
"Kenzo......" lirih Zie sambil tersenyum tipis.
Levin, Marvin dan juga Mif menoleh mengikuti arah pandangan mata Kenzie yang sedang melihat Kenzo yang berjalan masuk bersama seorang hadis cantik di belakangnya.
"Gue samperin dia dulu ya...." pamit zie beranjak dari duduknya setelah melihat Ken yang sudah duduk bersama seorang gadis cantik.
Zie berjalan mendekati Ken dan mengambil alih buku menu yang dibawa pelayan yang akan menghampiri Ken.
semua pelayan di resto itu tidak ada yang baru selama kepergian kenzie jadi tidak perlu memperkenalkan ulang kehadiran zie disana seperti di cafe tadi.
"Silahkan Tuan dan Nona......., mau pesan apa......??". tanya Zie sambil menyodorkan buku menu kearah Ken. Zie tersenyum kearah gadis yang duduk di hadapan Zio yang memandang Zie dengan keheranan karena di dekat Ken ada dua pelayan, satu menggunakan baju seragam pelayan resto yang satunya lagi memakai baju biasa. sedangkan Ken tidak menoleh kearah pelayanan sama sekali ia langsung fokus dengan buku menu yang Zie sodorkan.
"Kau mau pesan apa??". tanya Ken kepada gadis itu.
"samain saja...." jawab gadis itu tersenyum manis.
Ken lalu menyebutkan nama menu yang ia pesan beserta minumnya. setelah selesai, ia menutup dan menyerahkan buku menu kembali kepada pelayan yang sedang berdiri di sampingnya tanpa menoleh.
"Mohon di tunggu sebentar pesanannya ya Tuan Kenzo Malik Abraham."ucap Zie lalu berbalik badan. Ken mengeryitkan alisnya ketika pelayan itu menyebutkan namanya dengan lengkap.
"(darimana pelayan itu tau nama lengkap gue)".tanya Ken dalam hati.
"Tunggu sebentar.......!!" Ken menoleh dan langsung mencegah pelayan itu sebelum melangkah pergi menjauh. Zie berhenti tanpa membalikkan badannya. "Siapa anda...?". tanya Ken penasaran karena pelayan tadi tidak memakai baju seragam restoran. bahkan rambut panjangnya tergerai begitu saja.
"Surpriseeee.........." seru Zie membalikkan badannya sambil tersenyum manis ketawa Ken.
Kenzo benar benar sangat kaget melihat gadis cantik yang ada di hadapannya sekarang yang tak lain adalah sahabat baiknya sendiri. Kenzo tertegun, syok dan tak percaya dengan apa yang ia lihatnya saat ini. Zie tertawa melihat Kenzo dengan tampang bodohnya itu.
"Apakah begitu mengejutkan??".tanya Zie yang masih tersenyum cantik di tempat berdirinya.
tanpa berkata apapun Ken langsung beranjak dari duduknya dan memeluk Zie dengan erat. menumpahkan segala rindunya yang tertahan selama empat tahun lebih dengan sebuah pelukan hangat.
"Kenzie gue kangen......., sangat sangat kangen sama lo." ucap Ken mengeratkan pelukakannya sambil memejamkan mata.
"Gue juga kangen banget sama lo Ken.". ucap Zie tak kalah erat memeluk Ken dengan mata berkaca kaca.
mereka tak peduli ada banyak pasang mata pengunjung restoran yang memandang kearah mereka.
"(Apa dia pacarnya tuan Ken?? ko gue baru liat ya?? pantas Tuan Ken selalu cuek dengan semua wanita yang mendekatinya, ternyata pacar Tuan Ken sangat cantik)". batin gadis yang datang bersama ken.
Setelah cukup lama, Ken dan Zie lalu melepas pelukan mereka. Ken menghapus air mata Zie yang sempat menetes membasahi kedua pipinya. keduanya lalu tersenyum bahagia karena bisa bertemu kembali setelah beberapa tahun berpisah.
.
.
.
.
.
bersambung......
.
.
.