Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Kucing kecil



Malam harinya, Zie pergi ke AK Cafe setelah makan malam bersama keluarganya. ia pergi sendiri dengan menggunakan mobil sport berwarna hitam.


sebenarnya tadi Marvin ingin ikut dengannya tapi Zie tidak mengijinkannya, Zie malah menyuruh Marvin dirumah saja untuk menemani Papinya.


"Bang....tolong parkirin ya...." perintah Zie kepada Bang jek sambil memberikan kunci mobilnya.


ia baru saja turun dari dalam mobilnya begitu sampai di depan AK Cafe.


"Siap Non......" jawab Bang jek dengan semangat sambil menerima kunci mobil milik Bosnya.


Jek sangat mengagumi mobil sport mewah milik Nona bosnya yang sangat keren, seumur hiduppun jek pasti tidak akan pernah bisa membeli mobil seperti itu. bersyukur Jek menjadi anak buahnya Nona Zie, meskipun tidak mampu beli setidaknya Jek bisa merasakan menaiki mobil mewah dan keren milik Nona Bosnya walaupun cuma memarkirkannya saja.


Zie masuk kedalam AK Cafe dan langsung menuju tangga untuk naik kelantai dua. baru dua anak tangga yang sudah ia naik, terdengar seseorang memanggil namanya.


"Kenzie......." seru orang itu menghentikan langkah kaki Zie.


"Rion...., lo udah disini?? sama siapa??" tanya Zie dengan senyum manis yang terukir di sudut bibirnya.


"iya..., gue sendiri, sekalian makan malam." jawab Arion tersenyum tampan.


"oh...., gue keatas dulu ya, ada sedikit kerjaan yang harus gue selesaiin." ucap Zie.


"gue boleh ikut keatas nggak?? gue risih dari tadi jadi pusat perhatian." keluh Arion. kalau bukan karena ingin bertemu dengan Zie, Arion juga malas kalau harus duduk diam sendirian di dalam cafe.


Zie mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan. benar apa yang di katakan Arion, saat ini pengunjung yang ada di dalam cafe cukup ramai dan kebanyakan dari mereka terutama cewek terus memandang kearah Arion.Memang ketampanan yang dimiliki Arion mampu mencuri perhatian dimanapun berada.


"Ya udah yuk......, di atas ada sofa di depan ruangan gue. lo bisa nunggu disana." ajak Zie memperbolehkan Arion naik ke lantai atas..


Arion dan Zie menaiki anak tangga menuju ruang pribadi Zie.


"Zie..., baru sampai?", tanya Dev yang baru saja keluar dari dalam ruangannya sendiri.


" iya kak.., mana laporannya." tanya Zie.


Dev langsung menyerahkan berkas yang ia pegang yang tidak lain adalah laporan yang diminta oleh Zie.


"Lo ikut gue kedalam dulu kak...," perintah Zie kepada Dev. "Rion, gue tinggal dulu ya. lo tunggu disini nggak papa kan??". ucap Zie kepada Arion.


"hmmm......" gumam Arion sambil mengangguk kepalanya.


Zie masuk kedalam ruangannya di ikuti Dev yang berjalan di belakang mengikuti Zie. sedangkan Arion, ia tidak jadi duduk di sofa yang ada di depan ruangan Zie. ia lebih tertarik pergi kearah balkon yang ada di lantai itu dan duduk disana.


"enak juga disini. lebih damai dan yang pasti lebih nyaman karena terhindar dari mata para pengagum gue.." gumam Arion percaya diri sambil memejamkan matanya menikmati hembusan angin malam yang menerpa wajah tampannya.


Di dalam ruangan, Zie dan Dev sedang membahas laporan yang sudah Dev buat. tidak ada kesalahan dalam laporan itu, seperti biasa Dev memang sangat bisa di andalkan. Zie sangat beruntung memiliki orang orang yang dapat di percaya seperti Dev, Levin, Mita dan Juga Andre.


"Zie.... temen lo yang satu itu orangnya datar banget ya??. ucap Dev kepada Zie.


Zie sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat karena ada Dev yang selalu membantunya.


"Yee.....ngatain orang lain datar tapi sendirinya juga sama.!!" sahut Zie terkekeh.


bisa bisanya meneger bermuka datar ini memberi penilaian kepada orang lain tanpa melihat dirinya sendiri.


"Memangnya gue sama kaya gitu juga ya Zie??". tanya Dev. Ia tidak menyadari bahwa sikapnya sebelas dua belas dengan Arion.


"iya....., makannya gue bisa berteman dengan Arion karena gue sudah terbiasa dengan sikap Kak Dev yang juga sama seperti dia. Datar dan irit bicara.." jawab Zie


"masa sih......?? ah tapi tetep gue lebih Cool dari dia dong pastinya.". ucap Deb dengan tingkat percaya dirinya yang naik tiga level.


"Dih...., percaya diri sekali anda??". sahut Zie tertawa " serah lo lah kak, mau ganteng mau cool tapi tetep aja jomblo." ejek Zie yang langsung bangkit dari kursi kebesarannya.


"hahahaaa..... sama kaya bosnya." jawab Dev tertawa.


"iya tau....."ucap Zie berjalan kearah pintu.


"Nah,, lo mau kemana....?"tanya Dev yang juga ikut berjalan menyusul Zie.


"Mau nyamperin cowok datar kembaran lo kak."jawab Zie ngasal. tapi memang benar Zie mau nyamperin Arion yang tadi ia tinggal sendirian.


Zie berjalan keluar ruangan tapi ia tidak menemukan keberadaan Arion di sofa yang ada di depan ruang pribadinya. Zie baru akan melangkah untuk menuruni anak tangga tapi ia urungkan karena mendengar sayup sayup suara seseorang yang sedang bernyanyi. Zie menajamkan pendengarannya dan berjalan mengikuti kemana arah sumber suara itu dan ternyata suara itu berasal dari suara Arion yang sedang bernyanyi dengan di iringi petikkan gitar.


"Aku merindu, ku yakin kau tau


Tanpa batas waktu, ku terpaku


Aku meminta walau tanpa kata


Cinta berupaya


Engkau jauh di mata tapi dekat di doa


Aku merindukanmu " sepenggal lagu yang di nyanyikan oleh Arion saat ini.


"prokk... prok.. .prok..." Zie bertepuk tangan ketika Arion menghentikan nyanyiannya padahal belum selesai sampai akhir.


Arion menoleh dan tersenyum tampan melihat keberadaan Zie yang ternyata sedang berdiri bersandar di pinggiran pintu.


"Sejak kapan lo ada di situ Zie..." tanya Arion lalu meletakkan gitar yang ia mainkan tadi.


"loh...,ko nyanyinya udahan sih. lagi dong....., suara lo bagus banget tau....., lo lagi merindukan seseorang ya??" tanya Zie, seperti biasa Zie menjawab sebuah pertanyaan dengan pertanyaan juga. ia berjalan mendekat kearah Arion lalu duduk di kursi yang ada di sebelah Arion.


Zie tidak menyangka cowok datar seperti Arion bisa bernyanyi sebagus itu. suaranya juga merdu sangat enak di dengar.


"Apa sih Zie..., gue nggak bisa nyanyi.., tadi itu gue cuma iseng aja dari pada gabut. gue nanyi lagu itu bukan karena lagi rindu seseorang tapi gue sering banget denger lagu itu di salah satu sinetron yang di gemari banyak orang terutama para ibu ibu." jawab Arion panjang lebar.


"hahahaaa.....apa?? sinetron?? seorang Arion ternyata suka nonton Sinetron yang banyak di gemari ibu ibu. hahahaaaa....... selera lo boleh juga Rion" Zie tertawa terbahak bahak mendengar jawaban dari Arion. bisa bisanya cowok ganteng, datar, dingin, irit bicara seperti Arion tapi ternyata suka nonton sinetron.


Arion yang melihat Zie tertawa lepas seperti itu pun juga ikut tersenyum. baru kali ini Arion melihat Zie tertawa bahagia seperti ini. sebenarnya Arion tidak pernah menonton sinetron itu, hanya saja ia suka mendengarkan lagunya karena menurut Arion memang lagunya bagus.


"puas lo nertawain gue......" ucap Arion pura pura kesal.


"iya iya sorry gue nggak maksud. maaf ya Rion, lagian lo ada ada aja sih. apa kata dunia jika mereka tau kalau seorang Arion, oppa oppa korea ternyata sukanya nonton sinetron." ucapan Zie berusaha menghentikan tawanya.


"gue itu cuma suka lagunya ya...., bukan sinetronnya." ucap Arion membela diri.


Arion memanyun kan bibirnya masih dalam mode kesal kepada Zie karena tidak berhenti menertawakannya. percayalah gaya Arion yang seperti itu sungguh sangat menggemaskan. ingin rasanya Zie mencubit kedua pipi Arion saat ini juga.


"Rumah tangga?? pacar aja nggak punya gimana mau membangun rumah tangga??,"gumam Arion lirih sampai Zie pun tidak mendengarnya. "Zie...., besok lo masuk kerja nggak??". tanya Arion mengalih kan pembicaraan.


"masuk dong......, masa iya bolos terus. bisa di pecat gue nanti." jawab Zie setelah berhasil mengendalikan tertawanya.


"Bagus deh kalau gitu....". ucap Arion.


"Bagus kenapa??" tanya Zie.


"ya bagus....jadi gue ada temennya kerja."jawab Arion.


Zie dan Arion pun terlibat dalam pembicaraan ringan, sesekali keduanya bercanda dan tertawa bersama hingga tidak terasa hari sudah semakin malam. mereka akhirnya memutuskan untuk pulang.


"gue anter lo ya Zie...,"tawar Arion, mereka berdua tengah berjalan bersama keluar cafe.


"nggak usah..., gue bawa mobil ko." jawab Zie yang lagi lagi menolak tawaran Arion untuk mengantarnya pulang. Arion mengangguk mengerti, ia tidak mau memaksakan keinginannya untuk mengantar Zie pulang.


begitu Zie dan Arion berdiri diluar cafe...., sebuah mobil sport mewah datang dan berhenti di dapan mereka. sangboengendara keluar sambil menyodorkan kunci mobil itu kepada Zie.


"silahkan kuncinya Nona Bos....." ucap Bang jek kepada Zie.


"makasih Bang...." jawab Zie setelah menerima kunci dari Bang Jek


"loh...,itu bukannya preman yang ada di arena balap ya? kok mereka bisa ada disini?". tanya Arion.


"iya.., mereka semua kerja disini." jawab Zie.


" kok bisa..., lo nggak takut mereka berbuat yang macem macem Zie " Tanya Arion Khawatir.


"lo tenang aja..., mereka baik kok., udah yuk pulang, keburu malam." ajak Zie.


Arion berjalan kearah dimana motor sportnya parkir setelah Zie masuk kedalam mobilnya.


"Ciittt....." Zie yang sudah siap melajukan mobilnya terpaksa menghentikannya kembali karena ada orang yang tiba tiba berlari di depan mobilnya.


ternyata orang itu berusaha mengambil anak kucing yang ada di depan mobil Zie agar tidak tertabrak. hampir saja anak kucing itu terlindas mobil, karena Zie tidak melihatnya sama sekali.


Zie turun dari dalam mobilnya untuk menghampiri orang itu.


"Maaf...., saya benar benar tidak melihatnya." ucap Zie kepada orang itu.


"Kenzie...? ah....akhirnya gue ketemu lagi sama dia. ternyata dia memang sangat cantik.." gumam Gerry dalam hati. ya orang yang mengambil kucing agar tidak tertabrak tadi adalah Gerry anak geng motor Marvin.


"Tidak papa....., kucingnya juga tidak papa." jawab Gerry sambil melepaskan anak kucing itu kembali "lain kali lebih berhati hati lagi." ucap Gerry tersenyum tampan.


"iya terimakasih....." jawab Zie juga tersenyum manis.


"Gerry......." ucap gerry sambil mengulurkan tangannya kepada Zie. merasa tidak enak hati akhirnya Zie menyambut uluran tangan Gerry.


"Kenzie...." ucap Zie.... "maaf, saya harus pulang." pamit Zie kepada Gerry.


"ah... iya, mau aku antar.....?." tawar Gerry. Zie merasa risih karena Gerry sok kenal sok deket.


"tidak trimakasih....., permisi..." tolak Zie dengan sopan lalu masuk kedalam mobil sport mewahnya.


"Baiklah, hati hati di jalan...., sampai jumpa....." ucap Gerry masih dengan senyum masih yang menghiasi sudut bibirnya meskipun mobil Zie sudah melesat pergi.


"ah.....kalau sikapnya seperti ini, dia terlihat sangat manis dan sama sekali tidak terlihat kalau dia jago bela diri dan mampu membuat gue babak belur."ucap Gerry dalam hati. ia menertawakan dirinya sendiri karena di kalahkan oleh seorang gadis bertubuh kecil tapi enerjik.


"Jangan macam macam sama Nona Bos gue kalau lo nggak mau berusuan sama gue!!!. ucap Jek memperingati Gerry.


sedari tadi Jek terus memperhatikan gerak gerik Gerry yang mendekati Nona Bos nya. tentu Jek tidak lupa kalau dia pernah di suruh Gerry untuk menghadang Zie dan juga Dev.


"Bang Jek...., lo kerja disini? santai bang...., gue cuma mau berteman dengan Nona Bos lo yang cantik itu". kaget Gerry melihat kehadiran Gerry disana. ia lalu bersikap sok akrab dengan jek.


ini adalah ke dua kalinya Gerry berkunjung ke AK Cafe karena letaknya ya lumayan jauh dari kediamannya. ia tidak tau bahwa Cafe ini milik Zie. Gerry juga tidak tau kalau Dev, Jek dan juga lainnya bekerja disini karena saat pertama kali ke Cafe ini Gerry tidak bertemu Zie, Dev, dan yang lainnya juga.


"Ada apa Ger.....??". tanya Zio yang baru saja keluar dari dalam cafe.


Gerry datang ke Cafe ini bersama Zio, dulu saat dia kesini juga untuk menemui Zio.


"tidak ada apa apa yo..., yuk cabut....." ajak Gerry kepada Zio. Ia mengabaikan keberadaan Jek.


Zio dan Gerry akhirnya pergi meninggalkan AK cafe dengan menggunakan kendaraannya masing masing.


Gerry adalah teman Zio saat kuliah dulu, tapi baik Zio ataupun Gerry sama sama tidak tau bahwa mereka juga mengenal satu orang yang sama yaitu Marvin. satu sisi Marvin adalah ketua geng motor Gerry di sisi lain Marvin adalah rival nya Zio.


Gerry mengendarai motor sportnya dengan senyum yang terus mengembang, dari pertama kali bertemu dengan adik dari ketua Geng motornya, ia sedikit tertantang untuk menaklukkannya.


"terimakasih kucing kecil, karena berkat kau, hari ini gue bisa ketemu lagi dengan Kenzie." ucap Gerry bermonolog sendiri


Gerry menambah kecepatan laju motor sportnya agar cepat sampai di kediammannya sendiri.


.


.


.


.


.


Bersambung..........


.


.


.


.


*Gerry