Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Levin terkejut



Setelah menempuh perjalanan beberapa menit....,zie dan Papinya pun sampai di salah satu restoran mewah milik zie yang cukup terkenal di kota itu.


Tuan Prabu memandang bangunan mewah yang berdiri kokoh di depan matanya.ini pertama kalinya tuan prabu mendatangi restoran ini.ia sangat bangga kepada putrinya, di usianya yang masih belia tapi zie sudah memiliki kemampuan untuk mengelola restoran yang tidak hanya satu.


jika cafe milik zie bernama AK cafe yang hanya mengambil imisial nama dari Arabella dan Kenzie berbeda dengan restoran mewah ini yang di beri nama Kenangan Resto.zie sendiri tidak tau apa alasan neneknya dulu ketika memberi nama restoran tersebut.


Zie mengajak Papinya masuk kedalam restoran..,kedatangan zie langsung di sambut oleh levin selaku manager di restoran itu karena zie sudah memberitahu sebelumnya jika ia akan datang ke restoran siang ini.


"selamat datang Nona bos.....,akhirnya kesini juga setelah sekian lama libur."sambut levin dengan senyum cerianya.


"hahaaa......kek levin bisa aja.pasti lo kangen kan sama bos lo ini.??"jawab zie dengan candaannya. mereka berbicara sambil terus berjalan menuju ruang pribadi zie.


"ow....jelas.!!!!"jawab Levin yang tau jika zie sedang mengajak nya bercanda."gue kangen banget sama lo apalagi berkas laporan yang sudah menumpuk di meja kerja Nona Bos.mereka dengan sangat sabarnya menunggu kedatangan lo untuk membelai mereka semua. Hahahaaa......."jawab Levin.


"Dasar.......!!!lalu apa kerjanya sang meneger jika berkas laporan saja nunggu Bos nya yang turun tangan sendiri haah??".semprot zie dengan wajah galaknya tapi setelah itu tertawa juga.


"hahahaaaa....biasa bos.kerjaan gue ya cuma duduk santai.mau apa lagi coba bos nya nggak ada ini."jawab Levin.


"oiya kak......,kenalin ini papi aku."zie memperkenalkan Tuan Prabu begitu mereka semua masuk kedalam ruang pribadi zie.tak ada satu berkaspun di atas meja kerja zie seperti yang di katakan levin tadi.itu hanya candaan levin kepada zie saja,semua pekerjaan zie bisa levin handle dengan baik jadi zie tidak perlu khawatir lagi.


"Papi.....???." levin terkejut lalu memandang ke arah Tuan Prabu dan Zie secara bergantian."mirip sih......"gumam levin lirih tapi masih bisa di dengar oleh zie dan Tuan Prabu.


"Prabu Al azhar.......papinya zie."ucap Tuan Prabu mengulurkan tangannya kepada levin.


"a apa...??? Prabu Al Azhar??? pembisnis hebat yang terkanal itu??". ekspresi levin lebih terkejut dari sebelumnya setelah mendengar nama yang di sebutkan orang yang katanya papi sang Nona bos nya.


zie dan Tuan prabu tertawa melihat keterkejutan levin yang hampir sama dengan Dev saat pertama kali bertemu dengan Papinya.sungguh sangat lucu sekali.


"Hay...kak Levin tutup mulutmu...,Papiku bisa pingsan karena bau naga dari mulut lo."ucap zie sarkas sambil tertawa.Levin spontan langsung menutup mulutnya dan salah tingkah karena Tuan Prabu memandang ini sambil tertawa kecil.


"M maaf Tuan...,"ucap Levin tergagap yang membuat Zie makin tertawa ngakak."m maaf saya tidak mengenali anda karena saya tak pernah melihat seperti apa Tuan Prabu selama ini.saya hanya pernah melihat asisten anda saja di sebuah sosmed."jawab Levin jujur dan berusaha menguasai diri dari rasa keterkejutannya.


"(apa?? jadi manusia tengik itu sudah bertemu Tuan Prabu lebih dulu dari aku.wah.....zie kelewatan!!!bisa bisanya zie mempertemukan Papinya dengan dev lebih dulu dari pada aku.harusnya kan aku duluan yang ketemu papinya zie.huh!!)".gerutu levin di dalam hatinya.ia kesal karena keduluan dev dalam mengenal papinya zie yang merupakan pengusaha sukses.


"Hay nona Bos....."bisik Levin didekat zie yang sedang duduk di kursi kerjanya."Bisa bisa nya lo kenalin Tuan Prabu sama davit lebih dulu.harusnya kan gue dulu baru dia.jahat banget sih lo sama gue"Protes Levin pada zie.


Levin dan Dev memang sedari dulu selalu bersaing.keduanya terlibat dalam geng motor yang berbeda dan saling bermusuhan.itu sebabnya keduanya tak pernah akur dan terus bersaing. tetapi keduanya sama sama mempunyai kemampuan kerja yang sangat bagus dan bisa bersikap profesional ketika bekerja.


"ya maaf.....,kemarin kan emang gue ada acara di cafe dan Papi juga ikut kesana.salah sendiri gue mau boking restoran tapi udah keduluan orang lain.jadi ya jangan salahin gue dong"jawab Zie enteng.


ya.....waktu itu zie memang ingin memboking restorannya untuk pesta perpisahan bersama teman sekelasnya tapi sayang sudah ada orang yang lebih dulu memboking restoran zie di waktu yang sama.jadi zie akhirnya mengalah dan memilih untuk memboking cafenya.


dan orang yang telah memboking restoran zie lebih dulu tidak lain adalah Marvin.itu sebabnya cerri kemarin tidak datang dan lebih melihat datang di acara yang Marvin buat.tapi bagian zie itu tidak masalah...,toh Marvin kan pacarnya jadi wajar cerri memilih datang ke acara marvin dari pada acara yang zie buat.


Tuan Prabu cukup senang melihat hubungan zie dengan bawahannya yang cukup akrab.tak semua orang memiliki sikap seperti zie,dimana biasanya seorang atasan akan selalu bersikap sombong, angkuh dan semena mena pada bawahan.jangankan mengobrol panjang lebar dan bercanda bersama seperti yang zie lakukan saat ini,hanya menjawab sapaan dari bawahannya saja pun sepertinya sangat enggan dan untuk sikap zie yang satu ini menuruni dari sikap sang mami yang selalu ramah pada siapa saja dan tidak membeda bedakan.Tuan prabu benar benar sangat bangga kepada zie.ia sangat yakin Perusahaan Al Azhar akan jauh lebih maju dan berkembang jika sudah berada di tangan zie.


"oiya....mana berkas laporan resto.gue mau priksa doang bentar."tanya zie kepada levin.


tanpa menjawab perintah zie,Levin langsung pergi ke ruang pribadinya untuk mengambil berkas laporan lalu meyerahkannya kepada zie.


"Levin...,bisa temani saya ngopi di bawah??".tanya Tuan Prabu kepada Levin.ruang pribadi zie dan levin memang berada di lantai dua.


"Bisa Tuan.....,Mari.....".jawab Levin dengan sopan lalu mengajak Tuan Prabu keluar dari ruang pribadi zie.


Tuan Prabu sengaja meninggalkan zie karena ia tak ingin mengganggu zie yang sedang bekerja.selain itu tuan prabu juga ingin menikmati suasana restoran mewah yang cukup terkenal di kota ini.


beberapa kali tuan prabu memiliki janji bertemu klaien di restoran ini tapi sayangnya selalu gagal karena ada urusan yang lebih penting.tak tahunya tenyata restoran ini milik anak kandungnya yang selama ini ia cari.