Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Tak terduga



Zie dan Darren makan siang dengan tenang sesekali obrolan mereka di selingi candaan dan tawa bersama. Darren yang biasanya birsikap datar, irit bicara dan dingin akan merubah seketika jika sedang bersama Zie, bahkan ia bisa tertawa lepas dengan candaan Zie. benar benar sesuatu yang sudah lama tidak daren rasakan semenjak kematian kedua orang tuanya dulu saat usia Darren baru 17 tahun. usia yang baru menginjak remaja sudah di tinggal ke dua orang tuanya dan di paksa untuk berfikir lebih dewa dari remaja seusianya. Darren bahkan mengemban tugas besar menjaga semua harta warisan orang tuanya beserta adik satu satunya yang saat itu baru berusia 12 tahun. setelah selesai makan siang, Zie dan Darren pergi menemui Zio dan Gerry di taman dekat restoran sesuai yang ia janjikan tadi.


"Loh Zie....., lo ada disini....?? kenapa nggak ngasih tau gue. " tanya Levin yang berpapasan dengan Zie saat keluar lift.


"Gue cuma makan siang aja ko kak, ya udah gue balik dulu ya..... " pamit Zie.


"ok.... hati hati di jalan lo. " ucap Lavin, Zie pun hanya tersenyum dan mengangguk lalu pergi bersama Darren meninggalkan Levin.


"sebenarnya teman teman kamu itu mau omong apa Zie? sepertinya penting banget." tanya Darren kepada Zie. ia merasa penasaran dengan apa yang akan Gerry dan Zio katakan pada Zie.


"aku juga nggak tau kak...., kita kesana saja biar tau apa yang akan mereka omongin sama aku. " jawab Zie.


Mereka berdua terus berjalan kearah taman dimana sudah ada Zio dan Gerry yang menunggunya disana.


"Hay... maaf...,udah lama nunggu ya....?? " tanya Zie.


"enggak kok...., kita juga baru nyampe sini. ya kan Ger?? " jawab Zio sekaligus bertanya pada Gerry.


"iya..., kita belum lama di sini. " sahut Gerry.


"Ok... sekarang apa yang mau kalian omongin sama gue?? " tanya Zie secara langsung.


"Biar gue dulu yang ngomong. " sela Gerry.


"enggak enggak...,!!gue dulu yang ngomong. " ucap Zio tidak mau mengalah.


"Hey....., kenapa kalian malah berebut gitu sih?? gue nggak punya waktu banyak karena harus balik ke kantor. " Lerai Zie sedangkan Darren hanya diam menyaksikan tingkah kedua teman Zie yang menurutnya seperti bocah yang sedang berebut mainan.


"Zie..., gue mau minta maaf atas kejadian semalam. maafin Papa gue yang sudah bersikap tidak baik sama lo. tolong kata kata papa gue jangan di ambil hati." ucap Zie serius, ia bahkan menundukkan wajahnya tidak berani menatap kearah Zie karena merasa sangat malu.


Gerry yang sedari ribut pun seketika terdiam mendengar permintaan maaf dari Zio yang terdengar sangat tulus.


sebelum menjawab ucapan Zio, Zie menghela nafasnya terlebih dahulu.


" Ok permintaan maaf di terima." jawab Zie yang membuat zio memberanikan diri mendongakkan wajahnya menatap Zie. bagaimana bisa Zie dengan mudahnya memaafkan sikap papanya yang menurutnya sudah sangat keterlaluan itu. "Walaupun kata kata Papa lo nyakitin tapi berhubung lo adalah sahabat baik gue jadi gue maafin". imbuh Zie


" (setidaknya dengan begini gue tau bagaimana sifat asli keluarga lo yo) " batin Zie.


"Terimakasih banyak Zie..... " ucap Zio tapi entah kenapa hatinya masih merasa tidak enak kepada Zie atas sikap papanya itu. kurang plong.


"sama sama....., " jawab Zie...... " sekarang giliran lo...., lo mau ngomong apa sama gue?? " tanya Zie kepada Gerry. setahunya, Zie tidak memiliki urusan apapun dengan Gerry.


"Ehm..... " dehem Gerry menetralkan sikapnya. "di sini, Zio dan dia akan menjadi saksinya. " ucap Gerry terjeda sejenak sambil menunjuk Zio dan Darren.


Gerry lalu berjalan kearah deretan bunga mawar tanah berwarna pink yang sedang mekar lalu memetiknya setangkai dan kembali berjalan ke hadapan Zie.


"Meskipun aku memiliki banyak hal untuk dikatakan, tapi kata kata itu bersembunyi dariku dan aku tidak bisa mengungkapkanya. Hal sederhana yang ingin aku katakan adalah aku mencintaimu kemarin, hari ini dan untuk selamanya. Kenzie maukah kau menjadi kekasihku?? ". akhirnya Gerry berhasil mengungkap perasannya kepada Zie. ia berbicara sambil menyodorkan bunga mawar tanah itu kepada Zie. tak lupa ia tersenyum tampan mengeluarkan pesonanya agar Zie terpikat.


ini adalah momen yang ia tunggu tunggu selama ini. dengan begitu yakin akan di terima karena katampanannya, Gerry memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepada Zie sebelum di dahului orang lain. apalagi Gerry adalah teman baik Marvin jadi Zie pasti akan menerimanya.


Darren terbatuk batuk mendengar seorang pemuda yang secara terang terangan mengungkapkan rasa cintanya kepada kekasihnya di hadapannya sendiri. ingin rasanya Darren meninju orang itu hingga terpental jauh sampai ke planet sebelah. tapi ia masih menahannya karena Darren ingin tau apa jawaban dari kekasihnya ini.


Begitu juga dengan Zio yang merasa shock dan sesak nafas seketika karena tidak menyangka omongan yang akan Garry bicarakan dengan Zie adalah sebuah pengakuan cinta. seandainya ada, mungkin Gerry patut di acungi lima jempol karena memiliki keberanian seperti itu. Zio saja yang sudah sangat dekat dengan Zie, berfikir berulang kali untuk mengungkapkan perasaannya kembali.


Zie sendiri tercengang dengan perkataan Gerry tadi. ia tidak merasa dekat dengan Gerry, kenal pun tidak terlalu, bertemu pun hanya sekali dua kali, lantas dari mana datangnya rasa cinta itu?? Zie meringis sambil penggaruk pelipisnya yang tidak gatal, ia tidak tau harus menjawab apa kepada Gerry. di tolak?? bagaimana cara nolaknya agar orangnya tidak tersinggung dan sakit hati. di Terima?? itu sudah jelas tidak mungkin. sungguh ini benar benar kejadian yang tak terduga.


"Zie...., maukah kau menjadi kekasihku?? ayo jawab Zie". tanya Gerry sekali lagi karena melihat Zie hanya diam saja.


" Begini Gerry....., maaf sebelumnya tapi di hati gue sudah ada orang lain. gue harap lo bisa ngerti karena perasaan cinta itu tidak bisa di paksakan. jadi maaf, akan lebih baik jika kita berteman saja. " jawab Zie dengan hati hati.


hati Darren berbunga bunga karena Zie menolak dengan tegas pria yang berusaha mendekatinya. Zie bahkan secara tidak langsung mengakui bahwa di hatinya cuma ada Darren.


Ternyata ucapan Zie barusan di salah artikan oleh Zio. ia mengira di hati Zie hanya ada Zio seorang. di tambah zie memakai kalung berliontin Z. padahal yang sebenarnya kalung itu adalah kalung pemberian Papinya yang di pesan secara khusus, mungkin sepintas terlihat sama. sama sama Z tapi nyatanya kalung pemberian Zio dan kalung yang di pakai Zie memiliki desain yang berbeda. kalung pemberian dari Zio sendiri sudah Zie lepas dan di simpan semenjak Zio memutuskan bertunangan dengan Cerry dulu.


"Jadi lo nolak gue Zie....?? " tanya Gerry dengan wajah memelasnya dan Zie menganggukkan kepalanya. "gue ganteng lo Zie..., lo beneran nolak Gue? nggak nyesel? " tanya Gerry lagi dengan sikap percaya diri tapi Zie menjawab dengan mengangguk juga.


"Maaf ya Gerry...... " ucap Zie.


Gerry lalu berjalan pergi menuju mobilnya dengan lesu karena cintanya baru saja di tolak. Zie adalah cewek pertama yang menolak Gerry, Zie bahkan tidak tertarik sedikitpun dengan pesona yang di milikinya. Zio pun pamit kepada Zie dan berlalu pergi menyusul temannya yang sedang patah hati untuk menghiburnya. Tapi Zio tau bagaimana sifat temannya itu, ia akan terpuruk satu dua hari lalu setelahnya akan kembali seperti biasanya lagi.


"(saat ini gue terlalu malu berhadapan dengan Zie, mungkin gue harus ngomong sama Papa untuk meminta maaf kepada Zie secara langsung. baru setelah masalah memalukan ini selesai, gue akan nyusun rencana buat mengungkapkan perasaan gue kembali.) " batin Zio.


"Kakak..... kenapa kau diam saja?? kau membiarkan aku diambil orang ya? apa kau tidak sayang padaku? jahat sekali.!!" ucap Zie merajuk.


Darren sedari tadi hanya diam menyaksikan drama yang barusan terjadi. wajahnya yang datar membuat Zie sulit menebak bagaimana reaksi Darren ketika ada Pria lain yang sedang mendekatinya.


"Bukan begitu Zie....., " ucap Darren tapi Zie langsung pergi tanpa mau mendengarkan penjelasan darinya. "Hey.... Zie.., tunggu.!!" seru Darren mengejar Zie dengan langkah lebar.


tapi Zie tetap terus berjalan tidak mau berhenti. Darren berhasil meraih tangan Zie dan menariknya sehingga membuat Zie berbalik kearah Darren dan masuk kepelukkannya. Darren memeluk Zie dengan erat meski Zie memberontak berusaha melepaskan diri.


"Maafin kakak Sayang...., kakak sangat menyayangimu." ucap Darren mengeratkan pelukkan nya kepada Zie yang terasa sangat nyaman.


Zie akhirnya terdiam dan melingkarkan tangannya ke pinggang Darren membalas pelukan itu. Zie juga merasakan nyaman berada di pelukkan Darren yang mampu memberi ketenangan.


"Dengerin kakak...., " ucap Darren lalu mengurai pelukkan mereka. Darren membingkai pipi Zie dengan kedua tangannya dan memandang dalam kedua bola mata indah Zie begitu juga sebaliknya. "Kakak tidak akan pernah ngebirain orang lain mengambilmu dari ku. tidak akan pernah karena kamu adalah kehidupan kakak. maaf jika tadi kakak diam saja, itu karena kakak ingin tau bagaimana sikap kamu jika di hadapkan dengan dua pilihan seperti tadi kau akan tetap memilih kakak atau memilih orang lain yang lebih tampan dan lebih muda dari kakak. " Darren mencoba memberi pengertian kepada Zie agar tidak merajuk dan salah paham lagi.


"Kakak....., Cinta itu tidak di ukur dengan siapa yang lebih tampan dan siapa yang lebih muda karena cinta itu berhubungan dengan hati dan perasaan. aku sudah memilih kakak sebagai pemegang hatiku karena aku yakin kakak bisa menjaganya dengan baik jadi jangan pernah kecewakan aku dengan mengkhianati kepercayaanku yang pegitu besar kepada kakak. " ucap Zie yang membuat Darren merasa sangat bahagia.


Darren kembali memeluk Zie dengan erat, kini ia sangat yakin bahwa Zie benar benar mencintainya seperti ia yang juga sangat mencintai Zie. ia berjanji dalam diri sendiri akan mencintai dan menyayangi Zie dengan segenap jiwa dan raganya.


"ayo kita kembali ke kantor kak......, jam makan siang kita sudah habis dari setengah jam yang lalu. " ajak Zie sambil melihat jam tangan mahal yang melingkar manis di pergelangan tangannya.


"Ayo...... " jawab Darren tersenyum tampan dan menggandeng tangan Zie menuju parkiran.


Darren membuka pintu mobil untuk Zie dan mempersilahkan Zie untuk masuk kedalamnya.


"Silahkan masuk Nona..... " ucap Darren dengan candaannya, ia juga membungkukkan setengah badannya memberi hormat kepada Zie layaknya seorang pelayanan yang membuat Zie tertawa.


"Terimakasih Tuan...... " jawab Zie lalu masuk kedalam mobil.


Darren berjalan memutari mobil lalu duduk kursi belakang kemudi dan melakukan mobil mewah itu menuju kantor Zie. mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang tadi melihat kedekatan keduanya di balik helm fullface yang menutupi wajah orang itu.


"( bagaimana bisa mereka pergi bersama??apa mereka saling mengenal?? mereka terlihat begitu sangat dekat?? apa mereka punya hubungan khusus?? ah mungkin saja mereka ada hubungan kerja sama, tadi mereka juga terlihat cukup formal dengan panggilan Tuan dan Nona. ) " batin orang itu lalu pergi melajukan kendaraannya meninggalkan area restoran.


ada banyak pertanyaan yang ada di benaknya, tapi ia berusaha tetap berfikir positif melihat kedekatan Zie dan Darren.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.