
Ke esokan harinya Ken zie zio Rizky dan mang diman pun sarapan bersama di restoran yang ada di loby hotel.undangan acara pembukaan hotel sekitar jam 10 jadi mereka masih ada beberapa jam untuk bersantai.
"Zie......jangan lupa nanti lo pake gaun ya.jangan kaya biasanya.inget kita ini menghadiri acara permainan hotel.kebanyakan yang datang itu para pengusaha.masa iya lo mau pake baju tomboy kaya biasanya."ucap Ken setelah selesai sarapan bersama.
"Lah...emang gitu ya???gue nggak punya dress gimana dong??"tanya zie bingung.
"Nanti kita ke butik aja zie, gue juga mau beli jas. skalian nanti mampir ke salon biar lo ada yang make up in.gue yakin lo juga nggak bisa make up sendiri kan??"tanya zio.zie nyengir sambil menganggukkan kepalanya.
sekitar jam 8 zio mengantar zie pergi ke sebuah butik.disana juga sudah tersedia penata rias jadi tak perlu repot repot untuk pergi ke salon lagi.
Zio dan zie hanya pergi berdua saja sedangkan ken rizky dan mang diman tetap di hotel.
"Yo......gue harus pake baju yang kaya gimana???"tanya Zie kepada Zoe.mereka baru saja sampai di sebuah butik yang cukup besar di kota itu.
"Bentar deh....,kita liat liat dulu gaun apa yang cocok buat lo....."jawab Zio.keduanya pun memilih milih baju yang pas untuk zie.
beberapa kali zie mencoba baju pilihannya sendiri tapi menurut zio kurang cocok jika dipakai ke acara undangan seperti itu.
"ais.....ribet banget deh.yang dapat undangannya tuh ken.kenapa gue yang repot.padahal niat gue kesini cuma mau nyari papi bukan untuk menghadiri pesta."gerutu zie.zio hanya tersenyum mendengar zie ngedumel.
"inget zie....papi lo juga hadir disana.ini tuh kesempatan langka,susah buat ketemu sama papi lo langsung kalau belum bikin janji sebelumnya."ucap zio."coba lo pake yang ini....."zioemyerahkan gaun berwana putih tanpa lengan kepada zie.
tanpa protes zie mengambil gaun itu lalu masuk keruang ganti untuk memakainya.
setelah beberapa menit zie keluar setelah selesai memakai gaun itu.
"loh mbak.....temen saya yang disini tadi mana??"tanya zie kepada pelayan toko yang menunggu zie di luar ruang ganti.
"sedang menerima telpon mbak.....,tadi mas nya pesan agar mbak langsung di make up saja.mari mbak...,ikut saya."ajak pelayan itu dengan ramah.
zie mengikuti pelayan itu keruangan sebelah untuk di make up.
cukup lama zie berada di ruangan itu. sedangkan zio sendiri memilih jas berwarna putih untuk dirinya sendiri sambil menunggu zie selesai.
zio dengan sabar duduk di kursi tunggu sambil memainkan hp nya.ia sendiri sudah rapi dengan memakai stelan jas nya karena dari sini zio dan zie akan langsung pergi menuju hotel karena Ken Rizky dan Mang Diman sudah berangkat kesana lebih dulu.
Pintu ruang make up pin terbuka, Zie berdiri sambil pegangan pintu.
meskipun hanya memakai gaun sederhana dan make up yang Natural tetapi hal itu cukup mengubah penampilan zie saat ini.
gaun yang di pakai zie sangat cocok dan terlihat elegan ditambah lagi gaya rambut zie yang di urai begitu saja membuat zie terlihat lebih dewasa.
zio sampai tak berkedip memandang zie yang terlihat sangat cantik bahkan hp yang ada di tangannya sampai terjatuh kebawah.
"Yo......."panggil zie tapi zio masih diam memandang zie."Zio......"zie mengulang panggilannya tapi zio masih tetap diam saja."ZIIIOOOO........."zie kesal dan memanggil zio dengan nada meninggi.hal itu baru bisa membuat zio tersadar dari ke bengongannya.
"eh iya...kenapa???.kaget zio."ya ampun sumpah lo cantik banget zie..."puji Zio.
"apa'an sih yo....bikin gue malu aja."jawab Zie tersipu.
"beneran zie,serius.lo cantik banget sumpah.sini sini.....gue foto lo dulu."ucap Zio lalu mengeluarkan Hp nya dan mengambil gambar zie.
tak hanya mengambil gambar zie sendiri,zio juga mengambil beberapa gambar mereka berdua dengan gaya bebas.kapan lagi zie mau berdandan cantik seperti sekarang ini pikir zio.
"ya udah yuk...,kita langsung ke hotel aja.yang lain udah berangkat kesana duluan soalnya."ajak Zio kepada zie.
"tunggu yo......."ucap Zie ketika zio sudah mau berjalan kekasir untuk membayar.
"tunggu apa lagi zie?"taya zio bingung."ayo buruan..,kita udah ditungguin sama yang lain."ucapnya lagi.
"tunggu yo....,gue nggak bisa jalan ini.sepatunya terlalu tinggi.gue takut jatuh"ucap Zie menunduk melihat sepatu yang ia pakai saat ini.
"Hahahaaa.......pantes dari tadi lo pegang pintu mulu."jawab zio tertawa.
zio akhirnya meminta pelayan toko untuk mencarikan sepatu lain yang bisa di gunakan zie.
setelah berganti sepatu zio dan zie akhirnya pergi dari butik itu menuju hotel.tentunya dengan membayar semua yang mereka beli terlebih dahulu di kasir.
sebelumnya zio megang sudah menyewa dua mobil mewah untuk mereka gunakan di kota ini sehingga memudahkan mereka ketika ingin bepergian kemana mana.
setelah beberapa menit berkendara.mobil zio pun sampai di sebuah hotel mewah yang baru akan di buka.sudah banyak para tamu undangan yang hadir disana termasuk Ken, Rizky dan Mang diman yang kompak dengan stelan jas nya berwarna hitam.
tanpa protes zie langsung menggaetkan tangannya di lengan zio karena zie tidak terbiasa memakai sepatu seperti sekarang ini sehingga ia mengalami kesulitan untuk berjalan meskipun sepatu itu tak terlalu tinggi.
keduanya berjalan dengan gagah dan anggun di atas red karpet menuju balroom hotel. pasang yang sangat serasih bagi semua orang yang melihat kedatangan zio dan zie.
"zie.....,lo cantik banget sumpah."ucap Ken ketika zie sudah duduk bergabung bersama mereka.ken terpesona melihat kecantikan zie...,ia terus saja memadang zie
"iya neng zie cantik banget.....,...artis ge masih kalah jauh sama kecantikan neng zie."sahut Rizky penuh semangat ikut memuji kecantikkan zie.
"bener kan apa yng gue bilang zie.lo itu cantik banget."ucap Zio.
"ih ..kalian jangan gitu dong.gue kan jadi malu."ucap Zie tersenyum malu.
acarapun segera di mulai....,tetapi orang uang di tunggu zie belum juga terlihat disana.zie terus saja mengedarkan pandangannya mencari keberadaan seseorang di setiap sudut ruangan.
ia sangat berharap besar bisa bertemu denganya di sini.
ketika seseorang sedang berada diatas panggung untuk memberi kata sambutan tiba tiba pintu masuk hotel terdengar cukup ramai.ternyata itu adalah Tuan Prabu Al Azhar yang datang dengan di khawal oleh beberapa bodyguard.
zie diam mematung melihat kedatangan papinya di hotel itu.
jantungnya berdegup dua kali lebih kencang dari biasanya.
ia lah sosok ayah yang selama ini zie rindukan.
"Neng.......datangilah meja Tuan Prabu secara baik baik.jangan bikin keributan karena hal itu akan mempersulit neng zie untuk ketemu tuan prabu karena bodyguardnya tidak akan membiarkan hal itu terjadi."perintah mang diman.
zie mengangguk...,ia menguatkan hati untuk bertemu sang ayah yang bahkan dari kecil zie tidak mengenalnya sama sekali.
saat zie sudah berniat ingin berdiri dari duduknya.pembawa acara memanggil Tuan prabu naik atas kepanggun untuk memberi kata sambutan bagi para tamu undangan karena Tuan prabu termasuk Tamu penting di acara pembukaan hotel ini.akhirnya zie mengurungkan niatnya dan kembali duduk menunggu Papinya selesai berpidato.
tiba tiba Hp zie bergetar...,ada panggilan masuk dari mbok Nah.zie langsung mengangkat panggilan itu karena ia tau pasti ada sesuatu yang terjadi dengan neneknya sampai sampai mbok nah menelponnya.
"assalamualaikum mbok......"jawab zie begitu sambungan telepon terhubung.
"Wa alaikumsalam....., Neng....,Neng zie bisa cepat pulang nggak??mbok Nah cuma mau kasih kabar kalau mbak bella masuk Rumah Sakit lagi.,tadi sempat pingsan di kamarnya."ucap Mbok Nah.
"Apaaa......??nenek masuk Rumah sakit lagi.iya mbok....zie segera pulang.tolong jagain nenek ya mbok...."ucap Zie panik.
"iya neng.....,Assalamualaikum..."ucap Mbok Nah.
"wa alaikum salam......"jawab zie.
"ada apa Neng....??"tanya Mang Diman cemas melihat wajah panik Zie.
"Mang kita harus segera pulang....,nenek masuk Rumah sakit."ucap Zie sudah ingin menangis.perasaannya sungguh tak tenang, ia takut terjadi sesuatu dengan nenek bella.
"lalu bagaimana dengan Tuan Prabu.??"tanya mang diman bingung.ia juga khawatir dengan nenek bella tetapi usaha zie untuk bertemu orang tuanya sudah ada di depan mata.
"kita pulang sekarang.....,soal itu kita bisa pikirkan nanti.sekarang nenek lebih penting."ucap zie langsung beranjak dari duduknya."Ken, Zio, Rizky....kalian disini saja sampai acaranya selesai nggak enak sama yang punya acara kalau kalian juga ikut pergi."perintah zie sebelum ia benar benar pergi.
tak apa zie gagal bertemu papinya hari ini.setidaknya zie sudah melihat papi nya masih dalam keadaan baik baik saja.
mungkin Tuhan belum mengijinkan zie untuk bertemu dengan papinya saat ini.
.
.
.
.
.
.
.
.