
Dev pulang dari arena balap bersama Zie karena Dev tidak membiarkan Zie pulang sendiri menaiki taksi. Dev akan mengantar Zie sampai kerumahnya dan memastikan Zie pulang dengan selamat.
sayangnya di jalan yang sangat sepi dengan pencahayaan jalan yang minim perjalanan mereka terhenti oleh banyaknya orang yang sepertinya memang sengaja menghadang jalan mereka. Dev mulai khawatir karena ia membawa Zie, sedangkan yang menghadangnya ada 10 orang. mungkin jika Dev sendiri, ia tidak akan sekhawatir ini. yang Dev takutkan adalah mereka akan melukai Zie juga.
"S*al....." umpat Dev menghentikan laju motornya di bawah sebuah tiang lampu di pinggir jalan.
"Turun lo.....!!" Bentak salah satu Preman yang memakai masker yang tidak lain adalah Gerry.
Gerry dan empat dari teman geng motornya sengaja memakai masker agar Dev tidak mengenali wajahnya. dari sekian banyak anak anak Geng motornya hanya ada empat yang mau ikut bersamanya untuk menyerang geng motor Dev. sisanya tidak ada yang mau, karena takut berurusan dengan Marvin. sebenarnya sasaran utama Gerry adalah anak buah Dev yang memenangkan balapan tadi. tapi sayangnya orang itu tidak ada disini jadi menyerang ketuanya pun tidak masalah.
Zie turun dari boncengan motor Dev di ikuti Dev yang juga turun dari atas motornya. keduanya membuka helm full face yang menutupi wajah mereka masing masing. karena keduanya berdiri di bawah lampu, jadi wajah mereka bisa di lihat dengan jelas oleh praman preman itu.
lima orang di antara preman itu langsung mundur beberapa langkah karena kaget melihat siapa orang yang akan mereka serang malam itu.
"Cantik..., jadi dia Zie adiknya si bos?? boleh juga'".ucap Gerry dalam hati memandang wajah cantik Zie tanpa berkedip.
"Mampus.....!! ternyata dia Nona Zie dan Pak Manager Bang...., gimana ini??". ujar Wawan kepada Bang Jek setengah berbisik.
ya... Preman yang di sewa Gerry tidak lain adalah Bang Jek, Bang Wawan, Bang Baim, Rafi dan juga Riki yang merupakan preman penunggu arena balap. Dev sebenarnya tau betul Preman yang biasa nongkrong di arena balap, tapi tidak tau nama mereka satu persatu. dari awal Dev merasa tidak asing dengan kedatangan Bang Jek dan yang lainnya ketika datang ke Cafe, penampilan mereka semua yang berubah drastis saat itu membuat Dev tidak mengenali mereka semua.
"Kita lihat saja...., jangan menyerang. jika Nona dan Pak Manager berhasil di lukai maka kita harus melindungi mereka berdua. tapi jika mereka menang, maka kita ajak Gerry dan teman temannya pergi menjauh. kita memang sudah menerima uang dari Gerry tapi jangan sampai kita menyerah Nona dan Pak Manager." Ucap Bang Jek yang di angguki yang lainnya.
Dev merasa bingung karena Zie masih bersikap santai tanpa rasa takut sedikitpun. padahal Dev sendiri merasa was was takut mereka semua menyerang secara bersama dan yang pasti akan membuat Dev kualahan melawan mereka semua. Zie tersenyum tipis menyadari siapa preman yang berdiri di belakang sana.
"Siapa kalian....?". tanya Dev.
"Tidak perlu tau siapa kami...,!!, serang....!!". ucap orang itu lalu menyuruh teman temannya menyerang Dev dan juga Zie.
perkelahian pun terjadi, Dev berusaha keras menghalau orang orang itu yang berusaha menyerang kearah Zie. ia tidak akan membiarkan orang orang ini melukai Nona Bosnya sedikitpun tapi tetap saja lima banding satu adalah perkelahian yang tidak seimbang. Zie masih tetap diam berdiri di tampatnya memperhatikan perkelahian di depan matanya. ini pertama kalinya Zie melihat Dev berkelahi dan menurut Zie Dev cukup baik menguasai ilmu bela diri. ia juga senang melihat usaha keras Dev melindungi diri Zie dari jangkauan serangan itu. selang beberapa menit, Dev mulai kewalahan menghadapi serangan lima orang itu secara bersama sama. akhirnya Zie pun tidak tega dan turun tangan untuk membantu Dev mengalahkan mereka.
Dev tercengang melihat kemampuan Zie dalam ilmu bela diri. gerakannya yang gesit dan lincah serta pukulan dan tendangannya yang sangat tepat sasaran mampu menumbangkan lawannya dengan sekejap. ini juga pertama kalinya Dev melihat Zie berkelai. sungguh sangat mengagumkan Nona bosnya ini. di balik wajahnya yang cantik dan terlihat kalm ternyata dia memiliki kemampuan yang luar biasa. definisi diam diam menghanyutkan jika melihat Zie dari covernya saja.
dengan di bantu Zie, Dev bisa mengalahkan lima preman yang sudah terkapar di atas aspal dengan wajah babak belur. sisa lima preman lagi yag sedari tadi hanya diam melihat perkelahian mereka.
"Bang...., Serang!!! kenapa Diam saja!!" teriak Gerry memanggil Jek dan yang lainnya. ia kesal karena preman sewaannya hanya diam menonton tidak membantu sedikitpun meskibia dan kawan kawannya sudah babak belur di hajar oleh dua orang yang masih berdiri tegap tanpa lecet sedikitpun.
"(aarrgghhh......ternyata benar, Zie mampu membuat orang babak belur kaya gini termasuk si Bos. salah gue juga yang penasaran dan tidak percaya apa yang di bilang anak anak lain. ah ... sial, tulangku rasanya remuk semua. gue salah cari lawan!!)". umpat anak buah Marvin yang tadi memang tidak percaya dengan cerita temannya.
Jek melangkah pasti tapa rasa takut sedikitpun mendekat kearah Zie dan Dev. Dev memincingkan matanya begitu melihat dengan jelas wajah wajah lima preman yang ada di hadapannya. ia cukup kaget ternyata lima orang itu adalah karyawan barunya sendiri di Cafe.
Melihat ekspresi kaget Dev, Gerry pun tersenyum samar. ia yakin Dev pasti takut menghadapi preman arena balap yang cukup di takuti ini. sedangkan Zie, ia tetap diam dan santai begitu Jek dan yang lainnya berdiri di hadapannya.
"Apa apa'an ini!?!!!". seru Gerry Kaget begitu melihat Bang jek dan yang lainnya membungkukkan setengah badannya memberi hormat kepada Zie. "Bang.....kenapa lo nggak hajar mereka!!. gue udah bayar kalian semua!!!". bentak Gerry sambil meringis karena sudut bibirnya robek dan mengeluarkan darah.
"Mana mungkin gue nyerang Nona Bos gue sendiri." jawab Bang jek. "Lo salah cari lawan!!". ucapan Bang Jek membuat Gerry tercengang mendengarnya.
"Bos....?? mana mungkin gadis cantik gini jadi bos preman kaya kalian.??" cicit Gerry tidak percaya.
"Heh...lo nggak liat kita jadi preman ganteng gini tu karena punya Bos cantik kaya Nona kami." seloroh Riki pemuda yang paling tampan di antara kelima preman itu.
"Tapi gue udah bayar kalian mahal.!! ucap Gerry tidak terima.
"Nanti duitnya gue balikin. sekarang pergi lo sana jauh jauh!! jangan gangg Bos kami lagi kalau nggak mau berurusan sama kita.!!" Perintah Bang Jek garang kepada Gerry.
Gerry dan teman temannya beringsut pergi meninggalkan tempat kejadian perkara dengan kondisi babak belur. setelah mendapat teguran keras dari Zie, Jek mewakili semua teman temannya meminta maaf kepada Zie dan Dev atas kejadian barusan dan mereka semua berjanji tidak akan mengulang hal seperti ini lagi. Dev kembali mengantar Zie untuk pulang sesuai tujuan awal mereka.
"jadi benar, tadi yang balapan motor itu gadis yang sama dengan gadis yang waktu itu hampirku tabrak...,"ucap seseorang yang melihat Zie dari kejauhan.
orang itu melihat Zie sedang berdiri di hadapan lima orang yang menundukkan kepalanya di hadapan Zie, sayangnya ia tidak sempat melihat perkelahian yang terjadi antara Zie dan geng motor Marvin tadi.
.
.
.
.
Bersambung....
.
.
.
.