
Setelah makan malam selesai, kakaknya papi pun memulai obrolan diantara mereka.
" Prabu...kapan kau pulang??lalu siapa dia??".tanya kakaknya papi dengan sikap ramah, berbeda dengan tatapan matanya yang terlihat tidak suka ketika kenzie, Marvin dan Papinya datang ke ruang makan.
"tadi siang mbak, dia Kenzie temannya Marvin.kenzie..., kenalkan ini Kakak papi namanya Dewi..., itu suaminya bernama ibnu dan itu anak anaknya bernama Axel dan Lexa. "papi zie memperkenalkan semua anggota keluarga yang ada disana.
"salam kenal om, tante, Axel dan Lexa."ucap Zie tersenyum manis.
mereka semua hanya mengangguk dan tersenyum paksa. setelah itu mereka semua pergi meninggalkan papi, marvin dan juga kenzie yang masih duduk dimeja makan.
"(kenapa keluarga tante dewi auranya seperti itu. horor sekali.)"gimana zie dalam hati.
"jangan heran zie....,mereka memang seperti itu.tapi mereka baik ko."ucap papi zie seolah tau dengan isi kepala zie.
"heheee.....iya pih.....".jawab zie nyengir. marvin hanya tersenyum tipis melihat ekspresi zie saat pertama kali bertemu dengan keluarganya.
marvin yakin, sebentar lagi kenzie akan menanyakan sesuatu tentang tante dewi dan keluarganya. setelah itu, papi zie pamit untuk pergi ke ruang kerjanya karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan.sekarang hanya ada Kenzie dan Marvin yang duduk bersama di kursi yang ada taman belakang.
"Vin.......menurut lo, tante dewi orangnya seperti apa sih??" gue ngerasa ada yang nggak beres sama mereka. tapi kenapa papi biasa aja dengan sikap mereka semua".ucap zie jujur dengan apa yang di rasa sedari tadi.
Marvin tersenyum..,dugaannya benar bahwa zie pasti akan menanyakan hal itu kepadanya. tapi marvin salut karena zie ternyata langsung peka dengan situasi yang terjadi di rumah.
"nanti lo akan tau sendiri gimana sifat asli tante dewi dan yang lainnya jika papi tidak ada dirumah."jawab Marvin enteng.
"apa mereka termasuk golongan manusia bermuka dua?? baik di depan papi dan akan menjadi monster ketika papi pergi.yah..... semacam ibu tiri yang kejam. apa benar seperti itu??" tanya zie to the poin yang membuat marvin tertawa dengan ucapan zie yang sedikit ncleneh.
"Bisa di katakan seperti itu zie...., tapi lo harus lebih hati hati dengan yang satu ini. sepertinya mereka sangat licik. kau tau, gue sudah beberapa kali di buat hampir celaka. gue sendiri belum tau jelas sih siapa orangnya tapi gue punya filling kalau merekalah pelakunya."jawab Marvin.
"kenapa lo bisa punya keyakinan seperti itu?? kenapa lo nggak cari tau pelakunya aja??."tanya kenzie.
" tatapan tidak suka dari mata mereka yang bikin gue yakin zie.ya seperti yang lo bilang mereka golongan orang bermuka dua. mereka sangat baik sama papi jadi mana mungkin papi percaya kalau mereka mempunyai niat jahat.mereka juga pandai memutar balikkan fakta, jadi gue lebih memilih diam dari pada melawan mereka dan membuat papi dalam bahaya."akhirnya Marvin mengeluarkan semua unek unek yang selama ini ia pendam sendiri.
menurut marvin, zie perlu tau akan hal ini supaya ia lebih bisa menjaga papi dan dirinya sendiri.itu sebabnya marvin langsung menyetujui ketika papinya meminta agar merahasiakan identitas zie dari siapapun. karena itu demi untuk keselamatan zie sendiri.
"(sepertinya gue tau konflik apa yang terjadi di keluarga ini.semuanya tidak jauh jauh dari harta kekayaan.jika gue nggak salah menyimpulkan harta warisan akan jatuh ketangan anak anak tante dewi jika papi tidak mempunyai ahli waris.itu sebabnya mereka berusaha untuk menyingkirkan marvin karena marvin adalah anak angkat papi yang dalam kata lain pewaris semua kekayaan Papi.)".ucap zie dalam hati
"oiya.......kata papi, gue bakal kuliah bareng sama lo. lo tau nggak kita mau kuliah dimana??"tanya zie kepada marvin.selama ini papinya memang belum pernah mbahas zie akan kuliah dimana.
"papi bilang kita akan kuliah di london."jawab marvin.
"kanapa di london??"tanya zie.ia tak berkeinginan kuliah di london karena ada universitas yang menjadi impiannya selama ini.
"gue nggak tau..., papi hanya bilang seperti itu."jawab marvin
"astaga Marvin....., apa kau tidak punya pilihan sendiri??apa kau akan selalu menuruti semua permintaan papi??"tanya zie tak habis fikir.
"iya....., gue akan menuruti semua permintaan papi asal bisa bikin papi senang."jawab Marvin.zie menepuk jidatnya sendiri mendengar jawaban Marvin.
"kalau gue batalin untuk kuliah di london, apa kau keberatan???".tanya zie lagi.
"tidak....,dimanapun gue kuliah yang penting itu bereng sama lo. kata papi gue harus selalu sama lo terus."jawab Marvin sambil tersenyum tampan.
"gue harus segera bicarain soal universitas yang gue mau sama papi.anterin gue ke ruang kerja papi."pinta zie kepada marvin.
"ikut gue......"ajak Marvin beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ruang kerja papinya.
zie berjalan mengikuti marvin.rumah ini terlalu besar menurut zie.bisa bisa ia kesasar jika berkeliaran di rumah ini sendiri. setelah berjalan cukup lama, akhirnya marvin menghentika langkahnya di depan sebuah pintu.
"Bruk......" Kenzie yang berjalan sambil melihat sekeliling rumah tak menyadari marvin menghentikan langkahnya sehingga membuat Kenzie menabrak punggung marvin.
"aw............."ucap Kenzie mengusap keningnya sendiri."jangan ngerem mendadak dong!!nabrak kan gue jadinya.sakit tau....".protes kenzie.
"Yeee..... lo pikir kita naik kendaraan!!" sahut marvin. ia berbalik dan tertawa melihat jidat zie yang memerah.
"yaah......malah ketawa.emang ada yang lucu....."ucap zie manyun.
"sial*n lo......"ucap zie sambil memukul lengan marvin pelan. "mending ikan lohan, makin jenong makin mahal kalau di jual." keduanya sama sama tertawa.
"lagian lo jalan gimana sih??sampe nggak liat gue berhenti."tanya marvin lalu mengusap jidat zie yang memerah.
"ia gue yang salah.....,mata gue traveling kemana mana makannya nggak liat lo berhenti.gue kan harus tau jalan biar nanti nggak nyasar di dalam rumah sendiri".jawab Zie nyengir.lagi lagi marvin di buat tertawa oleh jawaban ncleneh dari zie.
memang benar...,mansion papinya ini sangatlah besar.wajar saja bisa bikin kesasar bagi orang yang pertama kali berada di dalam mansion itu.
"loh....kalian ngapain di depan pintu ruang kerja papi?"tanya papi yang baru saja membuka pintu ruang kerjanya.
"heheeee........nggak ngapa ngapain pih..,"jawab zie cengengesan."zie cuma pengen ngomong sesuatu sama papi bisa??"tanya zie.
"bisa dong..,eh itu...jidat kamu kenapa merah seperti itu."tanya papi
"oh...ini tadi zie nabrak tembok pih."jawab zie ngasal.
"enak aja gue di bilang tembok".sahut marvin tak terima.
"abisnya punggung lo keras banget."jawab zie.
"sudah sudah... ko malah jadi bertengkar sih??." lerai papi. "kamu mau bicara apa zie?? ke ruang keluarga saja yuk, kita bicara disana." ajak papi lalu berjalan ke ruang keluarga di ikuti marvin dan zie berjalan di belakangnya.
mereka kini duduk bersama di ruang tamu. tak lupa papi menyuruh pelayang untuk membawakan minuman dan cemilan sebagai teman ngobrol mereka.
"apa yang ingin zie bicarakan??",tanya papi membuka obrolan di antara mereka.
"gini pih, soal kuliah......boleh nggak kalau zie milih sendiri universitas yang zie mau.?" tanya zie
"Papi sih sudah milihin universitas buat kalian di london.memang kamu pingin kuliah dimana??" tanya papi.
"Zie pengen di Harvard pih....,"jawab zie.
"Amerika...??"tanya Papi tak percaya. karena itu adalah universitas tempat tuan prabu kuliah dulu.
"yaps.....zie dari dulu pengen bisa kuliah di sana.bolek kan pih??"tanya zie dengan sikap manjanya.
"tentu saja boleh, anything for you sayang. kau tau Harvard universitas adalah kampus papi dulu." jawab tuan prabu tersenyum. "gimana denganmu vin?".tanya papi kepada marvin.
"Marvin terserah papi saja.....".jawab Marvin pasrah sambil tersenyum tipis.
"baik lah....sesuai kata papi, kalian berdua akan kuliah bersama. jadi deal ya di Harvard??"tanya Papi yang langsung di angguki kepala oleh zie dan dan Marvin."ok....papi akan urus semuanya.kalian tinggal tunggu kabar dari papi kapan kalian akan pergi ke amerika."ucap tuan prabu
"yeeey.....makasih pih......."zie bersorak senang dan langsung memeluk papinya.tentu saja tuan prabu langsung membalas pelukan putrinya dengan penuh kasih sayang.senang rasanya bisa melihat kenzie tersenyum seperti ini. begitupun Marvin yang juga ikut tersenyum senang melihat papinya bahagia.
"(apapun keinginan mu pasti akan papi berikan sayang. apapun itu asal kamu bahagia)".ucap papi dalam hati.
.
.
.
.
bersambung........
.
.
.