Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Mau tunangan



Siang ini Ken sedang berkunjung ke perusahaan Zio untuk mengajaknya makan siang bersama, sudah cukup lama mereka tidak bertemu dan menghabiskan waktu bersama karena sibuk dengan kerjaan masing masing. rencananya mereka akan makan di AK cafe seperti biasa.


"Tuan Zio....apakah saya mengganggu waktu anda??". ucap Ken dengan bahasa formalnya begitu masuk kedalam ruangan Presiden Direktur Pahlevi Grop. zio yang sedangan memeriksa berkas di hadapannya langsung mengalihkan pandangannya mencari sumber suara itu. zio tersenyum tipis melihat siapa yng datang.


"Waah.... Tuan Ken...,silahkan masuk,"ucap Zio mempersilhkan Ken masuk. "ada yang bisa saya bantu??". tanya Zio dengan bahasa formal juga.


"Sepertinya Tuan Zio sangat sibuk sekali." ucap Ken lalu duduk di kursi yang ada di hadapan kursi kebesaran Presiden Direktur.


"Seperti yang anda liat Tuan Ken." jawab Zio. keduanya lalu tertawa bersama karena merasa lucu berbicara seformal itu.


"makan siang diluar??" tawar Ken.


"Boleh banget...., tunggu sebentar, gue selesain ini dulu ya?? nanggung....." jawab Zio tersenyum.


ia lalu kembali berkutat dengan berkas yang ada di hadapannya. hanya lima menit zio pun sudah menyelesaikan pekerjaannya dan menata dokuman itu lalu meletakkannya di atas meja.


" yuk cabut........" ajak Zio. Keduanya berjalan bersama keluar dari ruangan Presdir.


"saya makan siang diluar, Jika ada sesuatu yang penting hubungi saya." pesan zio begitu melewati meja sekertarisnya.


" Baik Tuan......" jawab sekertaris itu sambil menganggukkan kepalanya.


Ken dan Zie terus berjalan menuju lift yang akan membawanya turun lantai bawah. keduanya menjadi pusat perhatian begitu melangkahkan kaki keluar dari dalam Lift. wajahnya yang tampan dan tubuhnya yang atletis terlihat semakin gagah dengan balutan stelan jas yang membungkus tubuh keduanya.


meskipun sudah sering melihat ken dan setiap hari mleihat zio semua karyawan khususnya wanita selalu saja terpesona dengan ketampanaan yang di miliki keduanya. pemandangan yang sangat sayang jika dilewatkan menurut mereka.


Ken dan zio mengendarai mobil sport miliknya masing masing untuk menuju AK cafe. tak berapa lama, merekapun sampai di cafe itu.


" waah.......apa kabar nih Tuan Tuan sekalian?". tanya Dev yang mlihat kedatangan Ken dan Zie sing itu.


"apa'an sih....pake Tuan segala lagi.berasa kita udah tuwir banget".jawab Zio tertawa."kabar baik dong kita...., lo sendiri apa kabar??" jawab dan tanya balik zio.


"baik juga tentunya." jawan Dev tersenyum tampan." ada menu baru nih..., mau cobain nggak??" tanya Dev.


"Enak nggak....?" tanya Ken.


"Pasti dong.....". jawab Dev.


"ok deh...kita coba menu barunya, awas kalau aja nggak enak gue nggak mau bayar." ancam Zio sambil tertawa.


"Siap Tuan Tuan sekalian. mohon ditunggu sebentar karena pesanan anda sedang di proses." jawab Dev tersenyum tampan.


"Beberapa hari nggak kesini udah banyak perubahan aja ni cafe." ucap Ken sambil mengedarkan pandangannya.


"iya ini perintah langsung dari Nona Bos buat renov dikit biar suasananya lebih fresh. kalian hampir tiga minggu kali nggak kesini." jawab Dev.


"Widih.....tau aja lo kita nggak kesini hampir tiga minnggu??"ucap Ken.


"gue kan selalu absenin pelanggan tetap yang bolos lama nggak kesini." jawab Dev ngasal.


"udah kaya anak sekolah aja ya??". sahut Zio. ketiganya pun tertawa bersama.


tak lama pelayan pun datang membawakan pesanan mereka dan menghilangkan di meja.


"selamat menikmati ya....?? gue tinggal dulu nggak papa kan??" pamit dev.


"yo'i bro......." jawab Zio.


keduanya lalu memulai makan siangnya dengan menu baru cafe itu. setelah selesai keduanya kembali berbincang bincang dengan santai.


"menunya barunya enak juga....." komentar ken pada makanan yang baru saja ia makan.


"Oiya Ken...., gue mau tunangan sama cerri." ucap Zio memberitahu Ken.


"serius lo??? lo udah yakin sama pilihan lo...?? tanya Ken memastikan.


"serius gue, mama sama papa juga udah setuju. gue juga udah bilang juga sama keluargnya cerri." jawab Zio.


"(Zie......, zio mau tunangan, semoga lo baik baik aja dan dapat pengganti yang lebih baik lagi dari zio.)" do'a Ken dalam hati. meskipun mereka sudah putus tapi zie masih tetap setia menyayangi zio. zie bahkan sampai sekarang belum mencari pengganti zio.


"Kapan acaranya?? tanya ken.


" minggu depan." jawab Zio.


"bagus deh kalau lo udah yakin dengan pilihan lo, gue cuma bisa do'a in semoga semuanya lancar sampai hari H."ucap Ken.


"Aamiin.....,thank's ken...." jawab Zio.


"Terus lo udah ngabari zie belum??"tanya Ken.


"Gue kan udah putus sama dia ken,"jawab Zio.


"iya gue tau....,tapi zie masih tetep temen kita kan yo?? setidaknya kabari dia, mau dia datang apa enggak itu hak dia. lo nggak lupa kan janji kita sama almarhumah nenek bella." ucap Ken.


"ya udah....nanti gue kabari. gue inget ko sama janji itu. kalau zie disini juga pasti gue jagain." jawab Zio.


keduanya larut dalam obrolan ringan sampai obrolan mengenai bisnis hingga tidak terasa waktu makan siang mereka sudah habis dan mengharuskan mereka untuk kembali bekerja di perusahaan masing masing.


jam kerja pun telah selesai, zio pulang kerumah dan langsung masuk kedalam kamarnya untuk segera membersihkan diri. setelah selesai mandi, zio duduk di tepi ranjang lalu mengambil boneka kecil pemberian dari zie. ia tersenyum kecil melihat nama yang ada di baju boneka itu.. ia lalu mencium dan menghirup wangi boneka itu.



"(wangi lo di boneka ini sudah hilang zie, karena sudah berkali kali boneka ini gue cuci dalam empat tahun. kau pergi terlalu lama...., maaf jika aku memilih yang lain yang selalu ada buat gue)". gumam zio dalam hati.


ia lalu meletakkan boneka itu kembali kedalam kotak dan memasukkannya kedalam laci. zio turun untuk makan malam bersama keluarganya. setelah selesai ia kembali lagi kedalam kamarnya.


"jam delapan malam, berati disana jam delapan pagi dan pastinya dia ada dikantor sekarang."Zio bermonolog sendiri setelah melihat jam yang ada di Hp nya.


zio lalu mencari kontak hp zie di dalam Hp nya dan melakukan panggilan kepada zie. suatu hal yang sudah lama tidak ia lakukan setelah zio memutuskan hubungannya dengan Zie. tak lama menunggu, panggillan pun tersambung....


"Hallo...... assalamualaikum........" jawab zie di seberang telepon.


"Wa alaikum salam zie....., gimana kabar lo??". tanya Zio


"alhamdulillah baik yo..., lo sendiri apa kabar?". tanya Zie balik.


"gue juga baik....." tawab zio. "lo dimana sekarang zie, gue ganggu nggak??" .tanya Zio.


"nggak ganggu ko.... gue baru aja sampai di kantor." jawab Zie.


"em.....zie, gue cuma mau kasih tau kalau minggu depan gue mau tunangan sama cerri. kalau bisa lo hadir ya di hari bahagia gue. bagaimanapun juga lo kan sahabat baik gue zie." ucap Zio.


"Deg........." sakit hati zie mendengar ucapan Zio. stu tetes air matanya meluncur tanpa di minta. buru buru zie menghapus air matanya sebelum orang lain melihatnya.


"(Ya tuhan....,kalau memang dia bulan jodohku maka kuatkan lah hatiku untuk menerima kenyataan ini)" ucap zie dalam hati.


"Hallo Zie...,lo masih denger gue kan??" tanya Zio di sebrang telepon karena zie diam tanpa suara.


"hm..... gue denger ko. maaf tadi gue lagi minum". jawab Zie berbohong.


"oh gitu...., jadi gimana, lo bisa hadirkan??" tanya Zio lagi.


"Iya nanti gue usahain ya yo........"jawab zie


"thank's Zie...gue tunggu kehadirannya..." ucap Zio.


"(gue kangen pengen ketemu lo zie)"ucap zio dalam hati.


"tok..tok..tok......" terdengar pintu ringan zie di ketuk.


"masuk...." zie mempersilahkan orang itu masuk.pintu terbuka dan masuklah asisten pribadi zie." ya mita ada apa??".tanya zie


"Maaf Nona, di tunggu Tuan Marvin diruang rapat." ucap Mif


"Deg......, "kini hati Zio yang merasa sakit.


"(Marvin, gue nggak salah denger kan?? Zie kerja bareng Marvin??, sejauh apa hubungan mereka??,)" hati martin terus bertanya tanya mendengar nama Marvin di sebut sebut.entah mengapa, hatinya tak rela jika zie bersama Marvin.


"ok...sebentar lagi saya kesana. tolong kamu siapkan berkas berkas untuk rapatnya." perintah zie.


" Baik Nona....." jawab Mif sopan lalu keluar dari ruangan zie sambil membawa berkas.


"Yo....sorry banget ya, gue ada meeting sekarang, telponnya gue tutup dulu nggak papa kan?" ucap Zie.


"iya Zie nggak papa...." jawab Zio.


"assalamualaikum."ucap zie.


"Wa alaikum salam.. "jawab Zio.


panggilan keduanya pun berakhir. Zie langsung pergi keruang rapat sedangkan Zio merebahkan diri di atas ranjang king size nya. zio masih memikirkan tentang hubungan antara Marvin dan Zie.


"(kenapa gue mikirin hubungan Zie dan Marvin. wajarkan kalau mereka punya buhungan lebih dari teman,?? tapi kenapa hati gue nggak suka ya dengernya. nggak mungkin kan gue cemburu.? mikir apa sih gue, inget bentar lagi gue mau tunangan sama ceri. gue udah punya ceri jadi jangan mikirin zie lagi.)" pikiran Zio terus berkecambuk sampai akhirnya ia pun tertidur.


.


.


.


.


Bersambung.......


.


.


.