
Zie dan Darren sudah berada di rumah sakit dimana tante Dewi di rawat, ia berjalan masuk bersama Darren menuju lift yang akan membawanya naik ke lantai atas. rumah sakit itu memang cukup besar sehingga ruang VIP yang digunakan tante Dewi berada di lantai paling atas.
"Zie...., seharian ini kamu sama sekali belum istirahat. apa kamu tidak lelah?? ".tanya Darren perhatian.
sesuai janjinya hari ini Darren menjadi supir pribadi Zie, ia menemani kemanapun Zie pergi dengan senang hati.
" tidak kak...., Zie malah senang karena hari ini Zie menghabiskan waktu bersama orang orang yang Zie sayang."ucap Zie tersenyum ceria.
"termasuk bersamaku?? " tanya Darren.
"Tentu saja...., Zie senang kakak sudah mau menemani Zie dan mengantar Zie kemana mana seharian ini. makasih ya kak..... "jawab Zie.
entah mengapa berada di dekat Darren, Zie merasa nyaman dan senang. Zie juga merasa di sayang dan di lindungi oleh sikap dan perhatian yang Darren tunjukkan kepada nya.
" sama sama..... " jawab Darren tersenyum tampan. tangannya terulur mengusap puncak kepala Zie dengan sayang.
"ting..... " lift yang membawa mereka pun berhenti setelah sampai di lantai atas.
keduanya berjalan keluar dari lift menuju ruang rawat tante Dewi.
Zie tidak sadar bahwa jawabannya barusan telah membuat hati Darren berbunga bunga.
"(jadi aku juga menjadi salah satu orang yang kamu sayang Zie?? ya Tuhan.....semoga saja suatu saat aku juga akan menjadi orang satu satunya yang Zie cintai) " batin Darren senang. ia berharap rasa cintanya kepada Zie akan terbalas dengan rasa yang sama dari Zie.
"Papi..., tante...., " sapa Zie begitu masuk keruangan tante Dewi di rawat. Zie meraih tangan Papinya dan juga tante Dewi lalu menciumnya takzim secara bergantian. begitu juga dengan Darren yang ikut melakukan hal yang sama seperti Zie. " gimana keadaan Tante.....?? apa Lexa dan Axel belum datang?".tanya Zie.
Tante Dewi tersenyum mendapat perhatian kecil dari keponakannya. ternyata Zie memang anak yang baik, dari awal Tante Dewi sudah salah menilai Zie.
"tante sudah baik baik saja Zie...., mungkin sebentar lagi mereka datang. " ucap Tante Dewi.
dan benar saja, selesai tante Dewi berkata seperti itu tiba tiba pintu ruangan itu terbuka secara kasar dan masuklah Axel dan Lexa dengan berlari kecil menghambur kearah mamanya yang sedang duduk bersandar di atas brangkar.
"Mama... apa yang terjadi....?? kenapa mama bisa masuk rumah sakit?? " tanya Lexa sambil memeluk mamanya.
Lexa dan Axel tadi hanya di beritahu bahwa mamanya masuk rumah sakit. mereka sama sekali tidak di beri tahu apa penyebab mamanya di rawat.
"Mama baik baik saja sayang..., cuma luka kecil sebenar lagi juga pasti sembuh. " jawab Tante Dewi.
"mana Papa ma......?? kenapa Papa tidak menemani Mama di sini?? " tanya Axel yang tidak melihat keberadaan Papanya.
Tante Dewi memang meminta Zie dan papinya untuk tidak memberitahu kejadian yang sebenarnya kepada anak anaknya. Tante Dewi tidak mau anak anaknya membenci papanya sendiri jika tau kejahatan yang telah papanya perbuat.
"Papa kalian sedang terjerat kasus sehingga dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di sell tahanan sayang. " jawab Tante Dewi berbohong.
"Apa...?? apa yang sudah Papa lakukan sehingga harus di tahan seperti itu ma?? ". tanya Axel.
bagaimana bisa anggota keluarga Al Azhar harus mendekam di penjara. itu sama saja telah mencoreng nama baik keluarga yang mereka junjung tinggi selama ini.
" kamu tidak akan mengerti sayang. biarlah Papa kalian menjalani hukumannya sesuai dengan apa yang sudah ia perbuat." jawab Tante Dewi yang tidak mau menceritakan kebenarannya.
Axel dan Lexa hanya mengangguk saja karena mereka memang tidak tau apa apa mengenai urusan orang tuanya.
Axel dan Lexa adalah anak kembar tidak identik. laki laki dan perempuan sama seperti ibu mereka yang memiliki saudara kembar yang juga tidak identik.
Ya...., Dewi dan Prabu adalah saudara kembar. hanya saja mereka tidak identik jadi tidak begitu terlihat bahwa mereka itu kembar sama seperti Axel dan Lexa.
"Axel.., Lexa...., mama mau kasih tau kalian kalau Om Prabu sudah menemukan anak kandungnya yang selama ini hilang. anak perempuan yang selama ini om kalian cari kemanapun hingga akhirnya Tuhan mempertemukan mereka. mama harap kalian bisa akur, bersikap baik, dan juga menghormatinya sebagai saudara kalian." ucap Tante Dewi.
"benarkah?? jadi Lexa dan Axel punya saudara perempuan lagi. " tanya Lexa sedikit kaget dan juga senang.
"Dimana dia ma?? bisa kah kami bertemu dengannya? ". tanya Axel. ia tidak sabar ingin melihat seperti apa saudara perempuannya itu.
" Tentu saja bisa....., " sahut Om Prabu yang berdiri di sebelah Zie. "Kenzie Al Azhar, anak kandung Om yang selama ini menghilang." ucap Om Prabu tersenyum hangat kearah Zie sambil merangkul bahu putri kesayangannya itu.
"Dia anak Om?? " tanya Lexa memandang lekat kearah Zie.
"sepertinya kaya pernah liat ya Lex?" tanya Axel kepada Lexa. mereka berdua merasa tidak asing dengan wajah dari anak kandung Om nya itu.
Zie tersenyum manis kearah Lexa dan Axel. jelas saja mereka seperti pernah melihatnya kan dulu Zie pernah berkunjung ke kota Y ikut papinya dan juga Marvin sebelum ia melanjutkan pendidikannya ke Perguruan tinggi di luar negeri. bahkan kesan pertama pertemuan mereka sangat lah buruk karena mereka tidak pernah akur dan terus saja bermusuhan.
"Hallo Lexa dan Axel...., perkenalkan namaku Kenzie Al Azhar putri kandung Tuan Prabu Al Azhar. kalian bisa memanggilku Kenzie atau Zie. maaf jika pertemuan pertama kita dulu di mansion tidak terlalu baik. "ucap Zie tersenyum manis sambil mengingatkan dimana mereka pernah bertemu.
Lexa dan Axel terdiam sesaat mengingat ingat wajah Kenzie, dan benar..... Kenzie adalah teman kampungan Marvin yang sempat ikut ke Mansion yang mereka tinggali di kota Y.
" Jadi kau Zie anak kampungan teman Marvin yang dulu itu??". tanya Lexa. pasalnya wajah Zie agak berubah di banding dulu. Zie sekarang terlihat lebih cantik.
"tidak mungkin. bagaimana bisa kamu menjadi anak kandung Om Prabu? ini pasti akal akalan kamu saja kan untuk mengelabuhi kami semua?? ". ucap Axel yang masih tidak percaya.
"Jaga Ucapmu Axel!! kau juga Lexa!!. sudah mama bilang kalian harus menghormati saudara kalian apalagi Zie lebih tua dari malian. mau bagaimanapun kalian menyangkal, Zie tetaplah anak kandung Om kalian yang tidak lain adalah keponakan mama." ucap Tante Dewi dengan nada tinggi, ia tidak suka mendengar kata kata yang di lontarkan putra dan putranya.
umur mereka memang hanya terpaut dua tahun saja tapi sikap mereka sungguh sangat jauh berbeda. Lexa dan Alex terlihat masih seperti anak kecil yang cenderung manja dan bergantung pada orang tuanya. berbeda dengan Zie yang terlihat dewasa dan juga mandiri. di usianya yang sekarang Lexa dan Axel hanya bisa berfoya foya dan menghambur hamburkan uang, sedangkan Zie, meski usianya masih tergolong muda tapi ia mampu menjadi pemimpin perusahaan besar seperti saat ini.
"Tapi ma....., dia dan Marvin itu sangat menyebalkan!! dulu kami selalu di kerjain balik oleh mereka saat kami mengerjai nya. apa yang kami lakukan kepadanya seperti senjata makan tuan yang akan berbalik kepada kita sendiri. " ucap Lexa kesal yang tanpa sadar malah membuka kelakuan buruknya sendiri.
"Lexa...., apa yang kau katakan.!! " bisik Axel sambil melirik kearah Om nya.
"ehm.... jadi hubungan kalian sudah sedekat itu ya?? ". dehem Om Prabu yang membuat Lexa membeku karena kelakuan buruknya kepada Zie dan Marvin dulu ia bongkar sendiri di hadapan Om nya.
Zie berusaha menahan tawanya melihat Lexa yang gugup dengan wajah piasnya itu. bagi Zie keusial si kembar dulu tidak terlalu buruk, Zie dan Marvin bahkan sangat menikmati permainan mereka untuk mengerjai balik. justru momen itu cukup berkesan bagi Zie, karena itu pertama kalinya Zie bermain dengan saudara saudaranya meski dalam kubu yang berlawanan. anggap saja mereka sedang main perang perangan.
"Ya pi..., dulu kami cukup dekat sehingga kami bermain perang perangan dan menyerang satu sama lain. cukup menyenangkan." jawab Zie terkekeh.
"Lexa, Axel..... mulai sekarang hilangkan rasa permusuhan di antara kalian dengan Zie maupun Marvin. Mama tidak mau tau pokoknya kalian harus selalu rukun.!! mereka adalah saudara kalian jadi mulai sekarang bersikap baik lah kepada mereka." Perintah Tante Dewi dengan tegas.
"Iya ma..... " jawab Lexa dan Axel patuh. mereka berdua tidak mungkin melawan perintah sang Mama.
dulu mereka membenci Marvin juga karena atas hasutan mamanya dan sekarang mamanya pula yang mendamaikan nya entah apa alasannya tapi mereka hanya bisa menurut saja.
Ya.... setelah Tante Dewi berbicara bersama Zie waktu itu, Tante Dewi sadar jika harta bukannya segalanya. apa yang di katakan Zie memang benar kalau sebanyak apapun harta yang kita miliki tidak ada satupun yang akan di bawa ketika kita mati. kata kata dari Zie membuka mata hatinya serta mengubah cara berfikir Tante Dewi dan mulai sekarang Tante Dewi akan merubah kebiasaan buruknya agar menjadi lebih baik lagi. apa lagi kemarin ia baru saja mendapatkan musibah terkena tembakan timah panas dari suaminya sendiri. beruntung Tuhan masih menyayanginya dengan membiarkannya selamat dari tembakan itu. mungkin ini sebuah teguran dari Tuhan atas apa yang telah ia perbuat selama ini. Tante Dewi berjanji pada dirinya sendiri akan mengubah cara berpikir dan kebiasaan buruknya agar menjadi lebih baik lagi.
.
.
.
.
Bersambung....
.
.
.
.