Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Merasa bersalah



Setelah perkenalan antara Mbok Nah,Mang Diman, dan Darren akhirnya Rizky pun perlahan terbangun dari tidurnya. kepalanya masih terasa sakit dan pening karena bekas jahitan dan terbentur cukup keras. beruntung benturan itu tidak berakibat fatal pada Rizky.


"Kau sudah bangun Ky....," tanya Mang Diman yang menyadari ada pergerakan dari Rizky.


Dengan cepat Mang Diman menghampiri Rizky dan membantunya untuk duduk bersandar karena memang Rizky sedang kesusahan untuk bangun dan duduk.


setelah bersandar, Rizky memejamkan matanya sejenak untuk mengurangi rasa pening di kepalanya.


"masih sakit??, Tanya mbok Nah penuh perhatian. mbok Nah juga berdiri didekat brangkat Rizky bersama Mang Diman. Rizky hanya mengangguk kepalanya menjawab pertanyaan Mbok Nah.


Mang Diman lalu memencet tombol khusus untuk memanggil dokter agar segera datang keruangan Rizky.


tak lama dokter yang menangani Rizky tadi pun datang. Mang Diman dan Mbok Nah sedikit menjauh untuk memberi ruang kepada dokter agar lebih leluasa memeriksa Rizky.


"Kondisi Tua Rizky baik baik saja, memang kepalanya akan terasa sedikit sakit dan pening. tapi setelah minum obat secara teratur semaunya akan kembali membaik." ucap Dokter seterelah selesai memeriksa Rizky.


"Baik dokter, terimakasih...." jawab Mang Diman.


Dokter itu pun pamit pergi meninggalkan ruangan Rizky untuk memeriksa pasien yang lain.


Mang Diman dan Mbok Nah kembali mendekati Rizky.


"lo baik baik aja kan A'?" tanya Zie seraya berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat kearah Rizky.


Rizky membuka matanya mendengar suara familiar itu. ia sedikit menyunggingkan senyum dan sedikit mengangguk bertanda bahwa ia baik baik saja.


"Syukurlah....., banyakin istirahat dan jangan lupa makan terus minum obat ya biar cepet sembuh." ucap Zie perhatian. lagi lagi Rizky tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Rizky merasa senang di saat ia terkena musibah seperti ini masih ada orang orang yang sayang kepadanya. Rizky pikir setelah kematian ayahnya. ia akan hidup sendirian tanpa ada yang peduli lagi dengannya. tapi ternyata semua pikirannya salah, Rizky masih di kelilingi orang orang yang dengan tulus menyayanginya mesti tanpa ikatan darah dan itu semua berkat Zie dan keluarganya. Rizky sangat bersyukur karena tuhan mempertemukannya dengan orang orang baik seperti Zie dan keluarganya.


"Makasih ya Neng....," ucap Rizky tulus. "Tapi Maaf ya..., mobil sport punya Neng Zie jadi rusak parah gara gara A' Rizky." ucap Rizky lagi.


Rizky memang kepikiran dengan mobil sport mewah milik Zie yang rusak karena kecelakaan itu. kondisi mobil Zie memang rusak parah body sampingnya penyok dan baret baret, sedangkan bagian depan ringsek parah karena menabrak tiang. beruntung yang mengemudi bisa selamat malah bisa di katakan hanya mendapat luka ringan padahal kalau di lihat dari mobilnya saja sudah telihat rusak parah. Rizky kepikiran bagaimana ia bisa mengganti mobil milik Zie karen ia tahu mobil itu pastilah harganya sangat mahal.


"nggak usah mikirin mobil A', yang penting lo selamat gue udah sangat bersyukur banget. mobil bisa di beli lagi tapi kalau lo kenapa kenapa, gue tau nyari temen baik kaya lo lagi dimana??". jawab Zie.


Bagi Zie tidak masalah satu mobil rusak, toh dia masih punya banyak mobil di rumahnya. yang terpenting bagi Zie adalah keselamatan Rizky.


"Kalau boleh tau, bagaimana kronologi kejadiannya sampai kamu bisa mengalami kecelakaan itu??." ucap Darren berjalan mendekat kearah Zie berdiri.


sedari tadi darren hanya diam menyimak mereka berbicara saja tapi kini ia mengeluarkan suara untuk menanyakan bagaimana kronologi kejadianya sampai Rizky kecelakaan karena Darren cukup penasaran.


"Begini ceritanya, saat saya pulang dari Kantor, saya mengendarai mobil neng Zie dengan kecepatan standar. awalnya semuanya lancar lancar saja tapi tiba tiba ada mobil berwarna hitam yang menabrak mobil yang ku kendarai dari belakang, dan tiba tiba ada mobil lain yang menabrak mobil yang saya naiki dari arah samping juga. aku menambah kecepatan karena mobil Nen Zie kan mobil sport yang pastinya bisa melaju lebih cepat dan meninggalkan mereka semua. tapi ada mobil lain yang tiba tiba menghalangi jalan mobilku sehingga aku harus menghindari mobil itu agar tidak menabraknya dengan membanting setir kesamping dan malah berakhir dengan aku yang menabrak tiang listrik." Rizky memceritkan apa yang ia alami.


mendengar cerita dari Rizky tentu saja Mang Diman, Mbok Nah, Zie dan juga Darren bisa menyimpulkan bahwa kecelakaan yang di alami Rizky merupakan kecelakaan yang memang di sengaja.


"Neng....., apa kamu punya musuh??". tanya Mbok Nah.


mbok Nah langsung tahu bahwa kecelakaan itu sebenernya di tujukan untuk Zie. hanya saja secara kebetulan Zie dan Rizky bertukar mobil jadi Rizky lah yang menjadi korbannya. Tentu Mbok Nah juga menghawatirkan keselamatan Zie.


Zie merasa bersalah karena secara tidak langsung menjadi penyebab kecelakaannya Rizky. andai saja ia dan Rizky tidak bertukar mobil, mungkin Rizky tidak akan masuk rumah sakit seperti ini.


"A' Rizky maafkan Zie, A' Rizky seperti ini gara gara Zie. seandainya saja Zie tidak meminta A' Rizky buat tukeran mobil mungkin kejadiannya tidak akan seperti sekarang." ucap Zie merasa bersalah.


"Tidak Neng...., Neng Zie teh tidak bersalah jadi tidak perlu minta maaf. ini semua murni kecelakaan, Neng Zie tidak perlu merasa bersalah seperti itu. lagian Aa' teh baik baik saja hanya luka sedikit, sebentar lagi juga pasti sembuh."jawab Rizky tersenyum.


"Benar Neng....., Ini adalah musibah. kita semua kan tidak ada yang tau akan kejadian seperti ini. jadi Neng tidak perlu menyalahkan diri Neng Zie sendiri." ucap Man Diman. "Sebaiknya sekarang Neng Zie pulang, istirahat. biar mamang yang jagain Rizky disini. lagian Rizky juga sudah baik baik saja. ya kan Ky??". tanya Mang Diman.


"Iya Mang...., sebaiknya Neng Zie pulang, Neng Zie pasti capek abis pulang kerja langsung kesini." ucap Rizky karena pakaian yang Zie kenakan masih sama dengan yang tadi Zie kenakan di kantor. "ibu juga sebaiknya pulang, kasihan Ara di rumah sendirian." ucap Rizky lagi


"Baiklah..., kalau gitu Zie pamit pulang duluan ya A', Mbok, Mang..., tapi besok Zie pasti kesini lagi." pamit Zie lalu menyalami mbok Nah dan Mang Diman di ikuti Darren yang juga melakukan hal yang sama seperti Zie.


"iya Neng...., hati hati di jalan ya??". ucap Mbok Nah yang di angguki kepala oleh Zie.


"Tuan Darren..., Mamang titip Neng Zie ya? tolong jagain dia." pesan Mang Diman pada Darren.


Mang Diman bukannya tidak tau siapa teman yang baru saja Zie kenalkan kepadanya. mang Diman cukup tenang karena sepertinya Zie berteman baik dengan orang hebat seperti Darren. dari tatapan mata Darren, mang diman juga tau kalau Darren menyukai putri kesayangannya itu.


"Siap Mang..., Saya akan menjaga Zie dengan baik. Mamang tidak usah khawatir."Jawab Darren yakin.


Darren mengikuti Zie memanggil Diman dengan embel embel mamang. padahal Darren sendiri tidak tau apa arti kata dari "Mamang".


"Zie...., kunci mobil kamu kasihin saja sama Rizky. Biar kakak yang antar kamu pulang." Perintah Darren.


Zie mengangguk menuruti perintah Darren dan menyerahkan kunci itu kepada Mang Diman dan setelah itu keduanya pergi meninggalkan rumah sakit. di susul Mbok Nah yang juga pulang karena Ara sendirian dirumah.


Sebelum pulang kerumah, Darren lebih dulu mengajak Zie untuk makan malam karena saat ini sudah jam 7 malam.


.


.


.


.


Bersambung....


.


.


.


.


.