Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Mengerjai pak manager yang bermuka datar



Pagi harinya....,setelah Zie sarapan bersama dengan nenek bella, mbok Nah dan Mang Diman, zie bermaksud untuk pergi ke Restoran dan Cafe nya untuk mengecek semuanya secara langsung karena sudah dua hari ia tinggalkan.


meskipun kak dev dan kak Levin sudah memberi laporan melalui e- mail, tetap saja zie akan mengeceknya kembali secara langsung. ia hanya ingin memastikan semuanya baik baik saja dan berjalan dengan lancar. tak lupa zie membawa strowberri hasil memanennya sendiri di bandung kemarin untuk di bagi bagikan kepada karyawannya.


jam 10 Pagi zie sudah sampai di cafe nya karena jam segitu waktunya cafe di buka dan akan di tutup kembali jam 10 malam.begitu juga dengan restorannya.


kedua usaha yang di miliki zie mempunyai jadwal jam kerja yang sama.


dengan di bantu dalah satu pria pelayang cafe, zie menurunkan beberapa kotak strowberi dari dalam bagasi mobilnya.lalu membagikannya kepada semuanya.


tinggal satu kotak untuk kak dev yang ia letakkan di ruangan kak dev karena ia belum datang.


zie mengambil Hp nya dan menghubungi kak dev karena tumben sekali jam segini ia belum datang. beberapa saat menunggu akhirnya telepon pun di jawab oleh Kak Dev.


"Hallo nona bos...."jawab Dev.


"Ini zie bukan Nona bos.....!!".semprot zie. karena ia tak suka di perlakukan secara formal seperti itu.


"hehehee......bercanda Zie...."ucap dev tertawa.


"Kak dev dimana??kenapa belom sampai di cafe??"tanya Zie.


"widih....pagi pagi Nona Bos mau memarahi karyawannya nih ceritanya??"jawab Dev dengan candaannya."eh bentar...,emang lo udah ada di cafe ya sekarang..?tumben??"tanya Dev.


"kak dev.....gue serius.iya gue emang udah di cafe sekarang.kak dev kenapa belum sampai?wah...wah...pelanggaran ini.kakak mau gajinya gue potong".jawab Zie dengan candaannya.


"Hahaaaa.......Ampun Nona bos.jangan di potong gaji saya.nanti saya nggak bisa makan."jawab Dev tertawa karena ia tahu Zie sedang bercanda.


Akhirnya dev menceritakan kepada zie kenapa ia terlambat datang ke cafe.


tadi saat dev di jalan mau berangkat kecafe, ia melihat sebuah kecelakaan di depannya. dev penasaran dan menepikan motornya untuk melihat siapa yang kecelakaan itu.ternyata dua orang yang berboncengan sepeda motor itu adalah karyawan cafe nya yang tertenggor mobil dan jatuh.beruntung keduanya tidak terluka parah,hanya lecet lecet sedikit di lutut dan sikunya.dan disini dev sekarang, di sebuah klinik mengantar karyawannya untuk berobat.


"ya sudah...,suruh mereka pulang saja kak.istirahat dirumah dulu."perintah zie.


"siap Nona bos....,eh tapi cafe jadi kurang karyawan dong.pasti keteter ini nanti."jawab Dev.


"tenang...Nanti gue bantu.lo juga batu tapi."ucap Zie.


"seriusan lo...,?ok siap.....ya udah gue otw kesitu.ini udah selesai semuanya"jawab Dev.


"ya udah...hati hati di jalan kak.bye...."ucap zie menutup panggilan teleponnya.


zie terdiam sejenak untuk berfikir..., akhirnya ia menelpon Kak levin untuk datang membawa laporan restoran ke cafe karena kemungkinan zie akan sibuk di cafe seharian untuk menghantikan pekerjaan karyawannya yng tak masuk hari ini sehingga zie tak bisa datang ke restoran.


"Hallo kak......"sapa zie begitu sambungan telepon di angkat.


"Ya zie.....,"jawab Levin.


"Lo dimana kak??sibuk nggak??kira kira lo bisa bawa semua laporan resto ke cafe nggak kak??".tanya Zie to the poin.


"gue di restoran.kalau buat bos gue mah nggak ada kata sibuk.apa lagi ini masih menyangkut kerjaan..,"jawab Levin."Lo di cafe emang??kenapa nggak ke resto??."tanya Levin.


"iya...hari ini ada dua karyawan cafe yang nggak masuk jadi gue disini dulu bantuin kak dev."jawab Zie.


"Heleeeh....masa gitu aja dev ngga bisa handle sih.!!!manja banget.harusnya dia cari karyawan lain dong yang mau kerja lembur buat gantiin yang nggak bisa masuk kerja."ucap Levin.


levin dan dev memang karyawan kepercayaan Zie tapi keduanya tak pernah akur karena dari dulu keduanya menjadi musuh antar geng motor mereka.


meskipun begitu...,keduanya selalu bekerja secara profesional.


bahkan berlomba untuk menjadi karyawan terbaik tanpa menjatuhkan kan yang lain.


"siap boss......."jawab Levin.


keduanya pun mengakhiri panggilan. zie bersiap dengan memakai baju seragam karyawan Cafenya yang memang tersedia di lemari yang ada di dalam ruangan pribadinya karena cafe sudah mulai di buka. padahal biasanya zie datang ke cafe dengan pakaian santainya seperti kaos oblong yang over size di badannya berbadu celana pendek atau tiga perempat tapi beruntung kali ini zie memakai celana jeans panjang berwarna biru.jadi di padu dengan atasan apa saja akan tetap cocok


dengan tatanan rambut yang di cepol keatas seperti biasa namun berkesan manis dan menjadi ciri khas seorang kenzie.


Zie keluar dari ruangannya untuk memulai pekerjaannya.zie mengambil kain lap dan airan pembersih bermaksud membersihkan semua meja dan kursi yang ada sana satu persatu.


"eh bos......jangan.biar saya saja yang kerjakan???,"cegah salah satu karyawan cewek cafe yang bernama Lia."kenapa bos pakai seragam seperti kami.?".tanya Lia lagi.


"Hari ini....., saya jadi pelayan disini sama seperti kalian.jadi biarkan saya bekerja dan kalian juga kerjakan yang harus kalian kerjakan."ucap Zie.


"tapi bos......"ucap sandi karyawan cowok.


"udah.....jangan pake tapi tapi.kerjakan...."perintah Zie tak terbantahkan.


akhirnya semua karyawan membiarkan zie untuk mengerjakan apa yang zie mau.padahal dalam hati merasa tidak enak membiarkan bos nya turun tangan sendiri membantu pekerjaan mereka.


tak lama dev pun datang...,ia tersenyum melihat zie yang memakai seragam pelayan.


"eh...mbak nya...pelayan baru ya??".ucap dev mengejek zie.


"heh...mau gue pecat lo jam segini baru datang...."semprot zie yang membuat semua karyawan menoleh kearah mereka berdua.


"ampuni saya bosku.....".jawab Dev dengan candanya."tapi lo cocok juga pake seragam itu.hahahaa....."ucap Dev tertawa lepas dan melenggan pergi melewati zie bermaksud untuk naik ke ruangannya yang ada di lantai atas.ia lupa bahwa saat ini semua karyawan melihat interaksi antara bos dan managernya.


semua karyawan cafe tercengang karena baru pertama kalinya melihat dev yang bisa tertawa lepas seperti itu.biasanya dev bermuka datar, irit bicara, jarang tersenyum apalagi tertawa seperti barusan.bahkan dev saat ini terlihat sangat akrab dengan atasan sendiri karena tidak bersikap formal seperti biasanya.


"eh...mau kemana hem......??.".zie dengan cepat langsung menjewer telinga dev.


"aw...aduh...ampun bos.sakit ini."dev mengaduh sambil memegangi telinganya yang di jewer zie.


"makannya dengerin dulu...gue belum selesai ngomong udah main pergi aja."semprot zie sambil melepas jewerannya.ia tertawa melihat wajah dev yang seperti bocah di marahi ibunya.


"iya bos...maaf...."ucap dev memelas sambil terus mengusap usap daun telinganya yang memerah panas.


"dengerin.....!!lo juga harus pake seragam dan bantuin gue disini."ucap zie.


"gue....??".jawab Dev menunjuk dirinya sendiri tak percaya.


"iya lah...ya kali gue bosnya jadi pelayan masa menegernya nyatai nyantai."jawab zie tertawa jahat.


kapan lagi ia bisa mengerjai pak manager yang bermuka datar ini.Hahahaaa..........


Mau tak mau akhirnya dev menuruti perintah sang Nona bos nya. ia berganti seragam sama seperti yang di pakai zie. celana jeans yang ia kenakan juga senada dengan warna celana zie sehingga keduanya terlihat sangat serasi.berbeda dengan karyawan lain yang mengenakan celana panjang hitam.


jam makan siang sudah hampir tiba, cafe pun sudah mulai ramai di datangi para pelanggan. dev, Zie, sandi, dimas, dewi dan Lia bertugas sebagai pelayan yang melayani pesanan dengan ramah.


meskipun dev sendiri terlihat sangat kaku karena bukan kebiasaannya yang harus bersikap ramah seperti itu.sungguh hari ini dev merasa sangat tersiksa.


tapi hal itu justru menjadi hiburan tersendiri bagi zie...,ingin sekali zie tertawa ngakak melihat wajah datar dev yang di buat buat agar terlihat seramah mungkin.belum lagi pelanggan cewek cewek yang berusaha menggoda dan menarik perhatian dev karena wajahnya yang rupawan.


.


.


.


.