Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Lamaran



Sesuai yang Marvin katakan kemarin bahwa malam minggu ini, Zie dan Papinya di minta datang ke kediamanya cerry untuk melamarnya sebagai calon istri Marvin. Saat ini baik Zie, Marvin dan juga Papinya sedang bersiap untuk pergi kesana. ini hanya pertemuan kecil antara dua keluarga karena baik Marvin dan juga Cerry tidak mau melangsungkan acara pesta pertunangan, mereka hanya ingin melakukan prosesi lamaran dan langsung berlanjut ke jenjang pernikahan.


dari Pihak Marvin yang akan ikut hadir dalam prosesi lamaran ini hanya Tuan Prabu, Kenzie, Asisten Zaki, Asisten Mif, Sekertaris Andre dan Marvin sendiri tentunya. semua hantaran sudah Marvin persiapan dengan di bantu oleh Asisten Zaki karena Asisten Zaki lebih berpengalaman jika di banding dengan Mif dan Andre yang masih single serta belum tau menau soal lamaran seperti itu.


"Bagaimana Vin....,apa semuanya sudah siap??". tanya Papi begitu menuruni anak tangga, semua sudah berkumpul di ruang keluarga


"sudah pi.....tinggal menunggu Princces kita saja yang belum selesai berdandan....., mungkin dia lagi bikin alis pake penggaris biar panjang dan lurusanya sama persis makannya lama." jawab Marvin ngasal.


"Pantes kuping gue panas, ternyata ada yang lagi gibahin gue.!!". Sahun Zie yang baru saja menuruni anak tangga dan tidak sengaja mendengar ucapan Marvin.


Zie terlihat sangat cantik dengan baju batik modern yang ia kenakan. baju itu memiliki motif yang sama seperti baju batik yang di pakai oleh Andre. hanya modelnya saja yang berbeda. begitu juga baju batik yang di pakai Tuan Prabu dan Marvin memiliki motif dan model yang sama. sedangkan Asisten Zaki baju batiknya kembaran dengan Asisten Mif.


*Baju batik yang di pakai Tuan Prabu kembaran dengan Marvin



*Baju batik yang di pakai Asisten Zaki kembaran dengan Mif



*Baju batik modern yang di pakai oleh Kenzie kembaran dengan Andre



"Papi Zie bukan gue...." elak Marvin dengan enteng melempar kesalahannya kepada sang Papi.


"Gue denger sendiri ya kalau lo yang ngomong tadi!! udah pi..., Papi ngambek aja, biar Kak Marvin lamar calon istrinya sendirian."jawab Zie yang malah mengompori Papinya.


Tuan Prabu hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala melihat tingkah anak anaknya. kedua kakak beradik ini selalu saja bikin keributan jika bertemu tapi tidak jarang juga keduanya terlihat akur. tidak hanya Tuan Prabu yang tersenyum Asisten Zeki, Asisten Mif dan Sekertaris Andre juga ikut tersenyum melihat keduanya bertengkar. sudah hal biasa bagi mereka melihat pemandangan seperti itu.


"Jangan dong....., ia Marvin ngaku salah, Marvin Minta maaf. Maafin Marvin ya Pi...., Kenzie adikku sayang yang paling cantik sedunia tolong maafin Kakak juga ya....??". pinta Marvin dengan raut wajah menelas. ia pasti tidak mau acaranya batal karena ulahnya sendiri.


"Sudah...sudah...., ayo kita berangkat sekarang nanti keburu kemalaman." lerai Tuan Prabu. jika keduanya di biarkan, mereka bisa bisa ribut hingga pagi menjelang.kwkkwkkwk......


keluarga Al Azhar pun pergi ke kediaman kelurga Cerry dengan menggunakan tiga buah mobil mewah dengan satu mobil box yang membawa barang barang sasrahan.


Marvin satu mobil dengan Asisten Mif, sekertaris Andre dengan Zie dan Tuan Prabu dengan Asisten Zaki. para pengawal?? tentu saja ada, mereka mendapat tugas mengawal secara terpisah ada yang sudah jalan terlebih dahulu dan ada yang jalan setelah mobil mereka semua jalan. para pengawal selalu menjaga keamanan dengan ketat tetapi tidak terlihat mencolok.


rombongan mobil mewah telah memasuki pelataran rumah Cerry, rumah itu terletak di komple perumahan elit berlantai dua tapi tidak terlalu besar.


Cerry, Levin dan juga istrinya tengah berdiri di depan rumah untuk menyambut kedatangan tamu mereka. mereka juga memakai baju batik Couple sekeluarga yang terlihat begitu serasi. ketiganya mengeryitkan alisnya ketika melihat siapa saja yang turun dari dalam mobil mewah itu.


"Tuan Prabu......"gumam Levin Lirih tapi masih bisa di dengar oleh istri dan juga adiknya.


seketika Levin merasa sangat gugup dan tegang karena rumahnya yang kecil seperti ini di datangi pembisnis besar dan terkenal mendunia seperti Tuan Prabu.


Cerry dan kakaknya juga merasakan hal yang sama seperti Levin. dalam hati mereka bertanya tanya kenapa keluarga yang Marvin bawa adalah keluarga Kenzie.


"Selamat Malam Tuan Levin, Nyonya Levin dan Nona Cerry......., "sapa Asisten Zaki dengan sopan mewakili seluruh keluarga Marvin. mereka semua sudah berdiri di depan rumah Levin.


"Selamat Malam Asisten Zaki, Tuan Prabu, Nona Zie dan yang lainnya. Mari silahkan masuk......" jawab Levin mempersilahkan semuanya masuk. mereka semua saling berjabat tangan secara bergantian dan masuk kedalam rumah.


Meskipun merasa sangat gugup, tapi Levin berusaha untuk tetap menjaga kesopanan dalam menyambut tamunya kali ini.


"Ayo silahkan duduk...., suatu kehormatan bagi saya karena Tuan Prabu sudi berkunjung kemari. mohon maaf jika rumah kami kurang nyaman." ucap Levin penuh hormat. semua tamu duduk di kursi yang sudah di sediakan di ruang tamu, sedangkan Cerry dan kakaknya langsung masuk kedalam untuk membuat Minum dan cemilan.


"Benar apa yang di katakan oleh Zie, jangan terlalu Formal." ucap Tuan Prabu.


"Baik Tuan...." jawab Levin


"(bagaimana gue nggak kaku dan panas dingin gini kalau berhadapan langsung dengan pembisnis besar seperti tuan Prabu. gue nggak pernah nyangka rumah gue bakal di sambangi orang terkenal dalam dunia bisnis.)"gumam Levin dalam hati.


Zie menahan tawanya melihat wajah pucat Manager restorannya itu yang biasanya bersikap tengil dan humoris. bahkan saat ini terlihat jeas keringat dingin yang merembas membasahi keningnya. sungguh levin terlihat sangat lucu.


"(harusnya tadi gue aja Kak Dev juga untuk ikut kemari..., dipasti tertawa terpingkal pingkal melihat wajah Kak Levin yang seperti ini.hihihiiiii.......)" Zie terkikik dalam hati membayanhkan jika Dev ada di sini dan melihat wajah Levin saat ini.


setelah berkumpul dan berbincang sedikit akhirnya Tuan Prabu mengutarakan tujuannya mendatangi rumah Levin.


"ehm......" dehem Papi Zie. " tujuan saya datang kemari adalah ingin melamar Cerry Larasati untuk menjadi calon istri Putra saya yang bernama Marvin Al Azhar. bagaimana Tuan Levin?? apakah lamaran saya di terima??". tanya Tuan Prabu dengan senyum mengembang.


"Apa.....??? Putra???..... jadi Marvin ini Putra dari Tuan Prabu???" ucap Levin shok....., bukan hanya Levin, Cerry dan kakaknya juga sama terkejutnya. mereka semua selama ini tidak ada yang tau bahwa Levin adalah Anak dari Tuan Prabu Al Azhar.


"Ya....., Marvin Al Azhar adalah Putra saya, Kakaknya Kenzie Al Azhar." jawab Tuan Prabu menjelaskan.


Tuan Prabu tersenyum tipis melihat wajah keterkejutan keluarga calon besarnya ini. Tuan Prabu memaklumi hal ini karena memang ia sengaja menyembunyikan identitas anak anaknya.


"(*Ya tuhan......, gue mau besanan dengan Tuan Prabu?? mimpi apa gue akan punya besan orang hebat seperti Tuan Prabu.)". ucap Levin dalam hati.


"(Pantas saja Marvin terlihat sangat dekat dan sangat sayang dengan Kenzie, gue sampe merasa cemburu dengan kedekatan mereka ternyata mereka adalah kakak beradik.)" ucap Cerry dalam Hati merasa lega*.


"Bagaimana Tuan Levin?? apakah lamaran saya di terima.??". tanya Tuan Prabu sekali lagi karena Levin terlihat sangat shok serta belum menjawab tentang lamarannya.


"Ah...., maaf Tuan Prabu., kalau untuk jawaban pastinya lamaran ini di terima apa tidaknya, saya serahkan semua keputusan kepada adik saya Cerry larasati karena nantinya yang akan menjalani kehidupan rumah tangga adalah dirinya sendiri jadi saya sebagai kakak hanya bisa mendukung semua keputusan dari Adik saya." jawab Levin yang menyerahkan jawabannya kepada Cerry sepenuhnya.


"Bagaimana Cerry?? apa kamu bersedia menjadi pendamping hidup putra saya??" tanya Tuan Prabu kepada cerry.


"Sa saya...., saya bersedia " jawab Cerry sangat gugup.


semuanya tersenyum dan bernafas lega serta mengucapkan rasa syukur karena lamaran telah diterima. apalagi Marvin dan carry yang terlihat sangat bahagia. Marvin tidak menyangka hubungannya dengan cerry akan sampai sejauh ini. semua barang bawaan untuk sasrahan diturunkan dari dalam mobil box yang datang bersama rombongan tadi dan di bawa masuk kedalam rumah.


sedangkan seluruh keluarga kembali membahas untuk menetapkan tanggal pernikahan Marvin dan Cerry.


setelah memutuskan bahwa pernikahan Cerry dan Marvin akan di langsungkan sebulan lagi, keluarga Marvin pun pamit undur diri.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.