Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Dinner



Malam harinya Darren sudah berada di rumah Zie untuk mengajaknya makan malam bersama. ia sedang menunggu di ruang tamu di temani Marvin menunggu Zie yang sedang bersiap. Darren dan Marvin terlihat cukup akrab saat membicarakan seputar bisnis. tidak hanya Bisnis mereka juga membicarakan keseharian Zie karena banyak yang Darren ingin ketahui tentang Zie melalui Marvin.


"Aku senang akhirnya Kak Darren mampu memenangkan hati Zie. semenjak Zie putus dengan cinta pertamanya, ia tidak pernah membuka hatinya kembali untuk siapapun dan itu sudah bertahun tahun lamanya. mungkin pengalaman pertamanya itu membuat Zie takut hatinya terluka kembali jika ia menjalin hubungan asmara." ucap Marvin kepada Darren.


"Apa pengalaman pertamanya itu sangat menyakitkan sehingga Zie menutup hatinya kepada orang lain??". tanya Darren


" Ya......, mereka sudah sejak lama selalu bersama dan akhirnya saling mencintai, tapi waktu itu kami sekeluarga harus pindah keluar negeri yang mengharuskan mereka LDR' an. Zie sudah meminta pacarnya untuk menyudahi hubungan itu karena Zie sendiri tidak tau kapan ia akan kembali. tapi pacarnya menolak, ia berjanji akan selalu menunggu Zie hingga kembali dan hal itu membuat Zie memiliki perasaan yang lebih dalam kepada kekasihnya itu. hubungan mereka awalnya baik baik saja meski ada perbedaan waktu antara negara ini dan Amerika Serikat tapi tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk selalu berkomunikasi. suatu hari, pacarnya itu meminta putus dengan Zie karena Pacarnya itu telah menemukan seseorang yang ia cintai. meskipun Zie mengiyakan dan bersikap biasa saja dengan keputusan itu, tapi aku tau Zie sangat terluka. " ucap Marvin sedikit menceritakan tentang Zie.


Belum sempat Darren menanyakan banyak hal kepada Marvin, Zie sudah datang dengan tampilannya yang sangat cantik. Zie memakai baju berwana Navy lengan panjang dengan kerah sedikit rendah membentuk huruf V yang membuat bahu putihnya sedikit terekspos di padu dengan celana jeans pensil yang terdapat robekan di lututnya. ia juga memakai heels cukup tinggai berwarna merah. rambut panjang nya yang di biarkan terurai membuat Zie terlihat semakin cantik.



"Kalian janjian ya pakai bajunya?? ". tanya Marvin melihat penampilan Zie dan Darren yang sangat serasi.


saat ini Darren menggunakan kaos berwarna putih di balut Jas berwarna navy dan juga celana jeans yang terdapat robekan di lututnya dengan warna yang senada dengan celana yang di kenakan Zie di lengkapi dengan sepatu berwarna merah juga dan jam tangan mewah berwarna coklat melingkar di tangan kekarnya.


"enggak...., kita nggak pernah janjian pakai baju apa. ini hanya kebetulan saja. " jawab Darren.


"berarti kalian sehati....., tanpa harus janjian tapi bisa samaan warna baju yang di pakai. so sweet banget sih." ucap Marvin setengah tertawa mengejek.


"Apa sih kak.....,??" tanya Zie setelah bergabung bersama mereka.


"nggak ada apa apa....., udah sana berangkat, jangan kelamaan nanti keburu kemalaman. " perintah Marvin.


"Iya iya....., ya udah kita pergi dulu." pamit Zie kepada Marvin. "yuk kak.... " ajak Zie kepada Darren.


"Yuk..... " jawab Darren. " kita pergi dulu ya Vin. " pamit Darren kepada Marvin.


"iya..., jagain adik gue kak dan Hati hati di jalan..... " ucap Marvin.


Zie dan Darren lalu pergi menggunakan mobil mewah milik Darren yang hanya bisa di naiki dia orang itu menuju sebuah Hotel mewah yang ada di pusat kota.


"Kita makan malam di sini kak....?".tanya Zie setelah mereka turun dari dalam mobil


" iya...., kenapa Zie? apa kamu tidak suka?". jawab sekaligus tanya Darren.


"nggak papa kak...., cuma pakaian yang kita pakai kaya gini." jawab Zie yang melihat pengunjung lain yang memakai pakaian formal.


"Santai aja Zie......, kita kan kesini cuma mau makan malam berdua jadi nggak papa pakai baju yang menurut kita nyaman." jawab Darren yang sama sekali tidak mempermasalahkan pakaian yang mereka pakai saat ini.


memang baju yang mereka pakai terlihat santai, lebih nyaman dan nggak ribet di banding harus memakai pakaian formal seperti kebanyakan para pengunjung yang ada di sana.


Darren menggenggam tangan Zie lalu meletakkannya di lengan kekar miliknya. keduanya saling memandang satu sama lain sambil tersenyum. Darren lalu mengajak Zie berjalan masuk kedalam hotel mewah itu dan membawanya naik ke atas gedung dengan menggunakan lift.


setelah sampai di atas kedua mata Zie langsung berbinar melihat pemandangan yang ada di depan matanya. sebuah meja dengan dua kursi yang di terangi oleh cahaya lilin yang temaram dengan taburan kelopak bunga mawar di sekitar bawah meja di tambah kerlap kerlip lampu kota yang terlihat seperti taburan bintang membuat suasana telihat sangat indah dan juga romantis. Zie sampai menghentikan langkahnya untuk menikmati pemandangan yang sangat indah itu.



"ini....., kakak yang menyiapkan semua ini?. " tanya Zie penuh takjub.


"iya...., Apa kamu suka.....??." tanya Darren yang melihat Zie tidak juga melanjutkan langkahnya alias diam di tempat.


"Suka banget kak...., ini sangat indah." jawab Zie dengan senyum manis yang tidak pernah pudar di bibir indahnya.


Darren ikut bahagia melihat Zie yang terus tersenyum, usahanya untuk menyiapkan makan malam berdua di atas gedung ternyata berhasil karena hal itu mampu membuat Zie terkesan.


"Ayo duduk...... " ajak Darren yang kini melingkarkan tangannya di pinggang ramping Zie dan mengajaknya berjalan mendekati meja.


"makasih ya kak sudah mengajak Zie makan malam di tempat yang seindah ini. " ucap Zie tulus.


"Anything for you honey....., " Jawab Darren tersenyum tampan. "kakak seneng kalau kamu suka.". ucap Darren tersenyum tampan.


Kemudian datang dua pelayang membawa makanan dan minuman yang sudah Darren pesan sebelumnya. dengan hati hati pelayanan itu menghidangkannya di meja.


melihat makanan yang ada di atas meja, Zie lagi lagi tersenyum karena ternyata Darren telah memesan menu makanan kesukaannya.


" Dari mana Kakak tau makanan kesukaan aku?? " tanya Zie dengan wajah senangnya.


" jadi benar ini makanan kesukaan kamu? berarti pesenan kakak tidak salah kan?". bukannya menjawab tapi Darren malah bertanya kepada Zie.


Zie menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Darren.


"Ayo makan...., nanti makanannya keburu dingin." ajak Darren.


Zie dengan patuh mulai memakan makanannya secara perlahan, begitu juga dengan Darren. malam ini mereka berdua merasa sangat bahagia meski hanya dengan melakukan hal yang sederhana seperti saat ini.


Zie tidak menyangka Darren bisa melakukan hal yang romantis seperti ini untuknya. meski hanya makan malam berdua tapi hal itu sangat berkesan bagi Zie. ia tidak menyangka bahwa Darren bisa bersikap sangat manis seperti ini yang membuatnya merasa sangat bahagia.


setelah makan malam selesai, Darren langsung mengantar Zie pulang kerumahnya karena besok pagi mereka harus kembali di sibukkan dengan pekerjaan masing masing sehingga mereka harus segera pulang untuk beristirahat.


"Sudah malam...., kakak langsung pulang ya? besok kakak akan menjemput kamu untuk berangkat kerja bersama? ". ucap Darren kepada Zie. tangannya terulur membelai rambut panjang Zie dengan sayang dan penuh kelembutan.


mobil yang mereka berdua naiki sudah berhenti di depan rumah Zie saat ini.


" iya kak...., kakak hati hati di jalan ya. " jawab Zie. Darren hanya mengangguk dengan senyum yang terus mengembang sedari tadi.


ia juga merasa sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama Zie. Darren mencium kening Zie penuh kasih sayang sebelum Zie keluar dari dalam mobilnya.


"Cup...... " hal yang tak di sangka pun terjadi. Zie tiba tiba mencium pipi Darren dengan cepat yang membuat Darren terdiam mematung. jantung Darren berdebar lebih kencang mendapat serangan dadakan dari Zie.


"makasih untuk malam ini kak.... " ucap Zie lalu buru buru keluar dari dalam mobil Darren karena malu. Zie berjalan cepat dan masuk kedalam rumahnya tanpa menoleh lagi ke belakang.


Darren baru tersadar ketika mendengar Zie yang menutup pintu mobilnya. senyumnya mengembang sempurna sambil memegangi pipinya yang baru saja mendapat ciuman dari kekasihnya.


"Kalau tau akan dapat ciuman dari kamu, kakak rela makan malam romantis setiap malam." gumam Darren senang.


Ia lalu melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Zie untuk pulang ke apartemennya. sepanjang perjalanan Darren terus tersenyum sambil sesekali memegangi pipinya yang di cium Zie. meski ciuman itu hanya sekilas tapi efek yang di rasakannya sangat luar biasa.


.


.


.


Bersambung....


.


.


.