Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Manerima Kenyataan



Berbeda dengan Zie. kini Marvin berada di perjalanan pulang setelah bertemu klien di luar kantor. sepanjang perjalanan ia terus menggerutu karena padatnya jadwal kerja hari ini.


"kalau kaya gini, gue harus buru buru cari asisten pribadi dan sekretaris yang bisa di andalkan seperti Mif dan Andre. nggak enak banget kaya gini apa apa di kerjain sendiri. gue mau kaya Zie, bisa santai santai di rumah tapi perusahaan tetap jalan. pokoknya nanti gue harus minta sama Zie untuk cariin sekertaris sama Asisten pribadi buat gue." gerutu Marvin.


padahal apa yang di bayangin Marvin tidak sesuai dengan kenyataan. nyatanya meski Zie tidak datang ke Kantor, ia tetap mengerjakan semua pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya.


semua laporan laporan penting selalu di kirim oleh Mif melalui E mail. sedangkan berkas berkas yang perlu di tandatangani selalu Mif antarkan secara langsung kepada Zie setelah Mif memastikan sendiri tidak ada kesalahan sedikitpun dalam berkas itu.


"itu kaya Cerry....," gumam Marvin ketika mobil yang ia kendarai melewati sebuah taman.


Marvin tidak sengaja melihat Cerry duduk sendirian di taman itu. ia pun menepikan mobilnya untuk menghampiri Cerry. sepertinya gadis itu masih bersedih atas apa yang terjadi dengan hubungannya bersama Zio.


"Sendirian aja??". tanya Marvin sambil menyodorman ice cream kepada Cerry.


kebetulan tadi ada penjual ice cream yang berada di dekat mobil Marvin parkir.


"Marvin.... " ucap Cerry kaget melihat Marvin tiba tiba ada disana. ia tersenyum lalu menerima Ice cream pemberian dari Marvin.


"Masih sedih??". tanya Marvin serah duduk di sebelah Cerry. cerry menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Marvin. dadanya masih terasa sangat sesak untuk menerima kenyataan yang ada.


"Gue masih nggak nyangka aja hubungan yang udah gue jalani bertahun tahun pada akhirnya kandas begitu saja. kenama perginya janji setia dan saling melengkapi yang pernah kita ucapkan bersama.?? apa tidak ada sedikitpun perasaan yang tersisa setelah bertahun tahun bersama.?? semudah itu kah rasa yang sudah bertahun tahun kita pupuk bersama hilang hanya dalam waktu singkat??, padahal gue udah bayangin akan hidup bahagia dengannya dalam sebuah ikatan pernikahan." ucap Cerry. ia sudah sedikit tenang mengucapkan semuanya. tidak se emosi kemarin.


"lo percaya nggak sama yang namanya jodoh itu ada di tangan tuhan?? mau seperti apa usaha kita buat mendapatkan seseorang, mau selama apa kita menjalin hubungan dengan seseorang dan mau seindah apa kita merajut harapan bersama, kalau tuhan tidak berkehendak maka pada akhirnya kita tidak bisa bersama dengan orang itu. itu namanya kita tidak berjodoh dan kita harus iklas menjalani garis takdir tuhan." ucap Marvin dengan lembut.


ko Marvin bisa sebijak itu ya?? jelaslah kan ada gurunya. semua kata kata itu pernah Zie ucapkan untuk menguatkan keduanya saat masa masa patah hati bersama dulu.


Marvin hanya mengcoppy paste kata kata dari Zie yang memang sangat dalam maknanya.


"ini pasti gara gara Zie...., Zio bisa dengan mudah melupakan semua kenangan kita pasti karena ada Zie yang sengaja membuat Zio benci sama gue. Zie emang dari dulu nggak suka kalau gue deket sama Zio. dasar perebut calon lakik orang!!".geram Cerry.


bukannya sadar tapi Cerry malah menyalahkan Zie yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya denga hubungan Cerry dan Zio kandas.


Marvin mengepalkan tangannya menahan kesal. ia tidak terima adik kesayangannya yang tidak tau apa apa malah di salah salahkan tapi Marvin berusaha keras untuk meredam emosinya. ia sadar saat ini cerry sedang patah hati dan pasti pikirannya sedang kacau sehingga cerry tidak bisa berpikir dengan baik.


"Kenapa lo malah menyalahkan orang lain Cer?? lo sadar nggak sih, semua permasalahan yang lo alami itu berasal dari ke egoisan lo sendiri. siapa suruh lo pergi ninggalin Zio dan tidak ada kabar sama sekali selama sebulan. siapa yang tidak kecewa ketika hari pernikahan sudah di depan mata tapi mempelai wanitanya pergi begitu saja." ucap Marvin sambil menahan amarahnya.


" ko lo jadi emosi sih Vin?? lo nggak terima gue nyalahin Zie?? apa lo pacaran ya sama Zie??". tanya Cerry melihat perubahan wajah Marvin.


Zio sama sekali tidak pernah menceritakan masa lalunya dengan Zie. yang Cerry tau keduanya bersahabat dengan baik hingga sekarang. Cerry tidak menyangka ternyata dirinya lah yang menjadi orang ketiga di antara Zio dan Zie. Cerry semakin kaget mendengar pengakuan dari Marvin bahwa dirinya masih tetap ada di hati Marvin dari dulu hingga sekarang. ia tidak menyangka Marvin masih tetap setia menjaga perasaannya padahal marvin sendirilah yang sudah memutuskan hubungannya dengan carry.


Cerry merasa sangat bersalah kepada Zie sekarang. Zie sudah begitu baik padanya tapi Cerry malah menyalahkan Zie yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kandasnya hubungan cerry dan Zio. yang di katakan Marvin benar, Cerry sendirilah yang sudah menjadi penyebab semua masalah ini terjadi.


"Vin....., bisa gue ketemu sama Zie??". tanya Cerry


"Untuk apa??". tanya Marvin, ia tidak akan mempertemukan mereka jika Carry hanya ingin menyalahkan Zie.


"Gue mau minta maaf Vin..., Gue sadar gue salah. tidak seharusnya gue nyalahin Zie. gue juga mau minta maaf sama Zio, semua memang salah gue. mungkin memang benar kalau Zio bukan jodoh gue" ucap Cerry penuh penyesalan.Marvin tersenyum melihat Cerry yang sudah menyadari kesalahannya.


"Baik lah..... lo tenang aja. gue akan bantu lo. lo tidak sendirian, ada gue yang selalu ada buat lo. jadi lo jangan khawatir. kalau ada apa apa, langsung hubungi gue aja."ucap Marvin dengan tulus dan Cerry pun mengangguk disertai senyum manisnya.


meskipun sulit tapi cerry akan berusaha untuk menerima kenyataan. hancur sudah semua impian cerry. menikah dengan Zio gagal, menjadi desainer go internasional pun gagal. ya....., menjadi desainer terkenal adalah impian cerry, tapi semua itu gagal karena adanya kecurangan. Zie tertipu dengan kontrak yang sudah ia tanda tangani. ternyata disana ada poin yang jelas tertulis bahwa pihak kedua memberikan hak cipta penuh kepada pihak pertama. yang sama artinya dengan Cerry menjual semua rancangan yang telah ia buat dengan kerja kerasnya selama di luar negeri. Cerry tidak bisa melakukan apa apa karena di sana jelas jelas sudah ada tanda tangannya sendiri di atas materai. semua memang kecerobohan dari cerry yang kurang mencermati setiap poin yang ada di kontrak itu. mungkin ini akibatnya karena sudah pergi tanpa pamit dan malah meninggalkan keecewaan kepada semua orang sehingga ia mengalami kegagalan untuk mengejar impiannya.


Marvin pergi meninggalkan Cerry di taman untuk kembali ke perusahaan karena masih ada kerjaan yang sudah menunggunya. tadi Marvin sempat menawarkan untuk mengantarkan cerry pulang tapi cerry menolak. cerry bilang, ia sedang ingin manghabiskan waktu untuk sendiri. lagi pula cerry juga membawa mobil jadi ia bisa pulang sendiri.


.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.