Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Panik



"Apa maksud lo....?? tanya Zie tidak mengerti.


Dalam hati Arion berniat untuk menjelek jelekan Kakaknya sendiri di depan Zie agar Zie membenci Darren dan berharap dengan begitu Zie akhirnya jatuh kepelukkannya. Arion sangat menyayangi Zie sehingga ia akan melakukan apa saja agar bisa mendapatkan Zie termasuk menjelek jelekkan kakak kandungnya sendiri.


"asal kamu tau Zie...., Kak Darren itu tidak tulus mencintaimu. dia hanya memanfaatkan kamu untuk membuat aku menuruti semua perintahnya karena dia tau kamu adalah kelemahanku. Kak Darren tau kalau aku sangat menyayangimu dan tidak akan pernah membiarkan hal buruk terjadi padamu. maka dari itu, Kak Darren mencoba mendekatimu untuk memperalat kamu agar aku mau menurut dan tidak membangkang lagi sama perintahnya." ucap Arion melancarkan aksinya.


ia yakin setelah ini Zie pasti akan membenci Darren. bagaimanapun caranya Arion akan berusaha memisahkan Zie karena hanya Arion yang pantas menjadi pendamping hidup Zie begitu pikir Arion.


"Tidak mungkin....., Kak Darren bukan orang seperti itu. " Zie tidak mempercayai ucapan Arion begitu saja.


Ia bisa melihatnya sendiri dari cara Darren menatapnya. tatapan Darren yang penuh cinta yang hanya Darren tunjukkan untuk Zie. perlakuan dan perhatian Darren yang lembut dan penuh kasih sayang kepadanya, tidak mungkin kalau Darren hanya memperalat nya seperti yang Arion katakan.


"Tapi itu kenyataannya Zie. kamu belum tau saja bagaimana sikap asli Kak Darren selama ini. " ucap Arion menyakinkan.


"Maaf Rion....., gue nggak bisa memberi lo kesempatan. gue yakin Kak Darren tulus dengan perasaannya ke gue. begitu juga sebaliknya. kami saling mencintai jadi lebih baik lo pergi dari sini dan jangan berharap lagi sama gue." tegas Zie lalu bangkit dari duduknya sambil melepas genggaman tangan Arion secara paksa kemudian pergi meninggalkan Arion.


Zie yakin semua yang Arion katakan tentang kak Darren tidak benar. Zie bisa merasakan ketulusan yang Darren berikan untuknya.


"Zie....., tunggu...," seru Arion. "Dengerin aku Zie..., aku sayang sama kamu. tolong beri aku satu kesempatan. " ucap Arion yang masih bisa didengar oleh Zie tapi sama sekali tidak di hiraukannya.


Zie memilih pergi meninggalkan Arion karena ia tidak ingin meladeninya. menurut Zie Arion itu bukan benar benar mencintainya tetapi hanya teropsesi untuk bisa memilikinya.


Arion masih di posisi semula, duduk berlutut sambil menundukkan wajah lesunya. semua pelayan yang menyaksikan kejadian tadi memilih diam dan pergi menjauh seolah tidak melihat apa apa karena bukan ranah mereka untuk mencampuri urusan pribadi majikannya.


cukup lama Arion berdiam diri dengan posisi itu, setelah itu ia bangkit dan pergi meninggalkan kediaman Zie dengan langkah gontai. ia merasa hidupnya sudah tidak ada gunanya lagi.


...,, ________,, ________,, __________,,...


Tiga hari setelah kejadian itu, Arion tidak menampakkan dirinya lagi. hubungan Zie dan Darren pun sama sekali tidak ada masalah. bahkan Darren saat ini sedang di sibukkan dengan rencana untuk melamar Zie secara langsung nanti malam. Darren sengaja tidak memberi tahu Zie dan orang tuanya akan kedatangannya karena ia ingin memberi kejutan untuk Zie.


rencananya Darren akan datang melamar Zie dengan di temani Asisten pribadinya nya saja karena Darren sendiri sudah tidak memiliki orang tua. Darren juga tidak memiliki kerabat ataupun teman dekat. hanya Arion satu satunya saudara yang Darren miliki saat ini.


mungkin nanti ia akan menemui Arion dan memintanya untuk ikut datang bersamanya saat lamaran nanti jika Arion bersedia.


sepanjang hari senyum Darren masih terukir di wajah tampannya membayangkan kejutan yang akan ia berikan kepada gadis kecil kesayangannya. meskipun hanya sebuah senyuman tipis tapi hal itu begitu terlihat di wajah yang selalu datar setiap harinya. Darren benar benar tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat ini. Suara nada Dering HP Darren menghentikan aktifitas yang ia lakukan saat ini. ia cukup penasaran dengan nomer yang tertera di layar HP nya yang tak lain adalah nomer rumahnya yang dulu ia tinggali bersama Arion sebelum keduanya memutuskan untuk tinggal terpisah di apartemen masing masing.


"Hallo tuan Muda....... " ucap pelayang di sebrang telepon yang menghubungi Darren saat ini.


"ada apa....?? " tanya Darren datar sesuai sikap sehari harinya.


"maaf Tuan Muda...., bisakah Tuan datang kerumah??. " tanya Pelayan itu, Darren masih diam mendengarkan apa yang akan pelayan itu katakan selanjutnya. "tiga hari yang lalu, Tuan muda Arion pulang kerumah dengan kondisi yang sangat berantakan. saya juga sempat mendengar suara gaduh dalam kamarnya. saat salah satu dari kami mencoba untuk mengecek apa yang terjadi di kamar Tuan Muda Arion, Tuan Muda malah memarahi kami semua dan melarang kami mengganggunya lagi. Tapi sampai saat ini Tuan Muda Arion tidak keluar dari kamarnya dan juga tidak mau makan sejak pertama kali datang. selama dua hari kami memang mendengar suara gaduh dari dalam kamar Tuan Muda Arion tapi seharian ini tidak terdengar suara apapun lagi, kami takut terjadi sesuatu dengan Tuan Muda Arion di dalam sana Tuan." pelayan itu menceritakan apa yang terjadi.


"Baik...., saya akan segera kesana. " jawab Darren lalu mematikan sambungan telepon.


Darren langsung bergegas pergi kerumah lamanya di temani Asisten Pribadinya ( Ben ) sebagai supirnya. Sudah cukup lama Darren tidak berkunjung kerumah itu, rumah yang dulu ia tinggali bersama keluarganya ketika berkunjung ke Negara N. tapi setelah Arion dan Darren beranjak Dewasa dan memiliki kesibukan masing masing, keduanya sepakat untuk tinggal terpisah. rumah mewah penuh kenangan itu masih tetap terawat dengan baik sampai saat ini meskipun tidak bertuan tapi rumah itu masih di isi oleh para pelayan yang tetap bekerja setiap harinya. hanya sesekali saja mereka mendatangi rumah itu, itupun dalam jangka waktu yang cukup lama.


setelah menempuh perjalanan beberapa waktu, Darren langsung turun dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam rumahnya di ikuti Ben yang menyusul di belakangnya.


"Selamat Datang Tuan.... " sambut para pelayanan yang sudah menunggu kedatangan Darren.


Darren hanya mengangguk dan langsung menaiki anak tangga menuju lantai dua dimana kamar Arion berada. begitupun kepala pelayan yang juga ikut naik ke lantai dua mengikuti majikan dan asistennya.


Begitu sampai didepan kamar Arion, Darren mencoba membuka pintu itu tapi tidak bisa karena pintu terkunci dari dalam.


"Kunci cadangan....?? ". ucap Darren singkat.


" Tidak ada Tuan Muda, Kunci cadangan ada di Tuan Muda Arion sendiri. "jawab pelayan itu.


" tok... tok... tok...., Rion...!! buka pintu!! ". perintah Darren setelah mengetuk pintu kamar Arion beberapa kali.


Tidak ada sahutan, bahkan terdengar sunyi tidak ada suara sedikitpun.


" Ben....., Dobrak.... ". perintah Darren kepada Asisten Pribadinya.


" Baik Tuan.... " jawab Ben langsung mengambil ancang ancang.


Darren menyingkirkan dari depan pintu agar Ben leluasa mendobraknya.


" Brak...... " Dobrakan Ben tidak berhasil. bahkan Ben melakukannya hingga beberapa kali tapi pintu masih tetap tertutup rapat dan terlihat kokoh.


Darren akhirnya ikut turun tangan untuk mendobrak pintu kamar Adiknya.


"Brak.... " dalam satu kali tendangan yang sangat kuat, Darren berhasil mendobrak pintu itu.


Kepala pelayan dan Ben sampai terbengang melihat aksi Tuan Mudanya yang ternyata memiliki tenaga yang sangat kuat.


Darren masuk kedalam kamar Arion yang gelap tanpa penerangan dan bau tak sedap di ikuti Ben dan kepala pelayan yang juga ikut masuk kedalam sana.


Kepala pelayan dengan sigap mencari saklar untuk menyalakan lampu kamar itu.


begitu menyala, mereka semua bisa melihat keadaan kamar yang sangat berantakan dengan barang barang yang berserakan di lantai ada beberapa botol minuman keras yang sebagian sudah pecah, puntung rokok. bantal, guling, selimut, vas bunga, TV dan lampu tidur pun ikut pecah dan tergletak di tantai tak beraturan. bahkan sofa yang ada di kamar itu pun dalam keadaan terbalik. benar benar seperti kapal pecah.


"Astaga....., Tuan muda Arion." ucap Ben dan kepala pelayan secara bersamaan. sedangkan Darren langsung mendatangi tubuh Arion yang tergeletak tidak sadarkan diri di samping bawah tempat tidur. mereka semua di buat panik dengan keadaan Arion karena dari mulutnya keluar busa dan itu pertanda Arion tidak baik baik saja, beruntung denyut nadinya masih terasa.


tanpa menunggu lama, Darren di bantu Ben langsung melarikan Arion kerumah sakit terdekat.


.


.


.


.


bersambung......


.


.


.


.


.


sudah up ya readers ku yang setia...., jangan lupa bonus untuk authornya.... 😉.


hari senin nih, boleh lah bagi votenya... 🥰