Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Acara Reuni SMA ll



Zie dan Ken turun dari dalam mobil secara bersamaan setelah mobil itu berhenti tepat di depan sebuah gedung yang megah nan mewah. Ken berjalan menghampiri Zie setelah menyerahkan kunci mobilnya kepada Parkir Valet ( orang yang khusus bertugas memarkirkan mobil ). Ken menyodorkan sedikit lengannya kearah Zie bermaksud agar tangan Zie mau menggandeng lengannya. Zie yang mengerti itu pun hanya tersenyum lalu meletakkan tangannya di lengan kekar Ken.


"Apakah harus seperti ini...??" tanya Zie sedikit tersenyum kepada Ken.


keduanya berjalan secara berlahan di atas red karpet yang di gelar dari luar hingga memasuki gedung mewah itu.


"Tidak harus sih...., hanya saja biar kita terlihat serasi seperti pasangan yang lainnya. biar mereka iri karena gue bisa jalan sama sahabat gue yang cantik ini. " jawab Ken terkekeh.


"dih gombal banget. gue aduin lo sama Tanti. " ancam Zie.


"eh jangan dong....., kalau dia ngambek terus putusin gue gara gara itu. lo yang harus tanggung jawab. " ucap Ken.


"Kok gue.....?? emang gue harus tanggung jawab apa?? " tanya Zie.


"Lo harus jadi istri gue...., dan gue yakin lo pasti nggak mau. makannya diem aja, jangan ngadu ngadu sama Tanti. " jawab Ken dengan tawa yang di ikuti tawa Zie juga. "ini acara reuni udah kaya acara resepsi pernikahan aja. mewah banget. ada red karpet nya segala lagi. gila ini sih yang udah nyewa tempat ini. " Ken mengomentari gedung yang ia masuki saat ini.


"Maklum lah... yang sewa kan anak pemilik gedungnya. " jawab Zie membanggakan dirinya sendiri sambil terkekeh.


"iya... iya... iya....., percaya sih gue." jawab Ken ikut terkekeh. "untung angkatan kita ada anaknya crazy rich, jadi kita semua bisa merasakan masuk kedalam gedung mewah seperti ini. belum tentu kan semua teman kita bisa masuk kedalam gedung mewah seperti ini?. " ucap Ken lagi


Kedatangan Ken dan juga Zie di tempat itu cukup menarik perhatian semua para pengunjung yang ada di dalam sana. keduanya terlihat seperti pasangan yang sangan serasi. wanitanya menggunakan dress berwarna Cream tanpa lengan yang panjangnya selutut dengan bagian bawahnya yang mengembang, rambut hitam panjangnya di gerai begitu saja menambah kesan anggun sedangkan yang Pria menggunakan kemeja putih di padu jas berwarna cream dan juga celana bahan yang berwarna senada dengan jasnya.


Banyak dari mereka yang tidak mengenali Zie karena ia memang banyak berubah dalam berpenampilan. Zie yang dulu berpenampilan tomboy dan tidak pernah merias wajahnya tapi saat ini penampilannya terlihat modis, cantik dan cewek banget. gaya tomboy nya benar benar sudah tidak terlihat lagi.


Zie dan Ken berjalan menemui teman temannya yang sudah datang terlebih dahulu. ada Zio, Nico, Sigit dan istrinya. tapi di sana ada seseorang yang sangat Zie kenal yang duduk bersama mereka dalam satu meja. Andrea Dias sang sekertaris Nona Kei yang ternyata datang bersama Nico.


"Hay gaes......," sapa Ken yang membawa Zie bergabung bersama mereka.


Zie dan Ken menyalami mereka satu persatu secara bergantian.


"Woah....., gini dong datang bawa pasangan. nggak kaya temen kita yang satu itu. " ucap Sigit kepada Ken yang baru datang.


"Lo nyindir gue....?? ". sahut Zio yang merasa tersindir.


ia merasa kesal karena Ken datang bersama Zie. harusnya tadi yang datang bersama Zie itu dia bukannya Ken.


" Etd.... No baper....., gue nggak nyindir lo yee...... " elak Sigit sambil terkekeh. "Btw.... gue baru tau ternyata Zie itu pasangannya lo Ken....? cocok sih....? ". uacp Sigit yang makin membuat Zio kesal mendengarnya.


" Yo'i.... Zie pasangan gue di acara ini. " sahut Ken tersenyum tampan sambil melirik kearah Zio yang wajahnya sudah di kekuk menahan kesal.


"Wait wait......, gue juga baru tau kalau Nico dan Andre sedekat ini. kalian pacaran ya?? ". tanya Zie to the poin.


Andre yang sedang minum pun langsung tersedak mendengar pertanyaan dari Nona Bosnya sekaligus sahabatnya itu. iya tidak menyangka bos nya akan menanyakan hal itu. ia dan Nico memang cukup dekat tapi mereka masih dalam batasan teman saja tidak lebih.


tapi berbeda dengan Nico yang memang memiliki perasaan lebih kepada Andre. ia hanya menanggapi ucapan Zie dengan tersenyum santai.


"Do'a in aja Zie. " ucap Nico entang yang membuat Andre melotot kan matanya kepada Nico.


"ngarep.... haaaa....... " sahut Sigit menertawakan Nico di ikuti dengan yang lain.


banyak teman teman yang hadir disana datang menghampiri meja Zie dan kawan kawan hanya untuk sekedar bertegur sapa. meskipun Kenzo, Kenzie dan Kenzio tidak terlalu mengenal mereka semua tapi mereka sangat mengenal siapa ketiga murid di sekolah itu. maklumlah mereka dulu memang sangat terkenal di sekolahnya.


"Eh......., gue juga ngundang beberapa guru yang masih ngajar di SMA kita sampe sekarang loh. " ucap Sigit.


"Emang masih ada guru yang ngajar kita dulu sampe sekarang?? ". tanya Zio yang akhirnya mengeluarkan suaranya.


" adalah...., guru BK.., guru olah raga, guru matematika, guru kimia, guru fisika, ada juga beberapa guru dari kelas ips."jawab Sigit.


"Yuk samperin yuk...... " ajak Ken.


"ogah ah...., gue males sama guru BK. " jawab Nico.


"lah emang kenapa?? tanya Sigit.


" dulu gue sering banget dapat hukuman dari dia. "jawab Nico


" Astaga.... jadi lo masih dendam sama guru itu... " sahut Sigit dan Nico mengangguk.


"Huu...., itu mah lo nya aja yang bandel di sekolahan. makannya sering di hukum." ucap Zio menonyor kepala Nico yang memang duduk disebelahnya.


"Sungkeman lo Nic....., minta maaf sama guru BK karena lo dulu sering bikin beliau darah tinggi. mumpung ketemu disini. " saran Andre.


"Weh.... calon pacarnya Nico...., jangan pukul pukul pasangan gue malam ini ya lo....!!" sahut Ken.


"Apa'an sih... kenapa gue jadi calon pacarnya Nico coba??. " Ucap Andre kesal.


"oh... jadi lo nggak Terima?? ". tanya Zie menggoda.


" ya enggak lah.... " jawab Andre dengan cepat yang mana membuat hati Nico sedikit kecewa.


"Nic.......dia nggak mau jadi calon pacar lo katanya. maunya jadi pacar beneran bukan calon. " ucap Zie yang langsung di sambut gelak tawa semuanya.


"langsung lah... gass keun.... " sahut Sigit mengompori.


"Kode keras Nic..... " Ken ikut menimpali.


"Lamar langsung aja udah..... " sahut Zio.


"iya tuh... mumpung momennya pas gini. gue pinjemin cincin deh buat lamarannya. tapi nanti balikin ya.... " ucap Sigit.


wajah Andre tentu saja sudah memerah karena merasa malu. sedangkan Nico hanya senyum senyum saja sambil melihat wajah Andre yang terlihat sangat menggemaskan.


"Tenang..... abis dari sini langsung kekantor KUA. " sahut Nico.


"Lah... mau ngapain emang?? " tanya Sigit karena malam malam seperti ini sudah jelas kalau kantor KUA nya tutup.


"Lewat doang di jalan depannya. " sahut Nico yang lagi lagi mendapat tonyoran di kepalanya oleh Zio.


mereka asyik seru sendiri sambil menikmati hidangan yang sudah tersedia. sudah bertahun tahun mereka terpisah dan dalam kesempatan ini mereka bisa berkumpul kembali mengenang masa masa indah di Sekolah Menengah Atas.


keseruan mereka terhenti saat pembawa acara naik keatas panggung yang sudah tersedia dan menyampaikan kata sambutan. pembawa acara juga mempersilahkan Sigit selaku ketua panitia penyelenggara acara reuni untuk naik keatas panggung.


"Hallo teman teman...., salam sejahtera semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. aamiin......, terimakasih bagi semua yang sudah berkenan hadir di acara reuni yang sangat luar biasa ini, acara temu kangen setelah sekian tahun terpisah. semoga tali silaturahmi kita selalu terjaga selamanya. kami juga berterimakasih kepada Bapak dan ibu guru kita yang sudah meluangkan waktunya untuk turut hadir di acara ini. dan kami juga tidak lupa mengucapkan terimakasih sebanyak banyaknya kepada Kenzo, Kenzie dan Kenzio yang duduk di meja sana. tiga serangkai yang selalu bersama kemanapun dan di manapun karena merekalah yang telah membuat acara reuni kita berada di gedung semegah dan semewah ini sehingga acara kita ini bisa di katakan acara reuni paling spektakuler. beri tepuk tangan....... " ucap Sigit penuh semangat yang langsung di sambut suara riuh tepuk tangan dari semua yang hadir di sana. "sekian dari saya... terimakasih... " akhir kata dari Sigit sebelum turun dari atas panggung.


padahal yang menyiapkan gedung dan segala perlengkapannya hanyalah Zie. Zio dan Ken tidak tau menau soal itu. bahkan Sigit pun hanya mendapat tugas untuk menyebar undangan. untuk dana anggaran yang tadinya sudah di siapkan, Zie tidak memakainya sedikitpun. semuanya ia yang tanggung sendiri.


setelah Sigit menunjuk kearah meja yang di tempati Ken, Zie dan Zio, banyak dari mereka yang baru menyadari bahwa gadis cantik yang datang bersama Ken itu adalah Zie.


tiba tiba lampu di gedung itu padam, hanya menyisakan lampu tamaram dan munculah foto foto kenangan saat di sekolah dulu dalam bentuk Vidio di layar lebar yang memang sudah tersedia di sana. mereka bernostalgia melalui foto foto itu yang di ambil saat sekolah sedang mengadakan acara. ada banyak foto di dalam vidio itu, salah satunya foto saat olimpiade beberapa mata pelajaran yang di menangkan oleh Kenzie dan Kenzo. ada pertandingan basket yang dimenangkan oleh tim basket sekolah mereka dimana Zio sebagai kapten nya. ada juga foto saat turnamen basket antar sekolah yang di selenggarakan di sekolah mereka. foto foto pemain drama putri tidur dan juga pertunjukan band waktu turnamen pun ada.


Marvin yang saat itu hadir disana menemani istrinya pun ikut tersenyum melihat dirinya dan Zie yang tidak sengaja ikut ke foto dimana Zie yang menghampiri dirinya saat turnamen basket.


"Gadis tomboy yang sangat garang yang selalu bisa ngalahin gue. sekarang lo malah jadi adek kesayangan gue Zie. " gumam Marvin dalam hati.


Lamunan Marvin buyar ketika seisi ruangan tertawa kalau melihat foto drama putri tidur dimana Zie tengah membawa sapu sambil mengejar Zio yang saat itu berpakaian layaknya pelayan dengan rambut palsu yang terpasang di kepalanya. tentu mereka semua masih ingat dengan kejadian lucu di akhir cerita drama itu.


"itu yang lo kejar siapa Zie...? tanya Andre yang memang tidak tau karena ia tidak sekolah di sana.


" Tuh... Zio..... " jawab Zie sambil menunjuk kearah Zio. dari situ Andre jadi tau kenapa mereka semua tertawa.


setelah vidio selesai diputar, lampu di gedung itu kembali menyala terang. acara berlanjut dengan ramah tamah sambil menikmati jamuan mewah yang sudah di sediakan. tak lupa mereka semua juga mendatangi guru yang sudah sangat berjasa bagi mereka untuk sekedar bertegur sapa.


acara semakin meriah kala group band Kenzo, Kenzio, Sigit dan juga Nico tampil menunjukkan aksinya diatas panggung yang memang sudah di sediakan. semua berjalan dengan lancar hingga acara pun berakhir.


.


.


.


bersambung...


.


.


.


.