
Sejak Dev menghubungi Kenzie, Ia lebih pendiam dari sebelumnya. Marvin tau bahwa saat ini kenzie mungkin sedang merasa sakit hati atas kedekatan Zio dengan Cerri. saat Zio dan Cerri datang ke AK cafe bersama, Dev sedang melakukan panggilan Vidio dengan Zie. Zie meminta Dev untuk mengarahkan Kamera ke arah para pengunjung dari lantai dua karena zie ingin melihat seberapa Ramai pengunjung saat itu. tepat saat itu Zie melihat Zio bergandengan tangan dengan Cerri masuk kedalam Cafe. Zie bertanya kepada Dev apakah Zio sering datang ke cafe bersama Cerri? dan Dev menjawab 'iya'. Dev menceritakan kedekatan Zio dan Cerri yang lebih sering datang ke cafe hanya berdua saja tanpa adanya Ken.
sebelumnya, Kenzie dan Marvin sudah saling berbagi cerita satu sama lain. zie mengaku bahwa sebelum ia pergi, zio sempat mengungkapkan rasa cintanya. sebaliknya Marvin justru memutuskan hubungannya dengan Cerri sebelum ia pergi. Marvin mengakui bahwa ia sebenarnya masih sangat sayang kepada Cerri tapi kepergiannya memaksa ia harus memutuskan hubungannya dengan cerri. karena ia tidak tau kapan akan kembali lagi. (tentu saja marvin tidak membari tahu keada zie bahwa Papinya lah yang meminta Marvin untuk meninggalkan Cerri karena Marvin akan dijodohkan dengan Zie ) begitu juga dengan zie, ia tak mau memberi harapan kepada zio karena zie juga belum tau kapan ia akan kembali.
"Apa kau baik baik saja zie......??"tanya Marvin yang mengagetkan zie dari lamunannya.
malam ini Kenzie sedang duduk terdiam di balkon kamarnya sambil melihat kearah jalan depan rumah. bahkan Marvin sudah berkali kali mengetuk pintu pun zie tidak menyadarinya. kebetulan pintu kamar zie tidak di kunci jadi Marvin bisa langsung masuk untuk mengecek keadaan Zie.
"hais......lo mau bikin gue mati jantungan ya??" semprot zie sambil mengelus dadanya karena tau tau Marvin sudah berdiri di dekatnya. Marvin tekikik menahan tawanya ketika melihat zie terlonjak kaget. "Apa kau juga baik baik saja??" tanya balik Zie karena zie tahu perasaan Marvin pasti sama seperti apa yang ia rasakan saat ini.
"seperti yang lo liat...gue baik baik aja" jawab Marvin lalu duduk di kursi single berbulu halus.
"Ck....iya tau. fisik lo baik baik saja tapi hati lo bolong bolong kan?? berlubang.?" jawab Zie nyleneh. Marvin tertawa mendengar jawaban Zie.
"Sok tau lo........, hati gue nggak berlubang tau. tapi malah compang camping." jawab Marvin ikut nyleneh yang membuat zie ikut tertawa.
"Gue emang sakit hati Vin, dia bilang akan selalu nungguin gue sampai kapanpun tapi buktinya belum ada sebulan dia sudah mulai berpaling. apa segitu dangkalnya rasa cinta dia buat gue??". ah ... tapi emang itu juga kemauan gue. gue mau zio bahagia meski tanpa gue tapi ko nyesek juga ya rasanya liat dia sama yang lain." ucap Zie dengan pandangan lurus kedepan. akhirnya zie mengeluarkan uneg uneg nya kapada Marvin.
"Tenang Zie....lo nggak sendirian, ada gue yang juga ngrasain hal yang sama kaya lo." ucap Marvin sambil menghela nafas.
keduanya lalu terdiam dengan pikirannya masing masing. mungkin mereka hanya butuh waktu saja untuk bisa terbiasa dengan keadaan itu. mereka yakin lambat laun semuanya akan kembali baik baik saja.
"gue cabut dulu ya Vin.....??" ucap Kenzie lalu beranjak dari duduknya.
"mau kemana lo?? udah malam zie.".tanya Marvin.
"gue cuma mau cari angin aja biar pikiran gie agak jernih."jawab Zie berjalan masuk kedalam kamar dan mengambil jaket, hp dan dompetnya.
"gue ikut......." ucap Marvin cepat dan berjalan lebih dulu keluar dari kamar zie untuk mengambil jaket di kamarnya sendiri.
Marvin tidak akan membiarkan zie pergi sendirian. bagaimanapun Kenzie adalah cewek, sangat berbahaya jika ia berkeliaran di luar sendirian apalagi ini di negara orang.
keduanya lalu menaiki motor sportnya masing masing. zie melajukan motornya lebih dulu di ikuti oleh Marvin di belakangnya. keduanya terus menyusuri keramaian kota yang tak pernah mati itu tanpa tujuan yang jelas. mereka hanya berputar putar saja mengikuti jalanan. meskipun mereka hidup di luar negeri baik Zie dan Marvin tidak pernah ikut dalam pergaulan bebas.
"sepertinya gue harus bikin tempat nongkrong sendiri deh kayanya. ide yang cukup bagus..., Nanti gue bicarain sama Papi ah......" gumam zie sendiri.
ia berniat untuk membuat sebuah cafe seperti di negara asalnya untuk di jadikan tempat nongkrong dan tentunya dengan menu campuran Negara sini dan Negara asalnya.
motor yang di kendaarai Zie terus melaju sampai pada akhirnya zie melihat seseorang berlari karena di kejar beberapa preman di belakangnya. tanpa pikir panjang Zie membelokkan motornya masuk kedalam sebuah gang yang dilewati orang itu.
Gerombolan preman itu berhasil menangkap orang yang mereka kejar. dua orang memegangi tangan orang itu dan yang lain menghajarnya secara brotal. orang itu sudah tak berdaya dengan wajah yang babak belur dan darah segar yang juga mengalir dari sudut bibirnya yang robek. Zie menghentikan motornya dan turun tanpa melepas helm fullface yang terpasang di kepalanya. ia langsung menolong orang itu dengan menghajar para preman yang mengeroyoknya.
Pertarungan yang tk seimbang oun terjadi di gang sempit dan sepi itu. dengan Gesit dan Lincah Zie terus menyerang Lawannya tanpa memberi celah. meskipun mereka berbadan besar dan Kekar tapi kekuatan dan kemampuan zie dalam bertarung berhasil mengalahkan mereka semua. dalam sekejap preman itu terkapar di tanah dengan kondisi babak belur. Preman itu saling membantu untuk berdiri dan memilih kabur meski terhuyung huyung menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya karena pukulan Zie. sayangnya salah satu preman itu berhasil menusukkan sebilah pisau di perut orang yang mereka kejar tadi dan langsung kabur.
zie diam mematung melihat kejadian itu.tubuhnya gemetaran melihat darah bersimpah keluar dari perut orang itu. bahkan sebilah pisau masih tetap setia menanjap di sana. tepat pada saat itu, Marvin datang menghampiri zie.
"Zie..... apa yang terjadi." tanya Marvin panik. ia takut terjadi hal buruk dengan Kenzie.
"Vin.....seseorang telah menusuknya, kita harus segera menolongnya sebelumnya orang ini mati kehabisan darah." ucap Zie dengan suara yang bergetar.
ini pertama kalinya zie melihat kejadian mengerikan seperti ini.
"lo yang tenang Zie, jangan sentuh apapun termasuk pisau itu....lo tunggu disini sebentar." ucap Marvin Langsung berlari keluar dari dalam gang sempit itu.
Marvin ingat tadi ia sempat melewati mobil polisi patroli sebelum berbelok ke gang itu. dan benar saja, mobil itu sudah mendekat kearah Marvin berdiri. Marvin menyetop mobil polisi itu dan memberitahu kejadian di dalam gang sana. Polisi langsung bertindak dan langsung membawa korban penusukan untuk segera di bawa kerumah sakit. tentu saja Marvin dan Zie ikut bersama mereka untuk di mintai keterangan.
begitu sampai di rumah sakit korban penusukan langsung di masukkan keruang operasi karena luka tusukan di perutnya yang cukup dalam. setelah memberi keterangan kepada polisi Kenzie dan Marvin pergi untuk melihat kondisi orang itu. beruntung di gang sempit tadi terpasang sebuah CCTV jadi polisi langsung bisa mengusut kasus itu.
salah satu suster keluar dari ruang oprasi lalu mengatakan bahwa pasien kekurangan banyak darah dan rumah sakit kehabisan stok darah dengan golongan yang sama. beruntung Kenzie memiliki golongan darah yang sama dengan pasien jadi zie memutuskan untuk mendonorkan darahnya saat itu juga. malam ini, Kenzie dan Marvin menghabiskan malamnya dirumah sakit untuk menemani orang yang tak di kenal yang mereka tolong.
"Kalau nolong orang itu jangan setengah setengah." itu adalah kata kata yang zie ucapkan kepada Marvin.
sungguh Marvin sangat mengagumi kebaikan hati Kenzie yang mau menolong orang yang bahkan tidak ia kenal sama sekali.
.
.
.
.
.
bersambung.........
.
.
.
.