Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Teror



Hari ini Zie benar benar di sibukan dengan urusan kantor. setelah selesai meeting tadi pagi..., Zie lanjut pergi keluar kantor karena ada pertemuan dengan klien. beruntung Zie memiliki Asisten dan sekretaris yang sangat handal. Asisten Zie dengan setia akan menemani kemanapun nona bosnya pergi. sedangkan Sekertarisnya akan menghandle semua pekerjaan di kantor selama Nona bosnya tidak ada di tempat di bantu oleh Sisi selaku sekertaris Tuan Ma. sedangkan Rizky sang Asisten pribadi Tuan Ma mendapat tugas untuk ikut dengan Tuan Ma berbulan madu guna menyiapkan segala kebutuhan dan mengatur keamanan Tuan Ma di sana.


"drrtt......drrttt........" Hp Zie yang tergletas di atas meja bergetar dengan lampu layar yang berkedip kedip menandakan ada sebuah panggilan yang masuk.


saat ini Zie berada di sebuah restoran bersama dengan Mif untuk makan siang. Zie baru saja selesai bertemu dengan Klien dan sekarang sudah waktunya jam makan siang.


"Kak Darren......" gumam Zie setelah melihat nama si penelpon yang tertera di layar Hp nya yang belogo apel tergigit itu.


Zie segera menggeser tombol berwarna hijau untuk menerima panggilan telepon dari Darren.


"Hallo Zie..... kamu dimana??". tanya Darren langsung begitu panggilan tersambung.


"Di restoran Kak...., baru mau makan siang." jawab Zie...." kenapa kak.....??" tanya Zie.


"Kenangan Resto??". tanya Darren memastikan.


"Bukan...., tapi AA Resto." jawab Zie.


"Kakak susul kesana boleh? kebetulan kakak berada tidak jauh dari restoran itu?," tanya Darren.


"Boleh dong....Aku tunggu ya...??" jawab Zie.


"ok......" ucap Darren dan panggilan pun berakhir.


pelayan datang mengantar Pesanan Zie dan Mif. setelah semuanya terhidang di atas meja, Zie tidak langsung memakannya.


"Kita tunggu seseorang dulu ya mita? sebentar lagi datang kok, kamu belum kelaparan kan??". tanya Zie dengan mode candanya.


"tenang saja Nona...., aku tidak akan mati karena menahan lapar beberapa menit saja." jawab Mif.


keduanya lalu terkekeh bersama, meski mereka hanya berdua saja tapi Mif sampai sekarang tidak mau jika disuruh bersikap biasa saja. ia selalu bersikap formal kepada Zie kapan pun dan dimana pun.


Tidak lama kemudian orang yang di tunggu tunggupun datang. Darren berjalan kearah dimana Zie berada, Darren terlihat sangat gagah dengan stelan jas yang membalut butuh tegapnya. begitu melihat Zie, sudut bibir Darren langsung melengkung membentuk senyuman tipis yang menghiasi wajah tampannya.


"Maaf sudah membuatmu menunggu." ucap Darren yang sudah berada di dekat Zie.


"Tidak masalah...., duduk kak...." jawab Zie lalu mempersilahkan Darren untuk duduk.


Darren menuruti perinth Zie dengan menarik satu kursi di sebelah Zie dan mendudukan dirinya disana. tidak lupa Darren juga memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman.


"Kak...kenalin dia Asisten Pribadiku....." ucap Zie memperkenalkan Mif kepada Darren.


Mif dengan ramah memperkenalkan dirinya kepada Darren. Keduanya berjabat tangan sambil menyebutkan nama mereka masing masing.


"Perkenalan saya Mif Asisten Pribadi Nona Kenzie."ucap Mif tersenyum sopan.


"Darren Wang......." ucap Darren.


"Senang bisa berkenalan dengan Tuan Darren." ucap Mif lagi.


"Sama sama" jawab Darren singkat dengan mode Datar.


Setelah pesanan Darren datang, mereka bertiga memulai maka siang bersama. tidak ada percakapan yang keluar di tengah kegiatan mereka. setelah selesai baru lah mereka berbincang kembali.


"Zie...., sebaiknya mulai sekarang kamu harus lebih hati hati lagi. bawalah bodyguard kemanapun kamu pergi." Perintah Darren serius.


"Kenapa memangnya Kak....??". tanya Zie yang belum mengerti maksud dari ucapan Darren.


sedangkan Mif hanya diam untuk menjadi pendengar yang baik. karena sepertinya percakapan Nona bos nya dan Tuan Darren cukup serius.


"dari informasi anak buah Kakak, beberapa orang yang menyerang kita semalam ternyata mengincar dirimu Zie. ada seseorang yang ingin mencelakaimu dengan mengirim mereka untuk menyerang mu." jawab Darren.


Zie dan Mif cukup terkejut mendengarnya. selama ini Zie aman aman saja tapi kenapa tiba tiba ada orang yang ingin mencelakainya??


"Apa..?? menyerang??? Nona di serang?? Nano baik baik saja kan??". Tanya Mif yang langsung panik. tentu saja panik karena Mif juga menghawatirkan Nona nya. keselamatan Nona Bos adalah Prioritas utama Mif.


"aku baik baik aja Mita," Zie menjawab pertanyaan Mif."Siapa orang itu Kak....? dan apa motif orang itu ingin mencelakaiku??".tanya Zie kepada Darren penasaran.


"Anak buah kakak belum mengetahui siapa orang itu. orang orang yang semalam masih bungkam dan belum mau membuka mulut mereka untuk memberitahu siapa orang itu. Kakak akan usahakan agar segera mencari tahu siapa orangnya. maka dari itu, selama orang itu belum di ketahui bawalah bodyguard untuk berjaga jaga."jawab Darren. terlihat jelas kekhawatiran di wajah tampan Darren saat ini.


Tadi saat Darren sedang mengendarai mobil bersama Asisten Pribadinya, salah satu anak buahnya menelpon dan memberithu tentang informasi yang baru saja ia dapat dari salah satu orang yang semalam menyerang Zie dan Darren. Orang itu mengaku bahwa mereka adalah orang orang bayaran yang di suruh seseorang untuk mencelakai seorang gadis yang bernama Kenzie.


Darren takut Zie menjadi incaran orang orang yang menjadi musih Darren karena beberapa hari ini ia dan Zie terlihat bersama.


"Satu lagi Zie...., jangan pernah kamu melepas anting itu agar kakak bisa tau dimana keberadaanmu. langsung kabari kakak kalau ada apa apa." Pesan Darren.


Tadinya Darren akan kembali ke negaranya begitu urusan pekerjaan di sini selesai. tapi sepertinya ia akan membatalkan niatnya itu selama Keselamatan Zie masih terancam. Darren tidak akan bisa tenang selama ia belum menemukan siapa orang itu.


"iya Kakak...., jangan khawatir seperti itu, aku bisa jaga diri aku sendiri jadi kakak tidak perlu cemas." ucap Zie tersenyum berusaha menenangkan Darren.


Zie juga sebenarnya sangat penasaran dengan orang yang ingin mencelakainya. siapa dan apa motif di balik semua itu.


jujur Zie juga merasa sedikit takut karena ini pertama kali dalam hidupnya ada orang yang menginginkan ia celaka. sebenarnya dulu juga ada orang yang ingin mencelakainya dan juga ibunya tapi waktu itu Zie masih sangat kecil sehingga tidak tau apa apa.


"(pantas saja almarhum nenek bella dan Papi berusaha keras menyembunyikan identitas gue demi keselamatan gie sendiri. ternyata seperti ini rasanya menjadi target incaran orang yang ingin mencelakai kita. sangat meresahkan)" gumam Zie dalam hati.


sementara itu di tempat lain tepatnya di perusahaan Al Azhar, Tuan Prabu yang baru saja kembali keperusahaan setelah makan siang bersama Asistennya saat ini tengah berada di ruangannya. tapi tak lama kemudian pintu ruangan itu di ketuk dari luar dan masuklah OB sambil membawa kotak berwarna coklat berukuran sedang.


"Permisi Tuan.... Maaf ini ada paket untuk Tuan Prabu." ucap OB itu menyerahkan kotak berwarna coklat kepada Asisten Zaki.


"Siapa pengirimnya??". tanya asisten Zaki.


"Maaf Tuan...., disini tidak ada nama pengirimnya."jawab OB itu.


Tuan Prabu dan Asisten Zaki saling pandang karena merasa curiga dengan kotak tanpa nama pengirimnya itu, asisten Zaki lalu mengambil Kotak itu setelah mendapat anggukkan kepala dari Tuan Prabu.


"saya kembali bekerja dulu pak, permisi....." pamit OB itu lalu pergi meninggalkan ruangan orang nomer satu di perusahaan itu.


"Coba buka Zak....." Perintah Tuan Prabu penasaran dengan apa isi paket itu.


"Baik Tuan......" jawab Zaki patuh.


Asisten Zaki langsung membuka kotak itu dengan merobek kertas coklat yng membungkusnya lalu membuka kardus berukuran sedang itu. hanya ada sebuah surat di dalam kotak, Asisten Zaki lalu mengambil surat itu dan menyerahkannya kepada Tuan Prabu.


"Aku datang kembali Prabu Al Azhar, bersiaplah!! aku akan mengambil sesuatu yang paling berharga di hidupmu sama seperti kamu yang telah mengambil sesuatu yang berharga dalam hidupku puluhan tahun yang lalu.


Aku kembali untuk menuntut balas sesuai janjiku padamu...."


Begitulah isi surat yang di terima oleh Tuan Prabu. surat yang tidak di ketahui siapa pengirimnya.


"siapa dia?? Apa maksudnya menerorku seperti ini??". tanya Tuan Prabu geram.


Asisten Zaki lalu menerima dan membaca isi surat itu. ia masih ingat dengan jelas bahwa dulu Tuan Prabu juga pernah mendapat teror surat ancaman semacam ini. tapi teror itu berhenti dengan sendirinya begitu Tuan Prabu selalu berpindah pindah tempat untuk mencari keberadaan anak dan istrinya. tapi kenapa peneror itu bisa datang lagi...??


Tuan Prabu dan Asisten Zaki terdiam dengan pikirannya masing masing tentang apa kemungkinan buruk yang akan terjadi karena ulah si peneror itu.


.


.


.


bersambung. . . .


.


.


.


.


.


*Darren Wang....



*Arion