Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Zio kehilangan kesempatan



Setelah selesai menyiapkan makan malam, Mama Zio naik ke atas untuk memanggil putrinya yang masih di kamar. setelah itu mereka menuruti anak tangga bersama untuk memberitahu suaminya bahwa makan malam sudah siap.


"Zio....., makan malam sudah siap. dimana Papamu dan yang lainnya?? " tanya Mama Zio yang melihat putranya masuk kedalam rumah.


tak lama Suaminya juga terlihat masuk kedalam rumah.


"Pa.... makan malam sudah siap..., ayo ajak yang lainnya untuk keruang makan, mama sudah masak banyak malam ini. " ucap Mama Zio tersenyum senang.


malam ini adalah makan malam spesial orang orang hebat pemimpin perusahaan besar di kota ini tentu saja Mama Zio merasa senang bisa menyiapkan makan malam untuk mereka semua.


"makan malamnya batal Ma...., semua orang sudah kembali pulang. " jawab Zio kesal.


ia kesal dengan sikap Papanya....., tidak seharusnya papanya bersikap seperti itu. gagal sudah semua yang telah ia rencanakan untuk Zie. sia sia Zio bersusah payah membuat taman belakang menjadi terlihat romantis dan semua itu karena Papanya. Papanya menghancurkan semuanya, bahkan Zio tidak memiliki muka jika harus bertemu dengan Zie kembali.


"Apa....?? kenapa batal?? bukan kah tadi semuanya sudah pada datang?? apa yang terjadi... ?? ". tanya Mama Zio bingung.


Mama Zio benar benar tidak tau ada kejadian apa sehingga membuat makan malam yang sudah ia siapkan menjadi gagal. sedangkan Khansa hanya diam mendengarkan, ia juga tidak tau sama sekali dengan apa yang telah terjadi.


" Papa sudah mengusir Zie secara terang terangan tanpa Papa ketahui kalau Zie itu adalah Nona Kei, tamu yang kita tunggu tunggu tapi Papa malah mengusirnya begitu saja." jawab Zio sedangkan Papanya hanya menunduk karena merasa telah bersalah.


"(Dan Papa merusak rencana gue untuk kembali merajut hubungan dengan Zie. tadi gue merasa menjadi orang sangat beruntung tapi sekarang entah keberuntungan itu pergi kemana sehingga gue kehilangan kesempatan untuk mendekati Zie kembali.) " batin Zio


"jadi...., Nona Kei itu Ken zie??" kaget Mama Zio. "lalu Kenapa Papa mengusir Zie....?? apa dia berbuat salah?? " tanya Mama Zio dan Papa Zio menjawab dengan gelengan kepala.


"Zie tidak berbuat apa apa..., Papa saja yang tidak suka dengan kehadirannya. Papa pikir Zie tidak memiliki kepentingan dalam acara makan malam ini makannya Papa menyuruhnya untuk pulang saja karena Papa tidak mau dia bikin masalah


depan Nona Kei yang nantinya akan membuat kita semua malu. tapi tanpa Papa sadari justru papalah yang telah membuat malu. "jawab Papa Zio mengakui kesalahannya. ia menyesal dengan perbuatannya kepada Zie.


" Kenapa Papa tidak suka dengan Kak Zie...., Kak Zie itu orang baik. dia bahkan menolong Sasa dari penjampretan waktu itu. " ucap Sasa keceplosan. ia langsung menutup mulutnya dengan tangan begitu selesai mengucapkan kalimat itu.


Sasa dan Zio sepakat untuk tidak memberi tahu kepada kedua orang tuanya tentang kejadian penjambretan yang di alami Sasa waktu di pasar malam karena Sasa takut di marahi dan tidak di ijinkan keluar rumah bersama teman temannya lagi.


"Apa.... penjambretan?? " mama dan papa Zio mengucapkan kalimat yang sama dalam waktu bersamaan pula.


"Sasa.... jelaskan!!. " perintah Mamanya.


sudah kepalang tanggung akhirnya Sasa pun menceritakan kejadian yang menimpanya waktu itu. dan benar saja sesuai dugaannya ia di larang pergi bersama teman temannya lagi.


"sepertinya Papa harus meminta maaf kepada Zie secara langsung. Nona Kei itu orang yang berpengaruh dalam dunia bisnis. Papa nggak mau reputasi papa jadi jelek kalau sampai Zie menceritakan perlakuan papa kepada rekan bisnisnya yang lain. " ucap Papa Zio.


"Pah...., Zie bukan orang yang seperti itu. harusnya papa meminta maaf kepada Zie dengan tulus bukan karena reputasi." tegur Zio yang kesal mendengar ucapan Papanya.


"ini semua juga karena salahmu Zio. coba dari awal kamu kasih tau Papa kalau Zie itu Nona Kei, pasti Papa tidak akan melakukan hal memalukan seperti ini. " ucap Papa Zio yang malah menyalahkan Zio


"Benar yang Zio katakan Pah. harus nya papa meminta maaf kepada Zie dengan tulus. mau siapapun Zie, papa tidak sepantasnya bersikap seperti itu pada tamu yang datang kerumah kita dengan cara baik baik.!! kali ini Mama bener bener kecewa sama Papa. Papa yang salah tapi malah menyalahkan orang lain!!" ucap Mama Zio kesal.


Suaminya ini memang memiliki sifat yang jelek yang tidak patut di contoh. untung kedua anaknya tidak ada yang mewarisi sifat jeleknya itu. mereka lalu melanjutkan makan malam yang sempat tertunda hanya berempat saja seperti biasanya.


...,,________,,_______,,________,...


Zie meminta Mif untuk mengantarnya ke AK cafe setelah meninggalkan rumah Zio. ia juga sudah menghubungi Darren untuk bertemu disana karena sedari tadi Darren terus menanyakan keberadaan Zie.


"Hay kak.... udah lama nunggu ya....?? " sapa Zie kepada Darren yang sedang duduk sendirian di dalam Cafe.


Darren terpesona melihat penampilan Zie malam ini yang terlihat cantik berbeda dari biasanya. tapi ia langsung tersadar dan kembali bersikap biasa saja.


"Enggak ko...., baru aja nyampe." Jawab Darren tersenyum tampan sambil menepuk sofa di sebelahnya agar Zie duduk di sana.


Zie masuk ke dalam cafe sendirian karena Mif tidak ikut masuk kedalam cafe dan memilih untuk langsung pergi karena ada urusan Pribadi.


Darren memang memilih tempat duduk sofa memanjang yang ada di dalam cafe itu. mereka lalu memesan makan dan minum sesuai kesukaan masing masing.


"tadi kenapa acara makan malam di rumah Zio nggak jadi Zie....?? " tanya Darren setelah mereka selesai makan.


Zie mengambil gelas yang berisi orange juice dan meminumnya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Darren.


"ada sedikit masalah tadi di sana... jadi aku pilih pergi aja. " jawab Zie. ia bingung harus bercerita sama Darren atau enggak. Zie nggak ingin nama baik keluarga Zio jadi jelek di mata orang lain kalau ia menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"masalah apa?? ". tanya Darren penasaran.


" Bukan apa apa ko Kak..., cuma masalah kecil. oiya.... abis ini aku keatas dulu ya? ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaiin. " ucap Zie mengalihkan pembicaraan.


"Urusan Cafe ya....?? aku ikut boleh kan??. nanti aku bantuin biar cepet selesai. " tanya Darren.


"Boleh dong.... " jawab Zie tersenyum manis. "Ya udah yuk...., kita keatas sekarang aja. " ajak Zie.


"Wah... ruangannya rapi dan nyaman ya... " puji Darren begitu masuk kedalam ruang pribadi Zie yang ada di lantai dua AK cafe.


ini adalah pertama kalinya Darren masuk kedalam ruang pribadi Zie yang ada di Cafe itu. sebuah ruangan yang tidak terlalu besar bernuansa putih dan dipadu dengan sedikit warna coklat membuat ruangan itu terlihat manis. semua furniture di ruangan Zie tidak terlalu banyak dan tertata rapi sehingga enak di pandang. ruangan itu juga memiliki balkon yang menghadap kedepan Cafe dan di hiasi tanaman juga yang membuat ruangan itu terlihat lebih segar.



tak lama Dev masuk keruangan itu dengan membawa berkas di tangannya lalu menyerahkannya kepada Zie.


"Ini berkas yang perlu anda periksa Nona Bos. " ucap Dev.


Dev sedikit bingung melihat keberadaan Darren di sana. tidak biasanya Nona Bosnya ini mengajak seseorang kedalam ruang pribadinya saat menyelesaikan pekerjaannya. apa lagi Darren berdiri di dekat Zie dan menyondongkan tubuh tingginya ikut melihat laporan yang sedang Zie periksa.


"Kenapa melihatku seperti itu?? aku hanya menemani kekasihku bekerja." ucap Darren karena merasa di perhatikan oleh Dev.


Darren sengaja ingin memberitahu kepada semua orang bahwa saat ini Zie adalah kekasihnya agar tidak ada lagi lelaki yang berusaha mendekati Zie.


"Kekasih.....?? " ulang Dev sambil melirik kearah Zie untuk mencari tahu kebenarannya. Zie hanya menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Darren.


"Wah kalau begitu...., aku ucapkan selamat untuk kalian berdua. aku turut senang mendengarnya. semoga hubungan kalian bisa langgeng hingga ke jenjang pernikahan. " ucap Dev memberi selamat dan doa kepada mereka berdua dengan tulus.


"Aamiin..... " jawab Zoe dan Darren bersamaan.


"makasih do'a nya Kak..., semoga lo juga segera menemukan belahan jiwanya. " ucap Zie sambil tersenyum manis.


"Aamiin..... " jawab Dev ikut tersenyum. "ya sudah...., berhubung lo udah ada yang nemenin gue tinggal dulu ya. Cafe lagi rame soalnya. " pamit Dev lalu keluar dari dalam ruang pribadi Zie setelah Nona Bos nya menganggukkan kepalanya.


Zie telah menyelesaikan pekerjaannya hanya dalam waktu beberapa menit saja berkat bantuan Darren. Darren yang notabennya juga seorang C.E.O tidak heran jika ia dengan mudah mampu mempelajari dan menyelesaikan laporan itu.


"Habis ini mau kemana Lagi?? ". tanya Darren setelah Zie merapikan meja kerjanya.


" aku mau pulang Kak...., " jawab Zie singkat.


"pulang...?? ". tanya Darren memastikan dan Zie pun mengangguk. " Padahal kakak masih kangen sama kamu." ucap Darren lagi yang membuat Zie tersenyum.


"gini Kak...., Papi kan sedang tidak ada di rumah jadi Papi memberi tanggung jawab kepada Marvin untuk menjagaku selama Papi pergi. jadi aku nggak mau bikin dia khawatir kalau aku pulang malam." jawab Zie sedikit memberi pengertian kepada Darren.


"Om Prabu pergi??kemana??" tanya Darren


"iya... Papi pergi ke kota Y mengantar Tante Dewi dan anak anaknya pulang kesana. " jawab Zie.


"Ya sudah, kakak antar kamu pulang tapi besok kakak akan menjemput kamu dan untuk mengantar kamu berangkat ke kantor." ucap Darren.


"No....., aku bisa berangkat sendiri kak. aku nggak mau ngerepotin Kakak. " tolak Zie.


"Kakak nggak nerima penolakan Zie. lagian nggak ngerepotin sama sekali. kakak malah seneng bisa bareng sama kamu terus. " jawab Darren memaksa.


Akhirnya Zie pun meng iya kan kemauan Darren untuk mengantarnya berangkat kerja. Darren mengantar Zie pulang dan sampai di rumah tepat jam 9 malam.


"Wah..... bukannya tadi lo pergi sama Ken dan Papanya pergi kerumah Zio ya?? ko pulangnya bisa bareng sama Kak Darren. " ucap Marvin menyambut kepulangan sang adik yang di antar oleh Darren.


kebetulan tadi pas Marvin keluar rumah bertepatan dengan mobil Darren yang memasuki gerbang rumahnya. jadi Marvin berdiri di depan pintu utama menunggu mereka.


"Kak Marvin...., kalau ada tamu itu di suruh masuk dulu. suruh duduk, bikinin minum, baru di ajak ngobrol." Sindir Zie, sedangkan Marvin hanya menunjukkan cengiran nya lalu mengajak Darren untuk masuk kedalam rumah.


mereka kini duduk di ruang tamu bersama sambil mengobrol ringan. Darren juga memberi tahu tentang hubungannya dengan Zie. Marvin tentu saja sangat senang, setelah sekian tahun akhirnya adik kesayangannya ini mau membuka hatinya kembali dan Darren adalah orang yang tepat untuk Zie menurutnya. Marvin berdo'a semoga Zie tidak di kecewakan lagi dan semoga keduanya benar benar berjodoh.


.


.


.


.


bersambung.....


.


.


.


.