Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
bener bener sultan



Pagi ini seperti biasa Zie, Marvin dan juga Papinya sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor. hari ini di MK Group ada tes untuk orang orang yang mendapat panggilan kerja yang nantinya akan menjabat sebagai Sekertaris dan Asisten Pribadi Marvin. Begitu juga dengan Rizky yang ternyata juga mendapat panggilan dan memiliki kesempatan dalam mendapatkan posisi itu. Zie berdoa semoga Rizky bisa lulus dalam tes awal ini dan berlanjut hingga benar benar mendapatkan jabatan itu.


"Zie...., Hari ini ada tes buat calon sekertaris dan Asisten gue. bisa nggak lo bantu gue buat seleksi mereka." ucap Marvin kepada Zie. mereka sudah menyelesaikan sarapannya bersama dan berjalan keluar rumah.


"Lo pikir gue santai apa??, kan udah ada bagian tersendiri buat nanganin tes calon karyawan baru. lagian ini kan baru spikotes jadi biar mereka aja yang menyeleksi. lagian kenapa harus gue sih?? kenapa nggak lo aja??."jawab Zie enteng.


"Gue percaya lo bakal nyari'in yang terbaik buat sekertaris dan asisten gue." jawab Marvin.


"Nanti deh gue ikut nyeleksinya kalau udah bahagia terakhir. kalau gue minat tapi" jawab zie. ia langsung naik keatas motor sportnya, memakai helm dan langsung tancap gas.


Zie berangkat mendahului Kakak dan Papinya.


"Lah...itu anak pake motor berangkat kantornya??". ucap Marvin bermonolog sendiri. ia lalu masuk kedalam mobil sportnya dan melajukan secara berlahan untuk berangkat kekantor.


...,____,____,_____,______,...


"Brummm.....Bruummm........ " Zie baru saja sampai di basement dan memarkirkan motornya. ia melepas helmnya terlebih dahulu sebelum turun dari motornya.


setelah membenahi rambutnya yang berantakan, Zie berjalan dengan santai masuk kedalam kantor.


"Sendirian aja??." ucap seseorang tepat di sebelah telinga kanannya.


"Astaga......" kaget Zie sambil memegangi dadanya yang langsung berdegup kencang karena terkejut.


siapa yang tidak sport jantung, tidak ada tanda tanda kehadiran orang lain di sekitar Zie tapi tiba tiba ada suara di dekat telinganya. Zie menoleh ke kanan dan mendapati sang pelaku yang sedang menertawakannya. Arion.


entah ada angin apa tiba tiba ia bersikap jail sepagi ini kepada Zie. pagi ini bahkan ia merasa lebih bersemangat untuk berangkat kerja. kemana hilangnya sikap Arion yang Datar, cuek dan irit bicara itu.??


"Bikin kaget aja tau nggak.....!!"semprot Zie memukul pelan lengan Arion. "untung jantung aku nggak jatoh terus ngeglinding." ucap Zie yang makin membuat Arion tertawa.


"emang jantung kamu kelereng apa kalau jatuh langsung ngeglinding." jawab Arion masih dengan tawanya.


"kamu salah makan ya?? pagi pagi udah ngejailin orang."ucap Zie mengerucutkan bibirnya sebal.


"aku malah belum makan tauk." jawab Arion jujur. ia terlalu bersemangat berangkat kerja dan melewati sarapan paginya.


"Lah...,makan dulu sana, nanti kamu pingsan lagi." perintah Zie. "eh... kaki kamu udah sembuh??" tanya Zie yang baru sadar Arion berjalan tanpa membawa tongkat.


"iya nanti." jawab Arion. "samalam aku manggil tukang urut, dan sekarang udah nggak sakit lagi." ucap Arion jujur.


semalam temen Arion memang membawakan tukang urut ke apartemennya., walaupun waktu diurut ia menjerit kesakitan tapi paginya langsung enakan dan dan bisa berjalan seperti biasa.


"eh... aku ketoilet dulu ya, mau ganti baju." pamit Zie kepada Arion.


"Ok..." jawab Arion.


Mereka pun berpisah dan berjalan ke tujuan masing masing. Zie ke toilet sedangkan Arion ke Kantin untuk sarapan terlebih dahulu.


setelah selesai berganti pakai, Zie lalu bergabung bersama Sisi dan juga Dona.


"Ck.... Cleaning Servis aja belagu!! celetuk Dona begitu Zie datang. ia menatap sinis kepada Zie.


Zie merasa heran dengan ucapan Dona barusan padahal penampilan Zie biasa saja, wajah tanpa maka up, rambut di gulung asal keatas, baju seragam juga sama dengan yang lain ,entah belagu yang bagaimana yang Dona maksud.


Zie memilih diam dan tidak menanggapi kata kata Dona. ia terlalu malas jika pagi pagi sudah harus beradu mulut.


"Pagi Zie...., kau sudah datang rupanya??" sapa Sisi dengan ramah dan menanggapinya dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Zie, pagi ini banyak yang pesan untuk di buatkan kopi seperti kemarin. katanya kemaren rasa kopinya sangat enak. bukanya kemarin kopi kopi itu kamu yang buat??". tanya sisi dengan cerianya.


"iya...kemarin aku yang buat." jawab Zie.


"Kalau begitu..., kita bagi tugas saja. kamu yang meracik dan menyedu kopinya, biar kita semua yang mengantarkannya." usul sisi.


Zie menurut saja dan langsung mendekat kearah mesin pembuat kopi untuk memulai aktifitasnya seperti kemarin.


Zie sama sekali tidak merasa kesulitan dengan mesin itu karena ia sudah terbiasa menggunakannya. jelas rasa kopi buatan Zie enak, kan Zie punya Cafe yang terkenal di kota itu. dulu Zie sendiri yang membuatkan kopi pesanan para pelanggan sebelum kemampuannya ia turunkan kepada anak buahnya yang ada di cafe.


"Biar ku bantu....." ucap Arion yang sudah berdiri di dekat Zie. ia sudah berganti seragam yang sama seperti Zie yang lainnya kenakan.


" Zie...tolong bawakan Kopi ke ruang C.E.O., aku sakit perut mau ke toilet dulu." perintah Sisi.


"Dona kemana??." tanya Zie.


"Dona lagi nganterin ke ruang sekretaris Andre dan Asisten Mif. buruan ya Zie, takut Tuan mudah Marah marah kalau Kopinya telat diantar." ucap Sisi sabil berlalu pergi ke toilet. Zie hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Biar aku saja yang antar, ini sudah lewat dari waktu biasanya kopi Tuan Muda di antar jadi kemungkinan Tuan Muda akan memarahi orang yang mengantarnya." ucap Arion. ia tidak mau Zie terkena marah oleh pemimpin perusahaan.


"nggak papa, biar aku saja, Tuan Muda nggak akan marah ko. jadi kamu tenang saja." ucap Zie seraya mengangkat penampan berisi kopi hitam untuk Tuan Muda Ma.


Zie berjalan denga santai menuju ruangan Tuan Muda Ma sang pemimpin perusahaan. sedangkan Arion cukup khawatir dengan Zie karena ia tahu betul bagaimana Tuan Muda Ma jika sedang marah.


"(Semoga saja Tuan Ma tidak ada di ruangannya jadi Zie tidak perlu kena marah)".gumam Arion dalam hati mendo'a kan Zie.


tok tok....... Zie mengetuk pintu ruangan Marvin dan masuk kedalamnya setelah mendengar suara sahutan yang menyuruhnya untuk masuk.


terlihat Marvin yang sedang bersantai sambil senyum senyum sendiri melihat kearah Hp nya. sepertinya Marvin tengah chatingan dengan seseorang yang membuatnya senang.


"Ehm......., jadi seperti ini ternyata pekerjaan Tuan Ma." ucap Zie yang sudah berdiri di samping Marvin.


"Prak......". saking terkejutnya Marvin, ia sampai menjatuhkan Hp yang ada di tangannya.


"Zie......?? kenapa kau memakai seragam seperti itu??". tanya Marvin kaget. " astaga Hp ku.......". ucap Marvin yang tersadar bahwa Hpnya baru saja terjun bebas ke lantai.


Marvin memundurkan kursi kebesarannya dan mengambil Hp nya yang sudah tergletak di bawah meja.


"Yah...... layarnya pecah."ucap Marvin dengan wajah sedih.


Hp yang berlogo apel tergigit keluaran terbaru itu belum lama Marvin beli. tapi lihat sekarang, Hp itu sudah retak layarnya.


"Alhamdulillah......." celetuk Zie.


"ih...jahat banget sih lo.....!!! gantiin nggak Hp gue!!" ucap Marvin memanyunkan bibirnya kesal.


"Lah ko gue....??". ucap Zie tidak mau tau.


" ya iya lah...., kan hp gue jatuh gara gara lo ngagetin gue."jawab Marvin.


"iya tapi lo yang beliin ya...." ucap Marvin penuh harap.


"iya...., nanti gue beliin sekalian Counternya." jawab zie kesal.


bisa bisa nya Marvin merengek meminta di belikan hp seperti anak kecil. padahal Marvin sendiri sangat mampu untuk membelinya.


"Makasih adikku sayang......" ucap Marvin tersenyum tampan sambil mencubit pipi Zie gemas.


kini giliran Zie yang mengerucutkan bibirnya sebal karena cibiyan Marvin yang Membuat Marvin makin tertawa melihat wajah mengemaskan Zie.


"Sekarang beri tau gue kanapa lo pake baju seragam OG?? lo beralih profesi??". tanya Marvin ingin tau.


"bukan beralih profesi tapi lebih tepatnya berprofesi ganda." jawab Zie. "udah ah...kerjaan gue masih banyak." ucap Zie yang ingin pergi keluar dari ruangan Marvin.


"eh tunggu Zie, sejak kapan lo jadi OG??"tanya Marvin mencegah Zie pergi.


"dari kemarin....." jawab Zie.


"Pantes..., kemarin Kopinya enak, rasanya sama kaya di AK cafe."ucap Marvin.


"udah ah...gue kerja dulu. byee........" ucap Zie lalu benar benar pergi keluar dari dalam ruangan Marvin.


Zie berjalan santai sampai seseorang memanggilnya untuk membawakan cangkir kosong bekas minuman mereka. Zie dengan sigap mengambil cangkir cangkir itu dan membawanya dengan menggunakan penampan.


"prang......." gelas gelas yang Zie bawa jatuh dan pecah berserakan kelantai karena ada seseorang yang menabraknya ketika ia berjalan menuju pantry.


"Heh...kalau jalan pakai mata dong!!" semprot orang- sudah menabrak Zie.


bukannya meminta maaf tapi orang itu malah memarahi Zie. Zie memilih diam tanpa menanggapi omelan orang itu.


"Zie..., kamu nggak papa....,?." tanya Arion yang tiba tiba datang. sepertinya ia juga habis mengantarkan minuman salah satu staf kantor.


"nggak papa ko." jawab Zie


Arion membantu Zie membersihkan pecahan gelas yang ada di lantai sebelum melukai orang lain.


"Zie.....,??" tanya orang itu menelisik penampilan Zie. "Astaga lo beneran Kenzie?? ya ampun Zie, apa yang terjadi sama lo. kenapa lo pake seragam rendahan seperti itu." ucap seseorang dengan nada mencibir.


Jesica, salah satu teman kuliah Zie waktu di Luar negeri. ia datang ke perusahaan MK group karena ia mendapat panggilan untuk mengikiti tes setelah mengirim CV atas lowongan kerja yang ada di perusahaan itu.


"jesi.....?? ya ampun, udah lama banget ya kita nggak ketemu. lo apa kabar??,Sorry tadi gue nggak sengaja". ucap Zie ramah.


jesica, Kenzie dan Andre dulu berteman baik karena mereka berasal dari negara yang sama. bahkan mereka sering jalan jalan bersama saat di luar negeri.


"Yang jelas gue lebih baik dari pada lo".jawab Jesica ketus. "kenapa lo pakai baju kaya gitu?? lo jadi cleaning servis?? iuh......, memalukan. lulusan luar negeri ko jadi Cleaning Servis.!!". ucap Jesica seolah olah jijik melihat Zie dengan kerjaannya sekarang.


"kenapa harus malu?? cleaning servis kan juga pekerjaan yang halal Jes??". tanya Zie.


"iya halal, tapi nggak berkelas. enggak banget deh punya temen seorang Cleaning Servis. "ucap Jesica.


"lo kok ngomongnya gitu sih jes?? kita kan dulu berteman baik." tanya Zie tak habis pikir dengan temannya yang satu ini.


"Heh....denger ya, dulu kita memang teman karena dulu gue pikir lo anak orang kaya yang selevel sama gue makannya bisa kuliah di luar negeri.!! tapi sekarang..., No!! Big No Zie.!!! gue nggak mau punya temen yang pekerjaannya rendahan kaya lo. denger baik baik ya Zie, mulai sekarang jangan pernah bilang kalau lo dulu temen gue.!!! jangan pernah nyapa gue kalau ketemu dimanapun!! anggap saja kita tidak pernah saling mengenal.!! ucap Jesica dengan lantang dan tegas. jesica lalu pergi meninggalkan Zie begitu saja.


Zie hanya diam saja mendapat penghinaan dari Jesi, Zie baru tau ternyata teman baiknya dulu mempunyai sifat yang sangat buruk.


Arion yang mendengar ucapan teman Zie hanya bisa terdiam. dalam hatinya semakin bertanya tanya siapa Zie?? Zie bahkan ternyata anak kuliahan lulusan luar negeri. tapi kenapa ia mau bekerja di bagian terendah perusahaan MK group??.


"itu tadi temen kamu Zie??" taya Arion. mereka sudah membersihakn pecahan gelas dan berjalan bersama menuju pantry.


"Bukan....., kamu dengar sendiri kan, tadi dia melarangku buat mengakui bahwa dia temenku??" jawab Zie tersenyum kecut.


"sabar ya..., orang sepertinya memang tidak pantas menjadi teman kamu., percayalah akan ada orang lain yang akan menjadi teman baikmu dengan tulus tanpa mandang rendah pekerjaanmu." Ucap Arion menepuk nepuk pelan bahu Zie. Zie mengangguk dan tersenyum manis menanggapi ucapan Arion.


Mereka lalu kembali menyibukkan diri dengan pekerjaanya masing masing hingga jam istirahat pun tiba. seperti kemarin, Arion dan Zie menikmati jam istirahatnya dengan makan siang bersama.


"tok....tok......" pintu ruanga Marvin di ketuk dari luar, Mif masuk kedalam ruangan itu setelah Marvin mempersilahkannya untuk masuk.


"Permisi Tuan Ma....., ini ada titipan dari Nona Kei." ucap Mif memberikan sebuah berkas kepada Marvin.


Marvin menerima berkas itu lalu membukanya dngan berlahan. Marvin membulatkan matanya begitu membaca isi dari berkas itu.


sebuah berkas sertifikat kepemilikan dan tanda bukti pembelian sebuah Counter hp terbesar di sebuah mall yang ada di pusat kota atas nama Marvin al Azhar.


Senyum bahagia langsung tercetak jelas di wajah Marvin begitu tau bahwa adiknya membelikan Counter Hp untuknya. ucapan Zie tadi pagi untuk membelikan Marvin Hp beserta Counternya benar benar terwujud.


"Dan ini Hp keluaran terbarunya Tuan" ucap Mif memberikan paperbag kepada Marvin yang berisi Hp dengan logo yang sama seperti miliknya yang layarnya sudah retak.


"Astaga.... adek gue bener bener sultan!!". ucap Marvin dengan senangnya.


iya bergegas pergi untuk mencari keberadaan sang adik untuk mengucapakan terimakasih secara langsung.


.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.


.