
Setelah libur dua hari, Zie di sibukkan kembali dengan pekerjaannya, hari ini adalah hari senin, dan hari ini di perusahaan MK group ada tes interview tahap lanjut dari spikotes yang di lakukan beberapa hari yang lalu.
"Kak.... jam berapa Interview di mulai.?" tanya Zie kepada Marvin.
seperti pagi sebelumnya Zie, Marvin dan Papinya berkumpul di ruang Makan untuk sarapan bersama sebelum sibuk dengan aktifitasnya masing masing.
"jam sepuluh....." jawab Marvin.
"ok...gue sendiri yang akan turun tangan untuk interview mereka semua.".ucap Zie
"Serius.....??? ah...makasih adekku sayang. semoga lo bisa dapat sekertaris dan Asisten handal seperti yang dimiliki lo." ucap Marvin senang sambil mengacak puncak kepala Zie yang memang duduk di sebelahnya. akhirnya adiknya ini mau membatu masalahnya.
Papi Zie tersenyum senang melihat kedua anaknya rukun seperti ini. keduanya saat ini terlihat sangat manis.
"Gitu dong...kalian itu harus saling membantu satu sama lain. kalau bisa Zie, kamu handle dulu kerjaan Marvin karena Marvin kan pasti sibuk buat persiapan pernikahannya." ucap sang Papi. Zie tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya.
mereka akhirnya memulai sarapan paginya tanpa mengeluarkan suara seperti kebiasaannya.
...,______,______,______,...
Begitu sampai di perusahaan, Zie masuk kedalam ruangannya sendiri. Hari ini ia tidak masuk kerja sebagai Cleaning Servis melainkan sebagai pemimpin utama Perusahaan. setelah masuk kedalam ruangan, Zie langsung menghubungi Pak Adi kepala bagian HRD.
"Hallo Pak Adi...., tolong panggil Sisi dan suruh dia masuk keruangan spikotes sekarang. beri dia soal tes yang kemarin, saya kasih waktu setengah jam untuk menyelesaikan. serahkan hasil soal yang dia kerjakan ke saya, biar saya sendiri yang koreksi langsung." Perintah Zie begitu panggilan teleponnya tersambung.
"Baik Nona......" jawab Pak Adi deg degan.
"dan tolong tempatkan beberapa Cleaning Servis di bagian kemarin saya kerja. karena hari ini saya dan Sisi tidak disana. otomatis disana cima ada Arion dan jangan lupa kasih tau bu Widi kalau hari ini saya dan sisi ijin dulu." ucap Zie lagi.
"Baik Nona.....," jawab Pak Adi lagi.
"Ok terimakasih...." ucap Zie lalu mematikan sambungan teleponnya.
"(*gue nggak akan ngebiarin orang seperti jesica masuk kedalam perusahaan gue. meskipun dia lulusan dari luar negeri dengan nilai akademi yang bagus tapi nilai etikanya nol besar. belum apa apa aja kelakuannya udah minus kaya gitu. ada untungnya juga gue kerja di bagian Cleaning Service, gue jadi tau mana penjilat dan mana yang bukan)" gumam Zie dalam hati, Zie yakin jesica pasti masuk dalam seleksi kemarin karena Zie tau bagaimana kemampuan jesica.
"drrrttt......drrrttt*........" Hp Zie yang berada di atas meja bergetar dan layarnya berkedip kedip, itu tandanya ada sebuah panggilan masuk. Zie segara meraih Hp itu dan ternyata nama Arion yang tertera di sana.
"Hallo Rion....." jawab Zie.
"Hallo Zie.... lo baik baik aja kan?? kenapa lo nggak masuk kerja??" tanya Arion. ia benar benar merasa khawatir dengan Zie.
"iya Rion gue nggak masuk kerja hari ini., gue baik baik aja, gue cuma di minta kakak gue buat bantuin dia di kantor. sorry ya gue belum sempet kasih tau lo." jawab zie merasa nggak enak karena sudah membuat Arion khawatir.
"Syukur lah kalau lo nggak papa..., gue lega dengernya. lain kali kalau ada apa apa tolong kabari gue ya." pinta Arion.
"iya..., ya udah kalau gitu gue kerja dulu ya...." ucap Zie.
"Eh bentar Zie, nanti malam lo ke cafe nggak??". tanya Arion.
"iya, tapi agak malaman kayanya. Kenapa Rion??". tanya Zie.
"nggak Papa..., gue cuma mastiin aja. ya udah sampai ketemu nanti malam. selamat bekerja Zie." ucap Arion.
lalu keduanya mematikan telepon. hari ini sepertinya akan menjadi hari yang panjang bagi Arion karena harus bekerja sendiri tanpa adanya Zie.
jam sudah nunjukkan pukul sepuluh pagi, saatnya Zie untuk menginterview para calon karyawan baru yang akan menempati posisi sebagai sekretaris dan Asisten Pribadi. Zie sudah menilai sendiri hasil tes milik Sisi yang cukup memuaskan menurut Zie karena Sisi mampu menyelesaikan semuanya dengan baik hanya dalam waktu setengah jam. padahal kemarin waktu yang di berikan kepada para peserta tes satu jam untuk mengerjakan semua soal dan Sisi berhasil masuk kedalam tahap interview. tentu saja Sisi sangat senang dan sangat bersyukur sekali mendapat kesempatan baik ini ia akan berusaha keras semaksimal mungkin untuk mendapatkan posisi itu karena kehidupan keluarganya bertumpu pada pundaknya. Sisi tak henti merapalkan do'a agar Tuhan memberikan kemudahan untuknya. sebenarnya Sisi merasa bingung karena tiba tiba ia di panggil bagian HRD dan disuruh mengerjakan soal spikotes saat itu juga. padahal kemarin bagian personalia sudah berkata padanya bahwa pendaftaran lamaran kerja telah di tutup.
Peserta interview memasuki ruangan satu persatu secara bergilir. jumlah peserta hanya tujuh orang, tiga di antaranya adalah Jesica, Rizky dan juga Sisi. sudah dua orang yang selesai dengan interviewnya, kini giliran Rizky yang namanya di panggil. meski deg degan dan juga nervous tapi Rizky mencoba masuk kedalam ruangan dengan setenang mungkin. ia menarik nafas dari hidung lalu mengeluarkan dari mulut, hal itu ia lakukan berulang ulang untuk menghilangkan rasanya deg degan, gugup, nervous yang bercamput menjadi satu. sungguh tes kali ini lebih menegangkan dari pada spikotes.
*Rizky
"Selamat Pagi saudara Rizky Wibowo....., silahkan duduk." Sapa seorang wanita yang suaranya cukup familiar. orang itu duduk menuduk membaca sebuah berkas sehingga wajahnya tidak terlalu terlihat.
disana ada dua orang laki laki yang duduk di sebelah kanan dan juga kiri wanita yang menyapa Rizky tanpa memperlihatkan wajahnya itu.
"Pagi....., iya terimakasih." jawab Rizky tersenyum sopan kearah dua orang yang sedang memandang kearahnya, ia kemudian duduk di kursi yang ada ada di hadapi ketiga orang itu.
"Rizky Wibowo berasal dari kota Bandung...., jauh juga ya...?" ucap Wanita itu lalu mendongakkan wajahnya dengan senyum manis yang terukir di sudut bibirnya.
"Kenzie......" lirih Rizky kaget. ingin rasanya ia berseru senang karena bertemu dengan Zie tapi ia tahan dalam hati, ia masih ingat bahwa saat ini ia sedang dalam tahap tes interview dan Zie merupakan salah satu orang penting disana.
satu rasa yang ada di dalam diri Rizky saat ini yaitu Lega...,ia merasa lega karena ada Zie bersamanya di ruang itu.
Zie sedikit mengobrol ringan dan melempar sedikit candaan agar suasana yang tadi terasa menegangkan kini berubah jadi sedikit lebih rileks. setelahnya Zie pun memulai interviewnya.
Rizky keluar dari ruang interview dengan menghela nafas lega. ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti tes kerja untuk masuk ke sebuah perusahaan.
ia bersyukur karena bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik, Rizky sudah berusaha sesuai dengan kemampuannya dan untuk hasil akhir Rizky serahkan semuanya kepada Tuhan.
*Jesica
"Permisi......." ucap Jesica tersenyum cantik menebar penosanya.
Mata jesica membulat begitu melihat sosok Kenzie duduk di antara tiga orang yang akan meginterviewnya.
"Silahkan duduk.....," perintah Pak Adi yang menjadi salah satu orang yang menginterview.
Tidak ada sapaan ramah sedikitpun dari Nona Kei seperti sebelumnya. bahkan wajah Nona Kei terlihat datar dan enggan melihat kearah jesica. dari situ Pak Adi dan satu orang lagi yang duduk di sebelah Nona Kei tau bahwa Nona nya tidak menyukai orang yang ada di hadapannya sekarang. interview berjalan dengan lancar, jesica bahkan bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik tapi tidak ada sedikitpun komentar yang keluar dari Nona Kei.
"Bagaimana menurut Anda Nona Kei.....??" tanya Pak Adi takut takut.
Jesica syok mendengar Kenzie di panggil dengan nama Nona Kei, tiba tiba rasa gugup dan takut datang bercampur menjadi satu. ia mulai berkeringat dingin melihat tatapan mata Zie yang sangat tajam kearahnya.
"(ya Tuhan...., apa ini??? jadi Zie adalah Nona Kei?? lalu kenapa waktu itu dia memakai seragam OG. Mati gue kemarin sudah menghina dia habis habisan. semoga saja Zie melupakan kejadian waktu itu. bisa gagal rencana gue buat meikat Tuan Ma kalau gue nggak berhasil menjadi asisten atau sekertarisnya)" ucap Jesica dalam hati.
"Saya suka orang yang cerdas...." jawab Zie yang membuat Jesica tersenyum senang karena di puji. "tapi saya tidak suka dengan orang yang beretika minus." ucap Zie lagi.
senyum cantik jesica langsung menghilang mendengar ucapan Zie barusan. perasaannya seperti di bawa terbang tinggi lalu tiba tiba terjun bebas jatuh ke selokkan. ia sudah merasa senang tapi tiba tiba kata kata Zie megingatkannya pada kejadian tempo hari dimana Jesica menghina dan merendahkan Zie.
Pak Adi langsung meminta Jesica untuk keluar ruangan karena interviewnya sudah selesai.
setelah Jesica, tibalah Sisi yang akan di interview. begitu masuk, Sisi juga sagat terkejut dengan keberadaan Zie di sana.
dalam hatinya, Sisi bertanya tanya kenapa teman kerjanya di bagian cleaning service bisa ada disini??
"Sisi...., Beliau adalah Nona Kei, saya harap kamu juga bisa menjaga rahasia ini dari siapapun." ucap Pak Adi memberi tahu kebenarannya kepada Sisi.
Pak Adi sepertinya tau apa yang ada di pikiran Sisi, ia juga langsung memberi mandat kepada Sisi seolah juga tau apa keinginan Nona Kei nya. Zie tersenyum senang karena ternyata kepala bagian HRD ini sangat pengertian sekali.
"(Ya tuhan....... ternyata Zie adalah Nona Kei, pemimpin utama perusahaan MK group. Astaga....., jadi kemarin gue menangis dan mengeluh kepada Nona Kei. dan inilah jawaban dari semua pertanyaan yang ada di hatinya. ternyata Nona Kei lah yang membantu gue agar bisa ikut spikotes dan interview. Ya Tuhan...... terimakasih karena kau telah mengirim Nona Kei untuk menolong ku. Nona Kei, kau sangat baik sekali. gue mengidolakanmu.)". gumam Sisi dalam hati. ia sangat senang sekali bertemu dengan orang baik seperti Nona Kei.
"Baiklah Nona Sisi......., bisakah kita mulai interviewnya....?". tanya Zie tersenyum manis. dengan Semangat Sisi mengangguk dengan senyum Cerianya.
"Bisa Nona......, dan Saya juga janji akan menjaga rahasia ini dari siapapun." ucap Sisi.
Zie dan dua orang lainnya yang menjadi teamnya pun memulai interview nya kepada Sisi. banyak pertanyaan yang di ajukan kepada Sisi dan Sisi bisa menjawab semuanya dengan baik.
Sisi tersenyum ceria begitu keluar dari ruang interview, akhirnya Sisi bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. besar harapanya agar bisa diterima kerja sebagai sekretaris maupun Asisten Pribadi.
Setelah semua calon karyawan telah di interview, Zie dan yang lainnya keluar dari dalam Ruangan. sebelumnya mereka sudah berdiskusi bersama dan memutuskan siapa yang akan menempati posisi Asisten pribadi dan Sekertaris untuk Tuan Ma.
"Ehm......, perhatian semuanya...., Kami sudah memutuskan bahwa yang akan menempati posisi sebagai Asisten Pribadi Tuan Ma adalah Rizky Wibowo dan untuk Sekertarinya adalah Sisi mei lina. slamat untuk kalian berdua. dan bagi kalian yang tidak di terima, mohon jangan berkecil hati semoga kalian semua bisa mendapatkan kesempatan lain di kemudian hari. Semangat ya......, Terimakasih atas waktunya." ucap Pak Adi memberitahu.
tentu saja bagi mereka yang tidak di terima merasa kecewa tapi mau bagaimana lagi, mereka semua harus berlapang dada untuk menerimanya mungkin belum rejeki, pikir mereka. tapi tidak dengan Jesica, ia tidak terima bahwa dirinya ternyata gagal mendapatkn posisi itu. bagaimana bisa ia yang cerdas dan lulusan dari luar negeri kalah dengan orang yang memakai baju seragam Cleaning Service seperti Sisi.
"Tunggu...., Bagaimana bisa anda tidak memilih saya?? saya ini lulusan luar negeri, nilai akademi saya juga bagus. saya juga menyelesaikan spikotes dan interview dengan baik. lalu apa yang membuat Anda lebih memilih seorang Cleaning Service seperti dirinya dari pada saya." ucap Jesica protes dengan nada kesal.
"Etikanya....., semua yang ada disini juga menyaksikan sendiri bagaimana sikap anda sekarang yang merendahkan orang lain hanya karena pekerjaannya belum jadi apa apa saja sikap anda sudah seperti itu apalagi jika nanti anda mendapat posisi tinggi di perusahaan dan kami tidak butuh orang seperti itu di perusahaan kami. akan jadi apa nanti perusahaan ini jika orang orang seperti anda ada di sini." ucap pak Adi tegas.
"Zie...., tolong kamu bantu ngomong.!!! bagaimanapun juga aku yang pantas mendapatkan posisi itu. kamu kan tau sendiri kalau aku lulusan luar negeri. kita kan teman Zie." ucap Jesica.
"teman.....?? saya sudah tidak punya teman seperti anda. anda pasti belum lupa kan apa yang anda katakan sama saya waktu itu. Anda merendahkan saya hanya karena saya memakai baju Cleaning Service, anda sendiri yang tidak sudi berteman dengan saya dan memutuskan pertemanan kita hanya karena saya memakai seragam Cleaning service. anda bahkan menyuruh saya untuk beranggapan kalau kita tidak saling kenal. lalu apa tadi yang anda katakan?? kita teman?? apa anda mau menjilat kembali ludah yang sudah anda keluarkan dari mulut anda??." ucap Zie sinis.
Jesica diam mendengar apa yang di ucapkan oleh Zie. ia masih ingat betul apa yang sudah ia ucapkan kepada Zie tempo hari. Jesica tidak menyangka bahwa Zie adalah Nona Kei yang tidak lain adalah pemimpin utama perusahaan MK group. tau gitu Jesica tidak akan menghina dan merendahkan Zie saat itu. dengan begitu Jesica pasti bisa mendapatkan posisi itu.
.
.
.
.
Bersambung......
.
.
.
..