
Ke esok kan harinya, pagi pagi sekali Darren sudah tiba di kediaman Zie. Rumah yang cukup besar berlantai dua dengan model klasik modern di sertai pagar pintu yang cukup tinggi. Setelah turun dari dalam mobil mewahnya, Darren berjalan ke arah pintu utama dan memecat bell pintunya.
Salah satu pelayan membukakan pintu dan mempersilahkan Darren masuk kedalam menuju ruang makan karena semua majikannya sedang sarapan bersama di ruang itu. pelayan itu tahu bahwa Darren memiliki hubungan cukup dekat dengan majikannya sehingga langsung mempersilahkan Darren masuk tanpa meminta ijin kepada majikannya terlebih dahulu.
"Selamat pagi...... " sapa Darren yang berjalan mendekat ke meja makan.
Darren terlihat gagah dan tampan dengan stelan jas yang membalut tubuh tinggi kekarnya. ia berjalan dengan satu tangannya di masukkan kedalam saku celananya.
"Pagi.... " jawab Marvin tersenyum.
"Pagi...., kakak udah sampai?? ". kaget Zie tapi senang karena kekasihnya benar benar datang menjemput. Darren hanya tersenyum tampan kearah Zie.
" Ayo duduk kita sarapan dulu..... ", ajak Marvin mempersilahkan Darren. Darren hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari ajakan Marvin.
Darren menarik satu kursi di sebelah Zie lalu duduk di sana. tanpa di minta, Zie pun langsung melayani dengan mengambilkan sarapan untuk Darren dan juga menuangkan air minum untuknya. Darren tersenyum senang mendapat perhatian dan pelayanan dari Zie.
"Makasih.... " ucap Darren dengan senyum yang terus mengembang di wajah tampannya.
"sama sama...... ayo di makan kak. " jawab Zie juga tersenyum manis.
mereka lalu sarapan bersama dalam diam. tanpa mereka sadari ternyata sedari tadi Cerry terus menatap Darren dan memperhatikannya dengan seksama semenjak Darren masuk keruangan itu. Cerry memang belum mengenal Darren tapi pesona Darren mampu membuat mata Cerry terus tertuju padanya.
"(Siapa pria tampan ini?? kenapa gue baru liat?? tapi sepertinya dia cukup dekat dengan Zie dan Marvin.) " batin Cerry.
Tapi Cerry enggan bertanya tentang siapa Darren karena kebiasaan di keluarga itu adalah makan dengan tenang dan baru di perbolehkan bicara setelah makanan mereka habis. tapi tetap saja Cerry terus mencuri pandang kearah pemuda tampan yang duduk di hadapannya saat ini.
"Ehm.... sayang... kenalin dia adalah pacarnya Zie. namanya kak Darren, dan Kak Darren dia adalah istriku Cerry. mungkin kakak sudah pernah melihatnya saat acara pesta resepsi pernikahan kami." ucap Marvin memperkenalkan Darren dan juga Cerry. meraka sudah menyelesaikan acara sarapan pagi bersama.
sebenarnya Cerry ingin mengulurkan tangannya untuk berkenalan tapi ia mengurungkan niatnya karena Darren hanya melirik serta mengangguk kepalanya tanpa senyum sedikitpun.
'(dimana Zie bisa mendapat Pria tampan sepertinya? Datar, cuek, dan juga dingin tapi sangat menarik dan juga sangat mempesona.)' batin Cerry langsung bisa tau bagaimana sifat Darren. ia hanya mengagumi Darren dalam diam agar suaminya tidak tau.
"Kita berangkat sekarang yuk Kak...," Ajak Zie kepada Darren dan Darren pun mengangguk. "Kak Marvin dan kakak ipar gue berangkat duluan ya.... " pamit Zie kepada kakaknya.
meskipun Cerry terkesan tidak peduli dengan Zie tapi tetap saja Zie bersikap baik kepada Cerry. bagaimanapun juga Cerry sudah menjadi Kakak iparnya jadi Zie tetap harus menghormatinya.
"Ya hati hati dijalan....., kakak juga akan berangkat sekarang untuk mengantar Cerry ke butiknya terlebih dahulu. "jawab Marvin. sedangkan Cerry hanya diam tapi pandangannya tak lepas dari Darren.
" ok.... Lo juga hati hati di jalan ya... "ucap Zie lalu beranjak dari duduknya begitupun dengan Darren.
" Siip.... "jawab Marvin.
Darren langsung menggenggam tangan Zie lalu berjalan bersama keluar rumah meninggalkan Marvin dan juga Istrinya. Darren membukakan pintu mobil untuk Zie dan ia lalu berjalan memutari mobil dan duduk di belakang kemudi. mobil mewah milik Darren pun pergi meninggalkan rumah Zie.
"Kak.... menurut kakak, Cerry itu cantik nggak?? " tanya Zie kepada Darren. saat ini mereka tengah berada di jalan menuju perusahaan MK Group.
"Menurut aku....?? " tanya Darren dan Zie mengangguk. "kalau menurut kakak, nggak ada wanita cantik selain dirimu. " jawab Darren tersenyum tampan sambil menoleh kearah Zie sebentar lalu fokus kembali ke jalanan.
"Ih... apa sih..., sejak kapan kakak pinter ngegombal gitu. " jawab Zie sambil terkekeh.
"ini serius Zi...., Kakak lagi nggak sedang menggombal. " jawab Darren menoleh kearah Zie sebentar dengan tersenyum tampan lalu kembali fokus pada jalan lagi.
"Serius....?? ". tanya Zie memastikan dan Darren mengangguk. " Kakak tau nggak kalau Cerry selalu curi curi pandang sedari kakak datang tadi. sepertinya dia tertarik deh sama kakak" tanya Zie. ternyata Zie memperhatikan gerak gerik Cerry yang selalu mencuri pandang kearah Darren. Zie juga tau bahwa Cerry juga memiliki ketertarikan kepada kekasihnya ini.
"Tidak.... " jawab Darren dengan menggelengkan kepalanya.
"Masa sih kakak nggak tau? " tanya Zie lagi.
"Beneran Kakak nggak tau, karena perhatian kakak hanya tertuju padamu jadi kakak nggak ada waktu buat perhatiin wanita lain apalagi istri orang. Mata, hati, dan pikiran kakak hanya ada kamu jadi kakak nggak tau dan nggak mau tau seberapa banyak perempuan yang tertarik dengan kakak. " Jawab Darren jujur yang membuat wajah Zie memerah dan tersipu malu. sungguh kata kata Darren mampu membuat hati Zie berbunga bunga.
Darren menoleh kearah Zie sebentar dan ikut tersenyum melihat wajah malu malu Zie yang terlihat sangat menggemaskan. mungkin sepertinya Darren terlalu banyak memakan permen sehingga ia bisa mengeluarkan kata kata manis seperti itu kepada Zie.
begitu mobil mewah yang mereka naiki berhenti di perusahaan MK group, Darren turun lebih dulu dan berjalan memutari mobil membukakan pintu untuk Zie. Zie turun dan lagi lagi tersenyum merasa bahagia mendapat perlakuan manis oleh Darren.
"Selamat Pagi Nona...... " . sapa dua sekertatis dan dua Asisten beserta jajaran scurity yang menjaga keamanan di depan pintu utama perusahaan MK Group sambil membungkukkan setengah badannya memberi hormat kepada Zie.
sudah menjadi kebiasaan mereka menyambut kedatangan Nona Bosnya di depan pintu utama perusahaan seperti sekarang ini. padahal Zie sendiri sudah pernah meminta kepada mereka semua untuk tidak melakukan hal itu tapi tetep saja mereka melakukannya. mereka bilang itu adalah suatu bentuk penghormatan mereka untuk pemimpinnya.
"Selamat Pagi.... " jawab Zie sambil tersenyum. "Hari ini Tuan Ma sudah kembali bekerja, mungkin sebentar lagi dia akan sampai di sini. " ucap Zie memberitahu agar sekertaris dan Asistennya tetap menunggu kedatangan Tuan Ma di sana.
"Baik Nona..... " jawab semuanya dengan kompak.
Zie lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam perusahaan MK Group bersama Darren yang dengan setia tetap berjalan mendampinginya karena Darren bilang akan mengantar Zie sampai ke dalam ruangan ruangannya. Darren berjalan di samping Zie dengan satu tangan di masukkan kedalam saku celana dan satu tangannya lagi melingkar di pinggang ramping Zie yang mana membuat semua karyawan yang melihatnya melongo lalu langsung heboh sendiri memuji Zie dan Darren yang terlihat sangat serasi. tidak lupa Mif dan juga Andre yang berjalan mengikuti di belakang keduanya.
"yang satu tampan yang satu cantik, sangat cocok..... aku jadi iri melihatnya. "
"Nona Kei itu cantik jadi sangat pantas jika bersanding dengan Pria tampan yang berjalan di sampingnya."
begitulah ucapan dari para karyawan yang melihat kebersamaan Zie dan Darren. tapi keduanya tidak mempedulikan hal itu, mereka tetap berjalan dengan gaya cool nya masing masing dan Zie tetap tersenyum dengan karyawan yang berpapasan dan memberi hormat padanya.
ini adalah pertama kalinya Darren memasuki perusahaan besar yang terlihat megah dari luarnya saja, ternyata di dalamnya lebih bagus dan juga mewah. tatanan interiornya begitu modern dan berkelas. sungguh perusahaan ini memiliki ciri khasnya tersendiri.
Darren dan Zie sampai di depan pintu Lift khusus dan Mif dengan sigap langsung membukakan pintunya dengan memencet tombol untuk Zie dan Darren.
"Zie...., siapa Arsitek yang merancang bangunan perusahaan ini?? ". tanya Darren kepada zie. mereka sedang berada di dalam lift khusus C.E.O menuju lantai atas.
Darren cukup penasaran dan terkesan dengan orang yang merancang perusahaan MK group ini karena hasil rancangannya begitu bagus lain dari pada yang lain.
" memangnya kenapa Kak....?? ". tanya Zie.
" Kakak sangat terkesan dengan desain perusahaan ini jadi kakak ingin tau siapa Arsitek yang telah merancang nya. " jawab Darren.
Zie hanya tersenyum dan melirik kearah Asisten Mif yang berdiri di samping Darren melalui pantulan di dinding lift. seperti mendapat kode Mif pun menjawab pertanyannya dari Darren.
"Maaf tuan...., Perusahaan ini di bangun atas rancangan Nona Zie dan saya sendiri. jadi kami tidak menggunakan rancangan Arsitek manapun. ".jawab Mif yang membuat Darren tercengang.
ia tidak menyangka jika Zie memiliki kemampuan merancang sebuah perusahaan dengan sangat sempurna.
" Kalau perusahaan ini kamu yang rancang dan Marvin adalah Tuan Ma, jangan jangan Nona Kei itu kamu Zie.?? tanya Darren menebak.
"Memang menurut kakak Siapa?? " tanya Zie balik sambil tersenyum manis.
"Apa....??, jadi benar Nona Kei itu kamu?? " tanya Darren tidak menyangka.
tapi tidak heran jika Nona Kei itu adalah Zie. karena dalam penilaian Darren, Zie memiliki aura kepemimpinan lebih kuat dari Marvin. Selama ini Darren hanya mendengar Nama Nona Kei yang memang sering di perbincangkan dalam dunia bisnis karena kemampuannya tapi Darren tidak menyangka bahwa Nona Kei itu adalah Zie, kekasihnya sendiri.
lift pun berhenti di lantai paling atas perusahaan MK Group, begitu lift terbuka mereka keluar dan berjalan keruangan masing masing. sedangkan Darren masih tetap mengikuti Zie yang bejalan keruangan pemimpin utama Perusahaan. ia kembali berdecak kagum begitu masuk keruangan milik Zie. ruangan itu terihat sangat bagus dengan tatanan ruang kerja milik Zie yang memang sangat luas, rapi dan interiornya begitu mewah. ruang kerja milik Darren saja kalah jauh dari ruangan milik Zie ini.
"Sepertinya kakak akan butuh bantuanmu jika mau merenov ruang kerja milik kakak. ruangan kamu ini terlihat sangat bagus, mewah dan juga elegan. benar benar berkelas. " puji Darren sambil tersenyum tampan setelah mengagumi ruang kerja Zie.
"bisa diatur...., siapkan saja dananya karena yang jelas menggunakan jasa seorang Kenzie Al Azhar itu memakan biasa yang sangat fantastis. " jawab Zie dengan candannya sambil berjalan dan duduk di kursi kebesarannya dengan gaya elegannya. tidak lupa senyum manis milik Zie yang terus mengembang menghiasi wajah cantiknya yang membuat Darren semakin terpesona.
"Ya sudah...., kakak berangkat kerja dulu ya. " ucap Darren berjalan mendekat kearah Zie.
"Kakak tidak mau ngopi dulu atau ngeteh?? biar Zie buatkan. " tawar Zie.
"tidak terimakasih...., kakak ada meeting penting sebesar lagi. Nanti siang saja kita makan siang bersama." ucap Darren sambil melihat jam tangan mahal yang melingkar di tangannya. ia lalu mengulurkan tangannya mengusap puncak kepala Zie dengan sayang.
"Baik lah....., terimakasih sudah mengantar. kakak hati hati di jalan ya.... " . ucap Zie dan Darren pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Ia lalu berjalan menuju pintu ruang kerja Zie, saat tangannya terangkat untuk membuka handle pintu ia menghentikannya dan berbalik berjalan kembali kearah Zie.
"Kenapa kak....?? " tanya Zie bingung saat Darren berjalan mendekat kearahnya.
"Ada yang tertinggal.... " jawab Darren langsung membungkukkan badannya dan memberi ciuman hangat di kening Zie secara cepat.
setelah itu Darren benar benar pergi keluar ruangan Zie dengan senyum bahagia yang terus mengembang. sungguh pagi ini terasa sangat indah baginya. sedangkan Zie masih terdiam sesaat dengan detak jantung yang berdegup lebih kencang dari biasanya. setelah sadar, Zie tersenyum dengan wajah memerah. ia tidak menyangka akan mendapat perhatian manis seperti ini dari kekasihnya.
.
.
.
Bersambung....
.
.
.
.