
Daren mengantar Zie pulang kerumahnya tepat jam 9 malam, belum terlalu malam tetapi rumah Zie sudah cukup sepi. sepertinya semua penghuni rumah sudah beristirahat di dalam kamarnya masing masing. Begitu mobil Daren berhenti tepat di depan rumah Zie, Daren langsung turun dari mobilnya terlebih dahulu lalu membukakan pintu mobil untuk Zie turun. Zie tersenyum senang mendapat perlakuan manis dari Daren. ia turun dari dalam mobil sambil membawa Paperbag di tangannya yang berisi oleh oleh yang Daren bawa dari negaranya khusus untuk Zie.
"sepertinya Om Prabu sudah tidur, kakak langsung pulang saja ya Zie....." pamit Daren setelah Zie berdiri di sampingnya.
"iya kak..., makasih ya udah di anterin pulang. makasih juga oleh olehnya." ucap Zie
"Sama sama......, kamu langsung istirahat ya...?? jangan begadang. salam buat om dan juga Marvin" ucap Daren tersenyum tampan sambil mengusap puncak kepala Zie dengan sayang.
"iya..., Nanti Zie sampaikan. hati hati di jalan ya Kak....."ucap Zie dan Daren pun mengangguk.
Daren masuk kedalam mobilnya lalu menghidupkan mesinnya. ia melambaikan tangannya dan melajukan mobilnya secara perlahan meninggalkan kediaman Zie.
Zie masuk kedalam rumah dengan menggunakan kunci cadangan yang memang selalu ia bawa. begitu ia masuk kedalam rumah ternyata TV di ruang tengah masih menyala dan terdapat Marvin yang sedang menontonnya seorang diri.
"Baru pulang Zie....,? "tanya Marvin saat melihat kedatangan adiknya.
"iya....., Lo kok belum tidur kak??". tanya Zie sambil mendudukkan dirinya di sofa sebelah Marvin.
"gue sengaja nunggu lo pulang." jawab Marvin jujur.
"nungguin gue?? kenapa kak....??" tanya Zie karena tumben sekali Marvin menungguinya.
"Gue mau minta maaf sama lo karena tadi sempat berbuat kasar sama lo." ucap Matvin penuh penyesalan. "gue udah liat rekaman CCTVnya tadi dan gue udah tau mana yang salah dan mana yang enggak. gue juga udah negur Cerry supaya tidak mengadu domba kita lagi." ucap Marvin lagi.
di lihat dari wajahnya, sepertinya Marvin sedikit bertengkar dengan Cerry karena masalah ini.
"Makannya, lain kali kalau istri lo ngadu yang macam macam jangan langsung percaya gitu aja. cari tau dulu kebenarannya seperti apa? jangan langsung di telan mentah mentah."Nasehat Zie kepada Marvin.
"Iya...makannya ini gue minta maaf sama lo. gue di maafin kan Zie....??" tanya Marvin dengan wajah yang terlihat sangat memelas.
"iya gue maafin...." jawab Zie tersenyum manis.
"Makasih ya...., lo emang adek gue yang paling baik." ucap Marvin tersenyum senang seraya memeluk Zie dari samping. "Gue salah nggak ya Zie udah milih Cerry buat jadi pendamping hidup gue??" tanya Marvin setelah mengurangi pelukannya.
"Kenapa lo bertanya seperti itu??". tanya Zie balik.
"Gue ngerasa cerry bukan orang yang tepat buat gue. buktinya aja baru sehari tinggal disini dia udah berantem sama tante Dewi dan mengadu domba kita." ucap Marvin.
"Jangan menyesali atas apa yang sudah menjadi keputusan lo sendiri Kak. kalian saling mencintai dan sudah seharusnya kalian saling menerima dan melengkapi kekurangan dan kelebihan kalian masing masing. ini adalah tugas lo sebagai seorang suami untuk membimbing istri lo agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. gue yakin lo suami yang baik dan mampu mendidik istri lo sendiri. " ucap Zie bijak.
"Iya... lo bener Zie. gue harus bisa membimbing istri gue agar jadi lebih baik lagi. makasih ya Zie lo udah ngingetin gue." jawab Marvin.
"Sama sama kak......, gue itu adek lo. gue akan selalu mendukung apapun keputusan lo asalkan itu masih dalam kebaikan dan Gue juga nggak akan segan buat negur lo kalau lo berbuat kesalahan." ucap Zie.
"iya...., sekali lagi makasih....," ucap Marvin tersenyum senang, kata kata Zie selalu saja membuat suasana hatinya menjadi lebih baik.. "Ya sudah..., gue istirahat dulu ya". ucap Marvin lalu mematikan TVnya. "lo juga istirahat Zie, udah malam." Perintah Marvin.
"Siap kak...., oiya kapan lo berangkat Honeymoon nya??". tanya Zie yang mengikuti Marvin menaiki anak tangga.
"Besok pagi...., kenapa?? lo mau ikut?? jangan deh...., lo kan masih belum cukup umur. lagian lo kan belum nikah jadi belum boleh honeymoon dulu" ucap Marvin terkekeh sambil mengejek Zie.
"Astaga....., Mentang mentang udah nikah sekate kate kalau ngomong!!." ucap Zie menapok pelan lengan Marvin yang membuat Marvin tertawa.
"eh Zie... lo bawa apa'an tuh??". tanya Marvin yang baru sadar Zie membawa paperbag di tangannya.
"Dih.... Kepooo.......!!" ucap Zie yang tidak mau memberi tahu Marvin.
"Liat dong...pelit banget sih.....". ucap Marvin semakin penasaran.
"ini tu oleh oleh dari Kak Daren." jawab Zie tersenyum senang
"isinya apa'an.....?? oleh oleh buat gue mana??" tanya Marvin.
"nggak ada...ini khusus cuma buat gue seorang. wleeek" ucap Zie memjulurkan lidahnya kearah Marvin lalu langsung masuk kedalam kamarnya dan menguncinya dengan cepat.
"Zie.... buka dong. gue cuma mau liat aja. elah....pelit banget sih...." seru Marvin sambil mengetuk ngetuk pintu kamar Zie.
sayangnya sang empunya kamar tidak menghiraukan ketukkan Marvin pada pintu kamarnya. akhirya Marvin kembali kedalam kamarnya sendiri dalam suasana hati yang kembali kesal.
"(Kak Darren....., bisa bisanya kau pilih kasih antara aku dan Zie. awas ya kamu.....!!!!)" gerutu Marvin dalam hati sambil berjalan ke kamarnya.
Zie langsung mendudukkan tubuhnya di atas ranjang king sizenya begitu ia masuk kedalam Kamar. ia sudah tidak sabar untuk melihat apa isi dari paperbag yang Darren kasih untuknya. cepat cepat ia memposisikan duduknya senyuman mungkin dan segera mengeluarkan sesuatu dari dalam paperbag berwarna abu abu itu.
Zie tersenyum senang dengan mata yang berbinar melihat apa isi dari baberbag itu ada hiasan yang terbuat dari kerajinan tangan yang sangat cantik yaitu Dream Catcher atau orang orang sering juga menyebutnya sebagai penangkap mimpi.
"Wuaah....cantik banget......., " ucap Zie tersenyum senang sambil mengangkat Dream Catcher di hadapan.
tidak hanya satu tapi ada lima Dream Catcher yang Darren berikan dengan bentuk dan warna yang berbeda. semuanya sangat cantik dan bisa menyala. Dan Zie sangat menyukai itu. di dalam Paperbag itu juga masih ada sesuatu yang belum Zie keluarkan. Zie memekik senang begitu tau ada dua kotak besar coklat belgia kesukaan Zie.
Coklat Belgia adalah salah satu coklat terbaik di dunia yang memang sudah terkenal sejak dulu.
Zie lalu mengambil Hp nya dan mengetik pesan singkat untuk ia kirim ke Darren.
"Kakak.....terimakasih untuk buah tangannya. aku sangat menyukainya. 😍" isi pesan singkat yang Zie kirim untuk Darren.
tak lama Hp Zie pun bergetar tanda bahwa ada sebuah panggilan masuk. Zie mengeryit heran melihat nomer yang tertera di layar Hp nya yang ternyata bukan dari Darren.
"Nomer baru?? nomer siapa?? sepertinya ini nomer dari luar negeri." ucap Zie bermonolog sendiri.
ia lalu menggeser tombol warna hijau untuk menerima panggilan itu.
"Hallo.......".Sapa Zie begitu ia menerima panggilan.
"Halo Zie...., ini gue Arion....." ucap seseorang di seberang sana.
"Rion....,? ya ampun...., lo kemana aja sih?? kenapa tidak ada kabar sama sekali.? kau tau, gue sangat khawatir sama lo?? lo baik baik aja kan??". Zie langsung memberi pertanyaan secara beruntun begitu tau bahwa orang yang menelponnya adalah Arion.
di seberang telepon Arion mengulum senyum tampanya mendengar banyaknya pertanyaan dari Zie. ada rasa bahagia tersendiri yang Arion rasakan begitu Zie berkata bahwa Zie mengkhawatirkannya.
"Ya Zie..., gue baik baik saja...., makasih lo udah kawatirin gue. maaf ya.... sudah beberapa hari ini gue nggak ngabarin lo. gue di paksa kakak gue buat pulang ke negara gue soalnya ada sedikit masalah sama perusahaan. nomer yang biasanya gue pakai nggak bisa di gunain disini makannya gue pake nomer baru." jawab Arion menjelaskan.
Ya.... Kakak Arion tiba tiba datang dan memaksanya untuk pulang kenegaranya. Arion di suruh kakaknya untuk menggantikannya pemimpin perusahaan sementara waktu karena Kakaknya akan melakukan perjalanan Bisnis keluar negeri. awalnya Arion menolak tapi Kakaknya mengancam dengan menggunakan satu satunya cewek yang sedang dekat dengannya. tentu saja Arion tidak mau terjadi sesuatu dengan Zie makannya ia menuruti kemauan Kakaknya untuk pulang kenegaranya dan mengurus perusahaan untuk sementara waktu sampai kakaknya kembali nanti. Arion tau bahwa kakaknya pasti akan dengan mudah bisa menemukan keberadaan Zie. itu sebabnya Arion memilih untuk menuruti kemauan Kakanya dari pada terjadi sesuatu pada Zie nya.
"oh...jadi gitu.....??, Syukurlah kalau lo baik baik aja. gue lega dengernya" jawab Zie. " jadi lo udah nggak kerja dong di perusahaan MK group??" . tanya Zie.
"iya..., gue udah nyuruh orang buat ngasih surat pengunduran diri gue ke perusahaan besak." ucap Arion sedih.
sedih karena Arion sudah tidak lagi bisa bekerja bersama Zie lagi. apalagi Arion juga tidak bisa bertemu dengan Zie untuk beberapa waktu kedepan.
"sama dong...., gue juga udah nggak kerja jadi Cleaning Servis lagi. Kakak gue Nikahan jadi gue di minta buat gantiin dia di perusahaan selama dia pergi bulan madu." ucap Zie sedikit bercerita kepada Arion.
"Lah...kok kita bisa samaan ya?? sama sama di suruh gantiin kakak kita untuk memimpin perusahaan." ucap Arion terkekeh karena merasa lucu dengan kesamaan yang terjadi pada diri mereka.
Zie dan Arion terus mengobrol dan bercanda melalui sambungan telepon hingga akhirnya mereka harus mengakhiri percakapan mereka karena malam sudah semakin larut.
Zie langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian setelah selesai teleponan dengan Arion. Zie mengganti pakaiannya dengan piyama berwarna putih. Zie juga menyempatkan diri merawat wajahnya sebentar dengan menggunakan masker sebelum tidur agar kulit wajahnya bersih dan terlihat lebih segar.
.
.
.
.
Bersambung.......
.
.
.
.
Hay hay Reader setia Kenzo, Kenzie & Kenzio..., apa kabar.....??
ini nih yang kemarin nanyain Arion, aku kasih kabarnya dikit ya??
ternyata bener, Arion lagi pulang kampung.heheheee...... 😄
kira kira kalian lebih setuju yang mana nih....??
-Kenzie & Arion_,_ Kenzie & Darren_,_ Kenzie balikan lagi sama Kenzio atau Kenzie sama si Gerry aja??
yuk....jawab di kolom komentar..... 😉😉
.
.
.