Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
ikuuuuut.......



Keluarga Zie saat ini sedang berkumpul bersama di balkon rumah yang cukup luas. mereka sedang BBQ'an untuk makan malam bersama menyambut kedatangan sang Papi. di sana juga ada Ken dan Papanya yang di undang secara langsung oleh Papi Zie yang tak lain adalah Tuan Prabu sang raja bisnis.


Jangan tanya bagaimana hasil daging yang mereka bakar bersama sama karena di sana ada Kenzie sang koki handal pemilik restoran ternama di kota itu. Zie mampu meracik bumbu untuk di baluri pada semua daging yang mereka bakar sehingga menghasilkan rasa yang sangat lezat dengan tekstur daging uang empuk. baru mencium wangi harumnya daging yang di masak saja sudah sangat menggugah selera. bikin perut makin keroncongan.


"Makan malam sudah siap........". ucap Zie sambil menata hasil masakannya di meja yang memang sudah disiapkan di balkon rumah dengan di bantu oleh Andre dan salah satu pelayan di rumah Zie. sedangkan Mbok Nah tidak Zie ijinkan untuk membatu karena ada gadis kecil Ara yang sedang aktif bermain kesana kemari.


Mang Dima, Ken, Papa Ken ( Tuan Malik), Marvin, Mif, Tuan Prabu dan tidak ketinggalan sang asisten Tuan Prabu ( om Zaki) pun beranjak dari duduk nya dan merapat ke meja makan yang sudah penuh dengan makanan olahan daging sapi bahkan iga sapi pun juga ada. Zie membuat makanan dengan porsi sekala besar.







"Wuaaahhh........., Mantaaaapp......." seru Marvin yang menahan air liurnya yang hampir menetes.


"Widihhhh....... dari harum aromanya saja sudah berasa Lezatnya." Ken tidak kalah semangat melihat hidanganan di tas meja.


"Ternyata Nona Muda jago masak juga ya??benar benar menantu idaman.". puji Asisten Zaki sambil terkekeh. yang di ikuti tawa semuanya.


"kayanya enak semua. jadi bingung mau makan yang mana.". ucap Mif dengan mata berbinar.


"Papi juga nggak nyangka ternyata kamu bisa masak juga sayang??". ucap papi Zie bangga.


"Om akan kasih nilai masakan kamu kalau om sudah mencicipi semua ini." ucap Papa Ken sambil tersenyum.


"Ken jamin papa pasti suka, masakan Zie enak banget dulu Ken sering makan masakan dia." sahut Ken yang secara tidak langsung memuji Zie.


"Benarkah...., wah kalau gitu Zie masuk dalam list calon mantu terbaik buat papa." canda Papa Ken.


"Waah..... kayanya Papi harus menjaga dengan lebih baik lagi Putri papi ini dari kumbang nakal diluaran sana yang mulai mendekati anak Papi." ucap Papi Zie ikut menimpali candaan Papa Ken.


"masa Ken ganteng gini di anggap kumbang nakal, Om ini jahat sekali....." sahut Ken. tak seperti biasanya Ken menyebut dirinya ganteng.biasanya Zio lah yang suka seperti itu jika sedang bercanda bersama.


"Lah terus kamu mau di anggap apa Ken??" tanya Papi Zie.


"Pangeran Katak......" sahut Marvin.


semuanya tertawa bersama mendengar candaan demi candaan yang terlontar. sungguh suasana disana terasa sangat hangat dan membahagiakan.


"Sudah....bercandanya di lanjut nanti, sekarang mari kita makan malam dulu. setelah itu bisa langsung di tentukan Zie calon mantunya siapa". ucap Zie yang juga dengan mode bercandanya. yang di ikuti tawa dari semuanya.


"Benar kata kak Zie..., Ayo makan sekarang. Ara sudah nggak tahan mau makan masakan kak Zie. hmmm.....ini enak sekali." ucap Ara si gadis paling kecil yang ada di sana.


semua pandangan mata langsung tertuju kepada Ara dan tertawa kembali melihat kelucuan anak itu. gadis kecil itu berbicara sambil menjilat saos steak yang ada di jarinya. di pipinya juga sudah terdapat saos steak yang menempel yang memang Zie buat khusus untuk Ara karena rasanya tidak pedas. sepertinya anak itu memang sudah tidak sabar untuk segera menyantap hidangan lezat yang ada dihadapannya sehingga ia mencolek saos steak untuk mencicipinya terlebih dahulu.


setelah tuan Prabu mempersilahkan kembali semua langsung duduk di posisi masing masing untuk menyantap hidangan lezat yang ada di hadapannya. setelah berdoa'a bersama mereka pun memulai makan malamnnya dengan tenang.


"Sayang.....,dimana Zio?? kenapa dia tidak ada di sini bersama kalian??". tanya Papi Zie setelah selesai makan malam.


sedari tadi papi Zie merasa ada yang kurang dari teman teman putrinya. ia baru menyadari bahwa tidak ada kehadiran Zio di antara mereka.


"Zio lagi ada urusan Om jadi nggak bisa hadir. maklum calon pengantin banyak urusan yang harus dia persiapkan" bukan Zie yang menjawab tapi Ken.


Ken tau Zie kebingungan mau menjawab apa atas pertanyaan Papinya jadi Ken langsung menjawabnya sebelum Kenzie salah ucap.


"oh.... Zio udah mau Nikahan??, terus kapan kalian nyusul Zio??". tanya Papi Zie.


"ih...Papi apa'an nanyanya gitu." jawab Zie mengerucutkan bibirnya.


bisa bisanya sang Papi menanyakan kapan nikah. punya Pacar aja belum gimana mau nikah.?


"hahaaaa......ya siapa tau aja putri papi mau nikah juga. ya nggak Ken??" jawab Papi Zie tertawa gemas melihat wajah putri kesayangannya yang sedang kesal.


"Ken nggak mau jawab Om....Pasti nanti ujung ujungnya pertanyaan itu buat Ken juga." jawab Ken yang mmbuat Papi Zie makin tertawa.


"Betul itu om, tapi kalau udah ketemu sama jodohnya sih kalau belum ketemu juga ya alamat jadi jodi alias jomblo abadi kaya saya.". jawab Mif sambil nyengir. semua ikut tertawa mendengar jawaban Mif.


kini pembicaraan mereka sudah beralih tentang dunia bisnis.Zie memberitahu semua yang ada disana tentang rencananya yang akan mengadakan acara Peresmian pembukaan perusahaan baru yang ada di kota ini yang akan ia beri nama MK Group yang merupakan gabungan dari kepemimpinan Tuan Ma dan Nona Kei yang tak lain adalah Marvin dan Kenzie sendiri.


Ken dan Papanya tentu di buat kaget dengan pemberitahuan itu. mereka tidak menyangka pasangan Tuan Ma dan Nona Kei yang bernaung di bawah Perusahaan Al Azhar adalah putra putri tuan Prabu sendiri. Ken dan Papanya sudahsering mendengar berita tentang kehebatan Tuan Ma dan Nona Kei dalan dunia bisnis. sungguh keluarga pembisnis yang sangat handal.


"Mita....tolong kamu atur semua. saya mau acara pembukaan perusahaan baru berjalan dengan lancar." perintah Zie kepada asisten pribadinya.


"emang disini ada yang bernama mita Zie??" tanya Ken yang bingung dengan Nama yang Zie ucapkan. dia pikir Zie salah mengucapkan nama seseorang.


"ada.... Mita itu nama khusus dari saya untuk memanggil asisten pribdi saya Mif." jawab Zie.


"Mita nama yang cantik...,tapi tidak secantik orangnya." jawab Ken mengejek.


"Maaf Tuan...., hanya Nona Zie yang boleh memanggil nama saya dengan sebutan itu." ucap Mif tegas dengan tatapan tajam kearah Ken.


"Ok....kembali ke topik!!". ucap Zie menengahi perseteruan antara Mif dan Ken. "Andre...., tolong kamu bantu Mif untuk mempersiapkan semuanya. saya mau dalam waktu tiga hari semuanya sudah siap dan acara segera di gelar." perintah Zie lagi.


"Biak Nona......." jawab Mif dan Andre secara bersamaan.


"Terus tugas gue apa Zie??." tanya Marvin


" Besok gue sama Papi mau ke Bandung kak, kalau lo nggak mau ikut ya sudah gue kasih lo kerjaan di sini " ucap Kenzie.


"gue ikut.....". jawab Marvin singkat padat dm jelas.


Memang benar besok Kenzie dan Papinya akan pergi ke Bandung untuk mengunjungi makam sang Mami Zie yang tidak lain adalah istri tercinta Tuan Prabu. sudah sangat lama keduanya belum mengunjungi makam seseorang yang sangat berarti dalam hidup mereka.


"Neng..., Mbon Nah ikut ya?? sekalian mau melihat perkebunan teh yang ada disana." ucap Mbok Nah.


"Boleh Mbok....,tapi mbok Nah minta ijin dulu sama Mang Diman. takutnya Zie nanti dianggap penculik ibu dan anak kalau mbok Nah nggak ijin dulu." jawab Zie yang membuat semuanya terkekeh.


"Mang Diman pasti ngijinin Neng, karena Mamang sendiri juga akan ikut kesana." ucap Mang Diman.


"Pah...., Ken boleh ikut Zie nggak??" Ken meminta ijin secara langsung kepada papanya.


"Loh kamu juga pingin ikut Ken??". tanya papa Ken.


"heheee....iya pah. boleh kan?? beberapa hari doang pah.nggak lama ko." jawab Ken.


"Boleh saja..., cuma kamu ijin dulu sama Zie nya. boleh nggak kamu ikut" ucap Papa ken.


"Tentu saja boleh om..... Zie malah seneng kita bisa pergi rame rame kesana. apa om juga mau ikut??". tawar Zie tersenyum manis.


"Tidak terimakasih....., Ken saja yang ikut, Biar om yang menghandle kerjaan di perusahaan selama dia pergi." jawab Papa Ken.


Mbok Nah dan Mang Diman senang akhirnya gadis kecil yang dulu ia rawat sekarang tumbuh menjadi gadis cantik dan baik hati. Keduanya bersyukur karena Zie telah mendapatkan kebahagiaannya dengan di kelilingi orang orang yang menyayanginya. semoga kebahagiaan akan selalu ada bersama Zie, do'a dari Mang Diman dan Mbok Nah.


.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.


.