Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Harap harap camas



Setelah acara reuni selesai, Zie dan Ken berjalan keluar dari Gedung itu. tidak hanya mereka berdua saja tapi juga ada Zio, Nico, Andre, Sigit dan juga istrinya. bahkan Marvin dan Cerry pun masih ada disana juga. mereka memang sengaja menjaga jarak sesuai permintaan Zie karena ia tidak mau identitasnya di ketahui banyak orang jika ia terlihat dekat dengan Marvin atau pun Cerry.


suasana di sana sudah tak seramai tadi karena kebanyakan dari mereka semua sudah kembali ke kediaman masing masing.


"Lo nggak pulang bareng kita aja Zie....?? " ucap Marvin tiba tiba yang menawari Zie untuk pulang bareng saat berpapasan dengan adiknya.


Karena Marvin tau kalau adiknya itu datang bersama Ken jadi otomatis dia tidak membawa kendaraan sendiri.


"makasih...., tapi nanti gue pulang bareng sama Ken aja kak. " tolak Zie.


Bagi teman teman Zie yang sedang berjalan bersamanya tentu tidak heran dengan interaksi mereka karena tau bahwa keduanya bersaudara tapi tidak dengan Sigit dan istrinya. Istrinya mungkin tidak terlalu mempedulikan hal itu karena mereka memang tidak saling mengenal terlalu dekat tapi Sigit?? pikirannya mulai bertanya tanya karena sepertinya Zie cukup dekat dengan musuh bebuyutan dari Zio.


"Kok Marvin nawarin Zie pulang bareng Nic....?? emang mereka sedekat itu ya...??'. tanya Sigit kepada Nico.


kebetulan mereka berjalan di barisan belakang.


" Hm... lo nggak tau aja Git. mereka bahkan lebih dari sekedar temen. " jawab Nico.


"serius lo....!?! ko bisa......??". tanya Sigit.


" Nih gue kasih tau, tapi lo harus janji dulu nggak akan kasih tau hal ini sama siapapun. " ucap Nico.


"Iya gue janji...., cepet kasih tau gue. " jawab Sigit Kepo maksimal.


"Lo tau kan siapa Marvin?? ". bukannya mengatakan ada hubungan apa antara Zie dan Marvin, Nico malah memberi pertanyaan kepada Sigit.


" Ya tau lah....., Marvin musuh bebuyutan kita dulu. " jawab Sigit.


"Bukan itu maksud gue dodol. yang gue maksud keluarganya Marvin. " semprot Sigit.


"jelas lah...., semua orang juga tau kalau Marvin itu anaknya Tuan Prabu Al Azhar sang pengusaha ternama dan terkenal itu. " jawab Sigit. " tapi apa hubungannya?? ". tanya Sigit yang masih belum mengerti.


" Zie itu adiknya Marvin. "jawab Nico yang membuat Sigit melebar kan matanya syok.


" APAAA......!!! nggak mungkin....., Zie dan Marvin itu berbeda, nggak ada kemiripan. mereka juga usianya sama. mana mungkin mereka kakak adik. lo ngerjain gue ya?? ". ucap Sigit yang masih belum percaya.


" Seriusan Git...., buat apa juga gue bohong. kalau lo nggak percaya tanya aja sama Zie nya langsung Noh mumpung orangnya masih ada. " jawab Nico.


"Jadi Zie itu juga anaknya Tuan Prabu dong?? " tanya Nico.


"Benar sekali......, gue juga udah pernah ketemu langsung sama Tuan Prabu pas acara pernikahannya Marvin. Nih buktinya.... " ucap Nico yang langsung mengeluarkan HPnya dan langsung membuka galeri untuk memperlihatkan foto dirinya bersama Tuan Prabu kepada Sigit.


Sigit langsung melihat dengan seksama foto foto yang di tunjukkan Nico kepadanya. benar disana memang terdapat Zie dan Tuan Prabu saat pernikahannya Marvin.


"Gila sih ini...., ternyata teman kita anaknya seorang Crazy rich. nggak nyangka gue" ucap Sigit yang sudah mempercayai perkataan Nico barusan.


"inget... jangan kasih tau hal itu ke siapapun karena identitas Zie masih di privasi. ". ucap Nico mengingatkan.


" Beres... " jawab Sigit.


"(Pantas saja Zie menyarankan acara reuni di adakan di gedung AA. ternyata gedung ini adalah milik keluarganya sendiri. gila.... salut gue sama Zie, meskipun Zie anak orang kaya tapi sikap dan sifatnya biasa saja. nggak mencolok dan nggak berlebihan. ya memang gitu sih kalau orang kaya asli, beda lagi kalau orang kaya jadi jadian yang suka pamer kemewahan sana sini biar di anggap orang kaya padahal kayanya belum seberapa.)"Batin Sigit


"Zie...., ikut gue bentar yuk..... " ajak Zio yang langsung menarik tangan Zie.


"Eh... mau kemana yo.... ". tanya Zie kaget karena tiba tiba Zio menggandeng tangannya dan membawanya pergi.


" Woy Yo.... pasangan gue jangan di bawa dong. " sahut Ken yang langsung mengejar keduanya.


bukan hanya Ken..., yang lainnya juga berjalan mengikuti kemana mereka pergi.


"Lo kalau mau pulang duluan aja Ken...., nanti Zie biar gue yang anter. " ucap Zio kepada Ken.


"Nggak bisa gitu dong...., Zie kan datangnya sama gue jadi ya pulangnya juga harus sama gue lah. " tolak Ken.


"(nggak papa lah Ken dan yang lainnya ikut...., itung itung sebagai saksi pernyataan cinta gue sama Zie) " batin Zio.


Ya....., tiba tiba saja Zio memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya kepada Zie malam ini juga meskipun tanpa persiapan apapun. tadi saat acara berlangsung Zio tidak sengaja mendengar ucapan Dika yang dulu main drama bareng Zie yang ternyata sampai sekarang masih menjadi pengagumnya Zie. Dika ingin mendekati Zie jika ada celah, dan akan menemui Zie di AK cafe karena ia di beri tahu temannya bahwa cafe itu adalah milik Zie.


mendengar hal itu, Zio jadi terus kepikiran, ia takut jika Dika benar benar mendekati Zie. sehingga ia berencana mengungkapkan perasaannya sekarang juga. begitu Zio melihat taman mawar yang terlihat indah dari kejauhan meskipun malam hari, ia langsung membawa Zie menuju kesana. Keduanya berjalan terus hingga berhenti di dekat taman bunga mawar itu yang di hiasi lampu warna warni.


"Bentar Zie...... " Kenzio melepas genggaman tangannya lalu berjalan mendekat kearah bunga mawar yang sedang mekar dan memetiknya lalu kembali kepada Zie lagi.


Teman teman Zie dan Zio berhenti tidak jauh dari keduanya, mereka hanya berdiri menyaksikan apa yang akan Zio lakukan saat ini.


"Zie...., gue tau gue sudah banyak melakukan kesalahan sama lo..., dulu gue juga udah pernah ngecewain lo dan yakitin hati lo. dan gue minta maaf yang sebesar besarnya atas itu semua. tapi ijinkan gue untuk menebus semua kesalahan gue. tolong kasih gue satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya. gue janji, gue nggak akan nyia nyiain lo lagi, gue akan selalu menjaga dan membahagiakan lo karena gue sayang banget sama lo. Kenzie Al Azhar will you be my girlfriend? ". ucap Zio menyatakan perasaan cintanya kepada Zie sambil menyodorkan setangkai bunga mawar merah kearah Zie.


ia juga tersenyum tampan karena merasa yakin bahwa Zie juga masih mencintainya sampai saat ini. terbukti Zie masih setia memakai kalung pemberiannya dan Zie pun belum memiliki kekasih lagi.


Zie masih terdiam menatap tak percaya kepada Zio. ia cukup terkejut dengan Zio yang menyatakan perasaannya untuk kedua kalinya. mungkin bagi Sigit dan Nico, Zie dan Zio adalah pasangan yang sangat serasi. apalagi Sigit dan Nivo tau bahwa Zie bukan kekasihnya Ken jadi mereka mendukung jika Zio jadian dengan Zie.


Tapi bagi Ken dan Andre, mereka sama sekali tidak menyetujuinya karena mereka tau bagaimana kisah di antara Zio dan Zie. apalagi saat ini Zie sudah memiliki kekasih.


"(Zio....., kenapa lo malah memperburuk buhungan persahabatan kita untuk kedepannya. kenapa lo mesti nembak Zie lagi sih.....!!) ". batin Ken yang sangat menyayangkan tindakan Zio yang terlalu percaya diri.


" Zio tolong bangun......, jangan seperti ini. " ucap Zie merasa tidak enak hati melihat Zio berlutut di hadapannya.


"nggak Zie...., gue akan seperti ini sebelum lo menjawabnya. lo mau kan balikan lagi sama gue?." jawab Zio penuh harap.


"(Bagaimana ini......?? kata kata apa yang harus gue ucapin agar Zio mau mengerti dan juga tidak menyakiti perasaannya.). Batin Zie bingung.


" Zie ayo jawab....., apa lo mau bikin Zio terus berlutut seperti itu sampai tahun depan?? "seru Nico tidak sabar ingin mendengar jawaban Zie.


" Iya Zie.... nggak sabar nih gue. " sahut Sigit menimpali ucapan Nico.


Zie menoleh kearah teman temannya yang berdiri tidak jauh darinya. ia menghela nafasnya sebelum mengucapkan kata untuk menjawab pertanyaan Zio.


"Zio....., untuk masalah yang terjadi antara kita di masalalu gue udah maafin, jadi lo nggak perlu minta maaf terus terusan sama gue. Dan untuk balikan lagi sama lo, gue..... " ucapan Zie berbeda beberapa saat yang mana membuat Zio merasa harap harap cemas.


"gue nggak bisa Zio...... " ucap Zie selanjutnya.


mendengar jawaban Zie, Zio masih tetap pada tempatnya bahkan senyum tampannya masih terus menghiasi sudut bibirnya karena ia yakin kata kata Zie masih ada kelanjutannya seperti di film film yang pernah ia tonton yang bilangnya nggak bisa nggak taunya nggak bisa nolak dan Zio masih menunggu kata kata itu keluar dari mulut Zie. sayangnya kata yang ia tunggu itu tak kunjung Zie ucapkan.


"Maaf Zio......., sudah ada nama orang lain yang sekarang menempati hati gue." ucap Zie lagi lalu melangkah pergi.


Senyum Zio langsung memudar dan berlahan menghilang, ia menundukkan kepalanya. hatinya merasa lemas seketika mendengar penolakan dari Zie.


melihat Zie pergi...., Ken pun ikut pergi. tapi sebelumnya ia berpesan kepada teman temannya.


"Gue susul Zie dulu....., kalian temani Zio dan hibur dia. " ucap Ken lalu langsung pergi.


Ken mengantar Zie pulang sedangkan yang lainnya menemani Zio untuk menghiburnya.


"Kenapa lo malah mengantarku pulang Ken?? harusnya lo itu menghibur sahabat lo yang sudah di tolak sama cewek. " tanya Zie.


mereka sedang berada di mobil dalam perjalanan pulang.


"Gue lebih tertarik dengan cewek yang sudah menolak Zio dari pada Zio nya. "jawab Ken terkekeh... " lagian sudah banyak teman yang menghiburnya. " ucap Ken lagi


"Gue jahat ya Ken.....??, gue pasti udah nyakitin hati Zio. apa kita masih bisa jadi sahabat kaya dulu ya Ken??" ucap Zie sedih.


Zie sedih memikirkan bagaimana nasib persahabatan mereka yang sudah terjalin sejak kecil.


"Lo nggak jahat Zie....., lo udah bener dengan mengatakan semuanya sama Zio setidaknya lo nggak PHP in dia. mau seperti apa hubungan lo sama Zio nantinya tapi gue akan selalu jadi sahabat lo maupun Zio. " jawab Ken tersenyum tampan.


"Makasih ya Ken.... lo selalu ada buat gue. " ucap Zie dengan tulus yang di jawab dengan senyum dan anggukkan kepala.


Setelah mengantar Zie pulang, Ken langsung pergi untuk segera menemui Zio karena saat ini sahabatnya itu sedang tidak baik baik saja.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.