
Sejak kembali dari Bali,Kenzo dan Kenzio selalu menemani Kenzie di rumah sakit tempat nenek bella di Rawat.keduanya pulang kerumah ketika hari sudah malam dan pagi ini mereka kembali lagi ke rumah sakit untuk menemani zie.
zie sendiri tidak mau pulang kerumah,ia selalu menemani nenek bella setiap saat.
melihat kondisi neneknya yang belum juga sadarkan diri, zie tau bahwa neneknya memang sedang mengidap penyakit yang sangat parah.
"Zie..........."terdengar suara lemah nenek bella yang baru sadarkan diri.
Bella yang sedang memakan sarapannya bersama zio dan Ken pun langsung terhenti mendengat suara nenek bella.
ia beranjak dari duduknya dan langsung mendekat kearah neneknya.
"alhamdulillah .....nenek sudah sadar.nenek mau minum??."ucap zie sedikit lega.nenek bella hanya mengangguk lemah sambil sedikit tersenyum.
Zie mengambil gelas berisi air putih dan sedotan untuk membantu memudahkan nenek bella minum.
setelah selesai, zie langsung memencet tombol khusus yang ada di dekat brangkat nenek bella untuk memanggil dokter.
tak berapa lama Dokter dan perawat pun datang untuk memeriksa kondisi nenek bella.dokter menyuruh Zie, zio dan ken untuk keluar ruangan terlebih dahulu selama pemeriksaan.
bertepatan dengan itu, Mang Diman, Mbok Nah dan Rizky pun datang.
"Loh Neng zie, Mas ganteng dan Mas tampan kenapa malah ada di luar??"tanya Mbok Nah ketika melihat ketiganya duduk di depan ruangan nenek bella.
mbok Nah memang terbiasa memanggil Ken dengan sebutan mas Ganteng, Zio dengan sebutan Mas Tampan, Dev dengan sebutan mas handsome, Levin dengan sebutan Mas caby dan Satu lagi Rizky dengan sebutan Mas kasep.
"Nenek sudah sadar dan sekarang sedang di periksa oleh dokter mbok....".jawab Zie.
"Alhamdulillah mbak bella sudah sadar...." mbok Nah senang dan langsung mengucap syukur.begitu juga mang Diman dan Rizky yang juga mengucapkan syukur tetapi di dalam hati.
semuanya duduk dengan tenang menunggu dokter yang sedang memeriksa kondisi nenek bella.
tak lama kemudian pintu ruang rawat pun terbuka.seorang perawat meminta semua keluarga nenek bella untuk masuk kedalam.mereka semua pun bergegas masuk kedalam agar segera tau bagaimana kondisi nenek bella sekarang.
"Dokter,bagaimana kondisi kakak saya??".Mang Diman langsung bertanya kepada dokter begitu mereka masuk kedalam. Dokter hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"Dokter....sebenarnya nenek saya sakit apa??kenapa tak ada yang memberitahuku sama sekali.".tanya zie kepada dokter.ia sangat sedih melihat neneknya tak berdaya seperti itu.
dokter itupun terdiam.mungkin ini saatnya ia memberi tahu yang sebenarnya kepada cucu pasien yang selama ini ia tangani.
dokter itu menarik nafasnya dalam sebelum berbicara kepada zie.
"maaf karena dari awal saya sudah berjanji kepada pasien untuk merahasiakan semuanya dari anda.tapi...mungkin sekarang saatnya anda tau semuanya."ucap dokter itu.dokter menjelaskan penyakit apa yang di derita nenek bella kepada zie.Zie menangis sejadinya mendengar tak ada harapan untuk neneknya sembuh.bahkan kondisinya saat ini sangat mengkhawatirkan.
"Zie....."ucap nenek bella lemah,ia bertahan membuka matanya.
"Nenek......,"Zie langsung memeluk neneknya sambil menangis.
"jangan menangis...."ucap nenek bella dengan suara lirih.zie langsung menghapus air matanya dan berusaha tersenyum.
"zie nggak nangis.......nenek istirahat ya??nenek harus sembuh."ucap Zie berusaha tetap tegar.
"Diman...,Nah....,mbak Titip Zie.jaga dan sayangi dia dengan baik."ucap Nenek bella dengan suara lemah."Ken,, Zio..., Penuhi janjimu pada Nenek.temani zie dan jaga dia baik baik.kamu juga Rizky...tolong bantu nenek menjaga zie"ucap nenek bella tersengal.
"iya mbak...."jawab mbok Nah sambil menangis.sedangkan Mang Diman hanya mengangguk.
"iya nek...kami akan menepati janji kami."jawab Ken mewakili keduanya.
"Nenek jangan ngomong kaya gitu....."zie kembali menangis.
"Zie....., jangan sedih. nenek ikut sedih mleihat kamu seperti ini. nenek berdo'a semoga kau bertemu papimu dan hidup bahagia. Nenek sangat menyayangimu."ucap nenek bella lirih dengan nafas yang tersengal.
"Mbak....mbak......,"panggil mang Diman sambil menggenggam tangan nenek bella agar tetap dalam keadaan sadar."mbak ikuti kata kata Diman."Perintah Mang Diman."Laa ila ha ilallah...........".ucap Nang Diman.nenek bella berusaha mengikuti ucapan Diman dengan tersengal sengal.ia sudah kesulitan bernafas.
"La ila ha ilallah......."ucap Nenek bella lirih dengan terbata bata kemudian menghembuskan Nafas terakhirnya.
"Ina lillahi wa ina ilaihi rojiun......"ucap Mang Diman sambil menunduk sedih.
Dokter mendekat dan memeriksa kembali nenek bella untuk memastikannya.dokter mengangguk dan menyuruh perawat untuk melepas alat alat medis yang melekat di tubuh nenk bella.
Zie menangis sejadinya,ia tak menyangka nenek nya akan pergi secepat ini.
tak hanya Zie, mbok Nah juga menangis atas kepergian sosok seorang kakak dalam hidupnya.begitu juga dengan Mang Diman,ia juga meneteskan air matanya meski langsung ia hapus kembali.
mereka merasa sangat sedih atas kepergian orang yang sangat mereka sayangi untuk selama lamanya.
"Yang sabar ya Zie.......,iklaskan,nenek orang baik.....semoga allah menempatkan nenek di tempat paling indah."ucap Zio mendekat kearah Zie lalu memeluknya.begitu juga dengan Ken yang juga memeluk zie.
"setidaknya nenek bella sudah tak merasakan sakit lagi zie."ucap Ken berusaha menenangkan Zie.
Rizky merasa terharu melihat persahabatan Ken zie dan zio.mereka selalu bersama dalam keadaan senang maupun sedih.Rizky memilih mendekat kearah Manh Diman yang juga terlihat sangat sedih.
"Yang sabar ya Mang....."ucap Rizky mengusap pundak mang Diman.tak di sangka mang Diman malah memeluk Rizky dengan erat.
ingin rasanya mang Diman menangis sejadinya seperti zie.ia benar benar merasa sangat sedih dan kehilangan.
siang ini.,..,jenazah nenek bella langsung di bawa pulang untuk segera di kebumikan.
suasana duka masih sangat terasa bagi keluarga yang di tinggalnya. banyak para tetangga, dan orang orang yang mengenal nenek bella berdatangan untuk takziah.
bahkan Resto dan cafe pun di liburkan selama 2 hari oleh zie.semua karyawan Cafe dan Restoran berdatangan kerumah mengungkapkan rasa belasungkawanya.
termasuk dev, levin beserta istri dan adik iparnya ( cerry ).
sehabis ashar jenazah nenek bella akhirnya di makamkan di TPU terdekat dari rumah zie.Mang Diman, Ken, Zio dan Rizky,mereka bersama yang memikul keranda nenek bella menuju TPU.setelah dimakamkan dan do'a bersama, satu persatu orang yang mengiringi nenek bella ketempat peristirahatan terakhir pun pulang kerumah masing masing.
tapi Zie dan mbok Nah masih setia bersimpuh sambil menangis sesenggukkan di dekat makam nenek bella. begitu juga Mang Diman, Ken, Zio, Rizky, Dev, Levin dan istrinya serta cerry juga masih berdiri mengelililingi makam nenek bella.
"sudah Nah....iklaskan mbak bella.biarkan dia pergi dengan tenang."ucap Mang Diman berusaha menenangkan Mbok Nah.
mbok Nah pun mengangguk.ia sadar seperti apapun ia bersedih tetap saja tidak akan bisa mengembalikan mbak bella nya di tengah tengah mereka.mbok Nah lalu memandang zio yang menghampiri Zie yang masih menangis.
"Ayo pulang Zie.....ini sudah sore.kita harus mempersiapkan acara tahlil do'a bersama untuk nenek bella."ucap Zio dengan lembut sambil mengusap bahu zie.zie terdiam sebentar lalu kemudian mengangguk.
zie menaburkan bunga kembali diatas makam nenek bella.
"(selamat jalan nenek semoga amal ibadah nenek di terima di sisi allah.zie pulang dulu ya nek.nanti zie akan kesini lagi.zie sayang nenek)"ucap zie dalam hati sebelum beranjak dan pergi dari makam.
.
.
.
.
.
.