
Arion, Kenzie, Lexa dan Axel pergi ke pasar malam bersama. mungkin hari ini adalah hari ters*al bagi Arion, niat hati ingin bertemu dengan Zie tapi masih saja ada pengganggu yang merecoki kebersamaan mereka dan saat ke parkiran untuk ikut pergi kepasar malam tenyata ban motornya kempes. tapi kes*alan Arion berubah menjadi suatu keberuntungan karena Zie menawarinya untuk naik motor bersamanya. tentu saja Arion tidak menyia nyiakan dengan kesempatan yang ada. tanpa berpikir dua kali Arion langsung mengiyakan tawaran Zie dan Akhirnya mereka berdua pergi kepasar malam dengan berboncengan.
"Harusnya gue aja tadi yang boncengan sama Arion. biar Zie yang boncengan sama lo." Lexa terus saja menggerutu kepada Axel. ia tidak suka jika Arion bersama dengan Zie.
"Sudahlah Lexa, Arion itu temannya Zie bukan teman lo. wajar jika Arion lebih dekat dengan Zie dari pada sama lo yang baru dia kenal. " jawab Axel. ia kesal sendiri mendengar saudara kembarnya ini terus saja menggerutu tidak jelas.
"Diam lo...., gue nggak butuh ceramah dari lo. " Lexa yang merasa kesal kini mengeluarkan sikap ketusnya kepada saudaranya sendiri.
setalah sampai dan memarkirkan motornya mereka berjalan bersama mengelilingi pasar malam itu. di sana banyak terdapat berbagai macam jenis makanan dan minuman yang di jual di setiap stand nya. selain makanan ada juga yang menjual baju, mainan anak anak, dan masih banyak lainnya. ada pula beberapa jenis wahana permainan yang tersedia di sana. malam ini tempat itu memang ramai di penuhi oleh pengunjung dari semua kalangan. mereka bahkan harus berjalan dengan sedikit berdesakan.
"Zie.... gue nggak suka tempat ramai kaya gini... " bisik Arion di dekat telinga Zie.
ia bahkan berusaha melindungi Zie dari desakan pengunjung lain. sementara Lexa berusaha mencuri perhatian Arion dengan terus berjalan memepet Arion.
"Gue juga....., " jawab Zie yang sudah merasa engap karena terlalu ramai pengunjung.
Arion sudah tak tahan dengan sikap Lexa yang terus saja memepetnya. begitu ada celah, Arion langsung menarik Zie dan membawanya ketempat yang sedikit longgar pengunjung tepatnya di belakang para pedagang yang berjejeran di pinggir jalan.
"Rion...., Lexa sama Axel kemana?? ko nggak ikut kita?? " tanya Zie.
akhirnya ia bisa bernafas lega karena sudah tidak berdesakkan lagi. tapi ia malah kehilangan Lexa dan Axel.
"Entahlah...., biarkan saja mereka. gue sebel, Lexa terlalu agresif. " ucap Arion yang membuat Zie tertawa.
Zie sangat tau bahwa Lexa selalu mencari perhatian kepada Arion. bahkan sepanjang berjalan Lexa terlihat terus memepet Arion.
"Ya itu lah efek samping pesona dari seorang Arion jadi nikmati saja.... "ucap Zie masih dengan tawanya.
Arion mendengus kesal di tertawakan oleh Zie, bukannya membantu mengatasi Lexa yang terus memepetnya Zie malah menyuruhnya untuk menikmati hal itu. yang ada Arion malah merasa ilfil dengan sikap Lexa.
" Kita cari Lexa dan Axel yuk...., nanti kalau mereka hilang gimana?? " ajak Zie yang menghawatirkan kedua sepupunya.
"sudah lah Zie..., biarin aja. mereka udah gede jadi nggak mungkin ilang. lo kirim pesen aja suruh mereka nunggu kita di parkiran nanti." perintah Arion. dia malas jika harus berdekatan dengan Lexa lagi.
"Baik lah..... " jawab Zie lalu mengeluarkan HP nya untuk mengirim pesan kepada Lexa sesuai permintaan Arion.
"beli minum dulu yuk.... " ajak Arion.
tanpa menjawab Zie langsung mengikuti langkah Arion menuju stand penjual minuman dingin.
"jangan jauh jauh dari gue Zie..., ntar lo ilang. " ucap Arion sambil terkekeh
"emangnya gue anak kecil yang bisa ilang kalau di lepas di sini. " jawab Zie sambil mengerucutkan bibirnya.
mereka lalu pergi ketempat yang sepi pengunjung setelah membeli dua minuman dingin untuk mereka.
"kita naik itu yuk.... " ajak Zie sambil menunjukan wahana kincir angin yang sedang berputar. wahana itu di hiasi dengan lampu warna warni yang bergantian menyala sehingga membuat wahana itu terlihat cantik.
"ayo.... " jawab Arion.
ia dan Zie lalu berjalan menuju wahana itu. jalanan sudah lumayan longgar karena sebagian pengunjung sudah pulang. mereka tidak perlu berdesak desakan seperti tadi.
"lo tau nggak Zie..., ini pertama kalinya gue mengunjungi pasar malam kaya gini. " ucap Arion.
"(kalau bukan karena ingin bareng sama lo, gue nggak akan menginjakkan kaki di tempat ramai kaya gini) " batin Arion.
Keduanya sudah duduk bersama di atas wahana kincir angin yang sedang berputar itu. mereka terlihat seperti sepasang burung yang ada di dalam sangkar karena tempat yang mereka duduki mirip seperti sebuah sangkar.
"Benarkah...., kalau begitu lo harus mencoba menaiki semua wahana di sini agar lo berkesan dengan kunjungan perdana lo. " jawab Zie. "dulu gue sering mengunjungi pasar malam. tapi dulu pengunjungnya tidak seramai seperti sekarang ini. " ucap Zie.
"bisa berada disini bareng sama lo aja udah berkesan banget buat gue." jawab Arion sambil memandang wajah cantik Zie..." oiya dengan siapa dulu lo pergi ke pasar malam.? " tanya Arion penasaran.
"dih.... gombal banget. " ucap Zie terkekeh. "Gue pergi sama Ken dan Zio...., mereka berdua seperti bodyguard gue yang selalu mengawal kemanapun gue pergi. tapi itu dulu, sekarang kita semua sudah memiliki kesibukan masing masing jadi sudah jarang bertemu. " jawab Zie
"Arion..., Zie..., kalian kemana aja sih gue sampe muter muter nyariin kalian yang menghilang tiba tiba tau nggak?" tanya Lexa yang datang bersama Axel menghampiri Zie dan Arion.
belum sempat Zie menjawab pertanyaan dari Lexa tak jauh dari sana terdengar teriakan seorang gadis.
"jambret...!. jambret.....! tolong.... tas gue di jambret.....! " teriak gadis itu.
terlihat seorang laki laki berbadan tambun dengan rambut gondrong di ikat kebelakang berlari kearah Zie, arion, Axel dan Lexa berdiri sambil membawa tas wanita.
Zie langsung melayangkan tendangan Kakinya lurus keatas tepat mengenai wajah orang yang di teriaki jambret saat orang itu hampir sampai di hadapan Zie.
seketika orang itu jatuh dan mengaduh memegangi rahangnya akibat tendangan dari Zie. Arion, Lexa dan Axel di buat menganga dengan aksi yang zie lakukan barusan.
Zie mengambil tas dari tangan jambret tersebut, untuk dikembalikan kepada pemiliknya. tapi seketika jambret itu bangkit dan mengeluarkan sebilah pisau lipat dari balik jaket yang ia kenakan. jambret itu langsung menggaet leher Lexa dengan lengannya dan menodongkan pisau tepat di depan lehernya.
"Serahkan tas itu atau gue tusuk lehernya. " ucap Jambret itu mengancam.
Tubuh Lexa bergetar hebat dengan keringat dingin yang merembas di dahinya. ia merasa sangat ketakutan saat ini. suasana berubah menegangkan saat jambret itu menyandra Lexa.
"Ok....., gue kasih tas ini tapi lepasin dia. " ucap Zie berusaha bernegosiasi.
"Lempar tas nya kesini. " Perintah jambret itu masih tetap mengacungkan pisaunya di dekat leher lexa.
Zie melempar tas yang dia pegang kearah penjambret itu, tapi Zie melemparnya agak tinggi dan melewati kepala penjambret nya. begitu jambret itu lengah karena pandangannya fokus ke arah tas yang Zie lempar dengan gerakan cepat Zie menarik Lexa dan menendang perut penjambret itu hingga terpental kebelakang.
Arion dengan sigap langsung menghajar penjambret itu hingga babak belur. Arion mundur setelah pengunjung yang lain juga ikut menghajar jambret itu. beruntung petugas keamanan segera datang dan mengamankan penjambret itu jika tidak mungkin nyawa penjambret itu bisa melayang dia amuk masa.
"lo nggak papa kan Lexa?? " tanya Zie kepada Lexa yang masih berada di pelukan saudaranya.
"gue nggak papa kok.... " jawab Lexa meski tubuhnya masi gemeteran.
"Lo nggak papa kan Zie? " tanya Arion yang malah mengkhawatirkan Zie.
"Gue baik baik aja.... " Jawa Zie
"Kak Zie....., " seru seorang gadis yang langsung menghambur kepelukan Zie.
"Khansa...., jadi tas ini punya elo?? " tanya Zie dan Sasa mengangguk. " lo nggak papa kan?? ". tanya Zie lagi.
" gue nggak papa kak, gue cuma takut aja tadi. makasih ya udah nolongin Sasa. " jawab Sasa lalu melepas pelukkan nya.
"lo sama siapa disini...?? ".tanya Zie sambil membawa Sasa dan yang lainnya untuk duduk di kursi panjang yang ada di pinggir jalan.
"gue tadi sama temen temen gue Kak..., tapi mereka sudah pulang duluan. tadinya gue mau menghubungi Bang Zio buat jemput tapi tas gue malah di jambret. " jawab Sasa menjelaskan.
Zie lalu menyuruh Sasa untuk menghubungi Zio agar menjemputnya sekarang karena Zie tidak bisa mengantar Sasa pulang sebab ia sendiri menaiki motor bersama Arion. Zie hanya bisa menemani Sasa sampai Zio datang menjemputnya.
.
.
.
Bersambung....
.
.
.