
Ke esokan harinya Zie, Marvin dan Papinya berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama seperti biasanya. Marvin menyampaikan perihal pertemuannya dengan keluarga cerry semalam, ia meminta Papinya untuk datang kerumah Cerry dan melamarkan cerry untuknya malam minggu ini.
"Baik lah...., Papi akan datang kesana dan lamar Cerry untuk putra Papi. kamu siapkan saja semuanya." ucap Papi tersenyum tipis.
Tuan Prabu sangat bangga memiliki dua anak hebat seperti Marvin dan Juga Zie. meskipun tidak ada ikatan darah, tapi keduanya saling menyayangi satu sama lain seperti saudara kandungan sendiri. Waktu terasa begitu cepat berlalu, tidak terasa ternyata anak anaknya sudah tumbuh dewasa dan sebentar lagi akan membina rumah tangganya sendiri.
"Lo juga Zie..., malam minggu ini di larang kemana mana. lo adalah adik gue satu satunya jadi lo juga harus ikut menyaksikan acara bersejarah buat gue." ucap Marvin kepada Zie.
"Siap Kak..... lo tenang aja. gue pasti ikut dalam acara lamarannya Kakak gue tersayang." jawab Zie dengan Cerianya.
Zie merasa sangat senang melihat kebahagiaan Marvin, akhirnya Marvin bisa mendapatkan Cintanya kembali setelah bertahan dengan penuh kesabaran. Zie tau betul bagaimana perasaan Marvin waktu itu, mereka berdua bahkan merasakan keterpurukan karena Cinta dan melewatinya secara bersama dengan saling menguatkan satu sama lain. "Kalau jodoh tidak akan kemana." begitulah yang selalu Zie yakini. Zie sangat bersyukur mereka bisa melewati semua itu dengan baik.
Zie, Marvin dan Papinya memulai sarapan bersama. tapi Marvin buru buru menyelesaikan makannya karena ingin menjemput Cerry dan mengantarkannya berangkat kebutik. Marvin berjalan keluar rumah setelah bepamitan dengan Zie dan Papinya.
"Astagaa......!!" Kaget Marvin begitu membuka pintu rumahnya. di sana sudah ada Ken yang berdiri di depan pintu. sepertinya Ken juga merasa terkejut karena Marvin membuka pintu dengan tiba tiba sebelum Ken memencet bel rumahnya.
"Pagi Vin....,"sapa Ken nyengir.
"Pagi..., tumben lo pagi pagi udah sampai disini??. Cari Zie kan??". tanya Marvin
"iya....ada urusan dikit. Zie nya ada kan??" jawab Ken.
"Ada....lagi sarapan sama Papi, masuk aja Ken. ikut sarapan juga, pasti lo belum makan kan??". ucap Marvin
"Tau aja lo...." jawab Ken tersenyum tipis.
"Ya udah masuk gih..., gue berangkat dulu." pamit Marvin, ia lalu berjalan mendekat kemobil dan meninggalkan Ken di depan pintu.
"ok.... hati hati lo dijalan." seru Ken
"Siiip....." jawab Marvin yang sudah duduk di belakang kemudi dan bersiap untuk pergi.
Ken lalu masuk kedalam Rumah Zie dan langsung menuju Ruang Makan. terlihat Tuan Prabu dan Zie yang sedang duduk menikmati sarapan paginya.
"Selamat pagi Om...., Zie..." sapa Ken. ia lalu mendekat kearah Tuan Prabu, meraih tangannya lalu mencium punggung tangannya.
"Loh Ken..., tumben pagi pagi udah sampai Sini.?". tanya Zie. tumben tumbenan Ken datang sepagi ini ke rumahnya.
"Aish...... Kakak sama Adek pertanyaannya ko bisa sama sih." keluh Ken sambil tersenyum tampan.
"Ken..., ayo duduk ikut sarapan bareng kami. pasti kamu belum makan juga kan???". perintah Tuan Prabu.
"Sekarang gantian Om yang sama kaya Marvin yang tau kalau Ken belum makan. sungguh keluarga yang sangat kompak" jawab Ken terkekeh di ikuti tawa Zie dan juga Tuan Prabu.
Ken lalu menarik kursi di samping Zie lalu duduk dan ikut sarapan bersama mereka. setelah selesai sarapan, Tuan Prabu pamit untuk berangkat kerja terlebih dahulu kepada Zie dan juga Ken. tak lupa keduangnya mencium punggung tangan Tuan Prabu takzim.
"Ken... lo tumben banget pagi pagi udah sampai sini?? ada apa sih?? gue mau berangkat kerja nih, nanti telat." ucap Zie.
"Lah...lo udah mulai aktif ngantor Zie?? ya udah yuk gue anter. ngobrolnya biar sekalian jalan." ucap Ken.
Zie mengangguk menuruti ucapan Ken untuk berangkat ke kantor bersama, ia masuk kedalam mobil Ken dan duduk di samping Ken yang sudah siap di balik kemudi.
"Zie....yang semalam itu siapa??". tanya Ken membuka pembicaraan mereka. Ken sudah melajukan mobilnya keluar dari dalam gerbang rumah Zie.
"Astaga Ken..., jadi lo pagi pagi udah sampai di rumah gue itu cuma mau nanyain soal itu??". tanya Zie yang di anggukki kepala oleh Ken. "Ya ampun....,ternyata rasa penasaran lo tingkat dewa juga ya??". ucap Zie tersenyum mengejek.
bisa bisanya seorang Ken kepo sampai segitunya, sampai di bela belain pagi pagi nyamperin kerumah hanya mau menanyakan soal siapa yang bersama Zie semalam.
"iya gue emang penasaran banget, gue cuma nggak mau lo salah pilih aja Zie." jawab Ken.
"salah pilih gimana maksudnya??" tanya Zie bingung dengan ucapan Ken.
"Gue mau siapapun nanti yang deket sama lo, lo harus kenalin dulu sama gue. biar gue bisa tau apakah dia baik apa enggak buat lo. gue nggak mau lo salah pilih, tersakiti lalu patah hati lagi Zie. gue mau lo bener bener dapatin orang yang tepat yang bisa jagain lo dan bikin lo bahagia." ucap Ken menjelaskan.
Zie terharu dengan ucapan Ken, Ken memang sahabat terbaiknya sejak dulu sampai sekarang. terbukti sampai sekarang ia masih saja perhatian dan peduli dengannya. Zie benar benar beruntung memiliki sahabat seperti Ken.
"Makasih ya Ken....., lo udah khawatirin gue, lo emang sahabat baik gue." ucap Zie tersenyum manis. " yang semalam itu temen gue Namanya Arion............" Zie lalu menceritakan semuanya kepada Ken, tentang penyamarannya sebagai Cleaning Service, pertemuannya dengan Arion, pertemuannya dengan Dona sampai kejadian yang menimpanya kemarin. semuanya Zie ceritakan kepada Ken tanpa di tutup tutupi.
"besok besok....kenalin gue sama Arion. gue pengen liat dan mengenal seperti apa dia." ucap Ken. memang semalam Ken tidak melihat dengan jelas seperti apa wajah dari Arion karena tertutup helm yang Arion kenakan.
"enak aja....gue masih Normal kali." sahut Ken tertawa sambil mencubit sebelah pipi Zie gemas.
"Sakit Keeennn.........," kelus Zie sambil memanyunkan bibirnya sebel."eh ngomong ngomong sekertaris lo udah punya pacar belum??". tanya Zie tiba tiba dengan antusias.
ini saatnya Zie melancarkan aksinya untuk mengetes bagaimana perasaan Ken terhadap sekertaris cantiknya itu.
"Gue nggak tau...., kenapa memangnya??". tanya Ken bingung.
"Kalau belum punya, gue mau ngenalin dia sama Mita. kasihan Mita juga masih jomblo, sama kaya bos nya."ucap Zie sambil bercanda. tapi ia juga melihat raut wajah Ken yang berubah ketika Zie membahas ingin mengenalkan Tanti dengan Mif.
"emang Mif tertarik sama Tanti??". tanya Ken sedikit gusar. sepertinya Zie sudah bisa melihat bahwa sahabatnya ini sudah benar benar jatuh cinta dengan sekertaris cantiknya sendiri.
"Ya belum sih...., kan itu masih rencana gue. tapi Tanti itu cantik loh Ken, baik, perhatian pula pasti banyak yang suka sama dia. kalau nggak cepet cepet nanti keburu diambil orang." ucap Zie lebih ke mengingatkan Ken agar segera menyadari perasaannya.
Ken diam mencerna ucapan Zie yang memang benar adanya. "Tanti itu Cantik, Cerdas, baik, perhatian pasti banyak yang suka sama dia."
Ken semakin gusar memikirkan itu, hatinya merasa takut jika Tanti di dekati dan di ambil cowok lain.
"(hihihi.....takut kan lo Ken kalau Tanti di ambil sama orang lain, makannya jangan kelamaan sadarnya. kalau cinta bilang aja cinta. jangan sok jual mahal. Kalau Tantinya pergi ntar nangeeesssss........)". ucap Zie tertawa dalam hati.
Zie turun dari dalam mobil setelah sampai di depan perusahaan MK group. Ken langsung melajukan mobilnya menuju perusahaannya sendiri setelah Zie turun dan mengucapkan terimakasih kepadanya.
Zie berjalan dengan santai masuk kedalam perusahaannya. setelah berganti seragam Zie bergabung bersama Sisi dan juga Arion yang sudah datang terlebih dahulu.
"Pagi semua......." sapa Zie begitu masuk kebagian Pantry dimana ada Arion dan Sisi juga disana.
"Pagi......" jawab Arion tersenyum kearah Zie, sesuatu yang tidak pernah terjadi selama ini seorang Arion yang menjawab sapaan dari orang lain plus tersenyum tampan seperti itu. ah... jika cewek selain Zie pasti sudah klepek klepek melihat hal itu.
"Pagi Zie...." jawab Sisi.
Zie mengeryit heran menatap Sisi yang biasanya ceria kini terlihat lesu dengan wajah yang sembab. sepertinya ia habis menangis. pikir Zie.
"Sisi....., kamu kenapa??". tanya Zie tapi Sisi terlihat malah semakin sedih dengan pertanyaan Zie. tiba tiba Sisi memeluk Zie dengan erat.
"Zie....., gue sedih. ternyata kemarin ada spikotes kerja yang akan menepati bagian sekertaris dan asisten pribadi Tuan Ma. tapi sayangnya gue terlambat mengetahuinya. gue melewatkan kesempatan bagus itu untuk memperbaiki kondisi perekonomian keluarga gue. lo tau Zie, gue itu tulang punggung keluarga setelah ayah gue meninggal. dan ibu gue sakit sakitan dan gue juga masih punya dua adik yang masih sekolah. gue punya ijasah S1 jurusan menejemen Akuntansi, walaupun gue punya ijasah S1 tapi tetep aja gue kesusahan mendapat pekerjaan sampai akhirnya ada loker disini tapi sebagai Cleaning servis. gue tetep ambil karena gue butuh pekerjaan untuk menyambung hidup keluarga gue." Sisi mengeluarkan segala beban hidupnya kepada Zie.
setelah mengatakan semua uneg uneg nya yang selama ini ia pendam sendiri, kini dada Sisi terasa lebih lega dari sebelumnya. selama ini tidak ada seorang pun yang bisa menjadi tempat berbagi keluh kesah yang Sisi rasakan.
"Maaf Zie, tidak seharusnya gue ngomong ini semua sama lo."ucap Sisi merasa tidak enak hati. ia melepas pelukannya dan menghapus air matanya sendiri lalu menghela nafasnya panjang.
"Tidak papa Si......, gue juga temen lo kan?? jadi jangan sungkan untuk membagi keluh kesahmu." jawab Zie tersenyum tulus. "ya sudah, lebih baik kita kembali bekerja." ucap Zie karena memang sudah waktunya untuk mereka bekerja.
hari ini semuanya berjalan dengan lancar, Zie, Sisi dan juga Arion bekerja sama menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
sebenarnya ada banyak sekali Cleaning Servise di kantor itu, tapi mereka semua sudah mendapat tugasnya masing masing. dan di bagian Zie hanya ada empat orang saja tapi sekarang hanya tiga orang karena Dona sudah tidak bekerja lagi disana.
.
.
.
.
Bersambung........
.
.
.
.
*Sisi