
Sore harinya, Darren pulang ke apartemennya setelah menjemput dan mengantar Zie pulang dari kantornya. Begitu masuk kedalam Apartemen, Darren langsung berjalan masuk kedalam kamarnya meletakkan tas kerjanya, melepas semua yang melekat di tubuhnya dan hanya menyisakan ****** ******** dan mempertontonkan tubuh kekarnya dengan deretan roti sobek di perutnya. ia lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. ia berendam dengan air hangat untuk sedikit menghilangkan rasa lelahnya. rasa lelah yang cukup membahagiakan karena sekarang sudah ada Zie yang selalu mengisi hari harinya.
Darren berfikir untuk segera menemui Om Prabu dan melamar Zie karena hatinya sudah sangat yakin untuk menjadikan Zie pendamping hidupnya. mungkin ini terkesan sangat buru buru karena mereka baru saja menjalin kasih tapi bukankah niat baik itu harus di segerakan dan Darren sudah sangat yakin dan siap untuk membina rumah tangga bersama Zie. senyum Darren mengembang sempurna membayangkan betapa bahagianya jika ia bisa membentuk keluarga kecil bersama Zie.
"(Semoga Tuhan benar benar genggariskan takdir hidup kita untuk berjodoh ya Zie. Aamiin....) " batin Darren
ia lalu segera menyudahi acara mandinya karena sudah cukup lama berendam dengan di temani angan angan nya menjadi pendamping hidup Zie.
...,,_________,,________,,_________,,...
Di tempat lain, Zie sedang duduk bersantai di gasebo yang ada taman belang rumahnya menikmati suasana sore hari yang indah di temani secangkir Kopi kesukaannya. ia sedang berbalas pesan dengan Arion yang mengajaknya jalan malam ini. tapi Zie menolaknya secara halus karena sekarang ia memiliki hati yang harus ia jaga. ia tidak mau Darren salah paham melihat kedekatannya dengan teman laki laki. padahal hampir semua teman Zie itu berjenis kelamin laki laki.
"Weh..... asyik ni kayanya. santai sambil minum kopi... " celetuk Marvin yang langsung duduk di sebelah Zie. "buatin gue kopi dong..... " pinta Marvin kepada Zie
"Apa'an sih lo.....?? ganggu aja orang lagi asyik nyantai juga. minta bikinin aja sama bibi tuh." jawab Zie
"Ish....., bikinan lo sama bibi tu beda jauh rasanya. enakkan bikinan lo kemana mana." ucap Marvin apa adanya, Kopi buatan Zie memang enak se enak kopi ala cafe.
ya iyalah Zie kan pemilik AK cafe yang terkenal di semua kalangan.
"Ogah ah....., " tolak Zie lalu meraih cangkir dan menyeruput kopi miliknya dan meletakkannya kembali kemeja.
"Ih..., sono bikinin." ucap Marvin memaksa Zie dengan sedikit mendorong tubuh Zie agar berdiri dan pegi kedapur untuk membuatkan kopi untuknya. dan berhasil, Zie pun beranjak dari duduknya menuruti kemauan Marvin. "gitu dong jadi adek tu yang nurut sama perintah kakaknya. " ucap Marvin sambil menunjukkan deretan giginya yang putih.
"iya gue bikinin kopi spesial buat lo tenang aja. " jawab Zie.
"Nah... Cakep tuh. " sahut Marvin senang.
"Spesial pake sianida biar nikmatnya sampe di bawa mati. " ucap Zie sambil berlalu pergi.
"eh buset..., sadis amat punya adek satu. " gumam Marvin terkekeh sendiri.
tak lama Zie datang membawa secangir kopi buatannya sendiri untuk Marvin.
"Nih kopinya Kak.... " ucap Zie menyerahkan kopi itu kepada Marvin
"Wah... mantap...., makasih Zie. " ucap Marvin yang langsung menyeruput kopi yang masih mengepulkan asap putih di atasnya. "Prruuuufff....... hah... panas panas." Marvin langsung menyemburkan kopi yang baru saja ia seruput. lidahnya terasa panas terbakar.
"Hahahaa...... rasain..., siapa suruh nggak sabaran jadi orang. udah tau kopi baru di bikin ya pasti panas lah." ucap Zie yang malah menertawakan Marvin lalu duduk kembali di sebelahnya.
Marvin segera meletakkan cangkir kopinya di meja lalu meraih cangkir kopi milik Zie dan langsung meminumnya untuk menghilangkan rasa panas di lidahnya.
"Eh... kopi gue!! main minum aja.!! udah di bikinin sendiri juga. " Protes Zie.
"dikit doang Zie elah... pelit banget sih. nggak kasihan apa sama gue." ucap Marvin memelas.
"iya udah iya....., lagian udah diminum juga nggak mungkin kan gue minta dibalikin." jawab Zie yang membuat Marvin tertawa.
"kalau lo mau nya gitu gue balikin nih, mana cangkir kopi lo? " ucap Marvin dengan gaya ingin memuntahkan kopi yang sudah ia telan.
"Idih lo apaan sih!!" semprot Zie menabok pelan lengan atas Marvin. "jorok banget tau nggak!!" ucap Zie kesal sambil mengerucutkan bibirnya sebal dan Marvin pun kembali tertawa.
dulu saat Cerry pindah sekolah di sekolah yang sama dengan Zie, hanya Zie yang selalu mendapat perhatian dari Zio dan Ken. meski setelahnya Ia sempat berteman baik dengan Zie, Zio dan Ken tapi tetap saja Cerry iri kepada Zie yang di perlakukan istimewa oleh dua pemuda tampan. apalagi saat hubungannya dengan Marvin renggang, itu semua karena Zie. di tambah lagi Marvin yang tiba tiba memutuskan hubungan karena akan melanjutkan pendidikannya di luar negeri yang ternyata bareng dengan Zie. itu membuat rasa benci Cerry tumbuh kembali. saat di rumah, Kakak dan Kakak iparnya selalu membanggakan Zie karena Zie sudah banyak membantu kakak iparnya hingga menjadi orang sukses seperti sekarang. apalagi saat Cerry menjalin hubungan dengan Zio yang ternyata Zio menyimpan rasa yang besar kepada Zie. bahkan saat pertunangannya batal dan ia mendatangi Zio untuk meminta maaf dan meminta balikkan lagi tapi Zio malah menolaknya mentah mentah dan Cerry yakin semua itu karena Zie. sungguh semua itu membuat Cerry semakin membenci Zie.
"Stop.....!! " bentak Cerry kepada Zie dan Marvin yang masih seru bercanda. keduanya langsung diam mematung menghentikan gerakan mereka ketika melihat Cerry melotot kan matanya dan berkaca pinggang di hadapan mereka.
"eLo ya Zie....., bisa nggak sih jaga sikap lo.!! Marvin itu suami gue, dan lo cuma adeknya jadi jangan melebihi batasan lo. caper banget sih jadi orang!!" Cerry memarahi Zie dengan nada meninggi.
"Maksud lo apa Cer.....?? " tanya Zie yang tidak mengerti kenapa Cerry datang langsung marah marah.
"Denger ya Zie...., Marvin itu sudah punya istri. harusnya lo sadar diri dong. jaga jarak sama suami orang!!" bentak Cerry.
"Kamu apa apaan sih Cer....?? kenapa kamu ngomongnya kaya gitu??" tanya Marvin sedikit emosi mendengar nada bicara Cerry yang tidak enak di dengar.
"oh....., gue tau. lo lagi cemburu yaaaa sama gue?? " tanya Zie menaik turunkan kedua alisnya secara bersamaan. ia sengaja menggoda Cerry untuk mencairkan suasana.
"Ck.... ngapain juga gue cemburu sama orang yang nggak tau diri kaya lo. " ucap Cerry kesal dan berlalu pergi.
Zie dan Marvin saling pandang merasa bingung dengan sikap Cerry yang nggak tiba tiba marah nggak jelas.
"Bini lo kenapa sih kak.....?? aneh banget. kurang sajen ya? apa maksudnya coba omongan dia barusan? nggak ngerti gue?? susulin sono" tanya Zie bingung.
"Gue juga nggak tau kenapa dia kaya gitu. buka kurang sajen kayanya sih. " jawab Marvin.
"terus kenapa??? ". tanya Zie.
" Kurang jatah mungkin...., gue susulin dulu ya."jawab Marvin ngawur dan berlalu pergi menyusul istrinya.
"Makannya jadi suami jangan pelit pelit sama istri....," seru Zie padahal ia tidak tau maksud dari perkataan Marvin.
Marvin yang masih bisa mendengar perkataan Zie pun hanya tertawa sambil terus berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
...,, ________,, ________,, ______,, ...
.
.
.
.
bersambung..........
.
.
.